Bab II (Pembahasan)
E. Upaya yang Dapat Dilakukan
E1. Upaya Pencegahan dari Pihak Pelajar (Diri Sendiri) E2. Upaya Pencegahan dari Pihak Sekolah
E3. Upaya Pencegahan dari Orang tua
E5. Upaya Penanggulangan dari Keluarga, Orang tua, atau kerabat
Bab II
Pembahasan
A. Definisi Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70-120 mm (Bervariasi tergantung negara) yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang lain.
Rokok biasa dijual dalam bungkusan berbentuk kotak. Sejak beberapa tahun terakhir bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung.
A1. Sejarah Rokok
Rokok pertama kali digunakan oleh suku-suku Amerika seperti Indian, Maya dan Aztec. Rokok pada awalnya berupa tembakau yang dibakar dan dihisap melalui sebuah pipa. Kegiatan ini pada awalnya dilakukan saat berkumpulnya beberapa suku untuk mepererat hubungan antar suku yang berbeda. Namun, selain sebagai penguat hubungan antar suku, banyak juga yang menggunakan tembakau sebagai media pengobatan dan suku Indian menggunakan sebagai media ritual terhadap dewa-dewa mereka.
Kemudian pada abad ke-16 saat Christoper Colombus dan rombongannya datang ke Benua Amerika, sebagian dari mereka mencoba untuk menghisap tembakau dan akhirnya tertarik untuk membawa budaya menghisap tembakau ini ke benua asal mereka yaitu benua Eropa. Ada seorang diplomat Perancis yang tertarik mempopulerkannya ke seluruh Eropa. Dia adalah Jean Nicot, yang kemudiannya namanya digunakan sebagai istilah nikotin. Akhirnya kebiasaan merokok itu muncul di kalangan bangsawan Eropa. Namun, tidak seperti suku Indian yang menggunakannya untuk upacara ritual, para bangsawan Eropa menggunakannya untuk kesenangan belaka.
Kepopulerannya semakin meningkat di Eropa membuat Jhon Rolte tertarik untuk membudidayakan tembakau dengan lebih serius. Dia adalah orang pertama yang berhasil menanam tembakau dengan sekala besar, kemudian diikuti oleh perdagangan dan pengiriman tembakau dari Amerika Serikat ke Eropa. Secara ilmiah, buku petunjuk bertanam tembakau pertama kali diterbitkan di Inggris tahun 1855.
Selain itu, pada abad ke-17 para pedagang di Spanyol masuk ke Turki yang merupakan negara Islam dan akhirnya kebiasaan merokok masuk ke negara Islam.
Di Indonesia, kisah rokok atau rokok kretek bermula dari kota Kudus. Tidak jelas memang asal-usulnya. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada, mereka selalu mengoleskan minyak sengkeh, setelah itu sakitnya mereda. H.Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilintingkan menjadi rokok.
Kala itu, melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Lalu ia menawarkan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Beritanya menyebar dengan cepat. Lantaran jika dihisap mengeluarkan bunyi “kretek” maka rokok temuan H.Djamari dinamakan “rokok kretek”. Awalnya rokok ini dibungkus klobot atau daun jagung kering, terdiri 10 linting setiap ikat. Konon H.Djamari meninggal pada tahun 1890, identitas dan asal-usulnya hingga kini masih samar.
10 tahun kemudian, penemuan H.Djamari didagangkan. Hal ini memikat Nitisemito, perintis industri di Kudus. Bisnis rokoknya dimulai pada tahun 1906 dan tahun 1908, usahanya resmi terdaftar dengan merek “Tjap Bal Tiga”.
Menurut beberapa legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sejak lama. Bahkan, sebelum Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam kisah rokok mendut yang menggambarkan seorang putri dari pati yang dijadikan
istri oleh Tumenggung Wiroguno salah seorang panglima kepercayaan Sultan Agung menjual rokok “klobot”.
A2. Jenis-Jenis Rokok
Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Perbedaan ini berdasarkan bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok dan penggunaan filter pada rokok. Jenis rokok juga dilihat dari kadar nikotin dan tarnya.
Jenis rokok berdasrakan bahan pembungkusnya:
1) Klobot : rokok yang bahan pembungkusnya daun jagung.
2) Kawung : rokok yang bahan pembungkusnya daun aren.
3) Sigaret : rokok yang bahan pembungkusnya kertas.
4) Cerutu : rokok yang bahan pembungkusnya tembakau.
5) Rokok daun nipah.
Jenis rokok berdasarkan bahan baku atau isi:
1) Rokok Putih : rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
2) Rokok kretek : rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
3) Rokok klembak : rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
Jenis rokok berdasarkan proses pembuatannya:
1) Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan alat bantu sederhana.
2) Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses
pembuatannya menggunakan mesin.
Sederhananya, material rokok dimasukkan kedalam mesin pemuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuatan rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar 6.000-8.000 rokok/menit. Mesin pembuat rokok baisanya dihubungkan dengan mesin pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres, satu pres bisa berisi 10 pak.
Sigaret Kretek Mesin dapat dikategorikan kedalam dua bagian :
1) Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKMFF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam International.
2) Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKMLM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang
menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, U Mild, Star Mild, dan lain-lain.
Jenis rokok berdasarkan penggunaan filter:
1) Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
2) Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.
Jenis rokok berdasarkan komposisinya:
1) Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang. Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik. Biasanya ditemukan di Asia Tenggara dan India.
2) Cigar: terbuat dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau. Ada berbagai jenis yang berbeda dari tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.
3) Kretek: terbuat dari campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.
4) Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di Asia Tenggara dan India. Bahkan 56% perempuan India menggunakan jenis kunyah. Adalagi jenis yang diletakkan
antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap dengan hidung atau mulut. 5) Shisha atau hubby bubbly : jenis tembakau
dari buah-buahan atau rasa buah-buahan yang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti di kafe-kafe.
A3. Zat-Zat yang Terkandung Dalam Rokok
Kandungan zat kimia yang terkandung dalam sebatang rokok berjumlah 3.000 macam, menurut Terry dan Horn. Tetapi hanya 700 macam zat yang dikenal.
Disini ada beberapa zat yang dapat diketahui:
1) Nikotin, kandungan yang menyebabkan rokok merasa rileks.
2) Tar, terdiri dari lebih 4.000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia diantaranya bersifat karsinogetik. 3) Sianida, senyawa kimia yang mengandung
kelompok cyano.
4) Benzene (bensol), senyawa kimia organic yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
5) Cadnium, sebuah logam yang sangat beracun dan radio aktif.
6) Metanol (alkohol kayu), alcohol yang paling sederhana.
7) Asetilena
9) Formaldehida, cairan yang sangat beracun untuk mengawetkan mayat.
10) Hidrogen sianida, racun untuk membunuh semut dan zat untuk membuat plastic dan pestisida.
11) Arsenik, racun tikus.
12) Karbon monoksida, racun dalam asap buangan mobil dan motor.
B. Dampak dari Merokok
Merokok memiliki beberapa akibat, baik itu bagi kesehetan orang yang merokok, orang lain (perokok pasif), maupun lingkungan. Berikut ini dampak-dampak yang dapat kami sampaikan.
B1. Kesehatan
Fakta-fakta yang sangat menakutkan dari bahaya merokok bagi kesehatan, yaitu:
2) Rokok merupakan pembunuh nomor 3 setelah jantung dan kanker.
3) Di Indonesia 57.000 orang mati karena rokok. 4) Didunia 10 orang perhari mati karena rokok.
5) Merokok dapat menyebabkan lebih dari 480.000 kematian setiap tahun di Amerika Serikat.
6) Merokok menyebabkan lebih banyak kematian setiap tahunnya dari semua gabungan kondisi (HIV, penggunaan narkoba, pengguna alcohol, kecelakaan bermotor dan tindakan kejahatan).
7) Sekitar 80% (atau 8 dari 10) kasus kematian akibat penyakit paru obstruktif kronik disebabkan oleh rokok.
8) Merokok menyebabkan sekitar 90% (atau 9 dari 10) dari semua kematian akibat kanker paru-paru pada pria dan wanita.
9) Risiko kematian akibat merokok terus meningkat selama 50 tahun terakhir, baik pada pria maupun wanita.
10) Emosional.
11) Cemas dan gelisah. 12) Konsentari terganggu. 13) Kepala nyeri.
14) Pening. 15) Mengantuk.
16) Gangguan pencernaan.
Ada zat yang terkandung didalam rokok, yaitu 4.000 komponen kimia yang ditemukan dalam rokok dan 250 diantaranya berbahaya bagi manusia, menurut Centers for Disease Control and Prevention US.
Berikut ini adalah bahaya merokok bagi kesehatan:
1) Meningkatkan resiko kanker perut, darah dan limfa, karena mengandung kadar 1,3 butadine, yakni
bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi karet.
2) Menghambat perbaikan DNA dan dapat merusak lapisa dalam paru-paru, karena mengandung akrolein, formal dehida dan kromium VI (digunakan untuk membuat logam paduan, cat dan pewarna), yang akhirnya bisa menyebabkan kanker paru-paru. 3) Menyebabkan berbagai jenis penyakit kanker,
karena rokok mengandung zat arsenic yang digunakan untuk mengawetkan kayu.
