Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 18.427.394.850 dan realisasi anggaran sebesar Rp. 18.175.709.025,00 atau setara dengan 98.63% serta realisasi fisik 100%. Output kegiatan adalah terlaksananya peliharaan jalan sepanjang 339,143 km, pemeliharaan jembatan sepanjang 2.594,20 m.
13.Kegiatan Rehabilitasi Jalan Dan Jembatan Provinsi Di BPJ Wilayah
Pelayanan III untuk Menunjang Kegiatan PON XIX Tahun 2016
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dengan anggaran Rp. 139.867.496.559 dan realisasi anggaran sebesar Rp. 133.041.013.324,00 atau setara dengan 95.12% dari anggaran kegiatan. Output kegiatan adalah terlaksananya rehabilitasi jalan sepanjang 82,83 km.
14.Kegiatan Rehabilitasi Jalan Dan Jembatan Provinsi Di Bpj Wilayah
Pelayanan VI untuk Menujang Kegiatan PON XIX Tahun 2016
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dengan anggaran Rp. 8.987.221.100 dan realisasi anggaran sebesar Rp. 8.987.221.003,00 atau setara dengan 99.99% serta realisasi fisik 100%. Output kegiatan adalah terlaksananya rehabilitasi jalan sepanjang 8,10 km.
15.Kegiatan Penanganan Kerusakan Jalan dan Jembatan Yang Harus
Ditangani Segera
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 4.985.600.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp. 4.302.256.031,00 atau 86.29% serta realisasi fisik 100%. Output kegiatan adalah terlaksananya penanggulangan kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana alam.
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-80
b. Permasalahan dan Solusi
Pada Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan tidak ada permasalahan maupun kendala yang berarti sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik.
3) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan dengan indikator tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan, yang mencapai 70% pada tahun 2015. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat melalui 1 (satu) kegiatan dengan total alokasi anggaran Rp. 7.724.632.250,-, dengan realisasi anggaran Rp. 4.866.287.420,-, atau 63%. Outcome Program adalah meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatanmenjadi 81% pada tahun 2018.
a. Pelaksanaan Program
Kegiatan Pengadaan Peralatan Jalan pada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 7.724.632.250,00, realisasi anggaran sebesar Rp. 4.866.287.420,00 atau 63% realisasi fisik 100%. Output kegiatan adalah tersedianya peralatan pendukung pengelolaan jalan, jembatan berupa mobile patching unit.
b. Permasalahan dan Solusi
Pada Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan tidak ada permasalahan maupun kendala yang berarti sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik.
4) Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan
Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan dengan indikator tingkat ketersediaan informasi jalan dan jembatan yang meningkat menjadi 97% pada tahun 2015. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat melalui 4(empat) kegiatan dengan total alokasi anggaran Rp. 1.308.700.000,-, dengan realisasi anggaran Rp. 1.118.437.589,-, atau 85,46%. Outcome Program adalah meningkatnya ketersediaan informasi jalan dan jembatan menjadi 100% pada tahun 2018.
a. Pelaksanaan Program
1. Kegiatan Penyusunan Data Base Leger Jalan
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-81 alokasi anggaran sebesar Rp. 576.000.000,00 relisasi anggaran sebesar Rp. 518.382.500,00 atau 89.99% realisasi fisik 100%. Output kegiatan adalah terlaksananya survey leger jalan sepanjang 14,40 km.
2. Kegiatan SosialisasiKebinamargaan di Jawa Barat
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp. 186.675.800,00 atau 62.22% realisasi fisik 100%. Output kegiatan adalah terselenggaranya sosialisasi dan penyebaran informasi pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat.
3. Kegiatan Pengawasan dan Pemanfaatan Jalan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 240.400.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp. 233.695.889,00 atau 97.21% realisasi fisik 100%. Output kegiatan adalah tersedianya data tanah pada rumija (ruang milik jalan) yang digunakan masyarakat.
4. Kegiatan Pelaksanaan Pengujian Tanah dan Bahan Jalan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 192.300.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp. 179.683.400,00 atau 93.44% realisasi fisik 100%. Output kegiatan adalah tersedianya data hasil pengujian bahan perkerasan jalan dan kondisi tanah.
b. Permasalahan dan Solusi
Pada Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan tidak ada permasalahan maupun kendala yang berarti sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik.
5) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan
Pengairan Lainnya
Program tersebut dilaksanakan melalui 7 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 106.478.904.680,00 dengan realisasi anggaran Rp. 86.648.733.770,00. Indikator capaian Program tersebut adalah Tingkat kondisi baik jaringan irigasi di Daerah Irigasi kewenangan Provinsi dari target sebesar 71-76%, realisasi ketercapaiannya adalah sebesar 69,65% pada tahun 2015 dan Pembangunan Daerah Irigasi Strategis ( di Caringin) dengan target 38,24%, dan realisasi sebesar 4,5 %. Outcome Program adalah
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-82 meningkatnya kondisi baik jaringan irigasi di Daerah Irigasi kewenangan Provinsi menjadi 86% pada tahun 2018.
a. Pelaksanaan Program
1. Kegiatan Perencanaan Detail Rehabilitasi Jaringan Irigasi Di Jawa
Barat
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4.017.323.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 3.908.918.170,00 (97,30%), fisik 100 %.Output : Tersusunnya dokumen desain jaringan irigasi tahap I pada areal Cikalong Kabupaten Tasikmalaya dan areal Parigi Kabupaten Pangandaran, tersusunnya kajian potensi sumber air untuk pencetakan sawah baru 100.000 Ha.
2. Optimalisasi Kegiatan Sumber Daya Air di Jawa Barat
Kegiatan ini dilaksanakan oleh dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 577.330.000,00 realisasi anggaran sebesar 503.334.375,00 (87,18%), fisik 100%. Output : Terlaksananya Pembinaan Kegiatan Pemeliharaan irigasi sesuai dengan pedoman yang berlaku di 6 Wilayah Sungai, tersusunnya data kondisi jaringan irigasi kewenenangan Provinsi Jawa Barat dan terlaksananya peringatan Hari Air Dunia.
3. Kegiatan Pemantauan dan Pengembangan Potensi O&P Jaringan
Irigasi Di Jawa Barat
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 200.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 189.854.996,00 (94.93%), fisik 100%.Output:Tersusunnya dan terpantaunya kegiatan O & P jaringan irigasi pada 91 D.I, penyusunan Rencana Tata Tanam Global D.I. kewenangan provinsi dan pemberdayaan komisi irigasi provinsi dan kab./kota.
4. Kegiatan Pengelolaan Jaringan Irigasi di 6 (enam) Wilayah Sungai
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 80.177.319.680,00 realisasi anggaran sebesar Rp 76.061.962.644,00 (94,87%), fisik 100%. Output: Terpeliharanya prasarana bangunan air dan saluran irigasi sehingga fungsi jaringan irigasi lebih optimal untuk mengalirkan air irigasi ke daerah layanannya. Terdapat 2 (dua) sub- kegiatan utama dalam kegiatan Pengelolaan Jaringan Irigasi ini yaitu: 1) Operasi
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-83 dan Pemeliharaan (O&P) Jaringan Irigasi 91 DI berupa kegiatan babadan rumput, galian tanah, galian lumpur, pengecatan, dan pengangkatan sedimen pada salurandan, 2) melakukan rehabilitasi Jaringan Irigasi pada. 49 DI dengan melakukan kegiatan perbaikan bangunan air, pembuatan pasangan linning, pembuatan TPT, pembuatan bangunan talang, perbaikan/pembuatan linning saluran, pembuatan saluran pasangan, perbaikan gorong-gorong, perbaikan pintu, perbaikan bangunan penguras, pembuatan pasangan tembok tegak, perbaikan bangunan sadap.
5. Pembebasan Lahan dan Pembangunan DI. Caringin di Kab. Sukabumi
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp20.216.027.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 5.711.168.585,00 (28,25%), fisik 28,25%. Dengan target Output : tersedianya lahan DI. Caringin Kab. Sukabumi seluas 40 Ha dan terlaksananya pembangunan jalan akses sepanjang 5,4 km yang dalam pelaksanaannya lahan yang dapat dibebaskan baru teralisasi hanya untuk lahan untuk jalan akses ke Bendung Caringin.
6. Pengelolaan Jaringan Irigasi Terpadu Lintas Kewenangan Pemerintah
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 290.905.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 254.055.000,00 (87,33%), fisik 100%. Output : Terlaksananya Penyusunan Dokumen Pedoman dan Masterplan Pengelolaan Irigasi Terpadu.
