ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
4) Uji Validitas Keputusan Pembelian(KPe) Tabel 4.9
Tabel 4.9 menunjukkan variabel keputusan pembelian mempunyai kriteria valid untuk semua item pernyataan. Hal ini dapat dilihat dari nilai r hitungyang lebih besar dari r tabel yaitu 0,361.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dari instrumen penelitian. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha berada diatas 0,70. Tabel 4.10
74 menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
Cronbach’s
Alpha Keterangan
Country of Origin 0,895 Reliabel
Citra Merek 0,795 Reliabel
Kualitas Produk 0,936 Reliabel
Keputusan Pembelian 0,773 Reliabel
Sumber : Data primer yang diolah
Tabel 4.10 menunjukkan nilai cronbach‟s alpha atas variabel country of origin sebesar 0,895, citra merek sebesar 0,795, kualitas produk sebesar 0,936, keputusan pembelian sebesar 0,773. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai cronbach‟s alpha lebih dari 0,70. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.
75 3. Analisis Deskriptif
Statistik deskriptif dimaksudkan untuk menganalisis data berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari jawaban seluruh responden terhadap masing-masing indikator pengukur variabel. Statistik deskriptif pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Country of Origin (X1)
Variabel X1 pada penelitian ini menggunakan 8 butir pernyataan yang disebarkan kepada 100 responden dan mempersentasekan indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap country of origin dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4.11
Distribusi Jawaban Responden Mengenai Country of Origin Country of Origin
No. Pernyataan STS TS R S SS
1. Negara asal smartphone Xiaomi yaitu Cina adalah negara yang inovatif dalam manufacturing/pabrikasi.
0% 0% 7% 54% 39%
2. Negara asal smartphone Xiaomi yaitu Cina memiliki tingkat pendidikan dan penguasaan teknologi tinggi.
0% 8% 6% 45% 41%
76 tenaga kerja berkualitas tinggi.
Sumber: Diolah dari data primer, 2019
77 Tabel 4.11 menunjukkan bahwa pada variabel country of origin mayoritas responden menjawab “setuju” sebesar 51,4%. Dan dari 8 butir pernyataan yang paling mendapatkan respon positif adalah pernyataan nomor 6, hal ini dapat dilihat dengan mayoritas responden menjawab “setuju” sebesar 55% pada pernyataan nomor 6.
b. Citra Merek (X2)
Variabel X2 pada penelitian ini menggunakan 5 butir pernyataan yang disebarkan kepada 100 responden dan mempersentasekan indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap citra merek dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4.12
Distribusi Jawaban Responden Mengenai Citra Merek Citra Merek
No. Pernyataan STS TS R S SS
1. Merek “Xiaomi” mudah
diucapkan. 0% 3% 14% 51% 32%
2. Merek “Xiaomi” mudah diingat..
0% 5% 15% 49% 31%
3. Penampilan fisik merek smartphone Xiaomi menarik.
0% 2% 18% 52% 28%
4. Smartphone merek
Xiaomi bervariasi. 0% 7% 9% 54% 30%
78
No. Pernyataan STS TS R S SS
5. Smartphone merek Xiaomi lain daripada yang lain
0% 7% 13% 53% 27%
Rata-rata 0% 4,8% 14% 52% 29,6%
Sumber: Diolah dari data primer, 2019
Tabel 4.12 menunjukkan bahwa pada variabel citra merek mayoritas responden menjawab “setuju” sebesar 52%. Dan dari 5 butir pernyataan yang paling mendapatkan respon positif adalah pernyataan nomor 4, hal ini dapat dilihat dengan mayoritas responden menjawab
“setuju” sebesar 54% pada pernyataan nomor 4.
c. Kualitas Produk (X3)
Variabel X2 pada penelitian ini menggunakan 13 butir pernyataan yang disebarkan kepada 100 responden dan mempersentasekan indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap citra merek dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4.13
Distribusi Jawaban Responden Mengenai Kualitas Produk Kualitas Produk
No. Pernyataan STS TS R S SS
1. Smartphone Xiaomi memiliki kecepatan yang baik.
0% 0% 1% 57% 42%
79
No. Pernyataan STS TS R S SS
2. Smartphone Xiaomi memiliki baterai yang efisien (irit). memiliki desain yang menarik.
0% 0% 2% 60% 38%
80
No. Pernyataan STS TS R S SS
10. Smartphone Xiaomi memiliki pilihan warna yang menarik
0% 0% 3% 55% 42%
11. Kualitas smartphone Xiaomi sangat meyakinkan sesuai dengan citra dan reputasi.
0% 0% 4% 55% 41%
12. Smartphone Xiaomi memiliki kemudahan dalam layanan servis.
0% 0% 4% 58% 38%
13. Spare part dan aksesori
mudah didapatkan. 0% 1% 3% 64% 32%
Rata-rata 0% 0,4% 2,2% 57,1% 40,3%
Sumber: Diolah dari data primer, 2019
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa pada variabel kualitas produk mayoritas responden menjawab “setuju” sebesar 57,1%. Dan dari 13 butir pernyataan yang paling mendapatkan respon positif adalah pernyataan nomor 13, hal ini dapat dilihat dengan mayoritas responden menjawab “setuju” sebesar 64% pada pernyataan nomor 13.
