ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian
3) Unit Galangan Kapal
Unit Usaha Galangan Kapal berkedudukan di Pelabuhan Belawan mempunyai usaha pokok menyediakan fasilitas dan peralatan galangan kapal,
menyelenggarakan usaha docking, floating repair, pemeliharaan, perawatan alat apung dan peralatan pelabuhan lainnya, guna mendudkung program planned maintenance system pada perseroan serta mengusahakan kegiatan galangan kapal bagi kapal-kapal milik perseroan dan atau pihak lain.
Kualifikasi Bidang Pekerjaannya meliputi Pekerjaan Mekanikal, Pembangunan Kapal dan Reparasi, serta Reparasi Peti Kemas. Fasilitas dan peralatan yang tersedia adalah Mobil Crane 15 ton (1 unit), Crane Apung 40 ton (1 unit), Mesin Bubut 10 PK (5 unit), Trafo las 400A (3 unit), Mesin Frais 10 PK (1 unit), Genset 100 KVA (1 unit), Mesin Sekrap (1 unit), Mesin Rol/Plat (1 unit), Winch Relling rel 30 m (1 unit), dan Draft kapal 3 m
g. Prospek Bisnis Perusahaan
Daerah lingkungan kerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I berada ditempat yang strategis. Hinterland perusahaan umumnya merupakan daerah penghasil komoditi ekspor yang bersumber dari industri pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata dan industri lainnya. Pihak manajemen menyadari bahwa pengembangan usaha kepelabuhanan tersebut, tidak semua dapat dikelola sendiri karena dibutuhkan investasi yang cukup besar untuk pembangunan dan pengembangan pelabuhan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pendapatan perseroan adalah melakukan pelaksanaan kerjasama usaha dengan pihak swasta.
Pengembangan pelabuhan strategis perlu diarahkan untuk meningkatkan level of service guna mempertahankan pangsa pasar yang telah ada serta penetrasi
pasar dengan memanfaatkan pertumbuhan bisnis di hinterland. Kebijakan yang ditempuh untuk pencapaian tersebut adalah dengan melakukan efisiensi dan optimalisasi aset serta investasi yang selektif.
Kerjasama usaha yang telah dilaksanakan:
1) Kerjasama pengelolaan air kapal / umum yang layak minum di pelabuhan Belawan, Dumai dan Tanjung Balai Karimun.
2) Kerjasama pelayanan penundaan kapal di pelabuhan Belawan, Dumai, Pekanbaru dan Tanjung Pinang.
3) Kerjasama pengoperasian Dermaga untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) di lingkungan kerja PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I.
4) Kerjasama pengoperasian Container Gantry Crane di Terminal Internasional UTPK Belawan.
5) Kerjasama penanganan bongkar muat komoditi minyak kelapa sawit (CPO) dan ikutannya dengan sistem pipanisasi di Pelabuhan Belawan. 6) Kerjasama pengoperasian pelabuhan umum Teluk Lembu Pekanbaru
khusus kegiatan bongkar muat peti kemas.
7) Pengoperasian Public Tank Storage untuk komoditi minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya di pelabuhan Belawan.
8) Pengoperasian Gudang Curah Kering khusus untuk komoditi bungkil di Pelabuhan Belawan.
9) Kerjasama pengoperasian alat bongkar muat untuk handling container di Terminal Container Pelabuhan Perawang Pekanbaru.
10) Kerjasama pengelolaan dan pengoperasian area Ship To Ship (STS) Transfer Perairan Karimun di cabang Tanjung Balai Karimun.