7. Dukungan Pembangunan Bendung Rengrang di Kab. Sumedang
Kegiatan ini yang dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp1.000.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 19.440.000,00 (1,94%), fisik 1,94%. Output : Tersedianya pembebasan lahan seluas 2,5 ha.
b. Permasalahan dan Solusi
1. Permasalahan
(1) Kegiatan Pembebasan Lahan dan Pembangunan DI. Caringin di Kab. Sukabumi, permasalahannya 1) Setelah keluar SK Gubernur tentang Penetapan Lokasi (13 Agustus 2015)berdasarkan UU 22/2012 tentang Pengadaan Tanah, tahapan selanjutnya adalah Tahapan III (Pelaksanaan) dan Tahapan IV (Serah Terima) merupakan tugas dan wewenang BPN
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-84 Provinsi Jawa Barat c.q. Kantor BPN Kab. Sukabumi, 2) Kepala Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat telah mengajukan Surat Permohonan Pelaksanaan kepada BPN Kab. Sukabumi (11 dan 16 September 2015), dan 3) Sampai akhir Desember 2015, lahan untuk jaringan irigasi belum siap untuk dibayarkan karena Tim Satgas BPN Kab. Sukabumi baru melaksanakan tahapan identifikasi dan inventarisasi objek serta subjek tanah, sehingga target tuntasnya pembebasan lahan sebesar 40 Ha untuk jaringan irigasi pada DI. Caringin pada tahun 2015 tidak tercapai.
(2) Kegiatan Dukungan Pembangunan Bendung Rengrang di Kab. Sumedang permasalahannya 1) Lahan yang siap dibayar hanya untuk jalan masuk dan tubuh bendung yang sudah dibayar sepenuhnya oleh APBN, sementara lahan untuk jaringan irigasi belum siap dibayarkan dan 2) MoU belum bisa diselesaikan mengingat dalam UU No.23/2014 Tentang Pemerintahan Daerah, kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah belum diatur.
2. Solusi
(1) Kegiatan Pembebasan Lahan dan Pembangunan DI. Caringin di Kab. Sukabumi, permasalahannya: 1) Mengalokasikan anggaran pengadaan tanah pada DPA tahun 2016, 2) Memperbanyak koordinasi intensif kepada Kantor BPN Kab. Sukabumi untuk mempercepat menyelesaikan tahapan pengadaan tanah selanjutnya pada awal tahun 2016, dan 3) Pembebasan lahan diprioritaskan untuk lokasi pembangunan tubuh bendung dan sebagian saluran induk.
(2) Kegiatan Dukungan Pembangunan Bendung Rengrang di Kab. Sumedang, permasalahannya: 1) Mendorong Pemkab dan BPN Kab. Sumedang untuk mempercepat proses pengadaan lahan sehingga pada tahun 2016 banyak lahan yang siap dibayarkan dan 2) Kegiatan Dukungan Pembangunan Bendung Rengrang di Kab. Sumedang di Tahun Anggaran 2016 dianggarkan kembali dan secara bertahap akan dilaksanakan pembebasan tanah untuk jaringan irigasi.
3. Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan
Sumber Daya Air Lainnya
Program tersebut dilaksanakan melalui 18 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 42.688.134.411 ,00 dengan realisasi anggaran Rp. 37.606.283.146,00. Indikator capaian Program tersebut adalah Tingkat daya tampung situ-situ di 6 wilayah sungain dengan
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-85 target 45% dan Jumlah wadukyang terbangun per tahun dengan target 2 waduk. Outcome Program adalah meningkatnya daya tampung situ-situ di 6 wilayah sungai menjadi 60% pada tahun 2018 dan terbangunnya 3 (tiga) waduk strategis pada tahun 2018.
a. Pelaksanaan Program
1. Kegiatan Perencanaan Umum Sumber Daya Air Bidang Sungai, Danau,
dan Sumber Air lainnya
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 500.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 473.315.573,00 (94,66%), fisik 100%. Output: Terlaksananya Review Penyusunan Rancangan Rencana PSDA W.S. Ciwulan-Cilaki Tahap II (Lanjutan).
2. Kegiatan Perencanaan Detail Situ, Waduk dan Sungai di Jawa Barat
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1.427.260.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 1.368.195.943,00 (95,86%), fisik 100%. Output: Tersedianya dokumen perencanaan teknis, berupa Kajian Morfologi Sungai Cimandiri Hulu, Perencanaan Awal Bendung Hyang, Perencanaan Sungai Cisuda dan Sungai Cimandiri, Perencanaan Situ Cianjing, Perencanaan Situ Ijah, Perencanaan Situ Ciburial, Perencanaan Situ Ciburial, Desain Penataan dan Pengamanan Mata Air Citarum Hulu.
