• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.6 Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis

3.6.3 Uji Hipotesis Statistik

3.6.3.2 Uji Wilxocon Rank Test

Uji wilcoxon sign rank test adalah uji statistik non parametrik yang dipergunakan jika data tidak terdistribusi normal. Uji ini dipergunakan untuk menguji beda data pasangan dan merupakan alternatif dari uji t dua sampel berpasangan.

Adapun kriteria pengambilan keputusan dengan uji ini yaitu jika nilai prob < taraf signifikansi yaitu α = 0,05, maka hipotesis penelitian diterima. Sedangkan jika prob > taraf signifikansi maka hipotesis penelitian ditolak.

Mus l im Nurdin, 2014

ANALISIS TINGKATaBNORMAL RETURN DAN LINGKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAh AKUISIS: studi pada perusahaan pengakusisi yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2010-2013

Uni v ers ita Pendidikan Indonesia |repository.up.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Menurut Jogiyanto (2003), yang menyatakan bahwa bahwa objek penelitian adalah suatu entitas yang akan diteliti. Objeknya sendiri dapat berupa perusahaan, manusia dan lainya.

Sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian ini, maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah abnormal return dan likuiditas saham. Dari objek ini akan mendapatkan penjelasan bagaimana reaksi suatu pasar sebelum dan setelah dilakukannya pengumuman akuisisi

3.2 Metode dan Desain Penelitian

3.2.1 Metode Penelitian

Menurut Sugiyono (2012:2) metode penelitian dartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode statistik deskriptif dan verifikatif. Metode deskriptif digunakan untuk mengetahui nilai abnormal return dan likuiditas saham. Sedangkan analisis verifikatif digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel melalui suatu pengujian hipotesisi penelitian dengan menggunakan perhitungan statistik.

Selain itu metode yang digunakan adalah metodelogi studi peristiwa (event study). Studi peristiwa merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Peristiwa yang diuji dalam penelitian ini adalah peristiwa akuisisi yang dilakukan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Periode pengamatan dalam penelitian ini adalah selama 20 hari, yaitu 10 hari sebelum dan 10 hari sesudah pengumuman akuisisi. Periode pengamatan ini dipilih karena merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Nike Astria (2013). Dimana periode dipilih karena diharapkan pergerakan harga saham tidak terpengaruh oleh peristiwa lain. Selain itu, menurut Mc Williams dan Siegel (dalam Nike A, 2013), jarak event window yang terlalu panjang akan menimbulkan dua permasalahan. Pertama, akan mengurangi kekuatan uji statistik dan mengakibatkan kesalahan dalam menarik kesimpulan tentang signifikansi event. Kedua, semakin panjang periode akan semakin sulit mengisolir event window dari efek pengganggu (confounding effect).

3.2.2 Desain Penelitian

Menurut Iqbal Hasan (2002:31-32), desain penelitian merupakan kerangka dalam suatu studi tertentu, guna mengumpulkan, mengukur dan melakukan analisis data sehingga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan

52

dalam penelitian. Desain penelitian terbagi menjadi tiga macam, antara lain:

1. Desain eksplanatory

Desain eksplanatori berusaha mencari ide-ide atau hubungan-hubungan baru sehingga dapat dikatakan bahwa desain ini bertitik tolak dari variabel bukan dari fakta.

2. Desain deskriptif

Desain deskriptif bertujuan untuk menguraikan sifat atau karakteristik dari suatu fenomena tertentu.

3. Desain kausal

Desain kausal berguna untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel dapat mempengaruhi variabel lainnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, adapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kausal. Dengan desai kausal diharapkan dapat mencari tahu bagaimana hubungan antara pengumuman akuisisi terhadap reaksi pasar yang dilihat dari abnormal return dan likuiditas saham yang diukur dengan bid-ask spread.

3.3 Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2009), variabel penelitian pada dasarnya merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan operasionalisai variabel sendiri adalah untuk menjelaskan variabel-variabel yang dipilih dalam penelitian beserta pengukuran-pengukurannya. Variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

Tabel 3.1 Operasional Variabel

No Variabel Indikator Ukuran Skala

1 Abnormal Return atau excess return merupakan selisih antara return yang terealisasi (realized return) dengan return yang diharapkan (expected tingkat keuntungan yang diharapkan (Expected Return) dan tingkat keuntungan sesungguhn ya(Realized Return) � �� = �� − �� Dimana :

Rit = return saham

perusahaan i pada periode t;

Rmt = return pasar dari saham perusahaan i yang diharapkan pada periode t

54 return) dengan menggunak an model disesuaikan pasar 2 Likuiditas Saham Menurut E.A. Koentin, (1994:106) likuiditas saham adalah mudahnya saham yang dimiliki seseorang dapat diubah menjadi uang tunai melalui mekanisme pasar modal Ukuran utama likuiditas menurut Fabozzi (1999) adalah bid-ask spread Bid-ask spread menurut Fatmawati dan Asri (1999) adalah presentase selisih antara bid-price dengan ask-price atau dikenal dengan istilah cost of �� �

= ask price − bid priceask price + bid price

2

transaction imediary to investor

3.4 Jenis, Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari perusahaan-perusahaan yang melakukan akuisisi dan perusahaan tersebut harus terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2013. Data tersebut diantaranya:

1. Tanggal pengumuman akuisisi

2. Harga saham penutup harian perusahaan yang melakukan akuisisi dalam periode pengamatan, yaitu 10 hari sebelum pengumuman dan 10 hari setelah pengumuman akuisisi.

3. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harian.

