6. Laba Usaha dan Laba Bersih
2.1. Ukuran-ukuran Kinerja a. RASIO PROFITABILJTAS
2. Analisis Rasio
Tabel 5.11 O perating M argin Ratio
Tahun Laba
Usaha
Pendapatan Usaha
Operating Margin Ratio
N a ik / (Turun)
(%)
1990 Rp 6,545.520.865 Rp 11.453.171.680 57%
-1991 Rp 7.440.038.492 Rp 14.187.277.412 52% (5)
1992 Rp 13.422.002.617 Rp 25.056,759.065 53,60% 1,6 1993 Rp 14.760.201.799 Rp 27.282.689.614 54,10% 0,5 1994 Rp 25.614.147.563 Rp 58.947.004.207 43% (11,1) 1995 Rp 53.138.897.722 R p l28.2 5 7 .3 1 5 .5 6 0 41% (2)
S u m h er: Lampiran 2.
Analisa:
Pada tahun 1991, 1994, 1995, prosentase kenaikan beban pokok penjualan dan beban langsung serta beban usaha perseroan lebih tinggi dari prosentase kenaikan pendapatan usaha perseroan. Keadaan ini menyebabkan operating margin ratio perseroan pada tahun-tahun tersebut mengalami penurunan.
Pada tahun 1992, 1993, prosentase kenaikan beban pokok penjualan dan beban langsung serta beban usaha lebih rendah dibandingkan dengan prosentase kenaikan yang terjadi pada pendapatan usaha, sehinggga operating margin ratio terhadap penjualan perseroan menjadi meningkat.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa operating margin ratio perseroan pada tahun 1990 sampai 1995 menunjukan trend angka rasio yang menurun. Tetapi meskipun operating margin ratio perseroan tersebut cenderung menurun, perseroan masih dapat dikatakan memiliki kineija laba operasi yang relatif menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan pada tahun 1990 sampai 1995, besamya pendapatan usaha yang diperoleh perseroan masih dapat menutup beban pokok penjulan dan beban langsung serta beban usaha yang menjadi beban perseroan.
TabeJ 5.12
Return On Investment (ROI)
Tahun Laba
Usa’na
Total Aktiva
ROI N a ik / (Turun)
(%) 1990 Rp 6.545.520,865 Rp 89,878,108,686 7%
1991 Rp 7.440.038.492 Rp 235,647,513,739 3% (4) 1992 Rp 13.422,002.617 Rp 246.268.794.944 5% 2 1993 Rp 14,760,201,799 Rp 261.224.661,561 6% 1 1994 Rp 25,614,147,563 Rp 821,395,956,902 3% (3) 1995 Rp 53,138.897,722 Rp 1,052,228.017,513 5% 2
Swnber: Lampiran 1, 2.
Analisa:
Pada tahun 1991, 1994, perputaran aktiva perseroan mengalami penurunan, sehingga menyebabkan ROI perseroan menurun. Sedangkan pada tahun 1992, 1993, 1995, perputaran aktiva perseroan meningkat.
Peningkatan tersebut menyebabkan ROI perseroan kembali meningkat.
105
Keadaaii di atas inenunjukan bahwa ROI perseroan pada tahun 1990 sampai 1995 menunjukan trend angka rasio yang meningkat. ROI yang meningkat menunjukan bahwa efektivitas dari keseluruan operasi perseroan semakin baik.
la b e l 5.13 Net profit Margin
Tahun Laba
Bersih
Pendapatan Usaha
N et Profit Margin
N a ik / (Turun)
(%)
1990 Rp 5.170.503.032 Rp 11.453.171.680 45%
1991 Rp 9.390.142.294 Rp 14.187.277.412 66% 21
1992 Rp 15,012.987.964 Rp 25.056.759.065 60% (6)
1993 Rp 11.036.308.079 Rp 27.282.689.614 40% (20)
1994 Rp 16.405.075.856 Rp 58,947.004.207 28% (12)
1995 Rp 30.495.223.040 Rp 128.257.315.560 24% (4)
Sumher: Lampiran 2
Analisa:
Pada tahuR 1991 net profit margin perseroan meningkat dibanding dengan tahun 1990. Meningkatnya angka rasio tersebut disebabkan oleh karena pendapatan lain-lam yang diterima perseroan pada tahun 1991 meningkat.
