• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Uji Validitas

Validasi adalah tingkatan dimana suatu tes mengukur apa yang seharusnya diukur (Darmadi, 2011: 87). Riduwan (2010: 73), uji validitas dilakukan berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur sehingga benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur.Alat yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Untuk menguji validitas alat ukur, terlebih dahulu dicari harga korelasi antara bagian-bagian dari alat ukur secara keseluruhan dengan cara mengkorelasikan setiap butir alat ukur dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor

32   

butir. Untuk menghitung validitas alat ukur digunakan rumus Pearson Product Moment dalam Arikunto (2006: 170) adalah:

rhitung = Keterangan:

rhitung = Koefisien korelasi

Xi = Jumlah skor item

Yi = Jumlah skor total (seluruh item)

n = Jumlah responden

Selanjutnya dihitung dengan Uji-t dengan rumus:

thitung =

Keterangan: t = Nilai t hitung

r = Koefisien korelasi hasil r hitung

n = Jumlah responden

Distribusi (Tabel t) untuk = 0,05 dan derajat kebebasan (dk= , 2) Kaidah keputusan: jika t hitung> t tabel berarti valid, sebaliknya jika t

hitung< t tabel berarti tidak valid

Jika instrumen itu valid, maka diihat kriteria penafsiran mengenai korelasinya (r) sebagai berikut:

Antara 0,800 – 1,000 : sangat tinggi Antara 0,600 – 0,799 : tinggi Antara 0,400 – 0,599 : cukup Antara 0,200 – 0,399 : rendah Antara 0,000 – 0,199 : sangat rendah 2. Uji Reliabilitas  

Menurut Siregar ( 2010: 173) reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama pula.  

Pada tahapan uji reliabilitas dengan menggunakan teknik, Alpha Cronbach, yaitu:

a. Menentukan nilai varians setiap butir pertanyaan

i2  =

b. Menentukan niai varians total

t2 =

c. Menentuka reliabilitas instrument

r11 = [ ]

keterangan: n = Jumlah sampel

X = Nilai skor yang dipilih

t2 = Jumlah varians butir

k = Jumlah butir pertanyaan

r11 = koefisien reliabilitas Instrumen

Kemudian diuji dengan Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan rumus Korelasi Pearson Product Moment dengan teknik belah dua awal-akhir yaitu:

rb =

Harga rxy atau rb ini baru menunjukkan reliabilitas setengah tes. Oleh karenanya disebut r awal-akhir. Untuk mencari reliabilitas seluruh tes

digunakan rumus Spearman Brown yakni: r11 = untuk

mengetahui koefisien korelasinya signifikan atau tidak digunakan distribusi (Tabel r) untuk = 0,05 atau = 0,01 dengan derajat kebebasan (dk=n 2). Kemudian membuat keputusan membandingkan r11> r tabel berarti reliabel dan r11< r tabel berarti tidak reliabel.

34   

F. Uji Pra-Syarat Analisis

1. Uji Normalitas 

Uji normalitas, mengatakan bahwa setiap X nilai- nilai Y yang bersesuaian harus berdiskusi normal.Dipenuhi atau tidaknya persyaratan tersebut dapat diketahui dengan melakukan analisis residu.Caranya adalah dengan membuat distribusi frekuensi data bergolong dari residu- residu yang ada.Jika polygon frekuensi dari distribusi frekuensi tersebut mendekati normal, maka persyaratannya dipenuhi.Jika ukuran sampel cukup besar, dapat di uji dengan uji kecocokan (goodness-of-fit-test). 

Berdasarkan ini, persyaratan pertama ini sering disebut persyaratan normalitas residu.Adapun uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dengan Lilifors.Uji normalitas dengan Lilifors digunakan apabila datanya tidak dalam distribusi frekuensi data bergolong. Pada metode Lilifors setiap data Xi diubah menjadi bilangan baku Zi dengan transformasi (Budiyono, 2009: 260). a. Hipotesis

H0 = Sampel berasal dari populasi normal H1 = Sampel tidak berasal dari populasi normal b. Statistika Uji

L = maks | F(Z1) – S(Z1)| Dimana :

F (Z1) = P ( Z ≤ Z1) dengan Z ~ N (0,1)

