• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

35. Unilever Indonesia Tbk

PT Unilever Indonesia Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 5

Desember 1933 dengan nama Zeepfabrieken N. V., sebuah anak perusahaan dari

Level Brothers yang pada awalnya beroperasi sebagai sebuah perusahaan sabun di

Angke, Jakarta. Namanya diubah menjadi Unilever Indonesia pada tnggal 22 Juli

1980. Perseroan memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT Anugrah Lever (dalam

likuidasi), anak perusahaan yang dimiliki 100% (sebelumnya pemasaran

perusahaan patungan untuk kecap) yang telah konsolidasi dan PT Technopia

Lever, anak perusahaan yang dimiliki 51% yang bergerak di bidang distribusi,

ekspor dan impor barang dagangan. Unilever memiliki lebih dari 6.000 karyawan

di seluruh nusantara.

4.2. Hasil Penelitian 4.2.1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah suatu analisis dimana data yang dikumpulkan

dapat diinterpretasikan secara sederana, jelas dan objektif sehingga diperoleh

informasi dan gambaran yang sebenarnya mengenai topik yang dibahas. Berikut

ini adalah tabel analisis deskriptif return rata-rata saham pada bulan Agustus 2011

Tabel 4.1

Hasil Analisis Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Senin 66 -.0113809670 .0038685433 -.004277953547 .0040181065933 Selasa 70 -.0044850890 .0125277350 .003178511190 .0039868782578 Rabu 68 -.0045791390 .0109558940 .004459106655 .0031155758870 Kamis 69 -.0131199560 .0063410040 -.001298817969 .0042726179777 Jum'at 70 -.0100339450 .0085882460 -.000684028519 .0035846813272 Valid N (listwise) 66

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Pada Tabel 4.1, kita dapat mengetahui adanya return saham rata-rata.

Pada hari Senin return saham ratarata memiliki nilai yang negatif sebesar

-0,4278%. Hari Selasa return saham rata-rata mengalami kenaikan dan memiliki

nilai yang positif sebesar 0,3179%. Pada hari Rabu return saham rata-rata

kembali mengalami kenaikan dan memiliki nilai yang positif yaitu sebesar

0,4459%. Return saham rata-rata pada hari Rabu merupakan return saham

rata-rata tertinggi. Hari Kamis return saham rata-rata kembali mengalami penurunan

dan bernilai negatif yaitu sebesar -0,1299%. Pada hari Jum’at, return saham

ratarata terus mengalami penurunan dan memiliki nilai yang negatif yaitu sebesar

-0,0684%.

Standar deviasi merupakan penyimpangan dari harga rata-rata (mean).

Berdasarkan Tabel 4.1, dapat dilihat bahwa standar deviasi yang paling tinggi

terjadi pada hari Kamis yaitu sebesar 0,0042726179777dan paling rendah terjadi

pada hari Rabu yaitu sebesar 0,0031155758870, sehingga dapat dijelaskan bahwa

perdagangan lainnya dan return saham rata-rata pada hari Rabu memiliki risiko

yang paling kecil dibandingkan pada hari lain.

4.2.2. Analisis Statistik 4.2.2.1. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel independen dan

variabel dependen mempunyai distribusi normal atau tidak. Hasil uji normaliitas

yang baik adalah data memiliki distribusi normal atau mendekati normal.

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Gambar 4.2

Berdasarkan Gambar 4.2 menunjukkan bahwa kurva seimbang ke kiri dan ke

kanan atau tidak condong ke kiri atau ke kanan dan berbentuk seperti lonceng.

Hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal.

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Gambar 4.3

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Gambar 4.3 merupakan kurva P-Plot yang menunjukkan bahwa penyebaran

titik-titik plot data berada di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal,

Tabel 4.2

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 343

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation .00374263 Most Extreme Differences Absolute .034 Positive .032 Negative -.034 Kolmogorov-Smirnov Z .635

Asymp. Sig. (2-tailed) .815

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Tabel 4.2 merupakan uji normalitas dengan uji statitistik non-parametrik yaitu

One Sample Kolmogorov-Smirnov. Pada Tabel 4.2 dapat dilihat bahwa nilai

Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,815 lebih besar dari nilai alpha sebesar 0,05. Hal

ini menunjukkan bahwa Ho diterima yang artinya residual data berdistribusi

normal.

2. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dilakukan dengan Korelasi Spearman’s Rho dengan

mengkorelasikan variabel independen dengan unstandardized residual. Pengujian

menggunakan tingkat signifikansi 5%. Apabila korelasi antara variabel

independen dengan residual memiliki nilai signifikansi lebih besar dari tingkat

signifikansi 5%, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah

Tabel 4.3

Hasil Uji Heterokedastisitas Unstandardized

Residual Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at

Spearman's rho Unstandardized Residual Correlation Coefficient 1.000 .000 -.036 -.010 -.016 .062 Sig. (2-tailed) . .998 .511 .852 .761 .251 N 343 343 343 343 343 343 Senin Correlation Coefficient .000 1.000 -.247** -.245** -.243** -.247** Sig. (2-tailed) .998 . .000 .000 .000 .000 N 343 343 343 343 343 343 Selasa Correlation Coefficient -.036 -.247** 1.000 -.254** -.252** -.256** Sig. (2-tailed) .511 .000 . .000 .000 .000 N 343 343 343 343 343 343 Rabu Correlation Coefficient -.010 -.245** -.254** 1.000 -.250** -.254** Sig. (2-tailed) .852 .000 .000 . .000 .000 N 343 343 343 343 343 343 Kamis Correlation Coefficient -.016 -.243** -.252** -.250** 1.000 -.252** Sig. (2-tailed) .761 .000 .000 .000 . .000 N 343 343 343 343 343 343 Jum'at Correlation Coefficient .062 -.247** -.256** -.254** -.252** 1.000 Sig. (2-tailed) .251 .000 .000 .000 .000 . N 343 343 343 343 343 343

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Pada Tabel 4.3 terlihat bahwa semua korelasi variabel independen dengan

residual memiliki nilai signifikansi labih besar dari alpha sebesar 0,05, maka dapat

3. Uji Autokorelasi

Pengujian autokorelasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah variasi

residual sama atau tidak sama untuk semua pengamatan. Makridakis (1983)

(dalam Sulaiman, 2002: 156) menyatakan untuk mendeteksi ada tidaknya

autokorelasi, maka dilakukan pengujian Durbin-Watson (DW) dengan ketentuan

sebagai berikut:

a. 1, 65 < DW < 2,35, kesimpulannya tidak ada autokorelasi.

b. 1,21 < DW < 1,65 atau 2,35 < DW < 2,79, kesimpulannya tidak dapat

disimpulkan (inconclusive).

c. DW < 1,21 atau DW > 2,79, kesimpulannya terjadi autokorelasi.

Tabel 4.4

Hasil Uji Autokorelasi

Model R R Squareb Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .643a .414 .405 .0037647140948 1.780

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.3 maka dapat diperoleh nilai Durbin Watson sebesar

1,780. Berdasarkan ketentuan, maka 1,65 < 1,780 < 2,35 dan kesimpulannya

adalah tidak ada autokorelasi.

4. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas dimaksudkan untuk membuktikan atau menguji ada

tidaknya hubungan yang linier antara variabel bebas (independen) satu dengan

Tabel 4.5

Hasil Uji Multikolinearitas

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 Senin -.004 .000 -.384 -9.232 .000 1.000 1.000

Selasa .003 .000 .294 7.064 .000 1.000 1.000

Rabu .004 .000 .406 9.749 .000 1.000 1.000

Kamis -.001 .000 -.103 -2.464 .014 1.000 1.000

Jum'at -.001 .000 -.063 -1.520 .129 1.000 1.000

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa semua variabel bebas memiliki nilai VIF lebih

kecil dari 5 dan nilai tolerance lebih besar dari 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa

tidak ada masalah multikolinearitas.

