BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Pengujian Instrumen
1) Uji Validitas Instrumen
Arikunto (1998:160) berpendapat bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau keabsahan dari suatu instrumen. Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur (Noor, 2012:132). Validitas adalah ketepatan instrumen dalam melakukan fungsinya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian harus dinyatakan valid terlebih dahulu, sehingga benar-benar dapat digunakan untuk mengukur variabel (Azwar, 2013:173). Penelitian ini menggunakan tiga jenis validitas pengukuran yaitu validitas isi, validitas muka, dan validitas konstruk.
a. Validitas Isi
Validitas isi dalam penelitian ini digunakan untuk instrumen pembelajaran dan soal tes prestasi. Validitas isi merupakan derajat sebuah tes mengukur cakupan substansi yang ingin diukur (Sangadji, 2010:147). Validitas isi digunakan karena peneliti ingin mengetahui apakah isi instrumen dan tes telah disusun sesuai dengan ketentuan atau belum. Validitas isi dilakukan melalui proses expert judgement oleh 5 ahli yaitu 2 dosen, 1 kepala sekolah, dan 2 guru. Validitas soal tes prestasi dilakukan pada sekolah yang sama yaitu SD N Petompon 01 yang berjumlah 30 orang.
perangkat pembelajaran dan soal tes prestasi. Peneliti memilih 2 dosen ahli dalam bidang kurikulum untuk menguji validitas dari perangkat pembelajaran dan soal tes prestasi. Guru dan kepala sekolah yang peneliti pilih untuk validasi perangkat pembelajaran dan soal tes prestasi adalah guru yang tidak mengajar saat penelitian. Pemilihan tersebut karena guru dan kepala sekolah lebih memahami kebutuhan siswa. Hal tersebut dimaksudkan agar perangkat pembelajaran dan soal tes dapat disesuaikan dengan kondisi siswa.
Instrumen yang divalidasi oleh para ahli adalah tes soal prestasi dan perangkat pembelajaran. Ahli diminta untuk menilai dan memberi komentar instrumen dengan mengisi rubrik penilaian. Rentang skor penilaian yang digunakan adalah 1 sampai 5 yaitu menggunakan skala Likert (Sugiyono, 2014: 134-135). Ahli dapat memberi penilaian “sangat baik” dengan bobot skor 5, “baik” dengan bobot skor 4, “kurang baik” dengan bobot skor 3, “tidak baik” dengan bobot skor 2, dan “sangat tidak baik” dengan bobot skor 1. Peneliti menggunakan skor 3 sebagai batasan dalam mengambil keputusan apakah instrumen pembelajaran akan direvisi atau tidak. Kriteria yang peneliti buat tentang hasil validitas isi berdasarkan kelayakan instrumen dan skor rata-rata pada rubrik penilaian dapat dilihat pada tabel 3.4.
Tabel 3.4 Kriteria Hasil Validasi RPP Rerata Kuantitatif Komentar Kelayakan Instrumen Keputusan ≥ 3 Positif 1. Layak digunakan tanpa perbaikan Tidak revisi (TR) ≥ 3 Negatif 2. Layak digunakan dengan diperbaiki Revisi (R)
< 3 Positif 3. Kurang layak digunakan
Revisi (R)
< 3 Negatif 4. Tidak layak digunakan
Revisi (R)
Tabel 3.4 menunjukkan kriteria hasil validasi, apabila rata-rata skor dari ahli pada setiap komponen penilaian lebih dari atau sama dengan 3 dan kelayakan instrumen layak digunakan tanpa perbaikan, maka peneliti memutuskan untuk tidak melakukan revisi pada komponen penilaian tersebut. Komponen penilaian pertama adalah kelengkapan komponen RPP, bila kelima ahli memberikan skor pada komponen tersebut dengan rata-rata 3 dan kelayakan instrumen layak digunakan tanpa perbaikan, maka peneliti tidak melakukan revisi pada komponen kelengkapan RPP. Apabila rata-rata lebih atau sama dengan 3 tetapi layak digunakan dengan diperbaiki, maka peneliti memutuskan revisi komponen tersebut.
