Pemberkatan Api dan Persiapan Lilin Paskah
8. Pada tempat yang memadai di luar gereja, disediakan api unggun. Umat berkumpul di situ, lalu imam tampil bersama para pembantu, seorang di antaranya membawa Lilin Paskah. Salib dan lilin-lilin tidak dibawa serta. Apabila tidak dapat disediakan api di luar gereja, upacara dilangsungkan seperti dicatat di bawah ini (no. 13).
9. Imam berkata: “Dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus” sambil, bersama umat, membuat tanda salib. Dengan cara biasa ia memberi salam kepada umat dan menyampaikan ajakan singkat mengenai Vigili Malam Paskah atau dengan kata-kata sebagai berikut:
Saudara-saudara terkasih, pada malam yang amat suci ini Tuhan kita Yesus Kristus
beralih dari kematian kepada kehidupan. Gereja kudus mengajak putra dan putrinya yang tersebar di seluruh bumi
supaya berkumpul untuk berjaga dan berdoa.
Bila kita sudah melangsungkan kenangan akan Paskah Tuhan
sambil mendengarkan sabda-Nya dan merayakan misteri-Nya,
maka kita memiliki harapan akan mendapat bagian dalam kemenangan Kristus atas maut
dan hidup bersama Dia di dalam Allah.
10. Lalu dengan tangan terentang imam memberkati api sambil berdoa: Marilah kita berdoa :
Ya Allah, dengan pengantaraan Putra-Mu
Engkau telah menganugerahi umat-Mu api kemuliaan-Mu.
Kuduskanlah api † baru ini,
dan semoga dengan perayaan Paskah ini, kami dinyalakan oleh kerinduan surgawi agar kelak dengan hati murni kami sampai dalam pesta cahaya-Mu yang kekal.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
11. Seusai pemberkatan api baru, seorang pelayan membawa Lilin Paskah ke hadapan imam. Dengan sebuah alat penggurat ia menggariskan sebuah salib pada lilin itu. Lalu ia menulis huruf Yunani Alfa di bagian atas, dan di bagian bawah huruf Omega, dan di antara persilangan salib ia
a. Kristus dahulu dan sekarang(garis dari atas ke bawah)
A b. Awal dan Akhir(garis dari kiri ke kanan)
c. Alpha ( A )(menulis huruf A)
d. dan Omega(menulis huruf Ω)
e. Milik-Nyalah segala masa(menulis angka 2)
f. dan segala abad(menulis angka 0)
g. kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan(menulis angka 0)
Ω
h. sepanjang segala masa(menulis angka tahun yang berlangsung )
12. Kemudian Imam menancapkan lima biji dupa pada Lilin Paskah menurut urutan angka seperti di bawah ini, sambil mengucapkan kata-kata:
a. Demi luka-luka-Nya 1
b. yang kudus dan mulia 4 2 5
c. semoga kita dilindungi 3
d. dan dipelihara
e. oleh Kristus Tuhan. Amin
13. Apabila ada kesulitan sehingga tidak dapat dibuat api unggun, pemberkatan api disesuaikan dengan keadaan. Sesudah umat berkumpul dengan cara lain di dalam gereja, imam bersama para pelayan yang membawa Lilin Paskah pergi ke pintu gereja. Umat, sedapat mungkin mengarahkan perhatiannya kepada imam.
Lalu imam menyampaikan salam dan ajakan singkat seperti pada no. 9 di atas. Kemudian ia memberkati api dan menyediakan Lilin Paskah seperti pada no. 10-12 di atas.
2 0
14. Lalu dengan nyala api yang baru itu imam menyulut Lilin Paskah, sambil berkata:
_______ _
1.... 7 6 1. 1. |
Semoga cahaya Kristus, yang telah bang- kit mu-lia,
1.... 4 ||
menghalau kegelapan hati dan bu - di.
Mengenai unsur-unsur seperti tersebut di atas, Konferensi para Uskup dapat menentukan bentuk-bentuk lain yang lebih cocok dengan adat kebiasaan rakyat.
