• Tidak ada hasil yang ditemukan

Umpan Balik Dan Tindakan Lanjut

Dalam dokumen Seni Budaya SD - KK C (Halaman 149-200)

Modul ini merupakan salah satu sarana ataupun media belajar yang paling sederhana dan dapat dijadikan sebagai acuan belajar tentang mengenal tari daerah Kesederhanaan modul ini diharapkan dapat merangsang dan merefleksikan spirit untuk lebih banyak lagi melakukan latihan‐latihan menerapkan teknik gerakan tari daerah. Dalam latihan yang dilakukan dengan berbagai gerak yang paling sederhana sampai dengan pada gerak yang proporsional.

Menerapkan teknik gerakan tari daerah dapat difahami jika kita banyak melihat, mengenal dan memiliki perbendaharaan visual karya‐karya seni dan selalu berlatih. Membaca sejarah seni, teori seni maupun apresiasi seni juga sangat diperlukan. Dalam modul ini berisi pengetahuan tentang menerapkan teknik gerakan tari

daerah Dengan demikian diharapkan setelah melakukan latihan‐latihan berdasarkan modul ini dapat dilanjutkan dengan latihan‐latihan berikutnya dengan cara‐cara yang lebih variatif. Sehingga setelah mempelajari modul ini peserta sangat diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran di sekolah masing‐masing.

Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan oleh semua pihak secara berkesinambungan. Peran kepala sekolah, guru, dan pengawas sangat penting, karena mereka inilah yang akan berperan secara langsung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah yang menjadi tanggung‐jawab mereka bersama.

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran mengenal tari daerah, beberapa pertanyaan berikut perlu Anda jawab sebagai bentuk umpan balik:

. Apakah setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini Saudara mendapatkan pengetahuan dan keterampilan memadai tentang tari daerah ?

. Apakah materi kegiatan pembelajaran ini telah tersusun secara sistematis sehingga memudahkan proses pembelajaran?

. Apakah Saudara merasakan manfaat penguatan pendidikan karakter terutama dalam hal nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas dalam aktivitas pembelajaran?

. (al apa saja yang menurut Saudara kurang dalam penyajian materi kegiatan pembelajaran ini sehingga memerlukan perbaikan?

. Apakah rencana tindak lanjut Saudara dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar di sekolah setelah menuntaskan kegiatan pembelajaran mengenal tari daerah ?

Agar hasil pelatihan ini dapat memberikan dampak yang bermakna terhadap peningkatan mutu pendidikan, maka perlu diadakan usaha‐usaha nyata pasca pelatihan yang dituangkan dalam. Program Tindak Lanjut PTL . Dengan kata lain, PTL merupakan bentuk komitmen dari para stakeholderuntuk melakukan kegiatan‐

kegiatan yang tertuang dalam PTL tersebut.

Rencana Tindak Lanjut pelatihan adalah setiap upaya atau kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan setelah kegiatan pelatihan selesai. Rencana Tindak Lanjut hendaknya dibuat secara spesifik dan realistis sesuai dengan tanggung jawabnya. Dalam menyusun Rencana Tindak Lanjut, pada umumnya akan mencakup hal‐hal sebagai berikut:

. "Apa", yaitu menyangkut jenis kegiatan yang akan dilakukan di tempat kerjanya. . "Bagaimana", yaitu cara atau langkah‐langkah yang harus ditempuh sehingga

kegiatan yang direncanakan terlaksana dengan baik dan benar.

. "Siapa", yaitu menyebutkan pihak terkait stakeholder siapa saja yang harus dan perlu dilibatkan dalam melakukan kegiatan tindak lanjut ; masyarakat, staf yang lain atau pimpinan lembaga.

. "Kapan", yaitu menjelaskan dan menguraikan tentang batasan waktu kapan akan dimulai dan kapan akan berakhir.

. "Dimana", yaitu menyebutkan dimana kegiatan tersebut akan dilakukan. Apakah akan dilakukan di lapangan dengan Widyaiswara dan perangkat Lembaga lainnya ataukah akan dilakukan di tempat kerjanya atau di unit kerjanya sendiri, di unit yang lain atau akan diterapkan di luar lembaga lain yang terlibat di dalamnya.