S (Z1) = Proporsi cacah Z ≤ Z1 terhadap seluruh cacah Z1

S = Deviasi Standar atau simpangan baku

Z1 = Skor standar Z1 =   c. Taraf signifikansi 95%, α = 0,05  d. Daerah kritik   DK = (Lmaks | Lmaks ≥ L α.n) e. Keputusan Uji  

H0 di tolak jika L € DK, atau H0 di terima jika L € DK   

2. Uji Linearitas  

Pada analisis regresi menghasilkan adanya hubungan fungsional antara X dan Y, pada populasi yang linier. Dipenuhi atau tidaknya persyaratan linieritas dapat dilihat dengan melukiskan diagram pencarnya pada bidang bilangan. kalau titik-titik pada diagram pencar itu terkumpul disepanjang garis lurus, maka dapat disimpulkan bahwa hubungan fungsional antar X dan Y adalah linier.  

Cara lain untuk melihat linieritas tersebut ialah dengan menggambarkan diagram antara residu versus Ý. Jika diagram pencar tersebut tidak berpola, maka disimpulkan bahwa hubungan fungsional linier. Linieritas dapat pula diuji secara formal dengan cara berikut : untuk mendapatkan pengujian linieritas, diperlukan adanya pengulangan pengamatan pada variabel bebas (X). Yang diaksud yaitu adanya pengulangan pada nilai- nilai X yang sama. Diperolehlah formula berikut ini : (Budiyono, 2009:261)

a. Nilai X1 yang sama harus disusun beserta pasangannya. 

b. Menghitung

1) JK(E) = [ ]

2) JK(TC) = JKres – JK(E)  

c. Menghitung :

1) DF(E) = n – k atau dfres – df(TC) 

2) K = banyaknya kelompok xi 3) df(TC) = k – 2 d. Menghitung: 1) RJK(TC) =   2) RJK(TC) =   e. Fhitung = F(n) (k – 2) ( n – k)

36   

jika Fhitung ≥ Ftabel, maka H0 ditolak berarti persamaan tidak linier jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima berarti persamaan linier.   

G. Teknik Analisis Data 1. Analisi Regresi  

Analisis regresi digunakan dalam rangka untuk melakukan prediksi (peramalan). Tujuannya adalah untuk menetukan model statistika (dalam bentuk formula matematik) yang dapat dipakai untuk memprediksi nilai- nilai variabel terikat (disebut juga veriabel respon) Y berdasarkan nilai- nilai dari variabel bebas (disebut juga variabel predictor) X. regresi memiliki variabel- variabel berskala interval. Demikianlah modle hubungan linier antara variabel X dan variabel Y pada sampel adalah : (Budiyono, 2009: 151)

Langkah- langkah dalam perhitungan regresi adalah sebagai berikut: 

a) Persamaan regresi  

Persamaan regresi pada populasi  

Yi = α + Xi +

Persamaan regresi pada sampel  

Ýi = a +bXi + e

Dimana : 

b =  

b) Variasi pada regresi linier 

JKT =   JKR = a(   JKG = + ( b   c) Koefisien Determinasi:  r2 = 0 ≤ r2≤ 1  r2 =   d) Keberartian Regresi : 

Untuk melihat keberartian regresi, maka digunakan pendekatan analisis variansi dengan menggunakan JKT, JKR, dan JKG diatas. Rerata kuadrat diperoleh dengan formula:

RKR =  

RKG =  

Sehingga statistic ujinya adalah:

F =  

38   

Table 3.4 

Rangkuman Analisis Variansi pada Uji Keberartian Regresi

Sumber JK Dk RK Fobs Fα P Regresi (R) Galat JKR JKG 1 n-2 RKR RKG F =   F* P < α atau P > α Total JKT n – 1 e) Koefisien Korelasi   -1≤ rxy ≤ 1  rxy=  

f) Keberartian Koefisien Regresi 

t =  

g) Uji Signifikansi Koefisien Korelasi 

t =  

h) Definisi Operasional Variabel 

Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrakatau variabel tersebut. Untuk keperluan pengumpulan data, dalam penelitian ini, peneliti mengeluarkan subjektifitasnya dalam mendefinisikan variabel sehingga dapat disepakati oleh semua pihak (Nazir, 2013:110). Dalam penelitian ini terdapat dua variabel. 