Perarakan
15. Sesudah Lilin Paskah dinyalakan, seorang pelayan mengambil bara dari api baru dan memasukkannya ke dalam stribul, dan dengan cara biasa imam mengisi dupa ke dalamnya. Diakon atau, kalau tidak ada, seorang pelayan khusus, menerima Lilin Paskah dari pelayan, lalu diatur perarakan. Pembawa stribul yang mengayun-ayunkan stribul berasap berjalan di depan diakon atau pelayan khusus yang membawa Lilin Paskah itu. Lalu menyusullah imam, para pelayan, dan umat; semua membawa lilin.
Pada pintu gereja diakon berdiri sambil mengangkat lilin dan bernyanyi:
1. 1. 1. 1. 6 . |||
I Ca- ha- ya Kristus.
Atau:
1. | 1. 1. 2. 2. | 3. 3. . |||
I Kristus ca- ha- ya du- nia.
3. | 1. 1. 6 6 | 1. 1. . |||
U Syu-kur ke- pa- da Al- lah.
Imam menyalakan lilinnya dari nyala Lilin Paskah.
16. Lalu diakon berjalan maju ke tengah gereja, berdiri sambil mengangkat lilin dan bernyanyi:
Cahaya Kristus
U. Syukur kepada Allah
Semua orang menyalakan lilin dari nyala Lilin Paskah, lalu perarakan berjalan maju.
17. Sesampai di depan altar, diakon berdiri menghadap umat, dan sambil mengangkat lilin ia bernyanyi:
Cahaya Kristus
U. Syukur kepada Allah
Lalu diakon menempatkan Lilin Paskah di kaki lilin yang disediakan di sisi mimbar atau di tengah pelataran imam.
Pujian Paskah
18. Setelah sampai di altar, imam menuju ke tempat duduknya. Ia memberikan lilinnya kepada putra-putri altar, lalu mengisi pedupaan dan memberkatinya seperti pada pembacaan Injil dalam Misa. Diakon menghadap imam dan berkata: Mohon berkat, Bapa. Dan ia mendapat berkat dari imam yang berkata dengan suara lembut:
I. Semoga Tuhan berada di dalam hati dan bibirmu supaya dapat mewartakan pujian Paskah-Nya dengan layak:
Dalam nama Bapa, dan Putra † dan Roh Kudus.
Diakon menjawab: Amin
Berkat di atas ditiadakan jika yang membawakan Pujian Paskah bukan diakon.
19. Sesudah mendupai buku misa dan Lilin Paskah, diakon membawakan pujian sambil berdiri pada mimbar atau penyangga-buku (standar baca), sementara seluruh umat berdiri sambil memegang lilin bernyala.
Jika tidak ada diakon, Pujian Paskah dapat dibawakan oleh imam sendiri, atau oleh imam lain yang ikut konselebrasi. Tetapi, jika dibawakan oleh seorang awam, kata-kata di antara kurung dilewatkan.
BAGIAN KEDUA
LITURGI SABDA
20. Dalam Vigili ini, yang merupakan induk dari segala vigili, disediakan sembilan bacaan, yaitu tujuh dari Perjanjian Lama dan dua dari Perjanjian Baru (Epistola dan Injil). Semuanya harus dibawakan apabila dapat dilaksanakan, agar tampak ciri vigili yang memerlukan waktu yang panjang.
21. Tetapi, bila keadaan pastoral tidak memungkinkan, jumlah bacaan dari Perjanjian Lama dapat dikurangi, namun hendaknya selalu diperhatikan bahwa bacaan sabda Allah merupakan bagian dasar dari vigili Paskah. Hendaknya dibawakan sekurang-kurangnya tiga bacaan yang diambil dari Perjanjian Lama, yakni dari Taurat dan Nabi-nabi dan tiap-tiap mazmur tanggapannya dinyanyikan. Tetapi, bacaan dari Kitab Keluaran 14 dan kidungnya tetap harus dibawakan.
22. Sesudah lilin dipadamkan, semua duduk. Sebelum bacaan dimulai, imam menyampaikan ajakan singkat kepada umat dengan kata-kata berikut atau yang kurang lebih sama:
Saudara-saudara terkasih,
sesudah kita memasuki vigili dengan cara meriah, marilah dengan tenang hati kita mendengarkan sabda Allah.