4) Menyebabkan leukemia, karena rokok mengandung zat benzene yang sebenarnya digunakan untuk memproduksi bahan kimia lainnya.
5) Menyebabkan kerusakan ginjal serta lapisan pembuluh darah arteri, karena kandungan zat cadmium, yakni logam yang digunakan untuk membuat baterai.
6) Kandungan tar pada rokok akan menempel pada paru-paru, serta menimbulkan warna cokelat pada gigi dan kuku.
7) Menyebabkan penyakit jantung dan serangan jantung, karena kandungan karbon monoksida pada asap rokok yang dihirup masuk kealiran darah. Karbon monoksida akan menurunkan jumlah oksigen yang dibawa didalam sel darah merah, lalu meningkatkan jumlah kolestrol yang diserap lapisan dalam arteri. Sehingga, bisa terjadi pengerasan arteri atau aterosklerosis.
8) Nikotin dalam rokok adalah zat kimia berbahaya dan sangat adiktif yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, aliran
darah ke jantung dan penyempitan pembuluh darah.
9) Nikotin juga berkontribusi terhadap pengerasan dinding arteri dan juga menyebabkan serangan jantung. Zat kimia ini dapat tinggal ditubuh selama 6-8 jam, tergantung pada seberapa sering kalian merokok.
10) Perempuan perokok aktif maupun pasif cenderung melahirkan bayi dengan berat badan rendah serta ada risiko peningkatan kelahiran prematur.
11) Rokok dapat menyebabkan penyakit stroke yang sangat mematikan.
12) Merokok dapat meningkatkan risiko katarak serta berkaitan dengan kerusakan retina mata.
13) Menyebabkan diabetes mellitus tipe 2 dan dapat lebih sulit untuk mengontrol kadar gula darah. Risiko diabetes sampai 30-40% dan lebih tinggi pada perokok aktif.
B2. Lingkungan
Berikut ini dampak rokok terhadap kerusakan lingkungan hidup:
1) Puntung rokok membutuhkan waktu 1,5-2,5 tahun untuk terurai dengan tanah.
2) Puntung rokok dapat terurai di air tawar sekitar satu tahun dan dapat terurai di air laut (air asin) sekitar lima tahun.
3) Diperkirakan 4,5 triliun puntung rokok dibuang tidak pada tempatnya (sembarangan) setiap tahunnya diseluruh dunia.
4) Satu puntung rokok dapat tetap menyala selama tiga jam dan menyebabkan kebakaran rumput dan semak-semak.
5) Sekitar 100.000 ton polusi udara dihembuskan oleh perokok di New South Wales, Australia setiap tahunnya.
6) Lebih dari 4.500 kebakaran setiap tahun terjadi didunia yang disebabkan oleh rokok dan material rokok.
7) Puntung rokok mungkin terlihat kecil, tetapi dengan estimasi 4,5 triliun puntung rokok yang dibuang sembarangan diseluruh dunia setiap tahun, maka bahan-bahan kimia berbahaya semakin meningkat. 8) Puntung rokok mengandung bahan kimia berbahaya
seperti cadmium, arsenic dan timah yang secara parsial dilepaskan ke udara selama proses merokok yang menambah maupun menurunkan kualitas udara sekitar.
9) Ketika puntung-puntung rokok dibuang, angina dan hujan membawanya ke saluran air. Kimia beracun yang dikandungnya kemudian larut pada ekosistem air dan mengancam kualitas air dan kehidupan air. 10) Puntung rokok menjadi salah satu isu penting
dari jenis sampah yang lain. Permasalahan sampah ini terus meningkat dengan adanya peraturan pemerintah yang melarang aktivitas merokok didalam ruangan seperti restoran, perkantoran dan dan fasilitas umum.
11) Dengan puntung rokok sekitar 4,5 triliun yang dibuang sembarangan setiap tahunnya, tentunya akan mengurangi kualitas lingkungan hidup dan menjadi ancaman tersendiri.
12) Lokasi yang banyak ditemukan puntung rokok biasanya menjadi kawasan kumuh, karena akan menarik sampah jenis lain ditempat itu.
13) Setelah dibuang puntung rokok yang masih menyala bisa bertahan hingga tiga jam, dengan 4000 bahan kimia beracun yang ada didalam kandungannya. Maka, hampir tiap detik selalu ada racun yang dilepaskan.
14) Ketika puntung rokok dibuang pada rerumputan dan ilalang yang mengering maka dengan sangat mudah kebakaran terjadi.