Pelaksanaan Pembelajaran. Hasil validasi yang berupa skor dianalisis untuk dicari skor rata-rata setiap komponen penilaiannya. Tabel 3.5 adalah hasil validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tema 4 dari 5 ahli yang peneliti pilih sebagai validator sesuai dengan keahlian dibidangnya.
Tabel 3.5 Hasil Validasi RPP
Validator Skor Rata-rata Komponen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Ahli 1 4 3,71 3,8 4 3,5 3,5 4,3 4,8 4,75 4,04 Ahli 2 4 4,14 4,2 4 3,5 3,5 4 4,2 4 3,94 Ahli 3 5 4,85 4,6 4,7 4,5 4,5 4,3 4,8 4,75 4,67 Ahli 4 5 4,14 4,2 4,67 4,5 4,5 4,67 4,8 4,25 4,52 Ahli 5 5 4 4 4 4 4 4 4,2 4 4,13 Rata-rata 4,6 4,16 4,16 4,27 4 4 4,25 4,56 4,35 4,42 Keterangan TR R TR TR TR TR TR R TR TR Keterangan: KP : komponen penilaian Ahli 1-2 : dosen
Ahli 3-5 : kepala sekolah dan guru TR : tidak revisi
R : revisi
Tabel 3.5 menunjukkan hasil validasi dari para ahli. Komponen penilaian untuk RPP terdiri dari 9 komponen. Validasi untuk RPP terdiri dari 9 komponen penilaian. Indikator kedua memiliki rata-rata 4,16. Indikator tersebut perlu revisi walaupun rata-rata pada indikator kedua ≥ 3. Hal ini disebabkan karena ahli 1 memberikan komentar “indikator diperbaiki lagi”. Indikator kedelapan memiliki rata-rata 4,56, indikator tersebut perlu direvisi karena ahli 4 memberikan komentar “alokasi waktu kurang dimanfaatkan dan aksi kurang”. Hasil validitas isi digunakan untuk memperbaiki instrumen RPP sebelum digunakan sebagai instrumen penelitian.
Hasil validasi untuk soal tes prestasi terdiri dari soal
pretest dan soal posttest juga dianalisis untuk dicari rata-rata tiap
komponen penilaiannya serta dikategorikan berdasarkan kriteria pada tabel 3.4. Komponen penilaiannya ada 8 komponen dengan rentang skor antara 1-4. Hasil validasi soal tes dari 5 ahli tema 4 yang peneliti pilih sebagai validator berupa skor dapat dilihat pada tabel 3.6.
Tabel 3.6 Hasil Validasi Soal Tes Prestasi Pretest dan Posttest Valid -ator Skor Rata-rata Komponen 1 2 3 4 5 6 7 8 Ahli 1 3 3 3 3 3 4 4 4 3,25 Ahli 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3,25 Ahli 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3,5 Ahli 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3,5 Ahli 5 3 4 4 4 4 3 4 4 3,75 Rerata 3 3,2 3,6 3,4 3,6 3,4 3,6 3,6 3,425 TR TR TR TR TR TR TR TR TR Keterangan: KP : komponen penilaian TR : tidak revisi
Tabel 3.6 menunjukkan hasil validasi untuk soal tes prestasi (pretest dan posttest) tema 4. Validasi untuk soal tes prestasi (pretest dan posttest) terdiri dari 8 komponen penilaian. Rata-rata skor komponen penilaian 1 sampai dengan komponen 8 adalah diatas 3. Para ahli tidak memberikan komentar dan menuliskan sudah sesuai, jadi peneliti tidak merevisi pada soal tes prestasi (pretest dan posttest).
b. Validitas Muka
instrumen secara sederhana atau penilaian instrumen hanya dari sisi muka tanpa kriteria yang mendalam. Validitas muka dilakukan untuk menguji instrumen soal tes prestasi (pretest dan
posttest) dan perangkat pembelajaran. Validitas muka atau biasa
disebut (face validity) dilakukan setelah validitas isi. Validitas muka menyangkut dua aspek yaitu pengukuran atribut yang konkret dan penilaian dari ahli maupun konsumen alat ukur (Margono, 2010:188). Validitas muka untuk soal tes prestasi dilakukan kepada 2 orang siswa kelas IV di SD N Petompon 01. Pemilihan siswa validitas muka yaitu dilakukan secara random atau acak.