d. Keputusan Pembelian (Y)
Variabel Y pada penelitian ini menggunakan 3 butir pernyataan yang disebarkan kepada 100 responden dan mempersentasekan
81 indikator-indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap keputusan pembelian dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 4. 14
Distribusi Jawaban Responden Mengenai Keputusan Pembelian Keputusan Pembelian
No. Pernyataan STS TS R S SS
1. Saya memutuskan untuk melakukan pembelian smartphone Xiaomi karena toko-toko tersedia dengan mudah dan strategis.
0% 3% 14% 54% 29%
2. Saya memutuskan untuk melakukan pembelian smartphone Xiaomi karena memiliki produk-produk yang beragam.
0% 8% 6% 45% 41%
3. Saya memutuskan untuk melakukan pembelian smartphone Xiaomi karena tata cara pembayaran yang mudah
0% 0% 1% 56% 43%
82
No. Pernyataan STS TS R S SS
(tunai, kartu kredit, kartu debit, kartu ATM, kredit melalui lembaga keuangan dan kredit melalui toko).
Rata-rata 0% 3,6% 7% 51,6% 37,6%
Sumber: Diolah dari data primer, 2019
Tabel 4.14 menunjukkan bahwa pada variabel keputusan pembelian mayoritas responden menjawab “setuju” sebesar 51,6%. Dan dari 4 butir peryataan yang paling mendapatkan respon positif adalah pernyataan nomor 3, hal ini dapat dilihat dengan mayoritas responden menjawab “setuju” sebesar 56% pada pernyataan nomor 3.
4. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.
Data yang baik dan layak dalam penelitian adalah yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal (Ghozali, 2016:154). Dalam uji normalitas terdapat dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Uji normalitas data dengan analisis grafik menggunakan pengelolahan SPSS versi 23.0 menghasilkan grafik sebagai berikut:
83 Gambar 4.1
Kurva Normal P-Plot Hasil Uji Normalitas Data
Sumber: Hasil output data SPSS yang telah diolah, 2019
Pada gambar kurva p-plot di atas terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Berarti dari kurva ini menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena asumsi normalitas.
Selain uji grafik, peneliti juga melengkapi pengujian normalitas dengan uji statistik untuk menegaskan hasil uji normalitas grafik di atas.
84 Tabel 4.15
Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov
Sumber: Hasil output data SPSS yang telah diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.15 di atas, nilai sig. > 0,05 yaitu sebesar 0,200.
Yang berarti bahwa data berdistribusi normal.
b. Hasil Uji Heteroskedestisitas
Uji heteroskedestisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam modelregresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedestisitasdan jika berbeda disebut heteroskedestisitas (Ghozali, 2016:134). Uji heterokedestisitas dapat dilakukan dengan 2 langkah, yaitu secara grafik dan secara statistik, berdasarkan hasil pengolahan data maka hasil uji scatterplot dapat dilihat pada gambar berikut:
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c
85 Gambar 4.2
Hasil Uji Heterokedestisitas Scatterplot
Sumber: Hasil output data SPSS yang telah diolah, 2019
Dari grafik scatterplot yang ada pada gambar 4.2 di atas dapat dilihat bahwa titik-titik menybar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
Selain itu, untuk menegaskan hasil uji heteroskedastisitas, peneliti juga melakukan uji statistik dengan menggunakan uji glejser. Jika nilai signifikansi di bawah 5% atau 0,05 maka terdapat gejala heteroskedastisitas sedangkan Jika nilai signifikansi di atas 5% atau 0,05 maka tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil pengolahan data hasil uji glejser dapat dilihat sebagai berikut:
86 Tabel 4.16
Hasil Uji Heterokedestisitas Glejser
B S
umber: Hasil output data SPSS yang telah diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.16 di atas, tidak ada variabel bebas yang memiliki signifikansi di bawah 0,05. Variabel country of origin (X1) memiliki signifikansi 0,513, variabel citra merek (X2) memiliki signifikansi 0,068, variabel kualitas produk (X3) memiliki signifikansi 0,055. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ada masalah heterokedastisitas atau bebas dari heterokedastisitas.
c. Hasil Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antara sesama variabel independen sama dengan nol. Uji multikolinearitas dapat dilihat dari
Coefficientsa
87 nilai Tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai VIF
< 10 dan nilai tolerance > 0,1, maka model regresi bebas dari multikolonieritas (Ghozali,2016:105).