Pada tahun 1992 sampai 1995 net profit margin perseroan mengalami penurunan. Penurunan pada tahun 1992 disebabkan karena pajak penghasilan perseroan dihitung kembali setelah mengalami rugi fiskal, sedangkan pada tahun 1993 teijadi peningkatan pada beban lain- lain perseroan meningkat sehingga laba bersih perseroan menurun. Pada
tahun 1994 penurunan disebabkan prosentase kenaikan pada beban pokok penjualan dan beban langsung serta beban usaha perseroan lebih tinggi dari prosentase kenaikan pendapatan usaha perseroan, juga karena terjadi kenaikan pajak penghasilan yang dibebankan pada perseroan, serta adanya hak pemegang saham atas laba anak perusahaan yang dikonsolidasi karena pada taiiun 1994 anak perusahaan mulai beroperasi.
Pada tahun 1995 terjadi kenaikan pada beban lain-lain perseroan yang sangat tinggi, sehingga mengakibatkan net profit margin juga menurun.
Dari keadaan tersebut diatas, net profit margin perseroan pada tahun 1990 sampai 1995 menunjukan trend angka rasio yang menurun, dan kecenderungan teijadinya penumnan angka rasio ini disebabkan karena biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perseroan sehubungan dengan kegiatan operasinya, dan yang non operasional mencapai tingkat relatif tinggi.
la b e l 5.14
Return On Equity (ROE)
Tahun Laba
Bersih
Elcuitas Pem egang Saham
ROE N a ik / (Turun)
(%)
1990 Rp 5.170.503.032 Rp 45.205.728.684 11%
1991 Rp 9.390.142.294 Rp 153.095.870.978 6% (5)
1992 Rp 15.012.987.964 Rp 166.008.858.942 9% 3
1993 Rp 11.036.308,079 Rp 174.420.167.021 6% (3)
1994 Rp 16.405.075.856 Rp 408.429.583.797 4% (2)
1995 Rp 30.495.223.040 Rp 433.496.564.467 7% 3
Sumber: Lampiran 1, 2.
107
Pada tahun 1991, 1993, 1994, ROE perseroan mengalami penurunan, yang disebabkan karena pada tahun-tahun tersebut prosentase kenaikan dari iaba bersih yang diperoleh perseroan masih lebih kecil dibanding dengan prosentase kenaikan ekuitasnya. Sedangkan pada tahun
1992, 1995, prosentase kenaikan laba bersih lebih besar dari prosentase kenaikan ekuitas, sehingga ROE perseroan meningkat.
Secara keseluruhan terlihat bahwa ROE perseroan pada tahun 1990 sampai 1995 menunjukan suatu trend angka rasio yang cenderung menurun. Kecenderungan adanya penurunan angka rasio tersebut disebabkan karena manajemen biaya yang kurang efektif sehingga biaya- biaya yang dikeluarkan oleh perseroan untuk raemperoleh laba relatif tinggi dan berpengaruh terhadap penurunan yang terjadi pada pengembalian nilai buku kepada pemilik perseroan.
b. RASIO PERTUMBUHAN Analisa :
Tabel 5.15 Rasio Pertumbuhan
Rasio Pertumbuhan (%)
Tahun
1990-1991 1991-1992 1992-1993 1993-1994 1994-1995
Pendapatan Usaha 11 33 4 47 48
Laba Usaha 7 34 5 32 44
Laba bersih 35 26 -14 22 36
Laba Per Saham -28 -3 -14 6 11
Sumber: Lampiran 5
Pendapatan usaha perseroan dan laba usaha perseroan pada tahun 1990 sampai 1995 menunjukan adanya pertumbuhan yang cenderung meningkat. Keadaan ini berarti bahwa peningkatan pada jumlah beban usaha perseroan diimbangi dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan, dan besamya jumlah pendapatan usaha perseroan dapat untuk menutup beban usahanya, sehingga perseroan menmperoleh laba usaha.
Demikian halnya dengan laba bersih perseroan pada tahun 1990 sampai 1995 juga menunjukan adanya pertumbuhan yang cenderung meningkat, ini berarti bahwa beban lain-lain (di luar usaha) perseroan masih dapat ditutup dengan pendapatan usaha perseroan, Sedangkan pada tahun 1993 tidak teijadi pertumbuhan pada laba bersih perseroan, ini disebabkan karena jumlah beban lain-lain perseroan meningkat secara drastis, dan prosentase kenaikan beban lain-lain perseroan tersebut lebih besar dari prosentase kenaikan laba usaha yang diperoleh perseroan.
Laba per saham perseroan pada tahun 1990 sampai 1995 cenderung mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh laba bersih yang diperoleh perseroan dan jumlah lembar saham perseroan yang beredar. Penurunan yang terjadi pada tahun 1991, 1992, 1993 disebabkan karena prosentase kenaikan laba bersih perseroan lebih kecii dari prosentase kenaikan jumlah lembar saham perseroan yang beredar.
Analisa:
1 09
c. RASIO PENILAIAN
Tabel 5.16
Price/Earning Ratio (P/E Ratio)
Tahun Harga Pasar Per Saham
Laba Per Saham
P/E Ratio ( K a li)
N a ik / (Turun)
(Kali)
1990 Rp 142 Rp 259 0,55
-1991 Rp 2.250 Rp 134 17 16,45
1992 Rp 1.600 Rp 143 11 (6)
199.3 Rp 4.500 Rp 105 43 32
1994 Rp 3.200 Rp 117 27 (16)
1995 Rp 3.200 Rp 145 22 (5)
Sumber : Lampiran 2, 4.1.
Analisa:
Pada tahun 1991 dan 1993 harga pasar per saham perseroan meningkat sehingga menyebabkan P/E ratio perseroan mengalami peningkatan. Sedangkan pada tahim 1992, 1994, 1995, harga pasar per saham perseroan menurun, sehingga P/E ratio perseroan menurun pula.
Pada tahun 1990 sampai 1995, P/E ratio perseroan menunjukan trend angka rasio yang menurun, Hal ini berarti bahwa tingkat pertumbuhan saham perseroan pada bursa saham semakin rendah.
Tabel 5.17
Earning Per Share (EPS)
Tahun Laba bersih Setelah Pajak
Jumlah Lembar Saham Y ang Beredar
EPS N a ik / (Turun)
(Rp)
1990 Rp 5.17C.503.032 20.000.000 Rp 259
1991 Rp 9.390.142.294 70.000.000 Rp 134 (125)
1992 Rp 15.012.987.964 105,000.000 Rp 143 9
1993 Rp 11.036.308.079 105.000.000 Rp 105 (38)
1994 Rp 16.405.075.856 2 10.000.000 Rp 117 12
1995 Rp 30.495.223.040 210.000.000 Rp 145 29
Sumber: Lampiran 2, 4.1.
Analisa:
Pada tahun 1991 dan 1993 prosentase kenaikan laba bersih perseroan lebih kecil dari prosentase kenaikan jumlah lembar saham perseroan yang beredar, sehingga EPS pereroan mengalami penurunan.
Pada tahun 1992, 1994, 1995, prosentase kenaikan laba bersih perseroan lebih besar dibandingkan dengan prosentase kenaikan jumlah lembar saham perseroan yang beredar. Hal ini menyebabkan EPS perseroan pada tahun 1992, 1994, 1995, kembali meningkat.
Secara keseluruhan, pada tahun 1990 sampai 1995, EPS perseroan menunjukan trend angka rasio yang meningkat. Semakin tinggi EPS perseroan, ini semakin baik, karena jumlah laba yang diterima para pemegang saham perseroan semakin besar.
I l l