4.2.2.2. Analisis Data 1. Hipotesis Pertama

Analisis data hipotesis pertama yaitu pengaruh hari perdagangan terhadap

return saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia menggunakan uji t dengan bantuan

SPSS 19.00. Dengan menggunakan tingkat signifikansi (α) 5%, jika nilai sig. t >

0,05, H0 diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dan jika nilai sig. t < 0,05, maka Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat.

Tabel 4.6

Hasil Pengujian Hipotesis Pertama

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 Senin -.004 .001 -.337 -7.555 .000 Selasa .003 .001 .258 5.781 .000 Rabu .004 .001 .356 7.979 .000 Kamis -.001 .001 -.090 -2.017 .045 Jum'at -.001 .001 -.107 -2.408 .017

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.5, maka didapatkan suatu persamaan regresi sebagai

berikut:

Rt = -0,004DSEN + 0,003DSEL + 0,004DRAB – 0,001DKAM – 0,001DJUM + e

Dimana:

Rt = Return saham rata-rata

DSEN = Variabel dummy untuk hari Senin

DSEL = Variabel dummy untuk hari Selasa

DRAB = Variabel dummy untuk hari Rabu

DKAM = Variabel dummy untuk hari Kamis

DJUM = Variabel dummy untuk hari Jum’at

e = Standard error

Interpretasi:

1. Koefisien regresi variabel dummy untuk hari Senin sebesar -0,004 yang

variabel dummy untuk hari lainnya adalah 0 maka return saham Indeks LQ-45

sebesar -0,004.

2. Koefisien regresi variabel dummy untuk hari Selasa sebesar 0,003 yang

menunjukkan bahwa apabila variabel dummy untuk hari Selasa adalah 1 dan

variabel dummy untuk hari lainnya adalah 0 maka return saham Indeks LQ-45

sebesar 0,003.

3. Koefisien regresi variabel dummy untuk hari Rabu sebesar 0,004 yang

menunjukkan bahwa apabila variabel dummy untuk hari Rabu adalah 1 dan

variabel dummy untuk hari lainnya adalah 0 maka return saham Indeks LQ-45

sebesar 0,004.

4. Koefisien regresi variabel dummy untuk hari Kamis sebesar -0,001 yang

menunjukkan bahwa apabila variabel dummy untuk hari Kamis adalah 1 dan

variabel dummy untuk hari lainnya adalah 0 maka return saham Indeks LQ-45

sebesar -0,004.

5. Koefisien regresi variabel dummy untuk hari Jum’at sebesar -0,001 yang

menunjukkan bahwa apabila variabel dummy untuk hari Jum’at adalah 1 dan

variabel dummy untuk hari lainnya adalah 0 maka return saham Indeks LQ-45

sebesar -0,001.

Pada Tabel 4.5 dapat dilihat hasil uji signifikansi masing-masing hari

perdagangan, sebagai berikut:

1. Nilai thitung hari Senin adalah -7,555 dan nilai ttabel adalah 1,960 sehingga thitung > ttabel dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05 sehingga hari Senin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap retun

2. Nilai thitung hari Selasa adalah 5,781 dan nilai ttabel adalah 1,960 sehingga thitung > ttabel dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05 sehingga hari Selasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap retun

saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia.

3. Nilai thitung hari Rabu adalah 7,979 dan nilai ttabel adalah 1,960 sehingga thitung > ttabel dan nilai signifikansi 0,000, lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05 sehingga hari Rabu berpengaruh positif dan signifikan terhadap retun

saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia.

4. Nilai thitung hari Kamis adalah -2,017 dan nilai ttabel adalah 1,960 sehingga thitung > ttabel dan nilai signifikansi 0,045, lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05 sehingga hari Kamis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return

saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia.

5. Nilai thitung hari Jum’at adalah -2,408 dan nilai ttabel adalah 1,960 sehingga thitung > ttabel dan nilai signifikansi 0,017, lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05 sehingga hari Jum’at berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return

Dokumen terkait