• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1. Proses Pemotongan

2.5.6. Unit Pengolahan Limbah

Limbah yang dihasilkan pada produksi kayu ini berupa limbah cair dan limbah padat. Limbah cair yaitu air buangan dari hasil penyedot air dari vakuum yang terkandung pada pori-pori kayu dari stasiun pemberian obat serta air buangan pencucian kayu.

Limbah padat yaitu sisa pemotongan kayu dan serbuk kayu. Sisa potongan kayu dengan panjang tertentu bisa dimanfaatkan kembali untuk merekatkan satu kayu dengan kayu lain. Jika ukuran potongan kayu tidak memungkinkan lagi untuk digunakan sebagai produk jadi, maka sisa kayu disimpan dalam tempat tertentu. Limbah ini akan dibakar dalam tempat pembakaran dan digunakan sebagai bahan bakar boiler untuk mengeringkan kayu yang terdapat pada cade room.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perekonomian Indonesia semakin terintegrasi dengan perekonomian global. Persaingan yang terjadi di sektor industri semakin pesat, hal tersebut memicu para pengusaha untuk memperoleh strategi baru yang lebih efektif agar setiap sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dan diharapkan memberikan hasil yang optimal. Menghadapi kondisi tersebut, maka perusahaan harus mampu meningkatkan daya saing dengan melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan mengoptimalkan setiap proses produksi (Dionisius Narjoko, 2013).

Sistem produksi ditentukan oleh sistem penunjangnya. Gudang merupakan salah satu penunjang dan bagian penting dari suatu sistem produksi. Sistem pergudangan yang baik adalah sistem pergudangan yang mampu memanfaatkan ruang untuk penyimpanan secara efektif agar dapat meningkatkan utilitas ruang serta meminimalisasi biaya material handling (Heragu,1997). Secara garis besar, beberapa faktor penting dalam merancang gudang adalah tinggi gudang, docking area, media penyimpanan, bentuk dan ukuran aisle, tata letak dalam gudang, serta tingkat otomasi yang digunakan untuk penyimpanan dan pengambilan material (Bartholdi Jhon J. Hackman Steven T, 2011).

PT. Putra Flora Rimba Tani merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kayu yang berlokasi di Tanjung Morawa. Perusahan memiliki gudang sendiri yang cukup luas dengan ukuran luas gudang produk daun

pintu keseluruhan 42m x 20m = 840m2. Perencanaan gudang yang baik akan sangat membantu perusahaan dalam memaksimalkan ruang penyimpanan serta meminimalkan besarnya biaya material handling yang dikeluarkan.

Penempatan produk daun pintu di gudang produk masih belum teratur atau masih kurang rapi dalam melakukan penyusunan produk, sehingga menyebabkan ketidakefektifan kerja dalam proses perpindahan produk jadi. Jarak terjauh dari pintu 41 meter pada tata letak awal, yang seharusnya bisa lebih pendek jarak tempuh terjauhnya. Permasalahan di gudang melihat besarnya rasio luas slot penyimpanan terhadap luas gudang produk daun pintu sebesar 44,68% atau sebesar 464,64 m2 dari 840 m2 luas area yang tersedia.

Permasalahan yang terdapat pada gudang saat ini adalah telah terjadi produk daun pintu yang cacat sangat besar akibat forklift dan tumpukan yang mencapai hingga sebesar 10,54%. Pihak manajemen membatasi kecacatan tidak lebih dari 10%. Produk daun pintu yang out of blok (jumlah pallet setiap slot tidak sama) dapat menyebabkan penambahan biaya material handling dan dapat mengurangi performansi sistem First In First Out (FIFO). Penempatan produk daun pintu yang tidak sesuai, dimana seharusnya barang yang memiliki frekuensi pengiriman terbanyak dan yang sering keluar-masuk di dekatkan dengan pintu keluar. Jarak antara tumpukan yang terlalu dekat dengan ukuran 7,5cm dan lebar gang (aisle) 135 cm. Jarak ini menyebabkan sulitnya pengambilan produk daun pintu pada forklift dan produk yang berada di area forklift mengalami kerusakan akibat tertabrak forklift. Proses bongkar muat produk semakin lama dan sulit, jarak tempuh proses pemindahan produk tidak efisien.

PT. ABC dengan permasalahan yang sama. Rancangan perbaikan yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode fix slot storage (dedicated storage), dihasilkan penghematan area penyimpanan usulan 1 dengan persentase pen

1.2. Rumusan Masalah

Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah tidak terdapat penataan produk daun pintu yang teratur. Besarnya rasio luas slot penyimpanan terhadap luas gudang produk daun pintu, jarak antara tumpukan yang terlalu dekat pada lebar aisle (gang). Sehingga menyebabkan sulitnya pengambilan produk daun pintu pada forklift, produk yang berada di area forklift mengalami kerusakan akibat tertabrak forklift, dan jarak tempuh proses pemindahan produk tidak efisien.

1.3. Tujuan dan Manfaat

Tujuan umum penelitian adalah untuk memberikan usulan perbaikan tata letak gudang produk daun pintu yang lebih fleksibel terhadap pemindahan material di gudang sehingga mempermudah proses bongkar muat produk, meminimisasi jarak tempuh pemindahan produk dan mengurangi dampak kerusakan produk.

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Mengetahui kebutuhan slot di gudang produk jadi berdasarkan penempatan produk daun pintu.

2. Mengetahui kebutuhan luas lantai.

3. Mengetahui pemanfaatan penggunaan luas lantai.

4. Mengetahui penghematan waktu dan jarak perjalanan total di gudang produk daun pintu.

5. Merencanakan jarak antara tumpukan aliran aisle (gang) di gudang produk daun pintu.

6. Mendapatkan rancangan tata letak gudang produk dalam slot dengan metode shared storage masing-masing item produk jadi yang efektif untuk meminimalkan jarak transportasi pada gudang, mengurangi kecelakaan dan mengurangi kecacatan produk akibat kecelakaan.

Manfaat yang hendak diperoleh dalam melakukan penelitian ini adalah: 1. Bagi Mahasiswa

Mampu mengaplikasikan teori-teori yang diperoleh selama perkuliahan di dunia kerja dan menambah kemampuan dalam memecahkan masalah di lapangan khususnya dalam pengendalian persediaan melalui rancangan sistem informasi.

2. Bagi Perusahaan

Sebagai masukan bagi perusahaan bilamana akan diadakan perubahan tata letak layout pada areal penyimpanan gudang produk daun pintu.

3. Bagi Departemen Teknik Industri USU

Memperat hubungan kerjasama antara perusahaan dengan departemen Teknik Industri USU dalam berbagai hal.

Dokumen terkait