• Tidak ada hasil yang ditemukan

TGQ.HRQ.001.(1)A

1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya:

KODE UNIT JUDUL UNIT

XXX.XXX.000(1)A Memelihara Komunikasi Fiber Optic (F/O) TGD.HWA.001(1).A Memelihara Radio dan antene.

2. Pengujian:

2.1. Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis dan lisan.

2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi in berdasarkan kepada:

2.3.1. Aspek kritis yang dicapai harus memperlihatkan unjuk kerja yang konsistan untuk masing-masing Elemen Kompetensi yang

diterapkan secara mandiri sesuai dengan persyaratan perusahaan.

2.3.2. Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing Elemen Kompetensi dengan menggunakan cara, presedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan.

2.3.3. Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang

mendukung dan keterampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam panduan penilaian.

3. Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.1. Teori Listrik mencakup :

• Rangkaian listrik : seri/paralel, rangkaian arus dan tegangan, 3.2. Elektronika.

3.3. Teknik digital.

3.4. Diagram perkawatan system Telkomunikasi Fiber Optic 3.5. Komputer.

3.6. Rangkaian catu daya DC

3.7. Pengetahuan alat ukur besaran listrik.

3.8. Sistem pembumian : macam sistem pembumian, tegangan sentuh, tegangan langkah, resistivitas tanah, bahan konduktor.

3.9. Penggunaan alat ukur : alat ukur tegangan, alat ukur arus.

3.10. Penggunaan peralatan kerja komisioning system Telekomunikasi FO 3.11. Sistem Telkomunikasi fiber optic

3.12. Kabel fiber optic.

3.13. Network management system (NMS)

3.14. Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja

4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal:

Setara SMK (STM) / SMU (IPA)

5. Memiliki Keterampilan pendukung tentang:

5.1. Pemakaian Voltmeter, amper meter, Frequensi meter,selective level meter.

5.2. Pemakaian alat uji system Telekomunikasi Fiber Optic.

5.3. Penggunaan komputer

III. KOMPETENSI KUNCI

Kompetensi kunci A B C D E F G

Level 3 3 3 3 2 2 2

STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG INSPEKSI TRANSMISI

Kode Unit : TIT.IKP.001. (2)A

Judul Unit : Komisioning sistem Telekomunikasi Power Line Carrier (PLC)

Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup pelaksanaan komisioning sistem Telekomunikasi PLC sesuai prosedur dan persyaratan standar yang berlaku.

Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

1. Merencanakan dan menyiapkan komisioning sistem Telekomunikasi PLC.

1.1. Surat perintah kerja, izin kerja, gambar kerja , blangko berita acara, persyaratan lingkungan, blangko uji, SOP, dokumen kontrak dan dokumen terkait lainnya sudah disiapkan, dipelajari dan dipahami.

1.2. Jadwal dan program kerja komisioning sistem Telekomunikasi PLC sudah disiapkan.

1.3. Alat uji dan alat K2 sudah disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.

2. Menyiapkan pelaksanaan dilapangan di lapangan untuk komisioning sistem Telekomunikasi PLC.

2.1. Kondisi lapangan sudah sesuai dengan perintah kerja dan persyaratan K2

2.2. Alat uji komisioning sistem Telekomunikasi PLC sudah disiapkan, ditempatkan dan dipasang dilapangan.

3. Melaksanakan komisioning sistem Telekomunikasi PLC.

3.1. Kelengkapan dan tata letak peralatan Telekomunikasi PLC (outdoor dan indoor).

sudah diperiksa secara visual sesuai gambar kerja dan standar/acuan.

3.2. Spesifikasi peralatan Telekomunikasi PLC (outdoor dan indoor) yang terpasang sudah diperiksa sesuai standar/acuan .

3.3. Setting peralatan Telekomunikasi PLC (outdoor dan indoor) yang terpasang sudah diperiksa sesuai standar/acuan .

3.4. Hasil uji individu peralatan Telekomunikasi PLC (outdoor dan indoor) sudah diperiksa sesuai standar/acuan

3.5. Jalur/kanal komunikasi suara (PAX/PABX) sudah diiuji fungsi sesuai prosedur pengujian.

3.6. Jalur/kanal komunikasi data sudah diiuji fungsi sesuai prosedur pengujian.

3.7. Jalur/kanal tele proteksi sudah diuji fungsi sesuai prosedur pengujian

3.8. Seluruh kelengkapan indikator (“announciator”) dan sistem alarm peralatan PLC sudah diuji fungsi sesuai prosedur pengujian.