11) Kerjasama pengelolaan dan pengoperasian Ship Transit Ancharage Area (area labuh jangkar kapal-kapal) di area perairan Pulau Nipah di luar DLKR/DLKP pelabuhan Tanjung Balai Karimun dengan PT. Maxsteer Dyrynusa Perdana
h. Penghargaan dan Sertifikat
PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I telah banyak menerima penghargaan dan sertifikasi, diantaranya adalah sebagai berikut:
d) ISO 9001 : 2000 untuk Jasa Pelayanan Internasional Terminal Peti Kemas dianugrahkan kepada Unit Usaha Terminal Peti Kemas Belawan oleh PT SGS
e) ISO 9001 : 2000 untuk Jasa Pelayanan Kapal dianugrahkan kepada Cabang Pelabuhan Belawan oleh PT. BUREAU VERITAS INDONESIA (BVQI)
f) ISO 9001 : 2000 untuk Jasa Pelayanan Barang dianugrahkan kepada Cabang Pelabuhan Belawan oleh PT. SAI GLOBAL
g) ISO 9001 : 2000 untuk Jasa Pelayanan Pelabuhan dianugrahkan kepada Cabang Pelabuhan Dumai oleh PT SUCOFINDO
h) ISO 9001 : 2000 untuk Jasa Pelayanan Pelabuhan dianugrahkan kepada Cabang Pelabuhan Pekanbaru oleh PT SUCOFINDO
i) ISO 9001 : 2000 untuk Jasa Pelayanan Pelabuhan dianugrahkan kepada Cabang Pelabuhan Tanjung Pinang oleh PT SUCOFINDO
j) ISPS CODE yang diterima Perseroan untuk Cabang/Unit, yaitu Cabang Pelabuhan Belawan, Unit Terminal Peti kemas Belawan, Cabang Pelabuhan Dumai, Cabang Pelabuhan Tanjung Pinang, Cabang Pelabuhan Lhokseumawe, Cabang Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Perwakilan Sei Pakning Cabang Pelabuhan Pekanbaru, dan Perwakilan Kuala Tanjung.
i. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas
PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 tahun 1991. Nama lengkap perusahaan adalah PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, yang disingkat dengan PT. Pelabuhan I, berkantor pusat di Jalan Krakatau Ujung No. 100 Medan 20241, Sumatera Utara, Indonesia.
Struktur organisasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I menggunakan model struktur organisasi berbentuk garis, di mana struktur tersebut arahnya bergerak vertikal ke bawah. Setiap karyawan bertanggung jawab kepada pimpinan masing-masing sehingga tercipta kesatuan komando. Struktur model ini memperhatikan dengan jelas pembagian tugas, fungsi, tanggung jawab, dan wewenang setiap bagian dalam perusahaan, sehingga perusahaan dapat bertanggung jawab dengan uraian tugas yang ada. Struktur organisasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dapat dilihat pada Lampiran 2.
Organisasi perusahaan terdiri dari: 1) Kantor Pusat
2) Cabang Pelabuhan 3) Perwakilan
4) Unit Pelaksana Teknis 5) Anak Perusahaan 6) Perusahaan Patungan
7) Kerjasama Usaha Perusahaan dengan Pihak Lain 8) Kerjasama Operasi Perusahaan dengan Pihak Lain Penjenjangan struktural pada Kantor Pusat terdiri dari: 1) Dewan Direksi yang dipimpin oleh Direktur Utama 2) Direktur sebagai Kepala Direktorat
3) Senior Manajer dan setingkatnya
4) Asisten Senior Manajer dan setingkatnya
Sedangkan Penjenjangan struktural pada cabang/unit terdiri dari: 1) General Manajer Cabang atau Manajer Cabang
2) Manajer Divisi dan setingkatnya
3) Asisten Manajer Divisi dan setingkatnya
Adapun pembagian tugas berdasarkan struktur organisasi Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I adalah sebagai berikut:
1) Direksi
Direksi adalah pimpinan dan pengurus perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan. Direksi mempunyai tugas:
a) Memimpin, mengurus, dan mengelola Perseroan sesuai dengan tugas pokok perusahaan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas perseroan.
b) Menguasai, memelihara, dan mengurus kekayaan perusahaan.
c) Mewakili perusahaan di dalam dan di luar pengadilan, baik yang berhubungan dengan maupun yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan tugas.
d) Melaksanakan kebijakan umum yang telah digariskan oleh RUPS. e) Merumuskan kebijakan perusahaan sesuai dengan kebijakan umum
yang telah ditetapkan oleh RUPS.
f) Menyiapkan rencana kerja tahunan perusahaan lengkap dengan anggaran keuangan tepat pada waktunya.
g) Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan perusahaan dan perhitungan hasil usaha menurut cara dan waktu yang telah ditetapkan oleh RUPS.
