Skreening Anak Sekolah (TK- SMA) rutin dilakukan di tahun ajaran baru Pertemuan dengan guru UKS dan PKPR di wilayah kecamatan Cilandak Pelaksanaan BIAS
Sosialisasi Dokter kecil, UKS, kader kesehatan remaja, lingkungan sekolahsehat
Pembentukan Peer Konselor ( usia 10-19 tahun ) terkait penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa remaja, NAPZA, HIV/AIDS Poli PKPR di Puskesmas Kecamatan Cilandak
Tabel 22. Pencapaian Penjaringan/Skrining Anak Sekolah Kelas 1 (SD – SMA) Tahun Ajaran 2016
Indikator Target
(%)
Jumlah peserta didik
Cakupan (%) Pencapaian (%) Sasaran Jumlah yang mengikuti kegiatan
Penjaringan murid kelas 1 SD 95 538 541 100 105,06 Penjaringan murid kelas 1
SMP
95 349 349 100 105,2
Penjaringan murid kelas 1 SMA
95 60 60 100 105,2
(Sumber: data Puskesmas)
3. LANSIA
Tabel 24. Hasil Kegiatan Program Kesehatan Lansia April – Juni 2017 (Sumber: data puskesmas) Indikator Target (%) Sasaran 1 tahun Sasaran bulan berjalan Cakupan Pencapaian (%) Kegiatan Persentase (%) Senam Hipertensi dan
Diabetes
48
Penyuluhan 100 24 6 6 100 100
Pelayanan kesehatan 100 36 9 9 100 100
Tabel 25. Frekuensi Penyakit Terbanyak di Pelayanan Kesehatan Panti Sosial Tresna Werda April – Juni 2017 (Sumber: data puskesmas)
No. Nama Penyakit Bulan Total
April Mei Juni
1. Dermatitis Alergi 18 19 19 58 2. Hipertensi 18 16 14 48 3. Arthalgia 5 6 7 18 4. Dermatitis Jamur 18 0 0 18 5. Tonsilitis 6 6 5 17 6. Dyspepsia 4 6 7 17 7. ISPA 4 5 8 17 8. Myalgia 6 6 4 16 9. Asthma 6 4 3 13 10 Diare 3 3 2 8
49 BAB IV
PERENCANAAN
4.1 Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed-method dimana penelitian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan mendeskripsikan serta menganalisis data dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran mengenai suatu keadaan secara objektif.
4.2 Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang akan digunakan berupa metode survei dengan tujuan membuat penilaian terhadap suatu kondisi dan penyelenggaran suatu program dan hasilnya digunakan untuk menyusun perencanaan perbaikan program tersebut sehingga diharapkan tujuan dari program tersebut tercapai kepada masyarakat. Metode ini akan dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2017 di Puskesmas Kelurahan Cilandak Barat.
4.2.1 Jenis Data
Penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif dengan mendeskripsikan serta menganalisis data dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran mengenai suatu keadaan secara objektif.
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif diperoleh dari dokumen Puskesmas Kelurahan Cilandak Barat 2. Data Kualitatif
Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dengan Koordinator kesehatan lingkungan di Puskesmas Kelurahan Cilandak Barat.
4.3 Lokasi Dan Waktu 4.3.1 Waktu Penelitian
Evaluasi program akan dilaksanakan dari bulan Agustus 2017.
4.3.2 Lokasi Penelitian
50 4.4 Sampel Diagnostik Komunitas
4.4.1 Populasi Penelitian
Populasi dalam evaluasi program ini adalah seluruh klinik kesehatan di wilayah Kelurahan Cilandak Barat.
4.4.2 Kriteria Inklusi 1. Kriteria inklusi :
Tempat-tempat umum yang dijangkau oleh puskesmas yaitu fasilitas pelayanan kesehatan seperti praktek klinik pratama atau praktek mandiri di wilayah Cilandak Barat
Sudah mendapat persetujuan dari pemilik fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. 2.Kriteria eksklusi :
Rumah Sakit (fasilitas pelayanan kesehatan) yang tidak dalam naungan puskesmas dan sudah memenuhi standard.
4.4.3 Besar Sampel
Besar jumlah sampel yang akan di ambil dari perwakilan. Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang memiliki populasi 20 diambil sebanyak 8 fasilitas pelayanan kesehatan.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, sesuai ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui setempat. Selanjutnya dilakukan wawancara mendalam (indepth interview) terhadap sampel yang memenuhi kriteria inklusi diatas sampai data yang didapatkan bersifat jenuh.
4.5 Analisis Komunitas
Data hasil kegiatan yang telah diperoleh dari pelaporan data Puskesmas Kelurahan Cilandak Barat selama tahun 2017, kemudian akan dianalisis berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Masalah yang akan dievaluasi pada program ini merupakan hasil kegiatan dengan pencapaian yang kurang dari 100% berdasarkan SPM. Dari beberapa masalah tersebut akan dilakukan upaya pemecahan dengan menerapkan
51 metode algoritma problem solving cycle, yaitu setelah dilakukan identifikasi masalah maka selanjutnya akan ditentukan prioritas masalah dengan menggunakan metode Hanlon kuantitatif. Dari beberapa masalah tersebut, kemudian diambil salah satu program yang bermasalah dengan prioritas utama yang akan dipecahkan.
