rough
Navtex adalah salah satu bagian dari alat GMDSS yang diwajibkan harus ada diatas kapal oleh SOLAS chapter IV regulation 7.
Navtex adalah singkatan dari navigation telex yakni suatu radio telex yang membroadcasting berita berita yang penting untuk navigasi kapal
di laut. Navtex adalah sebuah jaringan worldwide yang membroadcast berita peringatan navigasi, dan berita perkiraan cuaca di frequensi 518 khz dan 490 khz serta 4209,5 MHz ke seluruh kapal secara lansung dan otomatis. Selain frequensi tersebut ada pula negara – negara tertentu yang memboadcast berita Navtex lewat frequensi tertentu. Radius jangkau dari navtex bervariasi mulai dari radius 250 nm hingga 400 nm. Frequensi 518 khz adalah frekuensi yang menggunakan bahasa inggris sedang frequensi 490 khz dan 4209,5 khz menggunakan bahasa lokal, contohnya jika navtex stasiun tersebut berada di Prancis maka di frekuensi ini berita navtex akan disampaikan dalam bahasa Prancis.
5. Info BMKG
Selain menggunakan alat – alat di atas kapal, kita juga bisa mengetahui perkiraan cuaca lewat informasi dari BMKG. BMKG ialah singkatan dari Badan Meteoroloi Klimatologi dan Geofisika.
BMKG mempunyai status sebuah lembaga pemerintahan non departemen, yang dipimpin oleh seorang kepala badan. BMKG melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika sesuai dengan ketentuan undang – undang yang berlaku.
Tindakan yang dilakukan setelah mendapatkan hasil
observasi cuaca 2.3 KERANGKA PEMIKIRAN
Agar mempermudah penyusunan penelitian ini penulis menggunakan kerangka pemikiran berupa tabel, dan pada tabel kerangka pemikiran ini, penulis akan lebih menekankan tentang, observasi keadaan cuaca di atas kapal, karena sangat berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran. Berikut kerangka pemikiran yang telah penulis buat.
Tabel 2.3 kerangka pemikirn
MASALAH
Observasi Keadaan Cuaca Di Atas Kapal, sangat mempengaruhi keselamatan pelayaran.
Teori observasi keadaan cuaca
Kegiatan di lapangan saat perwira di atas kapal melakukan observasi cuaca
Kesimpulan
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Metode Kualitatif
Dalam karya tulis ini penulis akan menggunakan jenis Penelitian kualitatif, karena penulis pernah membaca suatu artikel yang menjelaskan tentang metode kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain menurut, (Bogdan dan Taylor,1975), dan dalam penelitian ini penulis mengambil fenomena tentang observasi keadaan cuaca di atas kapal. Penulis mengambil jenis metode kualitatif ini karena apa yang telah dijelaskan oleh Bogdan dan Taylor tentang metode kualitatif sangat cocok dengan penelitian yang penulis ambil.
3.1.1 Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu
Untuk mendapat data-data informasi yang berhubungan dengan observasi keadaan cuaca di atas kapal, penulis melakukan penelitian yang dilaksanakan selama penulis menjalankan pendidikan di Politeknik Pelayaran Surabaya dan ketika nanti akan melaksanakan praktek laut selama satu tahun.
2. Tempat
Sedangkan tempat penelitian dilakukan di atas kapal pada saat penulis melakukan praktik laut.
3.1.2 Jenis dan Sumber Data 1. Data Primer
Penulis telah membaca dari suatu artikel yang menjelaskan tentang data primer, dan arti data primer menurut Suryabrata (2003:84), yaitu, data langsung yang diperoleh peneliti dengan tujuan khusus. Berdasarkan keterangan di atas penulis mengambil kesimpulan data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya. Data tersebut menjadi data sekunder jika dipergunakan orang yang tidak berhubungan langsung dengan penelitian yang bersangkutan. Adapun penerapan data primer ini, penulis melaksanakan pengawasan dan penelitian terhadap objek penelitian yaitu ketika dilaksanakan praktek laut selama satu tahun di atas kapal dimana untuk mengobservasi keadaan cuaca di atas kapal.
1. Wawancara
Sehubungan dengan jenis dan sumber data yang membahas tentang data primer, wawancara adalah cara untuk mendapatkan data primer.
Menurut Riduwan (2003:56), wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara merupakan proses tanya jawab secara lisan yang dilakukan seseorang saling berhadapan dan saling menerima serta memberikan informasi. Wawancara sebagai alat
pengumpul data menghendaki adanya komunikasi langsung antara penelitian dengan sasaran penelitian. Dalam menyusun KIT ini, penulis melakukan wawancara nonformal dalam kegiatan sehari-hari dengan Nahkoda dan para Mualim, terutama Mualim 2 pada kapal yang bertanggung jawab dalam masalah navigasi juga dengan ABK sehingga dapat lebih meyakinkan pembaca juga sebagai bahan acuan didalam mendeskripsikan data dan mempermudah dalam proses penganalisaannya.