4. Nilai Bid price dan Ask price selama periode pengamatan, yaitu 10 hari sebelum pengumuman, dan 10 hari setelah pengumuman akuisisi.

Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat time series, data yang diamati dalam periode tertentu terhadap objek penelitian. Data ini sendiri diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD), KPPU, Yahoo finance, IDX statistik, pojok bursa.

56

3.5 Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas atas karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peniliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2012). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah perusahaan go public yang terdaftar di BEI yang pernah melakukan akuisisi, dan perusahaan tersebut mengumumkan aktivitasnya tersebut pada periode 2010-2013. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 51 perusahaan.

Menurut Sugiyono (2012:116), sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sample, yaitu populasi yang akan dijadikan sampel sesuai dengan kriteria yang dikehendaki. Adapun kriteria sampel tersebut adalah:

1. Perusahaan melakukan akuisisi pada periode 2010-2013, dan tanggal pengumumannya diketahui.

2. Memiliki kelengkapan data yang mendukung untuk menghitung

abnormal return dan bid-ask spread saham selama periode penelitian. 3. Tidak melakukan aksi korporasi selama periode pengamatan.

Berdasarkan kriteria diatas, maka perusahaan yang memenuhi persyaratan untuk menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 perusahaan. Berikut adalah daftar perusahaan yang menjadi sampel penelitian:

Tabel 3.2 Daftar Sampel

No Tanggal Pengumuman

Akuisisi

Perusahaan Pengakuisisi Kode Emiten 1 25-11-2010 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk BBRI 2 13-12-2010 PT Ancora Indonesia Resources Tbk OKAS

3 30-12-2010 PT Aneka Tambang Tbk ANTM

4 05-04-2011 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk BMRI 5 13-05-2011 PT Jasa Marga (Persero) Tbk JSMR 6 03-06-2011 PT Agung Podomoro Land Tbk APLN 7 08-08-2011 PT Kawasan Industri Jababeka Tbk KIJA 8 18-10-2011 PT Agung Podomoro Land Tbk APLN 9 20-02-2012 PT Solusi Tunas Pratama Tbk SUPR

10 30-05-2012 PT Kalbe Farma Tbk KLBF

11 15-08-2012 PT Alam Sutera Realty Tbk ASRI 12 17-10-2012 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa

Barat dan Banten Tbk

BJBR 13 14-11-2012 PT Semen Gresik (Persero) Tbk SMGR 14 25-11-2012 PT Agung Podomoro Land Tbk APLN

15 04-02-2013 PT Indospring Tbk INDS

16 13-03-2013 PT Astra Otoparts Tbk AUTO

17 13-03-2013 PT Salim Ivomas pratama Tbk SIMP 18 03-12-2013 PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional

Tbk

BTPN Sumber: KPPU, idx, diolah

3.6 Rancangan Analisis Data dan Uji Hipotesis

Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata abnormal return dan likuiditas saham selama 10 hari sebelum dan 10 hari sesudah akuisisi, sedangkan analisis staistik dilakukan dengan cara sebagai berikut:

3.6.1 Analisis Statistik Deskriptif

Staistik deskriptif digunakan karena dapat memberikan gambaran suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi, dan varian.

58

Dalam penelitian ini dapat melihat gambaran atau deskripsi dari abnormal return dan likuiditas saham saham.

3.6.2 Uji Normalitas Data

Asumsi normalitas data merupakan persyaratan dari kebanyakan prosedur statistika. Asumsi normalitas digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas paling banyak dilakukan pada uji statistik parametrik, karena syarat uji statistik parametrik data harus terdistribusi normal. Ada beberapa cara untuk mengeksplorasi asumsi normalitas data, salah satunya adalah uji normalitas PP Plot yang terdapat dalam prosedur SPSS Explore.

3.6.3 Uji Hipotesis Statistik

3.6.3.1 Uji Paired Sample T-test

Paired sample t-test atau lebih dikenal pre post design adalah analisis denagn melibatkan dua pengukuran pada subyek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Menurut Gozali, (2006 dalam Listi Nadia Nilam, 2010), Paired sample t-test merupakan uji parametrik yang digunakan untuk menguji hipotesis sama atau tidak berbeda (Ho) diantara 2 variabel. Data berasal dari pengukuran 2 periode pengamatan yang berbeda yang diambil dari subjek penelitian yang sama.

Paired sample t-test merupakan alat uji statistik parametrik yaitu data sampel yang diteliti harus terdistribusi normal.

Adapun kriteria pengambilan keputusan dengan menggunakan uji-t dua sisi berdasarkan perbandingan nilai probabilitas dan alpha (0.05), adalah sebagai berikut:

Ho ditolak jika (p < α)

Ho diterima jika (p > α)

3.6.3.2 Uji Wilxocon Rank Test

Uji wilcoxon sign rank test adalah uji statistik non parametrik yang dipergunakan jika data tidak terdistribusi normal. Uji ini dipergunakan untuk menguji beda data pasangan dan merupakan alternatif dari uji t dua sampel berpasangan.

Adapun kriteria pengambilan keputusan dengan uji ini yaitu jika nilai prob < taraf signifikansi yaitu α = 0,05, maka hipotesis penelitian diterima. Sedangkan jika prob > taraf signifikansi maka hipotesis penelitian ditolak.

Mus l im Nurdin, 2014

ANALISIS TINGKATaBNORMAL RETURN DAN LINGKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAh AKUISIS: studi pada perusahaan pengakusisi yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2010-2013

Uni v ers ita Pendidikan Indonesia |repository.up.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

Dokumen terkait