Hasil face validity menyatakan bahwa kedua siswa sudah bisa memahami soal tes prestasi (pretest dan posttest). Setiap butir soal ditunjukkan pada kedua siswa tersebut, secara keseluruhan siswa paham terhadap soal yang ada. Kalimat pada soal juga tidak terlalu panjang. Validitas muka untuk perangkat pembelajaran dilakukan kepada guru yang melaksanakan pembelajaran dalam proses penelitian ini. Validitas muka untuk perangkat pembelajaran hanya meliputi kenampakannya saja tidak termasuk isinya. Saat guru melihat perangkat pembelajarannya guru berkomentar “RPP nya sudah lengkap, hanya saja kurang kecermatan saat menulis kalimat (Jumarni, 14 November 2014)”. Guru juga berkomentar lagi “Ada huruf
yang kurang atau kelebihan (Jumarni, 14 November 2014)”. Peneliti juga bertanya apakah kata-kata dalam RPP dan materi sudah bisa dipahami atau belum, guru menjawab, “sudah mudah dipahami dan jelas (Jumarni, 14 November 2014)”.
c. Validitas Konstruk
Validitas konstruk pada instrumen penelitian dilakukan dengan uji empiris soal tes prestasi (pretest dan posttest). Uji empiris adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara instrumen dengan suatu kriteria yang biasanya menggunakan teknik statistik (Arifin, 2013:68). Validitas konstruk (construct validity) adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tingkat ketepatan instrumen mengukur segi apa yang sedang diukur dibandingkan dengan hasil pengukuran instrumen lain (Syaodih, 2011:229).
Instrumen soal tes prestasi (pretest dan posttest) yang telah divalidasi oleh dosen dan guru, kemudian peneliti mengujicobakan instrumen soal tersebut kepada siswa kelas V SD N Petompon 01 yang berjumlah 30 siswa. Soal uji coba tersebut terdiri dari 30 soal pilihan ganda. Tabel 3.7 merupakan kisi-kisi soal yang digunakan dalam uji validitas empiris.
Tabel 3.7 Kisi-Kisi Soal Uji Validitas Empiris
No Indikator Soal Nomor
Soal
Jumlah Soal
No Indikator Soal Nomor Soal Jumlah Soal 2. Menyebutkan contoh teknologi poduksi 2,8,12 3 3. Menyebutkan jenis pekerjaan 5 1 4. Menjelaskan bentuk pekerjaan 13 1
5. Menjelaskan Cara mengolah sampah
7 1
6 Menjelaskan macam-macam sampah
6,9 2
7 Menyebutkan rumus luas dan keliling
4 1
8 Menyelesaikan soal luas dan keliling
3,14 2
Jumlah Soal 14 Tabel 3.7 berisi tentang indikator dan nomor-nomor soal yang digunakan dalam uji validitas empiris. Soal validasi terdiri dari 30 soal pilihan ganda di mana setiap butir mewakili semua indikator yang ada pada kisi-kisi soal. Dari 30 soal tersebut hasil uji empiris menunjukkan bahwa 14 soal dinyatakan valid dan 16 soal dinyatakan tidak valid. Dari 14 soal tersebut sudah mewakili 8 indikator yang ada dalam kisi-kisi soal sehingga peneliti menggunakan 14 soal yang dinyatakan valid untuk digunakan dalam penelitian.
menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 20.00. Teknik korelasi product moment merupakan teknik korelasi tunggal yang digunakan untuk mencari koefisiensi korelasi antara data interval dan data interval lainnya (Bungin, 2011:205). Rumus korelasi product
moment dengan simpangan Pearson dapat dilihat pada rumus
berikut.