3. Kegiatan DukunganPercepatan Pembangunan Waduk Jatigede di
Kabupaten Sumedang
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1.037.500.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 618.835.000,00 (59,65%), fisik 100%. Output : Fasilitasi Operasional Samsat penyelesaian Dampak Sosial dan Lingkungan Pembangunan Waduk Jatigede.
4. Kegiatan Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Waduk Kuningan Di
Kabupaten Kuningan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3.000.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 2.872.167.950,00 (95,74%), fisik 100%. Output : Tersedianya lahan sebagai sharing Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembangunan Waduk Kuningan seluas 2,55 Ha.
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-86
5. Kegiatan Pengawasandan Pengendalian Pemanfaatan Air Permukaan
dan Tanah Negara
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 150.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 146.739.475,00 (97,83%), fisik 100%. Output:Terlaksananya Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan Pengawasan Pemanfaatan Penggunaan Air Permukaan terhadap Kepemilikan Izin Penggunaan Air Permukaan, Data NPA, Terlaksananya Pertiban Lapangan Pengguna Air Permukaan sesuai Perda No. 10/2001, Terkendali dan Terawasinya Pemanfaatn Tanah Negara.
6. KegiatanPengukuran dan Penetapan Sempadan Sungai Citarum
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 500.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 410.503.000,00 (82,10%), fisik 100%.Output : Dokumen usulan Penetapan batas Sempadan Sungai Citarum (10 Km) dan Situ Cisanti (8 Ha).
7. Kegiatan Penertiban Saran Teknis Air Permukaan dan Pemanfaatan
Pemakaian Tanah Negara
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 220.000.000,00 realisasi anggaran sebesar 208.083.925,00 (94,58%), fisik 100%.Output : Terbitnya saran teknis ijin pengambilan dan pemanfaatan air permukaan (SIPPA) di Jawa Barat, terbitnya saran teknis ijin pemakaian tanah Negara, koordinasi pemanfaatan air permukaan 6 Wilayah Sungai, dan terlaksananya koordinasi teknis pemanfaatan tanah Negara 6 Wilayah Sungai.
8. Kegiatan Pemberdayaan Lembaga Koordinasi Sumber Daya Air &
Irigasi dan Kerjasama Pengelolaan Sumber Daya Air dan Irigasi
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 230.107.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 187.373.739,00 (81,43%), fisik 100%.Output :Terfasilitasinya Program MPU Bidang Pengairan, Terfasilitasinya Program Kerjasama antara Pusat, Provinsi dan Kab/Kota, Terfasilitasi Perjanjian Kerjasama Situ/Daerah Irigasi antara Provinsi dan Kab/Kota, terfasilitasinya Koordinasi Program PSDA Jabar-DKI-Banten Tahun 2015, fasilitasi GN-KPA, fasilitasi perjanjian kerjasama Pengelolaan Sumber Daya Air di Jawa Barat, fasilitasi perjanjian kerjasama DI. Caringin, fasilitasi perjanjian
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-87 kerjasama dan fasilitasi perjanjian kerjasama situ antara Kab dan Kota.
9. Kegiatan Dewan SDA Provinsi Jawa Barat
Kegiatan ini yang dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 83.740.000,00 realisasi anggaran sebesar 37.976.883,00 (45,35%), fisik 100%. Output: Terlaksananya Pembentukan Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat.
10. Kegiatan Pengelolaan Situ-Situ di 6 (enam) Wilayah Sungai di Jawa
Barat
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 11.803.007.200,00 realisasi anggaran sebesar Rp 10.585.073.953,00 (89,68%), fisik 100%. Output : Meningkatnya kondisi dan fungsi sumber daya air pada 83 situ/waduk/kawah/embung,dengan melakukan kegiatan Operasi, rehabilitasi dan Pemeliharaan (O&P) melalui kegiatan galian tanah/lumpur, babadan rumput, pengecatan pintu pada : Situ Kedawung (5 Ha), Situ Panyinangan (1,5 Ha), Situ Batukarut (3,34 ha), Situ Sukarame (7,45 Ha), Situ Cigalumpit /Waluran (4 Ha), Situ Sanim (0,4 Ha), Situ Tarisi (1,5 Ha), Situ Datar Nangka (4 Ha), Situ Cieurih (1 Ha), Situ Cikeruk (2 Ha), Situ Gunung (10 Ha), Situ Samarang (1 Ha), Situ SUkamanah (4 Ha), Situ Rawa Gede (1 Ha), Situ Rawapatat (2 Ha), Situ Ciminut (1 Ha), Situ Galumpit (4 ha), Situ Talaga darma Wangsa (0,6 Ha), Situ Talaga warna (2,4 Ha), Situ Cibogo Kab. Subang, Situ Cibodas Kab. Purwakarta, Situ Cianjing, Situ Ciijah, Situ Ciburial, Waduk Lapangan Kalideres, Situ Cibolang, Waduk Lapangan Kalideres, Situ Bolang, Waduk Lapangan Dadap Berendung, dll.
