BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Profil Pasien Geriatri
2. Umur
Usia merupakan faktor yang diperhitungkan dalam perhitungan LFG menggunakan formula MDRD. Dalam formula MDRD, usia dari pasien laki. Presentase pasien geriatri perempuan adalah sebesar 68,9% sedangkan pasien geriatri laki-laki sebesar 31,1%.
Diagram Profil Pasien Geriatri RSUD Panembahan Senopati Berdasarkan Jenis Kelamin
Gambar 4.2, dapat diketahui bahwa pada RSUD Panembahan Senopati, apati presentase jumlah pasien geriatri laki-laki lebih besar dibandingkan presentase jumlah pasien geriatri perempuan. Presentase pasien geriatri laki laki yaitu 63,5% sedangkan perempuan sebesar 36,5%.
Secara keseluruhan, geriatri yang mendapatkan pemeri
serum dan mendapatkan pengobatan antibiotik pada Kabupaten Bantul mayoritas adalah laki-laki, yaitu sebanyak 146 (51,4%), sedangkan wanita yaitu sebanyak 138 (48,6%).
Usia merupakan faktor yang diperhitungkan dalam perhitungan LFG menggunakan formula MDRD. Dalam formula MDRD, usia dari pasien
63,5% 36,5%
Laki-laki Perempuan
geriatri perempuan adalah sebesar 68,9%
Diagram Profil Pasien Geriatri RSUD Panembahan Senopati
Gambar 4.2, dapat diketahui bahwa pada RSUD Panembahan Senopati, laki lebih besar dibandingkan presentase jumlah pasien geriatri perempuan. Presentase pasien geriatri
laki-Secara keseluruhan, geriatri yang mendapatkan pemeriksaan kreatinin serum dan mendapatkan pengobatan antibiotik pada Kabupaten Bantul laki, yaitu sebanyak 146 (51,4%), sedangkan wanita
Usia merupakan faktor yang diperhitungkan dalam perhitungan LFG menggunakan formula MDRD. Dalam formula MDRD, usia dari pasien
merupakan faktor pengali dan dipangkat -2,03. Proses penuaan menyebabkan berkurangnya jumlah nefron 10% tiap 10 tahun (Guyton & Hall, 2006). Hal ini tentunya akan mempengaruhi nilai LFG dari pasien geriatri dan mempengaruhi kerja ginjal. Pembagian pasien geriatri berdasarkan umurnya disajikan pada tabel III.
Tabel III. Profil Pasien Geriatri Berdasarkan Umur
Umur RS Elisabeth RSUD Panembahan
Senopati
Jumlah % Jumlah %
elderly (60 - 75 tahun) 65 61,3% 128 71,9% old (76 – 90 tahun) 38 35,8% 49 27,5% very old (> 90 tahun) 3 2,8% 1 0,6%
total 106 100,0% 178 100,0%
Pembagian umur pasien geriatri mengikuti klasifikasi menurut WHO, yaitu dibagi menjadi golongan umur elderly (60-75 tahun), old (76-90 tahun), dan very old (>90 tahun). Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada RS
Elisabeth Ganjuran didapati pasien dengan golongan umur elderly (60-75 tahun) adalah yang paling banyak yaitu sebanyak 65 pasien, kemudian golongan old (76-90 tahun) sebanyak 38 pasien. Golongan umur very old (>90 tahun) di RS Elisabeth Ganjuran merupakan yang paling sedikit, yaitu sebanyak 3 pasien. Hal yang serupa terjadi pada RSUD Panembahan Senopati, dimana pasien golongan elderly merupakan yang terbanyak, yaitu sebanyak 128. Pasien golongan old ditemukan sebanyak 49, dan very old hanya ada 1. Pasien dengan golongan usia elderly merupakan mayoritas di Kabupaten Bantul, yaitu sebanyak 193 (68%). Menurut Dinas Kesehatan Provinsi DIY (2008), didapati bahwa presentase kelompok umur usia lanjut
di provinsi DIY yaitu sebesar 10,2% dan merupakan yang tertinggi di Indonesia.
Gambar 4.3.
Gambar 4.3 menunjukkan bahwa pada RS Elisabeth Ganjuran, presentase golongan umur terbanyak adalah
Kemudian pasien yang termasuk golongan termasuk golongan
Gambar 4.4. Diagr
Gambar 4.4 menunjukkan bahwa presentase pasien golongan
merupakan yang terbesar di RSUD Panembahan Senopati, yaitu sebesar 71,9%. Golongan
elderly (60
elderly (60
di provinsi DIY yaitu sebesar 10,2% dan merupakan yang tertinggi di
Gambar 4.3. Diagram Profil Pasien Geriatri RS Elisabeth Ganjuran Berdasarkan Umur
Gambar 4.3 menunjukkan bahwa pada RS Elisabeth Ganjuran, presentase golongan umur terbanyak adalah elderly, yaitu sebesar 61,3%. Kemudian pasien yang termasuk golongan old sebesar 35,8%, dan yang termasuk golongan very old sebesar 2,8%.
Diagram Profil Pasien Geriatri RSUD Panembahan Senopati Berdasarkan Umur
Gambar 4.4 menunjukkan bahwa presentase pasien golongan
merupakan yang terbesar di RSUD Panembahan Senopati, yaitu sebesar 71,9%. Golongan old dan very old secara berturut sebesar 27,5% dan 0,6%.