Direksi merupakan suatu kesatuan dewan yang terdiri atas: a) Direktur Utama
Direktur Utama memiliki tugas sebagai berikut:
(1) Untuk dan atas nama Direksi serta mewakili peeseroan menerima petunjuk dan bertanggung jawab kepada RUPS tentang kebijakan umum untuk menjalankan tugas pokok perusahaan dan tugas lain yang ditetapkan oleh RUPS.
(2) Mengendalikan pelaksanaan kebijakan direksi yang dilakukan oleh para direktur.
b) Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan tugas pemasaran, penyusunan trafik produksi dan pendapatan (TPP), pengembangan usaha, perencanaan teknik dan konstuksi, serta peralatan sesuai dengan kebijakan pengusahaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha membawahi bidang:
(1) Bidang Pemasaran
Bidang Pemasaran mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, menyusun program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan pengkajian pasar dan penyusunan TPP serta tarif, promosi, hubungan pelanggan, dan pengkajian kerjasama usaha. Bidang Pemasaran membawahi Sub bidang Pengkajian Pasar, Sub Bidang Promosi dan TPP, dan Sub Bidang Kerjasama Usaha.
(2) Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha
Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan corporate plan dan business plan, pelaksanaan penelitian bidang potensi usaha, peluang bisnis serta penyusunan master plan dan tata guna lahan, serta analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Bidang
Perencanaan dan Pengembangan Usaha membawahi Sub Bidang Perencanaan Perusahaan dan Sub Bidang Lingkungan Hidup dan Master Plan.
(3) Bidang Peralatan
Bidang Peralatan mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan pengadaan dan pemeliharaan, alat bongkar muat, teknik mesin, instalasi listrik dan air, instalasi minyak, dan telekomunikasi, serta merencanakan kebutuhan peralatan dan bahan keperluan teknik dalam rangka menunjang kelancaran pelayanan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan. Bidang Peralatan membawahi Sub Bidang Mesin, Listrik, Air, Telekomunikasi, dan Kapal dan Sub Bidang Alat Bongkar Muat.
(4) Bidang Fasilitas
Bidang Fasilitas mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan penyusunan kegiatan survey, rancang bangun, pemeliharaan bangunan, pemeliharaan alur dan kolam, pembangunan fasilitas serta memberikan rekomendasi teknis untuk mendirikan bangunan. Bidang Fasilitas membawahi Sub Bidang Rekayasa dan Sub Bidang Pemeliharaan.
c) Direktur Operasi
kegiatan bidang operasi pelayanan jasa kepelabuhanan, yang meliputi pelayanan kapal dan barang, bina usaha, teknologi informasi, manajemen risiko dan jaminan mutu, sesuai dengan kebijakan pengusahaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Direktur Operasi membawahi bidang:
(1) Bidang Pelayanan Kapal dan Barang
Bidang Pelayanan Kapal dan Barang mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan pelayanan kapal, pelayanan barang, penyiapan armada, dan pelayanan terminal penumpang. Bidang Pelayanan Kapal dan Barang membawahi Sub Bidang Pelayanan Kapal, Sub Bidang Pelayanan barang, Sub Bidang Pelayanan Armada, dan Sub Bidang Pelayanan Terminal Penumpang.