Marilah kita merenungkan, bagaimana Allah di masa lampau
telah menyelamatkan umat-Nya
dan akhirnya Ia mengutus Putra-Nya sendiri sebagai penebus bagi kita.
Marilah berdoa,
semoga Allah kita menyelesaikan karya penyelamatan Paskah ini
sampai pada penebusan yang penuh.
23. Lalu bacaan-bacaan dibawakan. Lektor menuju mimbar dan membawakan bacaan. Kemudian pemazmur atau penyanyi membawakan mazmur dan umat menjawab. Semua orang berdiri ketika imam berkata “Marilah berdoa”, dan sesudah diam sejenak, imam mengucapkan doa. Mazmur tanggapan dapat diganti dengan kesempatan untuk hening sejenak. Dalam hal ini hening sesudah “Marilah berdoa” ditiadakan.
Doa-Doa Sesudah Bacaan
24. Sesudah bacaan pertama (Penciptaan: Kej. 1:1 - 2:2 atau 1:1,26-31a) dan Mazmur (104 atau 33)
Marilah kita berdoa
Allah yang mahakuasa dan kekal,
Sungguh mengagumkan seluruh rencana dan karya penyelamatan-Mu.
Terangilah umat-Mu yang telah Engkau tebus agar memahami
bahwa karya penciptaan-Mu pada awal mula sungguh agung,
namun lebih agung lagi karya penebusan kami yang berlangsung sampai pada kepenuhan masa dalam kurban Paskah Kristus,
yang hidup dan berkuasa sepanjang masa. U Amin
Atau mengenai penciptaan manusia: Allah yang mahakuasa,
Engkau telah menciptakan manusia secara mengagumkan, dan lebih mengagumkan lagi karya penebusan-Mu dalam diri kami.
Semoga kami bertahan menentang godaan dosa, agar kami layak masuk dalam sukacita surgawi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.
25. Sesudah bacaan kedua (Kurban Abraham: Kej. 22:1-18; atau 1-2,9a,10-13,15-18) dan Mazmur (16)
Marilah kita berdoa,
Allah Bapa umat beriman,
Engkau melipatgandakan anak-anak perjanjian-Mu di seluruh penjuru dunia
dengan mencurahkan rahmat yang menjadikan manusia anak-anak Allah.
Apa yang Engkau janjikan kepada Abraham, anak-Mu untuk menjadi Bapa bagi segala bangsa
kini terlaksana berkat misteri Paskah.
Buatlah umat-Mu pantas menikmati rahmat panggilanmu itu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin
26. Sesudah bacaan ketiga (Penyeberangan Laut Merah: Kel. 14:15 – 15:1) dan kidungnya (Kel. 15)
Marilah kita berdoa
Allah Bapa kami, karya-Mu yang mengagumkan kini masih terus berlangsung.
Dahulu Engkau membebaskan satu bangsa dari kejaran Firaun
dengan kuasa tangan-Mu.
Tetapi kini Engkau menyelamatkan segala bangsa dengan air pembaptisan.
Kami mohon:
dan semartabat dengan umat Israel.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin
Atau:
Allah Bapa dalam surga,
kami mengagumi tanda-tanda ajaib yang Engkau lakukan di masa lampau.
Engkau melepaskan bangsa Israel dari perbudakan, dan kini Engkau membebaskan segala bangsa melalui Sakramen Pembaptisan suci.
Allah, Engkau telah menerangi karya-karya agung-Mu di masa lampau
dengan terang Perjanjian Baru:
Laut Merah melambangkan air baptis pembebasan umat Israel dari perbudakan
melambangkan sakramen-sakramen umat Kristiani. Kami mohon,
semoga semua bangsa, yang berkat imannya,
telah turut mendapat hak istimewa dari bangsa terpilih, dilahirkan kembali karena ambil bagian dalam Roh-Mu, Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
27. Sesudah bacaan keempat (tentang Yerusalem baru : Yes. 54:5-14) dan Mazmur (30)
Marilah kita berdoa
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal,
semoga kami Engkau perkenankan mengalami pelaksanaan janji,
yang pernah Engkau berikan kepada leluhur dalam iman. Semoga jumlah mereka yang Engkau angkat menjadi putra
dan putri-Mu semakin bertambah.