61,3% 35,8%
2,8%
elderly (60 - 75 thn) old (76 - 90) very old (> 90 )
71,9% 27,5%
0,6%
elderly (60 - 75 thn) old (76 - 90) very old (> 90 )
di provinsi DIY yaitu sebesar 10,2% dan merupakan yang tertinggi di
Diagram Profil Pasien Geriatri RS Elisabeth Ganjuran
Gambar 4.3 menunjukkan bahwa pada RS Elisabeth Ganjuran, , yaitu sebesar 61,3%. sebesar 35,8%, dan yang
am Profil Pasien Geriatri RSUD Panembahan Senopati
Gambar 4.4 menunjukkan bahwa presentase pasien golongan elderly merupakan yang terbesar di RSUD Panembahan Senopati, yaitu sebesar
27,5% dan 0,6%. very old (> 90 )
3. Nilai Kreatinin Serum
Kreatinin serum merupakan faktor yang diperhitungkan dalam formula MDRD. Nilai kreatinin serum digunakan sebagai faktor pengali dan dipangkatkan –1,154. Nilai normal kreatinin serum pada laki-laki dan perempuan berbeda. Hal ini karena nilai kreatinin serum sebanding dengan massa otot (Guyton & Hall, 2006), sehingga laki-laki nilai normalnya lebih tinggi dibanding perempuan. Nilai normal kreatinin serum pada laki-laki adalah 0,6 – 1,3 mg/dL, sedangkan pada perempuan adalah 0,5 – 0,9 mg/dL.
Profil kreatinin serum pasien geriatri perempuan dapat dilihat pada tabel IV berikut ini:
Tabel IV. Profil Pasien Geriatri Perempuan Berdasarkan Kreatinin Serum Kreatinin Serum Pasien perempuan RS
Elisabeth
Pasien Perempuan RSUD Panembahan Senopati jumlah % jumlah % < 0,5mg/dL 1 1,4% 9 13,8% 0,5 – 0,9 mg/dL 30 41,1% 37 56,9% > 0,9 mg/dL 42 57,5% 19 29,2% Total 73 100,0% 65 100,0%
Tabel IV, didapati bahwa dari total 73 sampel pasien geriatri perempuan pada RS Elisabeth Ganjuran, yang memiliki nilai kreatinin serum normal (0,5 – 0,9 mg/dL) sebanyak 30 pasien (41,1%). Pasien dengan nilai kreatinin serum dibawah normal (<0.5 mg/ dL) sebanyak 1 pasien (1,4%), dan yang memiliki nilai kreatinin serum di atas normal (>0,9 mg/ dL) sebanyak 42 pasien (57,5%). Pada RSUD Panembahan Senopati, dari total sampel pasien geriatri perempuan sebanyak 65, didapati yang mempunyai nilai kreatinin serum normal sebanyak 37 pasien (56,9%). Pasien yang
memiliki nilai kreatinin serum di bawah normal sebanyak 9 pasien (13,8%), dan yang memiliki nilai kreatinin serum di atas normal sebanyak 19 pasien (29,2%). Secara keseluruhan, nilai kreatinin serum pasien geriatri perempuan di RS Kabupaten Bantul mayoritas pada rentang normal (0,5 – 0,9 mg/dL) yaitu sebanyak 67 (48,5%).
Profil kreatinin serum pasien geriatri laki-laki dapat dilihat pada tabel V berikut ini:
Tabel V. Profil Pasien Geriatri Laki-laki Berdasarkan Kreatinin Serum Kreatinin
Serum
Pasien Laki-Laki RS Elisabeth
Pasien Laki-Laki RSUD Panembahan Senopati Jumlah % Jumlah % < 0,6 mg/ dL 3 9,1% 8 7,1% 0,6 – 1,3 mg/dL 22 66, 7% 74 65,5% > 1.3 mg/ dL 8 24,2% 31 27,4% total 33 100.0% 113 100,0%
Dari tabel V, dapat diketahui bahwa pada RS Elisabeth ganjuran, dari total sampel pasien geriatri laki-laki sebanyak 33, yang memiliki nilai kreatinin serum normal (0,6 – 1,3 mg/dL) sebanyak 22 pasien atau sebesar 66,7%, sedangkan yang memiliki nilai kreatinin serum dibawah normal (<0,6 mg/ dL) sebanyak 3 pasien atau sebesar 9,1%, dan yang nilai kreatinin serum diatas normal (> 1,3 mg/ dL) yaitu sebanyak 8 pasien (24,2%). Pada RSUD Panembahan Senopati, didapati dari total pasien geriatri laki-laki sebanyak 113 pasien, yang memiliki nilai kreatinin serum normal sebanyak 74 pasien atau sebesar 65,5%. Pasien dengan nilai kreatinin serum dibawah normal sebanyak 8 pasien atau sebesar 7,1%, dan pasien geriatri laki-laki yang nilai kreatinin serumnya diatas normal sebanyak 31 pasien atau sebesar 27,4%.
Keseluruhan pasien geriatri laki-laki di Kabupaten Bantul mayoritas memiliki nilai kreatinin serum normal (0,6 – 1,3 mg/dL) yaitu sebanyak 96 (65,7%).
Gambar 4.5. Diagram Profil Pasien Geriatri Perempuan Berdasarkan Kreatinin Serum
Gambar 4.6. Diagram Profil Pasien Geriatri Laki-Laki Berdasarkan Kreatinin Serum