(2) Bidang Bina Usaha
Bidang Bina Usaha mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan pengusahaan tanah, perairan, bangunan, air dan listrik, pengusahaan pada Unit Terminal Peti Kemas dan pada unit usaha lainnya serta anak perusahaan. Bidang Bina Usaha membawahi Sub Bidang Pelayanan Bina Usaha I, Sub Bidang Pelayanan Bina Usaha II, dan Sub Bidang Aneka Usaha.
(3) Bidang Teknologi Informasi
pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan pengembangan perangkat keras, rekayasa sistem aplikasi perangkat lunak, jaringan LAN/WAN, e-mail, website, portal, serta penyajian data dan pelaporan simoppel. Bidang Teknologi membawahi Sub Bidang Pengembangan dan Penerapan Aplikasi, Sub Bidang Perangkat Keras dan Jaringan, Sub Bidang Penyajian Data dan Pelaporan Simoppel.
(4) Bidang Manajemen Risiko dan Manajemen Mutu
Bidang Manajemen Risiko dan Manajemen Mutu mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan kegiatan manajemen risiko, penerapan, pengembangan, pemeliharaan sistem manajemen mutu, implementasi kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan penerapan sistem pengamanan pelabuhan secara internasional (ISPS Code). Bidang Manajemen Risiko dan Manajemen Mutu membawahi Sub Bidang Manajemen Risiko dan K3 dan Sub Bidang Manajemen Mutu dan ISPS Code.
d) Direktur Keuangan
Direktur Keuangan mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan bidang akuntansi manajemen, perbendaharaan, akuntansi keuangan, serta kemitraan dan bina lingkungan sesuai dengan kebijakan pengusahaan yang
telah ditetapkan perusahaan. Direktur Keuangan membawahi bidang: (1) Bidang Akuntansi Manajemen
Bidang Akuntansi Manajemen mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan penyusunan rencana kerja dan anggaran perusahaan, pengendalian serta pelaporan anggaran, analisis biaya, kelayakan pendanaan investasi dan kinerja keuangan dalam rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Bidang Akuntansi Manajemen membawahi Sub Bidang Anggaran dan Sub Bidang Akuntansi biaya.
(2) Bidang Perbendaharaan
Bidang Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan persediaan dan kassa, kegiatan tata usaha keuangan, analisis pengelolaan dana, lalu lintas keuangan, dan hutang piutang dalam rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Bidang Perbendaharaan membawahi Sub Bidang Persediaan dan Kassa, Sub Bidang Tata Usaha Keuangan, dan Sub Bidang Hutang Piutang.
(3) Bidang Akuntansi Keuangan
Bidang Akuntansi Keuangan mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan akuntansi umum, verifikasi dan perpajakan dalam
rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Bidang Akuntansi Keuangan membawahi Sub Bidang Akuntansi Umum, Sub Bidang Verifikasi, dan Sub Bidang Perpajakan.
(3) Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan
Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan kemitraan dan bina lingkungan dalam rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Bidang kemitraan dan bina lingkungan membawahi Sub Bidang Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan dan Sub Bidang Administrasi dan Pelaporan.
e) Direktur Personalia dan Umum
Direktur Personalia dan Umum mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan bidang perencanaan dan pengembangan organisasi dan sumber daya manusia, memelihara hubungan ketenagakerjaan, administrasi sumber daya manusia dan kesejahteraan sumber daya manusia serta administrasi umum sesuai dengan kebijakan pengusahaan yang telah ditetapkan perusahaan. Direktur Personalia dan Umum membawahi bidang:
(1) Bidang Perencanaan Organisasi dan Sumber Daya Manusia
Bidang Perencanaan Organisasi dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan perencanaan sumber
daya manusia, perencanaan organisasi, program pelatihan, dan penegembangan sumber daya manusia dalam rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Bidang Perencanaan Organisasi dan Sumber Daya Manusia membawahi Sub Bidang Perencanaan dan Pengembangan Organisasi dan Sub Bidang Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
(2) Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan hubungan ketenagakerjaan, administrasi dan kesejahteraan sumber daya manusia dalam rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia membawahi Sub Bidang Hubungan Ketenagakerjaan, Sub Bidang Administrasi SDM, dan Sub Bidang Kesejahteraan SDM.