1. Variabel Independen 

Menurut sugiyono (2009: 60) mengemukakan bahwa variabel independen adalah variabel yang mempenganruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat).Variabel independen (bebas) dalam penelitian ini yaitu mengenai pendampingan belajar orang tua.Pendampingan belajar orang tua adalah kegiatan orang tua untuk mendukung atau memberi motivasi dan mendampingi siswa belajar dirumah dalam menyelesaikan tugas- tugas yang diberikan guru sehingga siswa merasa terbimbing dan termotivasi untuk belajar.indikator pendampingan belajar orang tua meliputi : 1) Menyediakan fasilitas belajar, 2) Mengawasi kegiatan belajar anak dirumah, 3) Mengawasi penggunaan waktu belajar anak dirumah, 4) Mengetahui kesulitan belajar anak menolong anak mengatasi kesulitan dalam belajar. Pengukuran variabel ini yaitu dengan menggunakan angket yaitu berdasarkan tanggapan responden terhadap pertanyaan yang mengungkapkan tentang pendampingan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya.

2. Variabel Dependen ( Terikat)Menurut sugyono (2009: 60). 

Mengemukakan bahwa variabel dependen (bebas) merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel independen. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu mengenai karakter siswa. Karakter siswa adalah tingkah laku atau perilaku yang dimiliki seseorang sebagai ciri khas dari setiap individu dan orang yang memiliki karakter yang kuat, akan memiliki momentum untuk mencapai tujuan di sisi lain, mereka yang karakternya mudah goyah, akan lebih lambat untukbergerak dan tidak bisa menarik orang lain untuk bekerja sama denganny. Indicator dari karakter sebagai berikut:1) Melakukan tugas

40   

sepenuh hati, 2) Bekerja dengan etos kerja yang tinggi, 3) Berusaha keras untuk mencapai prestasi terbaik (giving the best), 4) Mampu mengontrol diri dan mengatasi stress, 5) Berdisiplin diri, 6) Akuntabel terhadap pilihan dan keputusan yang diambil.  

41   

1. Identitas Sekolah

Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Ngasem. Lokasi MI Muhammadiyah Ngasem terletak di Desa Cepogo, RT 01 RW 08, Kelurahan Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Adapun identitas MI Muhammadiyah Ngasem adalah sebagai berikut:

a. Nama Sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Ngasem

b. Status : Swasta

c. Alamat Sekolah : Ngasem

d. Kecamatan : Colomadu

e. Kabupaten/ Kota : Karanganyar

f. Masuk : Pagi g. Tahun Berdiri : 1966 h. Tanggal : 1 Februari 1966 i. Nomor : K / 1854/III.b/75 j. Luas Tanah : 508 m2 k. Luas Bangunan : 294 m2 l. Luas Halaman : 214 m2

2. Visi dan Misi a. Visi

Terwujudnya peserta didik yang unggul dalam iman dan taqwa serta unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

b. Misi

1) Mewujudkan pembelajaran dan pembiasaan dalam mempelajari

Al-Quran dan menjalankan agama.

2) Mewujudkan pembentukan karakter islami yang mampu

42   

3) Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dalam pencapaian

prestasi akademik.

4) Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme tenaga

kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.

5) Menyelenggarakan tata kelola madrasah yang efektif, efisien,

transparan, dan aktual.

3. Kondisi Umum

MI Muhammadiyah Ngasem lokasinya di tengah- tengah pemukiman warga dan jauh dari jalan raya. Hal ini membuat suasana saat pembelajaran di kelas berlangsung cukup tenang karena tidak ada suara kendaraan yang berlalu- lalang. Siswa yang bersekolah di MI Muhammadiyah Ngasem berasal dari berbagai desa yang lumayan jauh dari lokasi sekolah, sehingga banyak dari mereka yang harus antar jemput ketika berangkat dan pulang sekolah. Pekerjaan orang tua/ wali murid sangat beragam, namun sebagian besar masyarakat dilingkungan sekolah bekerja sebagai petani, buruh dan karyawan pabrik.