3.9. Sistem Catu daya DC dan lengkapannya sudah diiuji fungsi sesuai prosedur pengujian

4. Melakukan evaluasi hasil komisioning sistem Telekomunikasi PLC.

4.1. Hasil komisioning sudah dievaluasi sesuai standar/acuan/ spesifikasi dan dokumen kontrak.

5. Membuat laporan hasil komisioning sistem Telekomunikasi PLC.

5.1. Laporan hasil komisioning sudah diisi sesuai format yang berlaku dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang terkait.

I. BATASAN VARIABEL

Unit kompetensi ini berlaku pada komisioning sistem Telekomunikasi PLC di gardu induk tegangan tinggi dan harus didukung dengan tersedianya:

1. Peraturan perusahaan.

2. Peraturan tentang K2

3. SOP yang berlaku diperusahaan 4. Dokumen kontrak

5. Standar/acuan terkait

6. Instruction manual dari masing-masing peralatan

7. Gambar kerja: diagram perkawatan, tata letak peralatan dan lain-lain 8. Data hasil uji individu.

9. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

10. Blangko berita acara dan blangko uji yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

dan disetujui bersama.

II. PANDUAN PENILAIAN

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus dilakukan dengan cara, sebagai berikut:

1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya:

KODE UNIT JUDUL UNIT

TGD.HWL.003(1).A Memelihara Power Line Carrier (PLC).

TGD.HWA.001(1).A Memelihara Radio dan antene.

2. Pengujian:

2.1. Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis dan lisan.

2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi in berdasarkan kepada:

2.3.1. Aspek kritis yang dicapai harus memperlihatkan unjuk kerja yang konsistan untuk masing-masing Elemen Kompetensi yang

diterapkan secara mandiri sesuai dengan persyaratan perusahaan.

2.3.2. Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing Elemen Kompetensi dengan menggunakan cara, presedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan.

2.3.3. Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang

mendukung dan keterampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam panduan penilaian.

3. Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.1. Teori Listrik mencakup :

• Rangkaian listrik : seri/paralel, rangkaian arus dan tegangan.

3.2. Elektronika.

3.3. Teknik digital.

3.4. Diagram perkawatan system Telkomunikasi PLC 3.5. Komputer.

3.6. Rangkaian Catu daya DC

3.7. Pengetahuan alat ukur besaran listrik.

3.8. Sistem pembumian

3.9. Penggunaan alat ukur listrik

3.10. Penggunaan peralatan kerja komisioning system Telekomunikasi 3.11. Sistem Telkomunikasi (PLC, PABX/PAX)

3.12. Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja 4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal:

Setara SMK (STM) / SMU (IPA)

5. Memiliki Keterampilan pendukung tentang:

5.1. Pemakaian Voltmeter, amper meter, Frequensi meter,selective level meter.

5.2. Pemakaian alat uji system Telekomunikasi PLC dan PABX/PAX.

5.3. Penggunaan komputer

III. KOMPETENSI KUNCI

Kompetensi kunci A B C D E F G

Level 3 3 3 3 2 2 2

STANDAR KOMPETENSI SUB BIDANG INSPEKSI TRANSMISI

Kode Unit : TIT.ISS.001. (3)A Judul Unit : Komisioning sistem SCADA

Deskripsi Unit : Unit kompetensi ini mencakup pelaksanaan komisioning sistem SCADA sesuai prosedur dan persyaratan standar yang berlaku.

Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja

1. Merencanakan dan menyiapkan komisioning sistem SCADA.

1.1. Surat perintah kerja, izin kerja, gambar kerja , blangko berita acara, persyaratan lingkungan, blangko uji, SOP dokumen kontrak dan

dokumen terkait lainnya sudah disiapkan, dipelajari dan dipahami.

1.2. Jadwal dan program kerja komisioning bay kapasitor sudah disiapkan.

1.3. Alat uji dan alat K2 sudah disiapkan sesuai keperluan dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman.

2. Menyiapkan pelaksanaan dilapangan di lapangan untuk komisioning sistem SCADA.

2.1. Kondisi lapangan sudah sesuai dengan perintah kerja dan persyaratan K2

2.2. Alat uji komisioning sistem SCADA sudah disiapkan, ditempatkan dan dipasang dilapangan.

3. Melaksanakan komisioning sistem SCADA.

3.1. Kelengkapan dan tata letak peralatan Sistem SCADA sudah diperiksa secara visual sesuai gambar kerja dan standar/acuan.

3.2. Spesifikasi peralatan Sistem SCADA yang terpasang sudah diperiksa sesuai

standar/acuan.

3.3. Program database peralatan SCADA yang terpasang pada Control Center (Master Computer) dan Gardu Induk (RTU) sudah diperiksa sesuai standar/acuan.

3.4. Peralatan telemetering sudah diiuji fungsi sesuai standar/acuan

3.5. Peralatan telecontrol sudah diiuji fungsi sesuai prosedur pengujian dan acuan.

3.6. Peralatan telesignaling sudah diiuji fungsi sesuai standar/acuan.

3.7. Event Recorder sudah diiuji fungsi sesuai standar/acuan.

4. Melakukan evaluasi hasil komisioning sistem SCADA.

4.1. Hasil komisioning sudah dievaluasi sesuai standar/acuan/ spesifikasi dan dokumen kontrak.

5. Melakukan analisa hasil komisioning system SCADA

5.1. Hasil evaluasi komisoning system SCADA sudah dianalisa dan diidentifikasi kemungkinan penyimpagan dari standar/acuan/spesifikasi.

5.2. Penyimpangan yang teridentifikasi ditetapkan alternative pemecahannya sesuai

standar/acuan.

6. Membuat laporan hasil komisioning sistem SCADA.

6.1. Laporan hasil komisioning sudah diisi sesuai format yang berlaku dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang terkait.

I. BATASAN VARIABEL

Unit kompetensi ini berlaku untuk komisioning peralatan SCADA pada sistem kelistrikan tegangan menengah keatas dan harus didukung dengan tersedianya : 1. Peraturan perusahaan.

2. Peraturan tentang K2

3. SOP yang berlaku diperusahaan 4. Dokumen kontrak

5. Standar/acuan terkait

6. Instruction manual dari masing-masing peralatan

7. Gambar kerja: diagram perkawatan, tata letak peralatan dan lain-lain 8. Data hasil uji individu.

9. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.

10. Blangko berita acara dan blangko uji yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan disetujui bersama.

II. PANDUAN PENILAIAN

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus dilakukan dengan cara, sebagai berikut:

1. Unit kompetensi yang harus diketahui sebelumnya:

KODE UNIT JUDUL UNIT

TGD.HWA.003(2).A Memelihara Peralatan Sistem SCADA

TIT.IKF.001.(2).A Komisioning Sistem Komunikasi Fiber Optic (FO).

TIT.IKP.001.(2).A Komisioning Sistem Komunikasi Power Line Carrier (PLC).

XXX.XXX.XXX(X)X Komisioning Remote Terminal Unit (RTU) dan kelengkapannya

XXX.XXX.XXX(X)X Komisioning Master Komputer SCADA dan lengkapannya

2. Pengujian:

2.1. Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

2.2. Kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan, diujikan secara tertulis dan lisan.

2.3. Hasil yang dicapai dari unit kompetensi in berdasarkan kepada:

2.3.1. Aspek kritis yang dicapai harus memperlihatkan unjuk kerja yang konsistan untuk masing-masing elemen kompetensi yang

diterapkan secara mandiri sesuai dengan persyaratan perusahaan.

2.3.2. Memenuhi kriteria unjuk kerja untuk masing-masing elemen kompetensi dengan menggunakan cara, presedur, informasi dan sumber daya yang tersedia, sesuai standar perusahaan.

2.3.3. Memperagakan pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung dan keterampilan yang terkait sebagaimana tercantum dalam panduan penilaian.

3. Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.1. Teori Listrik mencakup :

• Rangkaian listrik : seri/paralel, rangkaian arus dan tegangan, 3.2. Elektronika.

3.3. Teknik digital.

3.4. Diagram perkawatan sistem SCADA 3.5. Diagram perkawatan Gardu Induk 3.6. Komputer (database SCADA).

3.7. Rangkaian Catu daya DC

3.8. Pengetahuan alat ukur besaran listrik.

3.9. Sistem pembumian : macam sistem pembumian, tegangan sentuh, tegangan langkah, resistivitas tanah, bahan konduktor.

3.10. Penggunaan alat ukur : alat ukur tegangan, alat ukur arus.

3.11. Penggunaan peralatan kerja komisioning sistem SCADA 3.12. Sistem SCADA (hardware dan software)

3.13. Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja

4. Persyaratan dasar kualifikasi pendidikan formal:

Setara SMK (STM) / SMU (IPA) 5. Memiliki pengetahuan tentang:

5.1. Pemakaian Voltmeter, amper meter.

5.2. Pemakaian alat uji sistem SCADA.

5.3. Penggunaan komputer 5.4. Program database SCADA.

III. KOMPETENSI KUNCI

Kompetensi kunci A B C D E F G

Level 3 3 3 3 2 2 2

GLOSSARY

sistem kontrol

Rangkaian pengaturan peralatan dari kontrol panel ke peralatan switch yard.

sistem SCADA

Rangkaian pengaturan sistem control dan pengukuran gardu induk secara remote dari control center.