(3) Bidang Umum/Kepala Kantor Pusat
Bidang Umum/Kepala Kantor Pusat mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan kegiatan umum yang meliputi administrasi perkantoran, keprotokolan perusahaan, inventaris perusahaan dan kerumahtanggaan, keamanan perusahaan, serta keuangan kantor pusat. Bidang umum membawahi Sub Bidang Tata Usaha Perkantoran, Sub Bidang Kerumahtanggaan dan Keamanan
Perusahaan, dan Sub Bidang Administrasi Kantor Pusat. 2) Satuan Pengawasan Intern (SPI)
Satuan Pengawasan Intern mempunyai tugas membantu Direktur Utama dalam melakukan penilaian secara independen atas sistem pengendalian pengelolaan perusahaan dan penilaian atas pelaksanaan pengelolaan melalui pemeriksaan keuangan dan operasional pada Kantor Pusat, Cabang-cabang pelabuhan, dan Unit-unit di lingkungan perusahaan serta memberikan laporan dan saran-saran perbaikan kepada Direktur Utama dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan yang efisien, efektif, dan ekonomis dalam rangka mendorong perwujudan Good Corporate Governance. Kepala Satuan Pengawasan Intern membawahi Pengawas Bidang dan Tata Usaha Satuan Pengawasan Intern. Satuan Pengawasan Intern mempunyai fungsi sebagai berikut:
a) Penyelenggaraan penilaian pelaksanaan sistem pengendalian internal dan sistem pengendalian manajemen perusahaan.
b) Penyelenggaraan pemeriksaan keuangan dan operasional perusahaan. c) Penyelenggaraan dokumentasi laporan hasil pemeriksaan dan tindak
lanjut temuan pemeriksaan serta ketatausahaan.
d) Pendorong pelaksanaan pengawasan melekat yang lebih efektif di perusahaan.
e) Pendorong penerapan Good Corporate Governance.
f) Sebagai mitra kerja dengan Komite Audit dan Pemeriksa Eksternal dalam mengawasi pengelolaan perusahaan.
g) Pelaksanaan proram kerja dan menyelenggarakan penerapan sistem informasi manajemen di lingkungan kerja.
3) Corporate Secretary
Corporate Secretary mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, menyusun program kerja dan menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan direksi, hubungan masyarakat, serta hubungan antar lembaga dan hubungan internasional. Untuk menyelenggarakan tugasnya tersebut, Corporate Secretary mempunyai fungsi sebagai berikut:
a) Sebagai pejabat penghubung (Liason Officer) antara perusahaan dengan pemegang saham, regulator, lembaga lain, dan publik serta sebagai penanggung jawab sekretariat perusahaan maupun sekretariat direksi dan menatausahakan dokumen-dokumen perusahaan.
b) Penyiapan pembinaan, penyusunan program kerja, dan penyelenggaraan kegiatan kesekretariatan Direksi.
c) Penyiapan pembinaan, penyusunan program kerja, dan penyelenggaraan kegiatan hubungan masyarakat.
d) Penyiapan pembinaan, penyusunan program kerja, dan penyelenggaraan kegiatan hubungan antar lembaga dan hubungan internasional.
e) Pemantauan penerapan Good Corporate Governance.
f) Penyiapan pembinaan, penyusunan program kerja, dan penyelenggaraan kegiatan pameran dan eksibisi perusahaan.
g) Pelaksanaan program kerja dan penyelenggaraan penerapan sistem informasi manajemen di lingkungan kerja.