4. Keadaan tenaga pendidik

Tenaga pendidik di MI Muhammadiyah Ngasem pada tahun pelajaran 2014/2015 berjumlah 10 orang. Kesepuluh guru tersebut memiliki tugas dan jabatan masing- masing. Sebanyak 6 guru sebagai wali kelas I sampai VI. Satu guru sebagai guru olahraga, satu guru sebagai guru mata pelajaran IPS dan PPKn, dan satu guru mengampu pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Seluruh guru telah melaksanakan tugas masing- masing dengan baik sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan dalam tugasnya yaitu membimbing, mendidik, dan membina siswa. Berikut adalah data guru MI Muhammadiyah Ngasem tahun ajaran 2014/2015.

Table 4.1

Daftar Tenaga Pendidik MI Muhammadiyah Ngasem tahun ajaran 2014/2015.

No Nama Jabatan

1 Paimin, B.A Kepala Sekolah

2 Rahma Rusdiana D, S.PdI Guru Kelas VI

3 Karyati Sri Rahayu Guru Kelas V

4 Nanik Suprihatin Guru Kelas IV

5 Rini Meilina W, S.PdI Guru Kelas III

6 Nurni Sandang R, S.E Guru Kelas II

7 Nur Fitri Astuti, S.PdI Guru Kelas I

8 Endah Rohmiati, S.Pd. Guru Olahraga

9 Dawut Ali Turmudi, S,Si. Guru PPKn&IPS

10 Lila Normayanti, S.Pd. Guru IPA

5. Keadaan Siswa

Siswa- siswi yang bersekolah di MI Muhammadiyah Ngasem ini berasal dari lingkungan di sekitar sekolah. Mereka rata- rata berasal dari keluarga yang memiliki perekonomian menengah kebawah dan sedang. Beberapa siswa berasal dari luar kota seperti Temanggung, Magelang, Purwodadi, Boyolali. Siswa yang berasal dari luar kota tersebut merupakan anak yatim piyatu sehingga mereka tinggal di pondok yang tidak jauh dari sekolah. Pada tahun pelajaran 2014/2015 jumlah siswa di MI Muhammadiyah Ngasem sebanyak 157 siswa, yang terdiri dari 84 siswa laki laki dan 73 siswa perempuan. Adapun jumlah siswa tiap kelas lebih rincinya terdapat pada table berikut ini:

Tabel 4.2

Jumlah Siswa MI Muhammadiyah Ngasem Tahun Pelajaran 2014/2015

Kelas Laki- laki Perempuan Jumlah

I 20 10 30 II 16 12 28 III 13 8 22 IV 15 16 31 V 10 14 24 VI 10 13 23 Jumlah 84 73 157

44   

6. Keadaan Fisik Sekolah

Mi Muhammadiyah Ngasem memiliki beberapa ruang yang memiliki fungsi berbeda- beda. Ruangan tersebut terdiridari 6 ruang kelas I sampai kelas VI, 1 ruang guru yang bersatu dengan ruang kepala sekolah, 1 ruang perpustakaan, 1 masjid, 1 ruang dapur dan gudang, 2 kamar mandi untuk guru, 4 kamar mandi unruk siswa, serta lahan parkir sepeda guru dan siswa. Sekolah ini memiliki gedung yang luas, oleh karena itu dibangun gedung lantai 2 yang baru selesai dibangun pada tahun pelajaran 2014/2015 ini. Ruangan yang terdapat di lantai 2 ini digunakan sebagai kelas V dan VI. Hal ini dirasa sangat efektif mengingat kelas VI butuh ruang tersendiri dan tenang.

Setiap ruang kelas yang terdpat di MI Muhammadiyah Ngasem dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penunjang pembelajaran. Fasilitas tersebut meliputi bank data sekolah, papan absensi, almari tempat penyimpanan buku pelajaran, kalender, alat kebersihan, media pendukung pembelajaran, white board serta jam dinding.

Adapun data sarana dan prasarana yang terdapat di Mi Muhammadiyah Ngasem adalah:

Table 4.3

Data Sarana dan Prasarana MI Muhammadiyah Ngasem

No Jenis sarana/prasarana Jumlah Keadaan

1 Ruang kelas 6 Baik

2 Ruang guru 1 Baik

3 Ruang kepala sekolah 1 Baik

4 Masjid 1 Baik

5 Perpustakaan 1 Baik

6 Kamar mandi/WC 6 2 Rusak

7 Ruang dapur dan gedung 1 Baik

8 Tempat parkir 1 Baik

9 Alat rebana 1 set Baik

10 LCD 2 Baik

11 Komputer 2 Baik

B. Uji Instrumen Penelitian

Uji instrumen perlu dilakukan guna mengetahui apakah butir soal yang akan digunakan dalam penelitian valid dan reliabel. Instrumen pengumpulan data untuk kedua variabel penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket. Pengujian instrumen dilakukan pada hari sabtu 11 April 2015 di Mi Muhammadiyah Bolon Colomadu Karanganyar pada kelas IV yang berjumlah 20 siswa.