Komisioning

Pelaksanaan pemeriksaan fisik, desain, instalasi dan uji fungsi peralatan yang akan dioperasikan.

Bank kapasitor

Beberapa unit kapasitor yang dirangkai serie dan parallel menjadi satu unit kapasitor dengan daya dan tegangan yang lebih besar.

AVR ( Automatic Voltage Regulator):

Rangkaian pengatur tegangan yang berfungsi untuk mengatur tegangan pada nilai tetentu. Pada trafo daya digunakan untuk mengatur posisi tap charger.

Advanced

Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang tinggi yang harus dapat ditunjukan oleh seorang yang dianggap ahli (yang mengandung unsur

kemampuan analisa, konseptual dan pemecahan masalah yang tinggi) Alternating current/arus bolak-balik

Arus yang berubah arahnya secara berkala/periodik Ammeter/ampere meter

Bentuk perdagangan dari galvanometer yang dibuat sedemikian, sehingga simpangan jarum menunjukan langsung kuat arus dalam ampere.

Analysis/Analisa

Diartikan sebagai pengolahan data menjadi informasi melalui langkah yang rasional.

Apparatus/peralatan

Adalah peralatan yang dipergunakan pada proses pentransmisian tenaga listrik As Built Drawing

Gambar realisasi hasil pelaksanaan

Alat Pengukur

Peralatan/satu set instrument untuk mengetahui batasan dasar/nilai unjuk kerja elektrik

Arrester

Peralatan/ instrument penangkal lonjakan tegangan lebih untuk melindungi rangkaian listrik.

Back Up protection/ Pengaman cadangan: relai proteksi yang akan bekerja setelah pengaman utama/ main protection gagal bekerja.

Bay : Suatu area di Gardu Induk tempat terpasangnya peralatan instalasi transmisi listrik yang sebutan namanya disesuaikan dengan tujuan dan nama peralatan utama yang terpasang

Contoh: Bay Penghantar, bay trafo, bay kapasitor, bay reaktor, bay koppel, dsb.

Bagan 1 Garis

Gambar rangkaian teknik pengganti kondisi sesungguhnya

CBF Protection(Circuit Breaker Failure protection)/ Pengamanan kegagalan pemutus tenaga( PMT): relai proteksi yang bekerja karena kegagalan buka PMT saat diperintahkan relai proteksi untuk membuka Circuit breaker/alat pemutus daya .

Saklar otomatis membuka bila arus melampaui dari yang ditentukan.

Event Recorder

Peralatan/ instrument yang dapat merekam suatu kejadian yang berupa waktu terjadi perubahan suatu peralatan yang dipantau.

Commissioning/Komisioning

Adalah kegiatan pengujian teknis yang dilakukan agar peralatan/unit atau sistem dipastikan siap untuk operasional sesuai ketentuan prosdur yang berlaku.

Communications/Komunikasi

Penyampaian informasi melalui suatu media . Competency/Kompetensi

Adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas/pekerjaan yang didasi atas pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

Component/Komponen

Adalah bagian-bagian dari suatu peralatan atau unit yang memiliki fungsi dalam pengoperasian suatu sistem.

Catu Daya

Satu alat instrumen pembangkit kecil tegangan arus balok balik atau arus searah

Componentkomponen

Adalah suatu bagian peralatan yang digunakan untuk mengoperasikan sub Sistem dalam suatu kesatuan unit

CT (Current Transformer)/Transformator Arus

Adalah suatu alat untuk merubah arus besar dengan tegangan tinggi menjadi arus kecil dengan tegangan rendah, yang digunakan untuk alat-alat pengaman dan alat ukur.

Drawings/gambar

Refer kepada, gambar teknik, rangkaian, PID, skematik, gambar layout dan site plan.

Differential relay/rele –difrensial

Rele yang saat bekerja norma, saling melawan/menetralkan.