Corporate Secretary membawahi:
a) Asisten Corporate Secretary Kesekretariatan Direksi b) Asisten Corporate Secretary Hubungan Masyarakat
c) Asisten Corporate Secretary Hubungan antar Lembaga dan Hubungan Internasional
4) Biro Hukum
Biro Hukum mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, menyusun program kerja dan menyelenggarakan sosialisasi peraturan perusahaan/perundangan yang berlaku, penelaahan peraturan perusahaan, perlindungan kepentingan perusahaan, penyimpanan dokumen, pemberian bantuan dan pertimbangan hukum di dalam pengelolaan perusahaan. Biro Hukum membawahi Bidang Penelaahan Hukum dan Peraturan Perusahaan dan Bidang Penanganan Masalah Hukum. Biro Hukum mempunyai fungsi:
a) Perlindungan kepentingan perusahaan dan pemantauan atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan/perundangan yang berlaku. b) Penelaahan peraturan perusahaan.
c) Pemberian bantuan dan pertimbangan hukum di dalam pengelolaan perusahaan.
d) Penyimpanan dokumen hukum dan sosialisasi peraturan perusahaan/perundangan yang berlaku.
e) Pelaksanaan program kerja dan menyelenggarakan penerapan sistem informasi manajemen di lingkungan kerja.
5) Biro Logistik
Biro Logistik mempunyai tugas menyiapkan pembinaan dan pengembangan sistem Logistik perusahaan, menyusun program kerja serta menyelenggarakan kegiatan logistik perusahaan, yang meliputi pengadaan, perbekalan, pendistribusian, dan pengendalian pengadaan bidang teknik dan non teknik serta pengelolaan administrasi pengadaan barang dan jasa. Biro Logistik membawahi Logistik Bidang Teknik dan Logistik Bidang Non Teknik dan Administrasi. Biro Logistik mempunyai fungsi:
a) Pembinaan dan pelaksanaan program kerja pengembangan sistem Logistik perusahaan.
b) Pembinaan dan pelaksanaan program kerja bidang pengadaan dan perbekalan bidang teknik dan non teknik.
c) Pembinaan dan pelaksanaan program kerja bidang administrasi dan ketatausahaan pengadaan barang dan jasa.
d) Pembinaan dan pelaksanaan program kerja dan menyelenggarakan penerapan penerapan sistem informasi manajemen di lingkungan kerja. 2. Deskripsi Hasil Penelitian
a. Kebijakan Program CSR di Perusahaan
PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan Program CSR. Tidak hanya sekedar menerapkan Program CSR, perusahaan juga berkomitmen menjalankan paradigma barunya dengan
sungguh-sungguh. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta terciptanya pemerataan pambangunan untuk masyarakat.
Pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, Program CSR diselenggarakan oleh Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan, di bawah pengawasan Direktur Keuangan. Susunan kepemimpinan bidang KBL adalah:
Gambar 4.1
Struktur Organisasi Bidang KBL Sumber: Pelindo I, 2010
Penerapan Program CSR diikuti oleh visi dan misi Program CSR PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, yang terlihat sejalan dan mendukung visi dan misi perusahaan secara keseluruhan. Adapun visi dan misi Program CSR PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I adalah sebagai berikut:
Visi :
Senior Manajer Kemitraan dan Bina
Lingkungan Asisten Senior Manajer Administrasi dan Pelaporan Asisten Senior Manajer Pembinaan KBL
Staf Pelaksana Staf Pelaksana Staf Pelaksana
Direktur Keuangan
PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I berperan serta dalam suatu bentuk pertanggungjawaban sosial perusahaan kepada lingkungan luar, alam, sosial, dan ekonomi dengan Prinsip Win-Win Solution dan menguntungkan perusahaan.
Misi
Pemberian bantuan dan kepedulian untuk masyarakat sekitar dalam bentuk aktivitas bisnis yang dapat mendukung perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
:
Bentuk Program CSR pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I terbagi atas tiga bagian, yaitu Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan, dan Program Bantuan Sosial. Penjelasan dari masing-masing program adalah sebagai berikut: