A. Landasan Teori Terkait Variabel Penelitian
3. Upah
a. Pengertian Upah
Upah adalah suatu penerimaan berupa imbalan dari pemberi kerja yang diberikan kepada penerima kerja atas pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan. Upah merupakan unsur penting yang berpengaruh terhadap kehidupan para pekerja karena upah merupakan sumber pendapatan seseorang untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Menurut Undang-undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah didefinisikan sebagai hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan.
Pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan pasal 1 ayat (1), yang dimaksud dengan upah adalah hak pekerja yang berupa imbalan dari pemberi kerja dalam bentuk uang yang dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja atau kesepakatan.
Terdapat peraturan mengenai pemberiah upah yang diberikan perusahaan kepada pekerja. Peraturan tersebut mengatur batasan upah yang dapat diberikan dari perusahaan kepada pekerja. Peraturan yang memuat kebijakan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri No.1 Tahun 1999 Pasal 1 ayat 1,mengenai upah minimum. Upah minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap. Dengan kata lain yang dimaksud dengan upah minimum adalah batasan upah atau upah terendah yang diberikan oleh suatu perusahaan untuk para pekerjanya. Suatu perusahaan tidak boleh memberikan upah dibawah upah minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Upah diberikan sebagai bentuk balas jasa yang adil dan layak diberikan kepada para pekerja atas pekerjaannya dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Sadono Sukirno (2005) upah adalah pembayaran atas jasa yang disediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha. Muchdarsyah Sinungan (2000) bependapat bahwa upah kerja adalah pencerminan pendapatan nasional dalam bentuk uang yang diterima oleh pekerja sesuai dengan jumlah dan kualitas yang dicurahkan untuk pembuatan suatu produk. Ketentuan mengenai upah minimum diatur dalam pasal 41- 50 Undang-Undang No.78 Tahun 2015. Upah minimum sebagaimana dimaksud dalam pasal 41 ayat 1-2 terdiri atas:
2) Upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan upah bulanan terendah yang terdiri atas: Upah tanpa tunjangan dan upah pokok termasuk tunjangan tetap.
Dari kedua ayat mengenai upah minimum dapat disimpulkan bahwa, upah minimum yang dilakukan setiap tahun berdasarkan kebutuhan hidup layak dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan hidup layak yang dimaksud adalah standar kebutuhan hidup seorang pekerja untuk dapat hidup layak selama 1 bulan. Jaring pengaman bertujuan melindungi para pekerja. Dimana perusahaan tidak boleh membayar upah lebih rendah dari upah minimum yang telah ditetapkan. Upah minimum terdiri dari:
1. Upah Minimum Provinsi (UMP), adalah upah minimum yang berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di satu provinsi.
2. Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) adalah upah minimum yang berlaku di wilayah kabupaten/kota.
3. Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) adalah upah minimum yang berlaku secara sektoral di satu provinsi.
4. Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) adalah upah minimum yang berlaku secara sektoral di wilayah kabupaten/kota.
b. Teori Upah
1) Teori upah menurut pertambahan produk marginal
Teori Neo Klasik didasarkan pada asas nilai pertambahan nilai marginal faktor produksi, dimana upah merupakan imbalan atas pertambahan nilai produksi yang diterima perusahaan dari pekerja.Teori Neo Klasik mengemukakan bahwa dalam rangka memaksimumkan keuntungan setiap pengusaha yang menggunakan faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga tiap faktor produksi yang dipergunakan menerima atau diberi imbalan sebesar nilai pertambahan hasil marginal dari faktor produksi tersebut.Upah dibayarkan oleh pengusaha sesuai dengan usaha kerja (produktivitas) yang yang diberikan oleh tenaga kerja.
Teori Neo Klasik menganggap bahwa upah cukup fleksibel di pasar tenaga kerja, sehingga permintaan tenaga kerja selalu seimbang dengan penawaran tenaga kerja dan tidak ada kemungkinan timbulnya pengangguran. Artinya pada tingkat upah rill semua orang yang bersedia untuk bekerja pada tingkat upah tersebut, maka akan memperoleh pekerjaan.