Setelah dilakukan uji coba atau try out instrumen selanjutnya dialkukan uji validitas dan reliabilitas. Adapun hasil uji validitas dan reliabilitas angket adalah sebagai berikut:

1. Uji Validitas

Instrumen yang akan diujikan pada sampel penelitian sebelum di uji coba (tryout) dahulu untuk mengetahui validitas soal. Uji validitas menggunakan bantuan software SPSS 16.0 pada tabel berikut ini:

Table 4.4

Hasil Uji Validitas Angket Pendampingan Belajar Orang Tua

No Item rhitung rtabel(0,05;55) Status

1 0.468 0,444 Valid 2 0,489  0,444 Valid 3 0.485  0,444 Valid 4 0.475 0,444 Valid 5 0.536  0,444 Valid 6 0.471  0,444 Valid 7 0.512  0,444 Valid 8 0.487 0,444 Valid 9 0.529  0,444 Valid 10 0.459  0,444 Valid 11 0.567  0,444 Valid 12 0.508 0,444 Valid 13 0.555  0,444 Valid 14 0.493  0,444 Valid 15 0.318  0,444 Tidak Valid 16 0.522 0,444 Valid 17 0.527  0,444 Valid 18 0.52  0,444 Valid 19 0.504 0,444 Valid 20 0.515  0,444 Valid 21 0.514  0,444 Valid 22 0.168  0,444 Tidak Valid

46    23 0.561 0,444 Valid 24 0.239  0,444 Tidak Valid 25 0.514  0,444 Valid 26 0.162  0,444 Tidak Valid 27 0.472 0,444 Valid 28 0.517  0,444 Valid 29 0.219  0,444 Tidak Valid 30 0.458 0,444 Valid

Sumber: Hasil pengolahan data pada lampiran

Berdasarkan tabel di atas (4.4), di ketahui bahwa hasil angket pendampingan belajar orang tua terdapat 25 soal yang valid, yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 25, 27, 28 dan 30. Sehingga digunakan sebagai instrumen penelitian untukpengumpulan data. Sedangkan soal yang tidak valid ada 5 soal yaitu nomor 15, 22, 24, 26 dan 29 tidak dapat digunakan karena sudah ada beberapa item yang bisa mewakili setiap indikator.

Tabel 4.5

Hasil Uji Validitas Angket Karakter Siswa

No Item rhitung rtabel(0,05;55) Status

1 0,58 0,444 Valid 2 0,13 0,444 Tidak Valid 3 0,54 0,444 Valid 4 0,58 0,444 Valid 5 0,5 0,444 Valid 6 0,54 0,444 Valid 7 0,56 0,444 Valid 8 0,21 0,444 Tidak Valid 9 0,51 0,444 Valid 10 0,21 0,444 Tidak Valid 11 0,19 0,444 Tidak Valid 12 0,54 0,444 Valid 13 0,05 0,444 Tidak Valid 14 0,56 0,444 Valid 15 0,53 0,444 Valid 16 0,59 0,444 Valid 17 0,55 0,444 Valid 18 0,49 0,444 Valid 19 0,54 0,444 Valid 20 0,49 0,444 Valid 21 0,51 0,444 Valid 22 0,52 0,444 Valid 23 0,52 0,444 Valid

Berdasarkan tabel di atas (4.5), di ketahui bahwa hasil angket pendampingan belajar orang tua terdapat 30 soal yang valid, yaitu nomor 1,3,4,5,6,7,9,12,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25,26,28,29, 30, 31, 32, 33, 34 dan 35. Sehingga digunakan sebagai instrumen penelitian untukpengumpulan data. Sedangkan soal yang tidak valid ada 5 soal yaitu nomor 2, 8, 10, 11, 13, dan 27 tidak dapat digunakan karena sudah ada beberapa item yang mewakili setiap indikator

Dokumen terkait