11. Kegiatan Pengelolaan dan Analisis Data Hidrologi di Jawa Barat
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 300.000.000,00 realisasi anggaran sebesarRp 296.452.700,00 (98,82%), fisik 100%.Output:Tersedianya data sumber daya air, berupa pengumpulan data debit sungai harian, data debit sungai dan curah hujan di 6 Wilayah Sungai di Jawa Barat melaui pengumpulan dan pengolahan data kuantitas air dengan melaksanakan analisis data hidrologi pada 145 pos.
12. Kegiatan Manajemen DAS pada 6 (enam) Wilayah Sungai di Jawa Barat
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar 3.188.030.500,00 realisasi anggaran sebesar Rp
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-88 3.031.218.863,00 (95,08%) fisik 100%.Output : Tersusunnya pengelolaan daerah aliran sungai meliputi pemantauan banjir dan kekeringan di 6 WS, pemantauan kualitas air (pada 76 titik sampling) pada 6 WS, penyusunan alokasi air sungai pada 6 WS, identifikasi kondisi prasarana sumber daya air pada 6 WS, pengendalian pemanfaatan air permukaan dan tanah negara pada sumber air pada 6 WS, pemutakhiran GIS sumber daya air pada 6 WS, dan sosialisasi kebijakan Pengelolaan SDA.
13.Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai pada 3 Wilayah Sungai (WS.
Cisadea-Cibareno, WS.Citarum, dan WS. Ciwulan-Cilaki
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 7.150.324.900,00 realisasi anggaran sebesar Rp 6.883.670.150,00 (96,27%), fisik 100%.Output : Meningkatnya kesinambungan fungsi sungai untuk mengendalikan erosi, sedimentasi dan pengendalian daya rusak air/banjir pada 14 sungai (Sungai Cisuda Kab.Sukabumi, Sungai Cimandiri Kab.Sukabumi, Sungai Cipanengah Kab.Sukabumi, Sungai Cikupa, Sungai Cigunung, Sungai Ciparigi, Sungai Cipelang, Sungai Citiis, Sungai Cibandung, Sungai Cisolok, Sungai Cigentis Kab.Karawang, Sungai Cipalebuh Kabupaten Garut, Sungai Cilonggan Kabupaten Tasikmalaya, Sungai Cikunir Kabupaten Tasikmalaya).
14.Kegiatan WISMP-2 dan Pendamping Hibah APBD di Dinas PSDA
Provinsi Jawa Barat dan Balai PSDA WS. Cisadea-Cibareno
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 7.205.545.436,00 realisasi anggaran sebesar Rp 5.876.294.873,00 (81,55%), fisik 100%.Output : Terfasilitasinya kegiatan Sekretariat Dewan Sumber Daya Air, Pengembanga GIS, Tim Sistem Informasi, Pelatihan Sistem Informasi, Pengelolaan Proyek Peningkatan SISDA Provinsi, Operasional PPIU, Desain Partisipatif, Pengelolaan Proyek dan Bantuan, Penguatan Lembaga Koordinasi Sekretariat TKPSDA, Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Wilayah Sungai, Sosialisasi Peraturan Perundangan SDA, Rumusan Kebijakan PSDA SDA.
15.Kegiatan Survey Investigasi Rekayasa Teknik SDA
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 220.198.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 219.342.538,00 (99,61%), fisik 100%. Output: Tersedianya hasil survey
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-89 investigasi sumber daya air pada 6 Wilayah Sungai dan inventarisasi kondisi mata air di Citarum hulu KM 20-40.
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-90
16.Pengelolaan Terintegrasi DAS Citarum, DAS Ciliwung dan DAS Cimanuk
Kegiatan ini yang dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 500.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 437.241.781,00 (87,45%), fisik 100%. Output: Dokumen usulan penetapan batas sempadan Sungai Ciliwung sepanjang 10 Km.