2. Data Sekunder
Menurut Suryabrata (2003 : 86), Data Sekunder adalah data yang terlebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang yang sedang meneliti, walaupun data yang dikumpulkan sebenarnya sudah asli.
Sehingga dapat disimpulkan data sekunder adalah merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut ataupun disajikan baik oleh pihak pengumpul dari data primer atau pihak lain. Penerapan dari data sekunder ini diperole dari buku – buku atau literature yang ada, seperti buku–buku dari perpustakaan, data sekunder yakni :
1. Studi Kepusatakaan
Studi kepustakaan digunakan dengan maksud untuk mendapatkan atau mengumpulkan data dengan jalan mempelajari buku yang berkaitan dengan pokok masalah yang diteliti.
3.2 Pemilihan Informan
Dalam penelitian kualitatif, yang dimaksud subjek penelitian adalah informan yang memberikan data penelitian melalui wawancara. Informan dalam
penelitian ini adalah wawancara nonformal dalam kegiatan sehari-hari dengan Nahkoda dan para Mualim yang bertanggung jawab dalam masalah navigasi sehingga dapat lebih meyakinkan pembaca juga sebagai bahan acuan didalam mendeskripsikan data dan mempermudah dalam proses penganalisaannya.
3.3 Teknik Analisis
Kegiatan yang memerlukan perhatian khusus bagi seseorang peneliti baik selama di lapangan maupun sesudah data terkumpul adalah analisis data. Menurut Patton (1980) analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatupola, kategori dan satuan uraian dasar.
Menurut Sarwono (2006), prinsip pokok teknik analisis kualitatif ialah mengolah dan menganalisis data yang terkumpul menjadi data yang sistematik, teratur, terstruktur, dan mempunyai makna. Dalam hal ini setelah seluruh data dari hasil penelitian diperoleh, dilaksanakan teknik analisa data. Menurut Moleong (2006) dalam penulisan proposal penelitian menggunakan 3 macam metode analisa data:
1. Penyajian Data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang telah tersusun secara terpadu dan mudah dipahami yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan mengambil suatu tindakan.
2. Pembahasan
Pembahasan dapat didefinisikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis di lapangan.
3. Menarik Kesimpulan
Menarik kesimpulan merupakan kemampuan peneliti dalam menyimpulkan berbagai temuan data yang diperoleh selama proses penelitian, dan pada penulisan karya ilmiah terapan ini, digunakan metode pendekatan dengan menggambarkan secara keseluruhan permasalahan ketika melakukan observasi keadaan cuaca di atas kapal, dengan cara membaca, mencatat dan mengumpulkan bahan – bahan tertentu yang berhubungan dengan penelitian baik berupa buku, artikel, maupun karya ilmiah lainnnya. Dari data – data yang telah terkumpul maka penulis akan menyimpulkan kembali, dan akan diambil bagian – bagian yang lebih penting dengan wawancara terhadap Informan di kapal yaitu wawancara nonformal dengan Nahkoda dan para Mualim, terutama Mualim 2 pada kapal yang bertanggung jawab dalam masalah navigasi juga dengan ABK.
DAFTAR PUSTAKA
Achmad Faizal. (2014). Kecelakaan KM. Tanto Hari dan MT. Sirius di alur pelayaran Barat Surabaya: (KOMPAS.com. Diakses pada 17 Februari 2020) Adi Nugroho. (08.2018). Gambar dan penjelasan tentang jenis – jenis dan bentuk
awan. (http://kitacerdas.com/jenis-jenis-awan/. Diakses pada 28 januari 2020.)
Beaufort scale. (en.wikipedia.org/wiki/Beaufort_scale. Dikses pada 10 Februari 2020)
Bogdan Taylor. Pengertian metode kualitatifa.
(http://eprints.umm.ac.id/35187/4/.com. Diakses pada 15 April 2018) Luke Yahya. (2017). Alat – alat observasi cuaca.(Diakses pada 17 April 2018) M. Arif Zainul Faud. (2014). Cara melakukan observasi cuaca.
(http://labeksplorasi.fpik.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/Metode-Observasi-dan-Simbol-Cuaca.pdf. Diakses pada 06 April 2018)
Nasution pengertian observasi : (SUMBERPENGERTIAN.com. Diakses pada 18 Februari 2018)
Ridwan. (2003). Penjelasan tentang wawancara. (Diakses pada 20 April 2018) Salamedukasi. (2014). Cara – cara melakukan observasi :
(salamedukasi/2014/06.com)
Site Defaul. (2015). Jenis – jenis dan bentuk awan dan gambar jenis – jenis awan.
(https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/jenis-jenis-awa. Diakses pada 15 April 2018)
Soejardi Wh. (2010). Cuaca dalam kegiatan pelayaran : (PUSTAKACUACA.com. Diakses pada 20 April 2018)
Suryabrata. (2003). Penjelasan tentang data primer dan data sekunder : (digilib.uinsby.ac.id/. Diakses pada 20 April 2018)
Winarso. (2003). Pengertian cuaca. (http//:scribd.com/doc/pengertian-cuaca.
Diakses pada 15 April 2018)