Maka Gereja-Mu akan menyadari bahwa harapan para kudus telah menghasilkan buah dan bahwa keselamatan sudah mulai terwujud. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Atau doa lain dari doa sesudah bacaan yang mungkin ditiadakan.
28. Sesudah bacaan kelima (tentang keselamatan yang diberikan dengan cuma-cuma kepada semua orang : Yes. 55:1-11 ) dan kidung (Yes. 12).
Marilah kita berdoa
Allah yang kekal dan kuasa,
Engkaulah sumber iman dan pengharapan kami. Yang kini kami rayakan
telah diwartakan oleh para nabi.
Sempurnakanlah segala sesuatu yang kami miliki, sebab segala yang baik yang ada pada kami
berasal dari pada-Mu.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.
29. Sesudah bacaan keenam (Sumber kebijaksanaan :Bar.3:9-15,32–4:4) dan Mazmur (19)
Marilah kita berdoa. Ya Allah,
dengan mengundang bangsa-bangsa
Engkau senantiasa melipatgandakan umat-Mu. Kami mohon,
semoga umat-Mu yang telah Engkau beri hidup baru dalam air baptis
tetap Engkau pelihara dan Engkau lindungi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin
30. Sesudah bacaan ketujuh (Hati yang baru dan roh yang baru: Yeh. 36:16-28 ) dan Mazmur (42-43).
Marilah kita berdoa.
Allah Bapa, kekuatan abadi dan cahaya kekal, dengan penuh kasih sayang
pandanglah seluruh Gereja-Mu, tanda keselamatan bagi para bangsa.
Teruskanlah karya penyelamatan umat manusia sesuai dengan rencana-Mu sejak awal mula. Semoga seluruh dunia menyaksikan,
bagaimana Engkau menegakkan yang rebah, memperbarui yang usang
dan memulihkan semesta alam dalam Kristus, pangkal dan puncak seluruh ciptaan,
yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
Atau:
Ya Allah
lewat kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Engkau menuntun kami untuk merayakan misteri Paskah. Semoga kami memahami belas kasih-Mu
agar dengan menghayati perayaan ini, kami dapat menyongsong masa depan dengan pengharapan yang teguh.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
31. Sesudah bacaan terakhir dari Perjanjian Lama bersama mazmur tanggapan dan doanya, lilin-lilin di altar dinyalakan, dan imam mengangkat madah “Kemuliaan” yang disambung oleh semua orang, dan lonceng-lonceng (bel / giring-giring) dibunyikan, menurut kebiasaan setempat. Hendaknya dipilih rumusan lagu yang lengkap.
_ __ __ __ ____ __
7 65 5 5 67 76 671. 7 65 5 || Ke-mu- lia- an kepa-da Al- lah di sur-ga.
32. Sesudah madah berakhir, imam mengucapkan Doa Pembuka seperti biasa Marilah kita berdoa.
Ya Allah,
Engkau menyemarakkan malam yang amat suci ini dengan kebangkitan mulia Kristus, Tuhan kami. Bangkitkanlah di dalam Gereja-Mu
semangat hidup sebagai anak-anak Allah. Semoga kami dibarui lahir-batin
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, sepanjang segala masa.
33. Lalu lektor membawakan bacaan Epistola ( Rm. 6:3-11)
34. Sesudah pembacaan Epistola, semua berdiri. Tiga kali imam mengangkat Alleluya, setiap kali dengan nada yang lebih tinggi dan diulangi oleh umat. Jika perlu, pemazmur yang mengangkat Alleluya.
Lalu pemazmur atau solis melanjutkannya dengan mazmur 117, dan umat menjawab Alleluya.
_ __ ___ __ __ ______ ___ ___ ______ __
3 55 675 55 65 5 5 675 556 5 1. 67 6 5 || Al- le - - lu - ya.
35. Imam mengisi pedupaan seperti biasa dan memberi berkat kepada diakon. Pembacaan Injil tidak didampingi lilin, hanya pedupaan.
BAGIAN KETIGA