Langkah selanjutnya dilakukan survey secara kualitatif dengan pendekatan sistem yang diawali dari input yang meliputi 5M, yaitu man, money, method, material, machine, kemudian dilanjutkan dengan proses yang meliputi fungsi manajeman (P1, P2, P3) dan manajemen mutu yang semua terangkum dalam Fish Bone Analysis, sehingga didapatkan output. Input dan proses dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Data kemudian diolah untuk mengidentifikasi dan mencari penyebab yang paling mungkin, kemudian ditentukan alternatif pemecahan masalah dan selanjutnya menetapkan prioritas pemecahan masalah terpilih dengan metode kriteria matriks (MIV/C). Setelah pemecahan masalah terpilih, dibuat rencana kegiatan dalam bentuk POA (Plan Of Action) dan diaplikasikan pada subjek.
4.6 Alur Pemecahan Masalah
Siklus pemecahan masalah diawali dengan identifikasi atau inventarisasi masalah yang ada, setelah itu ditentukan masalah apa saja yang ada juga berbagai penyebabnya, setelah ditemukan penyebab yang paling mungkin baru ditentukan dan ditetapkan alternatif pemecahan masalahnya, selanjutnya ditetapkan rencana penerapan, dan yang terakhir baru dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
52 Gambar 5. Alur Pemecahan Masalah
Siklus pemecahan masalah adalah seperti berikut : 1. Identifikasi/ Inventarisasi masalah
Menetapkan keadaan spesifik yang diharapkan dan yang ingin dicapai, kemudian menetapkan indikator tertentu sebagai dasar pengukuran kinerja. Untuk hal ini digunakan format atau blanko SPM. Setelah itu adalah membandingkan antara hasil kegiatan pelaksanaan pelayanan kesehatan dengan sasaran dan target yang sudah ditentukan.
2. Penentuan prioritas masalah 7. Penentuan rencana penerapan 3. Penentuan penyebab masalah 8.Monitoring dan evaluasi 2. Penentuan proritas masalah 1. Identifikasi Masalah 4. Memilih penyebab yang paling mungkin 6. Penetapan pemecahan masalah terpilih 5. Menentukan alternatif pemecahan masalah
53 Untuk mengetahui permasalahan, dapat dilakukan berbagai cara. Diantaranya melakukan penelitian, mempelajari laporan, dan berdiskusi dengan para ahli. Namun dalam penentuan masalah ini, metode yang kami gunakan adalah metode Hanlon.
3. Penentuan penyebab masalah
Analisis penyebab masalah merupakan kegiatan untuk mengaitkan masalah dengan faktor-faktor penyebabnya. Beberapa metode untuk menganalisis penyebab masalah antara lain fish bone analysis system (diagram tulang ikan), analisis sistem, pendekatan H.L.Bloem, analisis epidemiologi, dan pohon masalah. Dalam hal ini, kami menggunakan metode fish bone analysis untuk menentukan penyebab masalahnya.
4. Memilih penyebab yang paling mungkin
Bertujuan untuk mengurangi faktor-faktor penyebab yang ada, antara lain dengan cara:
a. menetapkan tujuan dan sasaran
b. mencari alternatif pemecahan masalah
Penyebab masalah yang paling mungkin harus dipilih dari sebab-sebab yang didukung oleh data atau konfirmasi
5. Menentukan alternatif pemecahan masalah
Seringkali pemecahan masalah dapat dilakukan dengan mudah dari penyebab yang sudah diidentifikasi. Jika penyebab sudah jelas maka dapat langsung pada alternatif pemecahan.
6. Penetapan pemecahan masalah terpilih
Setelah alternatif pemecahan masalah ditentukan, maka dilakukan pemilihan pemecahan terpilih. Apabila diketemukan beberapa alternatif maka digunakan Hanlon kualitatif untuk menentukan atau memilih pemecahan terbaik.
7. Penyusunan rencana penerapan
Rencana penerapan pemecahan masalah dibuat dalam bentuk POA (Plan of Action atau Rencana Kegiatan).
54 Ada dua segi pemantauan yaitu apakah kegiatan penerapan pemecahan masalah yang sedang dilaksanakan sudah diterapkan dengan baik dan menyangkut masalah itu sendiri, apakah permasalahan sudah dapat dipecahkan.
Kerangka Pikir Masalah
Pada penelitian ini ditemukan adanya masalah yang terjadi pada program-program Puskesmas Kelurahan Kelurahan Cilandak Barat. Dasar untuk memutuskan adanya masalah, yaitu:
1. Adanya kesenjangan antara target dan pencapaian dari program 2. Adanya rasa tidak puas terhadap pencapaian.
3. Adanya rasa tanggung jawab untuk menanggulangi masalah tersebut.
Dari hasil cakupan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kegiatan Puskesmas Kelurahan Cilandak Barat bulan April - Juni 2017, yang masih menjadi masalah dan perlu diupayakan pemecahannya dengan menggunakan kerangka pemikiran pendekatan sistem adalah sebagai berikut :
Gamb ar 6. Kerangka Pemikiran Pendekatan Sistem
4.7 Identitas Cakupan Program
Data pencapaian upaya kegiatan pokok upaya Puskesmas, berdasarkan Standar Pelayanan Minimal di Puskesmas Cilandak Barat, ditemukan masalah – masalah sebagai berikut : INPUT