Tabel 4.17
Hasil Uji Multikolinearitas
Sumber: Hasil output data SPSS yang telah diolah, 2019
Berdasarkan hasil tabel 4.17 di atas, uji hasil Variance Inflation Factor (VIF) masing-masing variabel independen memiliki VIF < 10 dan tolerance > 0,1 yaitu variabel country of origin (X1) memiliki nilai tolerance 0,832 dan nilai VIF 1,202, variabel citra merek (X2) yang memiliki nilai tolerance 0,935 dan nilai VIF 1,069, variabel kualitas produk (X3) memiliki nilai tolerance 0,818 dan nilai VIF 1,223. Maka dapat dinyatakan model regresi linier berganda tidak terdapat multikolonieritas antara variabel dependen dengan variabel independen yang lain sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini.
Coefficientsa
88 5. Analisis Regresi Linear Berganda
Menurut Sunyoto (2014:139), Analisis regresi berganda adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dua atau lebih variabel bebas (X1,2,3……n) terhadap variabel terikat (Y) dengan menggunakan program SPSS 23 for windows.
Menurut Ghozali (2016:94), selain menukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian, sedangkan variabel independennya adalah country of origin , citra merek, dan kualitas produk.
Sumber: Hasil output data SPSS yang telah diolah, 2019
Berdasarkan Tabel 4.18 diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = α + b1X1 + b2X2 + b3X3 + е Y= -2,822 + 0,165 X1+ 0,140X2 + 0,116X3 + e
89 Keterangan:
Y = keputusan pembelian α = konstanta
X1 = country of origin X2 = citra merek X3 = kualitas produk
b1 = koefisien country of origin b2 = koefisien citra merek b3 = koefisien kualitas produk e = error
Melalui persamaan dan tabel 4.18 tersebut juga terlihat bahwa koefisien regresi variabel country of origin (X1) bernilai positif sebesar 0,165 yang artinya ketika country of origin meningkat, maka akan meningkatkan keputusan pembelian konsumen dalam membeli produk smartphone Xiaomi.
Kemudian, koefisien regresi variabel citra merek (X2) bernilai positif sebesar 0,140 yang artinya ketika citra merek meningkat, maka akan meningkatkan keputusan pembelian konsumen dalam membeli produk smartphone Xiaomi.
Selanjutnya, variabel kualitas produk (X3) bernilai positif sebesar 0,116 yang artinya ketika kualitas produk meningkat, maka akan meningkatkan keputusan pembelian konsumen dalam membeli produk smartphone Xiaomi.
Country of origin memiliki nilai koefisien regresi paling besar diantara variabel lainnya dengan nilai sebesar 0,165, hal ini menunjukkan
90 bahwa country of origin paling memberi pengaruh terhadap keputusan pembelian.
a. Hasil Uji Statistik t
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variasi dependen (Ghozali, 2016:97). Cara melakukan uji t adalah dengan melihat jumlah degree of freedom (df). Bila jumlah degree of freedom (df) adalah 20 atau lebih, dan derajat kepercayaan sebesar 5%, maka Ho yang menyatakan bi = 0 dapat ditolak bila nilai t lebih besar dari 2 (dalam nilai absolut). Dengan kata lain kita menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual memengaruhi variabel dependen. Kemudian dengan membandingkan antara thitung dengan ttabel. Apabila nilai thitung > ttabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat, atau bisa juga dengan siginifikansi di bawah 0,05 yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.Berikut adalah hasil uji t dalam penelitian ini:
91
Sumber: Hasil output data SPSS yang telah diolah, 2019
Berdasarkan tabel 4.19 di atas, diperoleh thitung untuk X1 sebesar 4,194, X2 sebesar 2,210, dan X3 sebesar 4,037. Untuk menentukan ttabel digunakan lampiran statistika tabel t, dengan menggunakan ∞/2 , n- k – 1. Maka didapatkan hasil 0,05/2, 100-3-1 = 0,025, 96. Sehingga didapatkan ttabel 1,988
Berikut ini analisis dari uji parsial antara country of origin, citra merek, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian smartphone Xiaomi. Berikut akan dijelaskan pengujian masing-masing variabel secara parsial dari hasil uji t.
1) Pengaruh country of origin (X1) terhadap keputusan pembelian