Rumus Korelasi Product Moment (Arikunto, 2010:213)
Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y
N = jumlah subjek
∑xy = jumlah perkalian antara skor x dan y x = jumlah total skor x
y = jumlah skor y x2 = kuadrat dari x
y2 = kuadrat dari y
Uji validitas konstruk membutuhkan perhitungan yang cukup kompleks. Perhitungan validitas konstruk menggunakan program SPSS 20.00 yang sudah memuat menu rumus korelasi
product moment. Penggunaan program ini dimaksudkan untuk
dalam menganalisis data. Pengujian dengan menggunakan SPSS
20.00 memudahkan untuk mengetahui keputusan tiap item soal.
Signifikansi korelasi dua variabel bisa dilihat tanda * atau ** pada pasangan data yang dikorelasikan dalam output SPSS. Tanda * memiliki koefisien korelasi signikan dengan taraf kepercayaan 95%, sedangkan tanda ** memiliki koefisien korelasi sangat signifikan dengan taraf kepercayaan 99% (Bungin, 2011:193).
Cara lain untuk mengetahui valid atau tidaknya item dengan membandingkan r tabel product moment dengan r hitung. Kriteria pengambilan keputusan yaitu apabila r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel, maka item dinyatakan
valid. Item dinyatakan tidak valid apabila r hitung lebih kecil
daripada r tabel. Bungin (2011:278) menyebutkan r tabel untuk banyak responden 30 orang dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,361. Hasil uji validitas dengan membandingkan r hitung r tabel dapat dilihat pada tabel 3.8.
Tabel 3.8 Perbandingan r Hitung dan r Tabel
No r hitung r Tabel 5% Keterangan
1 0,392* 0,361 Valid
2 0,620** 0,361 Valid
3 0,483* 0,361 Valid
4 0,414* 0,361 Valid
No r hitung r Tabel 5% Keterangan 6 0,369* 0,361 Valid 7 0,560** 0,361 Valid 8 0,440* 0,361 Valid 9 0,376* 0,361 Valid 10 0,556** 0,361 Valid 11 0,487** 0,361 Valid 12 0,433* 0,361 Valid 13 0,640** 0,361 Valid 14 0,414* 0,361 Valid
** Correlation is significant at the 0,01 level (2-tailed) * Correlation is significant at the 0,05 level (2-tailed)
Tabel 3.8 adalah hasil uji validitas konstruk dari 30 siswa. Hasil menunjukkan bahwa soal atau 14 item valid semua. Koefisien r hitung menunjukkan lebih dari nilai r tabel pada taraf kepercayaan 5%, sehingga semua soal dinyatakan valid. Rincian mengenai jumlah soal sebelum divalidasi hingga soal yang dipakai dapat dilihat pada tabel 3.9.
Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas No Indikator Soal Nomor Soal yang Valid Nomor Soal yang Valid dan dipakai 1. Menjelaskan arti tekonologi 1, 10,11 1,10,11 2. Menyebutkan contoh teknologi poduksi 2,8,12 2,8,12
No Indikator Soal Nomor Soal yang Valid Nomor Soal yang Valid dan dipakai 3. Menyebutkan jenis pekerjaan 5 5 4. Menjelaskan bentuk pekerjaan 13 13 5. Menjelaskan Cara mengolah sampah 7 7 6. Menjelaskan macam-macam sampah 6,9 6,9
7. Menyebutkan rumus luas dan keliling
4 4
8 Menyelesaikan soal luas dan keliling
3,14 3,14
Jumlah seluruh soal 14 14
Tabel 3.9 menunjukkan jumlah soal yang divalidasi dan setelah divalidasi sekaligus dipakai. Jumlah soal sebelum validasi adalah 14 soal setiap indikator terwakili oleh masing-masing 14 soal. Setelah diuji hasil validitasnya, ternyata semua soal dinyatakan valid. Dengan demikian, soal yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 14 butir soal.