2) Teori upah menurut nilai dan pertentangan kelas
Teori Karl Marx berpandangan bahwa buruh yang merupakan sumber nilai ekonomi.Buruh yang merupakan sumber nilai dari jasa buruh atau dari jumlah waktu kerja yang digunakan untuk memproduksi suatu barang.Karl Marz berpendapat bahwa upah pekerja dinilai berdasarkan
berapa dia bekerja per hari. Misalkan seseorang bekerja selama 8 jam per hari dan mengeluarkan energi 3 piring makanan. Bila pekerja tersebut mendapat upah per hari dan tidak cukup unruk membeli 3 piring makanan, maka pekerja tersebut merugi.Bila upah yang di dapat hanya mampu membeli 3 piring makanan merek tetap rugi, karena waktu mereka terbuang percuma bila upah yang di dapat lebih dari cukup, maka mereka dikatakan untung.Yang dimaksud dengan pertentangan kelas menurut Karl Max adalah kapitalis selalu berusaha menciptakan barang-barang modal untuk mengurangi penggunaan buruh.Sehingga terjadilah pengangguran besar-besaran dan menurunkan upah.
3) Teori upah alami
Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo.Teori ini menjelaskan bahwa tingkat upah alami dapat menentukan tingkat harga suatu produk sebab biaya-biaya bahan mentah memiliki sifat yang relatif konstan sedangkan tingkat upah alami relatif fluktuatif menyesuaikan dengan standar umum biaya hidup. Semakin meningkatnya standar umum biaya hidup maka akan meningkatkan tingkat upah alami yang mengakibatkan pada meningkatnya harga suatu produk. Upah alami bergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran tenaga kerja di pasar.Upah alami dipakai untuk menjadi acuan agar pekerja hidup layak.
c. Tujuan Penetapan Upah
Penetapan upah bertujuan agar tercapainya pemenuhan standar hidup minimum seperti untuk kesehatan, pangan, sandang, dan perumahan sehingga terciptanya kesejahteraan pekerja. Upah minimum adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mensejahterakan penduduk yang berpendapatan rendah. Dengan adanya upah minimum, para pekerja mempunyai kekuatan yang akan melindungi pekerja tersebut. Semakin meningkat tingkat upah minimum akan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga kesejahteraan meningkat dan terbebas dari kemiskinan. (Kaufman, 2000). Tujuan penetapan upah minimum menurut (Payaman J. Simanjutak, 1996: 65) adalah sebagai berikut:
1. Menghindari kemungkinan adanya eksploitasi pekerja.
2. Menghindari persaingan yang tidak sehat sesama pekerja .
3. Sebagai jaring pengaman untuk menjaga tingkat upah agar tidak menurun. Serta melindungi para pekerja.
4. Mengurangi tingkat kemiskinan absolut pekerja.
5. Mendorong peningkatan produktivitas melalui perbaikan gizi dan kesehatan pekerja.
6. Meningkatkan daya beli masyarakat sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum.
d. Penetapan Upah
Penetapan upah minimum di Indonesia dilakukan setiap tahun yang didasarkan pada kebutuhan hidup layak. Setiap Provinsi yang ada di Indonesia memiliki nilai upah minimum yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan kebutuhan hidup layak di setiap Provinsi berbeda-beda sehingga kebijkan upah minimum yang ditetapkan tidak bisa di sama ratakan. Terdapat wilayah yang memiliki nilai upah minimum yang tinggi, adapula yang rendah.Itu semua bergantung kepada setiap pemimpin daerah dalam menetapkan upah minimum daerahnya sendiri dan melihat kebutuhan hidup layak di provinsi masing-masing. Penetapan upah minimum dapat dihitung sebagai berikut:
UMn = UMt + {UMt × (Inflasi + % ΔPDBt)}
Keterangan:
UMn = Upah minimum yang akan ditetapkan UMt = Upah minimum tahun berjalan
Inflasi = Inflasi yang dihitung dari periode September tahun yang lalu sampai dengan periode September tahun berjalan
ΔPDBt = Pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang dihitung dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang mencangkup periode kwartal III dan IV tahun sebelumnya dan periode