15) Burung dan hewan-hewan laut sering menganggap puntung rokok sebagai makanannya, yang mengakibatkan rusaknya saluran pencernaan dan kematian.
B3. Psikologis
Dampak psikologis yang ditimbulkan dari perilaku merokok adalah timbulnya pengaruh terhadap pikiran, perasaan dan perilaku merokok. Dampak yang dapat kami sampaikan, adalah:
1) Adiksi (ketagihan), nikotin dalam asap rokok merupakan bahan yang menimbulkan efek ketagihan, sebagaimana kelompok zat adiktif lainnya, seperti heroin, morfin, alcohol dan psikotropika lainnya.
2) Toleransi dan dependensi, efek ketagihan akan berkembang secara fisiologis menjadi efek toleransi (penambahan dosis) sehingga pada akhirnya secara psikologis merokok menimbulkan efek dependensi (ketergantungan) yang menyebabkan perokok mengalami reaksi putus zat apabila dihentikan secara mendadak.
3) Gaya hidup perokok, kondisi umum perokok di Indonesia saat ini adalah mulai dari usia muda (15-19 tahun), sebagai lifestyle dan simbolisasi
4) Merangsang timbulnya depresi ringan, gangguan daya tangkap, pikiran, perasaan, tingkah laku dan lainnya. Seperti kurang tenaga, egois, kegugupan, frustasi, kurang focus, pusing, insomnia, detak jantung tidak teratur,berkeringat, depresi, gangguan social, gangguan belajar dan lainnya. 5) Pada pelajar merokok dapat menyebabkan
gangguan kecemasan pada remaja akhir dan dewasa awal. Seperti, perasaan bersalah, kecemasan akan mengalami impotensi, kecemasan bahwa pasangan tidak dapat menerima dirinya. 6) Merokok adalah pintu gerbang terhadap
penyimpangan dan kenakalan remaja yang lebih besar lagi. Yaitu, penggunaan obat terlarang dan pergaulan bebas.
7) Rokok juga menyebabkan remaja menjadi boros, karena harus rutin mengeluarkan uang untuk membeli rokok.
Tempat pendidikan pelajar yaitu sekolah. Kebiasaan merokok pada umumnya dimulai pada usia remaja. Perilaku merokok dikalangan remaja sekarang bukanlah hal baru lagi. Tidak jarang kita menemukan remaja yang masih mengenakan seragam sekolahnya (baik SMP maupun SMA), merokok bersama teman-temannya ataupun sendiri, baik merokok secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Kegiatan merokok sering kali dilakukan individu dimulai di sekolah menengah atas, namun tidak sedikit pula dimulai di sekolah menengah pertama, kebanyakan pada siswa laki-laki merokok merupakan kegiatan yang menjadi kegiatan sosialnya. Menurut mereka merokok merupakan lambang pergaulan bagi mereka. Pada masa remaja, ada sesuatu yang lain yang sama pentingnya dengan kedewasaan, yakni solidaritas kelompok, dan melakukan apa yang dilakukan oleh kelompok. Apabila dalam suatu kelompok remaja telah melakukan kegiatan merokok, maka individu remaja yang lain merasa harus melakukannya juga. Individu remaja tersebut mulai merokok karena individu dalam kelompok remaja tersebut tidak ingin dianggap sebagai orang asing, bukan karena individu tersebut menyukai rokok.
Bagi seorang merokok, melakukan aktivitas merokok akan menimbulkan kenikmatan yang begitu nyata, sampai dirasa memberikan kesegaran dan kepuasan tersendiri sehingga setiap harinya harus menyisihkan uang untuk merokok. Remaja pria menyatakan, mereka menganggap bahwa merokok adalah merupakan ciri kejantanan yang membanggakan.
Seperti yang diungkapkan oleh Leventhal dan Clearly terdapat empat tahap dalam perilaku merokok sehingga menjadi merokok, yaitu:
1) Tahap preparatory, yaitu ketika seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat, atau dari hasil bacaan. Hal ini menimbulkan minat untuk merokok.
2) Tahap intitation, yaitu tahap perintisan merokok, yaitu, tahap apakah seseorang akan meneruskan atau tidak terhadap merokok.
3) Tahap becoming a smoker, yaitu ketika seseorang telah mengkonsumsi rokok sebanyak empat batang perhari, maka mempunyai kecenderungan menjadi perokok.
4) Tahap maintenance of smoking, yaitu tahap merokok sudah menjadi salah satu dari sebagian diri atau sudah ketergantungan (kecanduan). Merokok dilakukan untuk menjadi hal yang menyenangkan.
Peneliti mengkategorikan bahwa merokok pada pelajar ada 3, yaitu:
1) Perokok pasif, yaitu orang yang tidak merokok tapi terpaksa ikut menghirup asap rokok karena tidak bisa menghindar. Indikator dari perokok pasif:
a) Belum pernah merokok.
b) Merasa terganggu dengan lingkungan perokok. c) Mengetahui bahaya merokok.
2) Perokok aktif, yaitu orang yang merokok tetapi tidak merasa merokok menjadi kebutuhan. Indikator dari perokok aktif:
a) Merokok tidak menjadi kebutuhan. b) Tahan jika tidak merokok dalam sehati.
3) Perokok pecandu, yaitu orang yang merokok karena kecanduan dan sudah menjadi kebutuhan. Indikator dari perokok pecandu:
a) Merokok merupakan kebutuhan. b) Setiap hari parti merokok.
c) Jika kehabisan rokok, maka dia tidak kuat menahannya dan
harus memperolehnya.
Banyak fakta menyatakan bahwa remaja merokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu sahabat yang perokok pula.
C2. Orang tua
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang bergaul dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras, lebih mudah untuk menjadi perokok. Karena anak itu tidak tahu akan melampiaskan seluruh perasaannya kepada siapa, akhirnya dia melampiaskan semua itu dengan cara merokok.
Faktor lainnya juga, jika dikeluarga itu orang tuanya merokok, maka ada kemungkinan sang anak akan mengikuti jejak orang tuanya.
C3. Dorongan dari Dalam Diri Sendiri
Fakta juga membuktikan remaja merokok dikarenakan rasa penasaran dan ingin mencoba merokok, karena mereka melihat orang yang merokok kelihatan nikmat dan mereka menjadi lebih ingin mengetahui.
Remaja juga beranggapan, bahwa orang yang merokok terlihat macho dihadapan teman-temannya.
Mereka ingin terlihat seperti laki-laki sejati. Sehingga tumbuhlah dalam dirinya akan dorongan untuk menjadi perokok.
Ada juga remaja yang berpikiran, apabila dia tidak merokok, maka dia akan diejek oleh teman-temannya. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Menurutnya, hal itu sangat memalukan, sehingga dia menjadi seorang perokok, karena awalnya ada rasa cemas akan diejek teman-temannya.
C4. Sensorimotorik
Merokok dilingkungan sekolah bagi sebagian siswa adalah sebagai ajang mencari sensasi disekolah, mereka yang merokok menganggap dirinya lebih hebat, keren dan gaul.
C5. Pengaruh Iklan
Pelajar yang melihat iklan di media massa atau elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok merupakan lambang kejantanan atau glamour, membuat siswa sering sekali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada pada iklan tersebut.
D. Ciri- Ciri Seorang Perokok
Seorang perokok pasti memiliki ciri-ciri khusus tertentu, baik secara fisik, perilaku, maupun psikolognya. Berikut ini ciri-ciri seorang perokok yang dapat kami sampaikan:
D1. Fisik
Merokok adalah proses menghisap asap tembakau. Merokok dapat menyebabkan berbagai hal yang sangat merugikan. Rokok tidak hanya menyebabkan penyakit pada tubuh bagian dalam saja, namun merokok juga dapat menyebabkan perubahan pada tubuh bagian luar (yang terlihat). Hal ini dikarenakan asap rokok yang mengandung zat-zat berbahaya. Seorang perokok aktif dapat kita kenali melalui ciri-cirinya, baik bagi tubuh atau fisik, perilaku dan juga dari efek psikologis seorang perokok aktif.
Kita dapat mengenali ciri-ciri seorang perokok aktif melalui fisiknya, seperti bibir berwarna gelap. Pada umumnya, orang yang senang merokok itu memiliki warna bibir yang sedikit berwarna gelap dan inilah indikasi utama untuk menentukan apakah dia seorang perokok atau bukan. Jika, memiliki warna bibir yang gelap, maka, besar kemungkinan kalau dia adalah seorang pecandu rokok. Dan ini terjadi karena adanya reaksi panas yang berlebihan dan dapat mempengaruhi warna bibir sehingga akan berubah warna menjadi berwarna hitam.
Memiliki gigi berwarna kuning. Banyak orang yang rajin menyikat giginya hingga dua kali sehari, namun, gigi tersebut tetap menjadi berwarna kuning. Dan ini terjadi akibat dari reaksi nikotin yang masuk kedalam mulut dan bereaksi dengan gigi yang yang dapat merusak gigi dan gigi menjadi berwarna kuning. Jadi meskipun kita setiap hari menyikat gigi secara rutin, gigi akan tetap terlihat berwarna kuning, jika kebiasaan