17.Identifikasi Mata Air di Jawa Barat Selatan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 478.254.000,00 realisasi anggaran sebesarRp 474.404.800,00 (99,20%), fisik 100%.Output: Tersedianya hasil identifikasi mata air di wilayah sungai yang ada di Jabar Selatan.
18.Pembangunan dan Pengamanan Mata Air di DAS Citarum
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp4.694.167.375,00 realisasi anggaran sebesarRp 3.479.392.000,00 (74,12%), fisik 100%.
b. Permasalahan dan Solusi
1. Permasalahan
(1) Kegiatan Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat belum dapat dilaksanakan setelah UU No. 7/2014 Tentang Sumber Daya Air dibekukan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
(2) Kegiatan Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat baru dapat dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 setelah terbitnya Surat Edaran Dirjen SDA No.1 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Dewan Sumber Daya Air Provinsi/Kab/Kota dan TKPSDA Pasca Keputusan MK .
2. Solusi
Kegiatan Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat dianggarakan kembali pad TA. 2016.
4. Program Pengendalian Banjir dan Pengaman Pantai
Program Pengendalian Banjir dan Pengaman Pantai dilaksanakan melalui 3 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp. 6.886.828.000,00 dengan realisasi anggaran Rp.6.648.551.625,00 atau sebesar 96,5% Indikator capaian Program tersebut adalah Tingkat penanganan darurat infrastruktur SDA dan irigasi yang terkena bencana alam dengan target 100%. Outcome Program adalah meningkatnya penanganan darurat
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-91 infrastruktur SDA dan irigasi yang terkena bencana alam mencapai 100% pada tahun 2018.
a. Pelaksanaan Program
1. Dukungan Pengendalian Banjir dan Kekeringan di 6 Wilayah Sungai
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 110.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 106.216.000,00 (96,56%), fisik 100%. Output: Tersedianya data potensi bencana banjir dan kekeringan.
2. Penanggulangan Bencana Banjir dan Kekeringan
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 6.200.000.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 5.983.506.875,00 (96,51%), fisik 100%.Output : Tersedianya bahan banjiran untuk penanggulangan darurat bencana alam, yaitu : bronjong kawat, batu belah, dolken, bamboo, riul plastic, kakrung plastik, semen, pasir pasang, pasir beton, besi, batu pecah, mesin/krikil, drum, pipa dan PVC.
3. Kegiatan Penanganan Banjir Cilencang di Kota Bandung, Kota Depok
dan Kota Bekasi
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 576.828.000,00 realisasi anggaran sebesar Rp 558.828.750,00 (96,88%), fisik 100%.Output : Tersedianya masterplan penanganan banjir cilencang di Kawasan Gedebage Kota Bandung.
5. Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman memiliki indikator yaitu 1) Cakupan layanan air minum yang meningkat menjadi 67,13% pada tahun 2015; Cakupan pelayanan air limbah domestik yang meningkat menjadi 65,03% pada tahun 2015 Cakupan pelayanan persampahan perkotaan yang meningkat menjadi 65,65% pada tahun 2015.
Program ini dilaksanakan oleh Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat melalui 15 (lima belas) kegiatan dengan total alokasi anggaran Rp. 114.593.696.600,-, dengan realisasi anggaran Rp. 98.555.662.048,- atau 86 %. Outcome Program adalah 1) Meningkatnya cakupan layanan air minum menjadi 76% pada tahun 2018; 2) Meningkatnya cakupan pelayanan air limbah domestik menjadi 69% pada tahun 2018; 3)
LKPJ GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2015 IV-92 Meningkatnya cakupan layanan persampahan perkotaan menjadi 71% pada tahun 2018; 4) Meningkatnya tingkat kinerja drainase permukiman (menurunkan jml kawasan dgn genangan > 30 cm selama 2 jam menjadi 80% pada tahun 2018; 5) Meningkatnya cakupan layanan air minum oleh SPAM regional menjadi 50% pada tahun 2018; dan 6) Meningkatnya cakupan layanan persampahan perkotaan oleh sistem regional menjadi 39% pada tahun 2018.
a. Pelaksanaan Program
1. Kegiatan Pendampingan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sabermas) Di
DAS Citarum
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 657.309.000,00dan realisasi anggaran sebesar Rp 580.689.900,00 atau setara dengan 88,34 %. Output