Saat salah satu menjadi lebih kuat/lebih lemah, keseimbangan akan terkacaukan dan magnitnya tergiatkan sehingga rele bekerja mengaktifkan peralatan pemutus tenaga/pengaman.

DEF (Directional Earth Fault)/Gangguan tanah berarah

Relay proteksi yang bekerja berdasarkan besarnya arus pada rangkaian netral dan pada arah titik gangguan.

Diameter

Sekumpulan peralatan listrik yang menghubungkan dua busbar pada sistem 11/2 breaker melalui PMT dan PMS beserta dengan sirkuit bantu, proteksi dan kontrol.

Distance Relay/ Relai jarak

Relai proteksi yang bekerja berdasarkan pengukuran impedansi transmisi.

Elektroda pembumian

Peralatan yang berfungsi untuk menyalurkan Saluran tenaga yang berlebih dibuang ke tanah

Fault Locator/Lokasi gangguan.

Peralatan yang dapat mendeteksi lokasi titik gangguan, bekerja berdasarkan pengukuran impedansi dari lokasi peralatan ke titik gangguan.

High Voltage / Tegangan Tinggi

Merujuk pada tegangan listrik AC lebih dari 30 KV HV Apparatuse

Peralatan yang dipergunakan untuk penyaluran dan pengontrolan arus listrik

Instalasi Panel

Peralatan Jaringan tempat bermuaranya tegangan untuk disalurkan Instalasi Penangkal Petir

Jaringan yang disalurkan ke tanah /pentanahan termasuk dengan pengamanannya (surge arrester)

Instalasi Elektronika

Jaringan untuk arus lemah untuk keperluan tata suara dan tata gambar.

Inspect/Memeriksa

Memeriksa atau mengecek/menguji suatu sistem, rangkaian, komponen atau bagian tertentu secara visual atau secara phisik lainnya untuk mengetahui kerusakan atau penyimpangan yang terjadi.

Inspection / Pengujian

Melakukan pemeriksaan secara lebih detail melalui pengamatan atau pendengaran untuk diperbandingkan dengan standar

Install/ Memasang

Berkaitan dengan pemasangan dan penyetelan instalasi baru, atau penggatian suatu.

Jatuh Tegangan

Persentase yang diperhitungkan dari selisih tegangan awal dikurangi tegangan ujung peralatan dengan tegangan awal peraltan

Kotak PHB

Kotak terminal papan hubung bagi

Kontinuitas Terus menerus Kapasitor

Adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berguna untuk menaikan faktor daya.

Komissioning test

Serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian untuk meyakinkan bahwa instalasi yang diperiksa dan diuji ini telah berfungsi semestinya dan memenuhi persyaratan, hingga dapat dinyatakan siap untuk dioperasikan dan secara resmi dapat diserah terimakan.

Multi System

Adalah suatu peralatan Sistem intern di unit yang terintegrasi dengan peralatan diluar sistim dalam suatu unit kegiatan operasional.

Meter KVARh

Meter energi reaktif Ohm meter

Bentuk galvanometer untuk mengukur resistan listrik.

Over current protection/Pengamanan arus lebih

Effek alat yang bekerja pada arus berlebihan untuk menyebabkan an mempertahankan interupsi dan reduksi dari aliran arus ke peraltan yang diatur

Panel Listrik

Satu tempat bergabungnya penghubung alat-alat penghantar arus/tegangan

Perhitungan Mekanikal

Bilangan yang menyatakan secara elemen/penghantar bergerak Periodik

Putaran waktu Sistem

Adalah suatu peralatan yang terintegrasi dengan sub-sub sistem lainya yang ditetapkan oleh Perusahaan.

SOP Perusahaan (diartikan Standard Operating Procedure atau Standing Operation Procedure)

Adalah suatu ketentuan yang dikeluarkan oleh Perusahaan didalam melakukan kegiatan Operasi maupun Pemeliharaan suatu Unit Pembangkit, baik itu mengacu kepada Instruction manual maupun modifikasi dari instruction manual tersebut sesuai dengan kebutuhan Perusahaan.

Sub Sistem

Adalah suatu bagian dari sitem peralatan tertentu yang ditetapkan oleh Perusahaan.

Standard SPLN

Standar baku yang telah disepakati internal PLN SMU

Sekolah menengah Umum SMK

Sekolah Menengah Kejuruan K2

Keselamatan Ketenagalistrikan

Dokumen terkait