Berikutnya, susunlah rencana tindak lanjut untuk kegiatan pembelajaran ini dengan format sebagai berikut.

No. Rencana Tindak Lanjut

. Materi pembelajaran . Waktu . Tempat . Metode . Peserta

DRAFT

H.

KunciJawaban

. Sebutkan beberapa tari daerah dan asalnya, lihat uraian materi point

. Jelaskan salah satu tari daerah dengan ruang linkupnya, lihat uraian materi point

KegiatanPembelajaran4MembuatBendaHiasan

Dari

BahanAlam

A.

Tujuan

Setelah mempelajari materi dalam kegiatan pembelajaran ini Saudara membuat produk kerajinan berupa benda hias sesuai prosedur

B.

KompetensidanIndikatorPencapaianKompetensi

. Menerapkan tahapan pembuatan produk benda hias berupa pigura foto

. Membuat produk benda hias berupa pigura foto

C.

UraianMateri

1. BendaHias

Benda kerajinan pada dasarnya memiliki dua fungsi yaitu sebagai benda hias dan benda fungsi. Benda hiasadalah benda yang berfungsi sebagai hiasan. Berdasarkan hasil karyakerajinan, benda hias mempunyai dua tujuan yaitu: a. karya hiasan yang murni pure art yaitu karya benda hias yang dibuat

sebagai dekorasi hiasan seperti lukisan, patung, relief

b. karya hiasan yang dwi fungsi, yaitu karya hiasan yang difungsikan sebagai benda pakai seperti asbak, vas bunga, kap lampu, tempat koran, tempat majalah.

Teknik pembuatan benda hias diantaranya dengan memahat, menganyam, memotong, menjahit, menyimpul, menempel, merakit dan sebagainya. Sedangkan dari segi bahan dapat menggunakan bahan keras, lunak atau paduan dari bahan keras dan lunak baik sintetis atau alam. Dari beberapa teknik dan berbagai bahan tersebut, akan kita lakukan untuk pembuatan benda hias yaitu pigura atau bingkai foto.

PengertianPigura a)

Bingkaifoto photoframe atau bingkaigambar pictureframe atau sering

disebut pigura adalah tepi dekoratif yang dibuat untuk memasang,

melindungi, dan memajang sebuah gambar, foto, atau lukisan. Bentuk bingkai biasanya persegi panjang atau oval.

Bingkai foto atau bingkai lukisan biasanya dibuat dari kayu atau logam, dan kadang‐kadang memiliki selembar kaca untuk melindungi bagian lukisan/gambar yang dipasang. Bingkai ada yang dilapisi cat ataupun kulit sintetis. Tetapi dengan adanya perkembangan pigura tidl lagi hanya dari bahan kayu atau logam saja, tetapi bahan apapun dapat digunakan untuk membuat pigura. Seperti berbagai jenis bahan alam yang ada dilingkungan kita.

Bingkai foto/gambar biasanya dipasang di dinding, atau didirikan di atas meja meja. Bingkainya sendiri sering dinilai sebagai sebuah karya seni.

Gambar . Contoh pigura dari bahan alam

TeknikPembuatanPigura b)

Teknik pembuatan benda hias yang digunakan menggunakan teknik potong, tempel dan rekat. Dari ketiga teknik tersebut diterapkan dalam pembuatan produk benda hias berupa pigura. Bahan yang digunakan dari bahan alam

yang dibuat menjadi pigura foto. Semua bahan alam yang ada di sekitar lingkungandapat dogunakan. Seperti biji‐bijian, daun kering, pelepah, ranting kayu, pasir, kertas karton dan sebagainya.

PembuatanPigura c)

1. Bahan

Bahan yang digunakan untuk membuat Pigura yaitu: a. Pelepah Pisang

Pelepah pisang yang digunakan adalah pelepah pisang dari pohonpisang batu. Pohon pisang batu memiliki pelepah pisang yang sangat kuat, dan banyak digunakan untuk kerajinan tangan.

Gambar . Pelepah pisang b. Kertas Karton

Kertas karton yang digunakan adalah kertas karton yang tebal mm. Sehingga jika dibuat pigura tidak lemas tetapi akan menjadi kaku dan kuat.

Gambar . Kertas Karton c. Lem kulit

Lem adalah zat atau bahan perekat yang berfungsi merekatkan dua bagian sisi suatu benda. Secara garis besar material pembentuk lem terbuat dari bahan alami maupun bahan sintetis. Lem Aica Aibon adalah lem perekat serbaguna bisa digunakan untuk merekatkan melamin, logam, beton, papan fiber, kulit asli/imitasi, kayu, karpet plywood, packing mesin, tambal ban,p lastik dan sebagainya.

CaraPemakaianlemsebagaiberikut:

Bersihkan dan keringkan kedua permukaan dari segala kotoran dan minyak. Oleskan lem kuning secara merata. Tunggu ‐ menit untuk menguapkan pelarutnya sampai kering tidak lengket kalau disentuh kemudian tempelkan kedua permukaan yang telah dioles dan tekan secara merata. Jangan lupa kaleng harus selalu ditutup rapat dan angan dihirup dapat menyebabkan keracunan

Gambar . Lem Kuning

2. Alat

a. Gunting

Untuk memotong pelepah pisang yang akan dijadikan

Gambar . Gunting b. Cutter

Untuk memotong kertas karton

Gambar . Cutter

c. Seterika

Untuk menghaluskan pelepah pisang, agar lebih halus dan mudah untuk ditempelkan.

Gambar . Seterik d. Penggaris

Untuk mengukur kebutuhan panjang dan lebar potongan kertas karton

Gambar . Penggaris

3. Persiapan

. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan

. Menyiapkan gambar kerja

Gambar . Gambar kerja pigura

4. ProsesPembuatan

a. Siapkan kertas karton, kemudian ukurlah dengan ukuran cm x cm sebanyak lembar dan ukuran cm x cm

Gambar . Potongan Kertas Karton

b. Ambil salah satu potongan kertas, kemudian lubangi kertas untuk tempat fotonya. Lubanglah dari ke empat sisinya cm, sehingga lubang kertasnya cm x cm 5 cm 5 cm 20 cm 25 cm 5 cm 5 cm

DRAFT

Gambar . Potongan Kertas Karton bagian depan dan sandaran pigura c. Mulailah menempelkan pelepah pisang. Tempelkan terlebih dulu kertas

karton yang tidak berlubang pada seluruh keliling bagian tepinya. Kurang lebih tempelan pelepah cm nempel di depan dan cm nempel di bagian belakang menggunakan lem kuning. Sehingga keliling kertas sudah tertutup semua dengan pelepah pisang. Selanjutnya tempelkan pelepah pisang pada bagian belakang sampai kertas karton tertutup semua dan rapi.

Gambar . Menempel pelepah pisang

d. Lanjutkan dengan menempelkan pelepah pisang pada kertas karton yang dijadikan bingkai bagian depan. Tempelkan pelepah pisang pada bagian tepi keliling karton bagian dalam dan bagian luar sampai rata.

e. Satukan Bagian depan dan bagian belakang pigura menggunakan lem kuning. Sisakan salah satu sisinya tidak dilem, dibiarkan berlubang untuk memasukkan foto.

f. Proses selanjutnya pasanglah sandaran pigura padaa bagian belakang pigura. Tempelkan juga pita untuk menahan sandaran agar tidak lepas atau roboh jika disandarkan

5. PenyelesaianAkhir

Rapikan hasil karya anda

Guntinglah bagian‐bagian yang tidak terpakai

6. HasiljadiPiguraFoto

Gambar . Pigura

D.

AktivitasPembelajaran

Aktivitas pembelajaran dalam kegiatan modul ini lebih menekankan kemandirian pembelajar sehingga sangat diperlukan keaktifan dalam beraktivitas baik secara personal maupun kelompok. Selain itu juga dibutuhkan kedisiplinan, pemahaman berpikir kritis, minat, dan kemampuan sendiri. Dalam aktivitas pembelajaran

digunakan pendekatan ataupun metode yang bervariasi, tetapi karena pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran seni kerajinan maka sangat diperlukan juga pendekatan estetik.

Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran

selalu dikaitkan dengan norma atau nilai‐nilai perilaku peserta, yang akan terefleksikan dalam kehidupan sehari‐hari. Penanaman nilai‐nilai pendidikan karakter tidak hanya pada ranah kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik di lingkungan sekolah sampai pada lingkungan masyarakat.

Serangkaian kegiatan belajar yang dapat Saudara lakukan untuk memantapkan pengetahuan, keterampilan, serta aspek pendidikan karakter yang terkait dengan uraian materi pada kegiatan pembelajaran ini.

. Pada tahap pertama, Saudara dapat membaca uraian materi membuat benda hias dari bahan alam atau membaca teks secara cepat dan menyeluruh untuk memperoleh gambaran umum materi, serta mengamati gambar‐gambar produk benda hias dan proses pembuatan benda hias pada modul ini.

. Berikutnya Saudara dianjurkan untuk membaca kembali materi secara

berurutan. (al ini perlu dilakukan untuk menghindari keterlewatan materi dalam bahasan kegiatan pembelajaran ini.

. Fokuslah pada materi ataupun sub materi yang ingin dipelajari. Baca baik‐baik informasinya dan cobalah untuk dipahami secara mandiri sesuai dengan bahasan materinya.

. Latihkan secara personal atau berkelompok materi praktek dan sesuaikanlah dengan prosedur yang ada di modul. Ulangi latihan tersebut sampai Saudara terampil sesuai tingkat pencapaian yang ditentukan dalam modul.

. Setelah semua materi Saudara pahami, lakukan aktivitas pembelajaran dengan mengerjakan lembar kerja berikut.

LembarKerja4.1 PembuatanPigura

Tujuan:

Melalui kerja kelompok Anda diharapkan mampu mermbuat pigura dari bahan alam dengan memperhatikan kerjasama, kedisiplinan, menghargai perbedaan pendapat, serta memiliki kemauan kuat untuk lebih kreatif.

Langkah Kerja:

. Persiapkanlah alat dan bahan untuk kerja kreatif dengan semangat kerjasama, disiplin, saling menghargai, dan menjaga keaktifan berkomunikasi dengan sesama peserta maupun fasilitator.

. Pelajarilah lembar kerja pembuatan pigura

. Baca kembali uraian materi, lakukanlah studi referensi lainnya yang mendukung dan observasi baik secara langsung atau berdasar pengalaman kemudian diskusikan dengan sesama peserta untuk mendapatkan pemahaman dan teknik tertentu dalam memvisualkannya.

. )silah lembar kerja pembuatan pigura suntuk mendapatkan hasil visualisasi yang optimal, memiliki nilai artistik pada karya dan proses kerja yang cermat dan teliti.

Lembar Kerja Pembuatan Pigura

No. Aspek Perencanaan Aspek Visualisasi dan Proses Kerja

. Objek yang akan di buat

. Gambar objek

. Media/alat dan bahan yang

digunakan Alat:

Bahan:

. Teknik yang digunakan

. Langkah rerja .

dst

Dalam kegiatan diklat tatap muka penuh, LembarKerja4.1 ini Saudara kerjakan di

dalam kelas pelatihan dengan dipandu oleh fasilitator. Dalam kegiatan diklat tatap muka In‐On‐In, Lembar Kerja 4.1 ini Saudara kerjakan pada saat on the job

training (On) secara mandiri sesuai langkah kerja yang diberikan dan diserahkan

serta dipresentasikan di hadapan fasilitator saat in service learning 2 (In‐2)

sebagai bukti hasil kerja.

E.

Latihan/Kasus/Tugas

Setelah Saudara melakukan presentasi hasil dari pengamatan, menanya, mengumpulkan informasi dan mengasosiasi atau mengolah data, Anda dipersilahkan untuk mengembangkan pembuatan benda hias berupa pigura dengan bahan alam yang ada dilingkungan anda sesuai dengan kreasi masing‐masing peserta diklat.

F.

Rangkuman

Bingkai foto photoframe atau bingkai gambar pictureframe atau sering disebut

pigura adalah tepi dekoratif yang dibuat untuk Memasang,melindungi, dan memajang sebuah gambar, foto, atau lukisan. Bentuk bingkai biasanya persegi panjang atau oval. Bahan yang digunakan kertas karton, pelepah pisang, pita kain lem kuning. Alat yang digunakan gunting, cutter, penggaris, seterika.

G.

UmpanBalikdanTindakLanjut

Modul ini merupakan salah satu sarana ataupun media belajar yang paling sederhana dan dapat dijadikan sebagai acuan belajar tentang pembuatan benda hias berupa pigura dengan teknik potong, tempel dan rekat. Kesederhanaan modul ini diharapkan dapat merangsang dan merefleksikan spirit untuk lebih banyak lagi melakukan latihan‐latihan pembuatan benda hias berupa pigura dengan teknik potong, tempel dan rekat. Dalam latihan yang dilakukan dengan berbagai media yang paling sederhana sampai dengan pada media yang proporsional.

Pembuatan benda hias berupa pigura dengan teknik potong, tempel dan rekat dapat difahami jika kita banyak melihat, mengenal dan memiliki perbendaharaan visual karya‐karya seni dan selalu berlatih. Dan banyak diperlukan membaca sejarah seni, teori seni maupun apresiasi seni. Dalam modul ini hanya berisi pengetahuan tentang pembuatan benda hias berupa pigura dengan teknik potong, tempel dan rekat. Dengan demikian diharapkan setelah melakukan latihan‐latihan berdasarkan modul ini dapat dilanjutkan dengan latihan‐latihan berikutnya dengan cara‐cara yang lebih

variatif. Sehingga setelah mempelajari modul ini peserta sangat diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran di sekolah masing‐masing.

Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan oleh semua pihak secara berkesinambungan. Peran kepala sekolah, guru, dan pengawas sangat penting, karena mereka inilah yang akanberperan secara langsung dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di wilayah yang menjadi tanggung‐jawab mereka bersama.

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran membuat benda hias dari bahan alam, beberapa pertanyaan berikut perlu Anda jawab sebagai bentuk umpan balik:

. Apakah setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini Saudara mendapatkan pengetahuan dan keterampilan memadai tentang membuat benda hias dari bahan alam?

. Apakah materi kegiatan pembelajaran ini telah tersusun secara sistematis sehingga memudahkan proses pembelajaran?

. Apakah Saudara merasakan manfaat penguatan pendidikan karakter terutama dalam hal kerjasama, disipilin, dan menghargai pendapat orang lain dan mandiri selama aktivitas pembelajaran?

. (al apa saja yang menurut Saudara kurang dalam penyajian materi kegiatan pembelajaran ini sehingga memerlukan perbaikan?

. Apakah rencana tindak lanjut Saudara dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar di sekolah setelah menuntaskan kegiatan pembelajaran membuat benda hias dari bahan alam

Agar hasil pelatihan ini dapat memberikan dampak yang bermakna terhadap peningkatan mutu pendidikan, maka perlu diadakan usaha‐usaha nyata pasca pelatihan yang dituangkan dalam. Program Tindak Lanjut PTL . Dengan kata lain, PTL merupakan bentuk komitmen dari para stakeholderuntuk melakukan kegiatan‐

kegiatan yang tertuang dalam PTL tersebut.

Rencana Tindak Lanjut pelatihan adalah setiap upaya atau kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan setelah kegiatan pelatihan selesai. Rencana Tindak Lanjut hendaknya dibuat secara spesifik dan realistis sesuai dengan tanggung jawabnya.

Dalam menyusun Rencana Tindak Lanjut, pada umumnya akan mencakup hal‐hal sebagai berikut:

. "Apa", yaitu menyangkut jenis kegiatan yang akan dilakukan di tempat kerjanya.

. "Bagaimana", yaitu cara atau langkah‐langkah yang harus ditempuh sehingga kegiatan yang direncanakan terlaksana dengan baik dan benar.

. "Siapa", yaitu menyebutkan pihak terkait stakeholder siapa saja yang harus dan perlu dilibatkan dalam melakukan kegiatan tindak lanjut ; masyarakat, staf yang lain atau pimpinan lembaga.

. "Kapan", yaitu menjelaskan dan menguraikan tentang batasan waktu kapan akan dimulai dan kapan akan berakhir.

. "Dimana", yaitu menyebutkan dimana kegiatan tersebut akan dilakukan. Apakah akan dilakukan di lapangan dengan Widyaiswara dan perangkat Lembaga lainnya ataukah akan dilakukan di tempat kerjanya atau di unit kerjanya sendiri, di unit yang lain atau akan diterapkan di luar lembaga lain yang terlibat di dalamnya.

Berikutnya, susunlah rencana tindak lanjut untuk kegiatan pembelajaran ini dengan format sebagai berikut.

No. Rencana Tindak Lanjut

. Materi pembelajaran . Waktu . Tempat . Metode . Peserta

DRAFT

H.

PembahasanLatihan/Tugas/Kasus

Silahkan untuk mencari referensi melalui berbagai media, kemudian kembangkan pembuatan produk benda hias berupa pigura dengan bahan alam yang ada disekitar anda

BagianI

KompetensiPedagogik

Kegiatan

Pembelajaran5

Menentukan

PengalamanBelajar

yangSesuai

untuk

Mencapai

TujuanPembelajaranyangDiampu

A.

Tujuan

Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat mengevaluasi penerapan pengalaman belajar sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih secara tepat

B.

KompetensidanIndikatorPencapaianKompetensi

. Mengidentifikasi model‐model pembelajaran, . Mengidentifikasi cici‐ciri model pembelajaran

. Memilih model pembelajaran yg sesuai dengan tujuan

. Menerapkan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran

. Mengevaluasi penerapan pengalaman belajar

C.

UraianMateri

1. KonsepModelPembelajaran

Pengertian atau definisi model pembelajaran banyak dikemukakan para ahli di

bidang pendidikan. Seperti: Udin Winataputra : menjelaskan bahwa

model pembelajaran sebagai berikut:model pembelajaran adalah kerangka

konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam

mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para penatar dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar.

Model pembelajaran dapat dikembangkan oleh guru atau pelaksana pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar yang pada prinsipnya bertujuan untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang efetif, efisien, menyenangkan, bermakna, dan lebih banyak mengaktifkan peserta didik. Dalam

pengembangan model pembelajaran yang mendapat penekanan adalah terutama dalam strategi dan metode pembelajaran. Untuk masa sekarang ini, perlu juga dikembangkan sistem penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.Oleh karena itu guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dapa mengembangkan model pembelajaran sendiri dengan tujuan proses pembelajaran lebih efektif dan efisien, dan lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif.Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil Dedi

Supriawan dan A. Benyamin Surasega, menyebutkan empat kelompok

model pembelajaran, yaitu: model interaksi sosial; model pengolahan informasi; model personal‐humanistik; dan model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing‐masing istilah tersebut dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah‐istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk pada cara‐cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi yang digunakan dalam pembicara adalah tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya , yang masing‐masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru blue print rumah yang

akan dibangun beserta bahan‐bahan yang diperlukan, urutan‐urutan langkah konstruksinya, dan kriteria penyelesaiannya, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif, dan menyenangkan.Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di )ndonesia, para guru saat ini banyak ditawari dengan aneka model pembelajaran, yang kadang‐kadang untuk kepentingan

Dalam dokumen Seni Budaya SD - KK C (Halaman 149-200)

Dokumen terkait