Jumlah kunjungan pasien di masing masing Poli Puskesmas Tempel II di tahun 2019 mencapai sebagai berikut:
Grafik 29. Kunjungan Pasien Tahun 2019 di Puskesmas Tempel II
1. Pelayanan Pemeriksaan Umum
Pelayanan BPU menyediakan pemeriksaan, konsultasi, dan pengobatan untuk keluhan kesehatan secara umum selain tindakan dan kondisi gawat darurat, rujukan internal dan eksternal. Petugas di BPU meliputi dokter umum, perawat dan petugas administrasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pelayanan BP Umum juga terintegrasi dengan semua pelayanan lainnya. Kunjungan di BP umum di Tahun 2019 sejumlah 27209 pasien. Adapun sepuluh besar penyakit yang di jumpai adalah sebagai berikut:
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
40
Grafik 30. Sepuluh besar Penyakit di Puskesmas Tempel II Tahun 2019
Dari grafik diatas bahwa Common cold masih di urutan pertama, disusul dengan hipertensi.
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
41
Kunjungan Pasien Rawat jalan di BPU tahun 2019 kunjungan terbanyak di bulan Oktober yaitu mencapai 2647 pasien sedangkan kunjungan terendah ada di bulan Juni yaitu 1678 rata rata kunjungan perbulan ada 2267 pasien per hari 75 pasien.
2. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
Jumlah kunjungan pasien gigi Tahun 2019 terus mengalami peningkatan. jumlah kunjungan pasien baru dan kunjungan pasien lama. Pasien baru adalah pasien yang sama sekali belum pernah berkunjung ke unit BP Gigi dalam jangka waktu satu tahun kalender (Januari – Desember), sedangkan pasien lama adalah pasien yang pernah berkunjung ke unit BP Gigi dalam jangka waktu satu tahun kalender.berikur ini adalah jumlah kunjungan pasien BP Gigi per bulan di tahun 2019, selanjutnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
42
3. Pelayan KIA-KB yang bersifat UKP
Pelayanan Poli KIA Puskesmas meliputi pelayanan :
a. Ibu hamil b. Ibu nifas
c. Pemeriksaan neonatal-bayi-balita
d. Ibu dengan keluhan kesehatan reproduksi e. Imunisasi
f. Deteksi Tumbuh kembang bayi-balita g. Pemeriksaan IVA
h. Pelayanan KB
i. Pelayanan Cryoteraphy
4. Pelayanan Gizi yang besifat UKP a. Konsultasi Gizi
Jumlah kunjungan konsultasi gizi pada tahun 2019 sebanyak 958 yang terdistribusi bervariasi setiap bulannya. Kunjungan terbanyak terjadi pada bulan Februari 2019, dan paling sedikit pada bulan April 2019. Selengkapnya jumlah kunjungan konsultasi gizi tahun 2019 terlihat pada grafik berikut.
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
43
5. Pelayanan Kefarmasian
Kegiatan Pelayanan Kefarmasian meliputi:
1) Pengelolaan Obat Dan Bahan Medis Habis Pakai
a. Perencanaan
Kegiatan seleksi obat dan bahan medis habis pakai untuk menentukan jenis dan jumlah obat dalam rangka pemenuhan kebutuhan puskesmas. Pemilihan obat berdasarkan Formularium Nasional, Formularium Kabupaten dan Formularium Puskesmas. Perencanaan dilakukan setiap tahun sekali. Perkiraan kebutuhan dihitung dengan metode konsumsi, yaitu konsumsi obat tahun sebelumnya dan disesuaikan dengan tren pemakaian obat dan BMHP.
a. Permintaan
Permintaan obat dan BMHP setiap bulan sekali dengan menggunakan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat kepada UPT POAK. LPLPO dikumpulkan sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Jumlah permintaan berdasarkan jumlah pemakaian dan sisa stok.
b. Penerimaan
Melakukan penerimaan sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh puskesmas. Petugas penerima wajib melakukan pengecekan terhadap obat dan BMHP yang diserahkan, mencakup jumlah kemasan/box, jenis dan jumlah obat, tanggal kadaluarsa, no. batch, bentuk sediaan sesuai dengan isi dokumen (LPLPO) dan ditandatangani oleh petugas penerima. c. Penyimpanan
Kegiatan pengaturan terhadap obat yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia yang mutunya tetap terjamin, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
44
Penyimpanan obat dan BMHP dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1) bentuk dan jenis sediaan
2) stabilitas (suhu, cahaya, kelembaban) 3) mudah atau tidaknya meledak/terbakar
4) narkotika dan psikotropika disimpan dalam lemari khusus. 5) Pendistribusian
Pengeluaran dan penyerahan obat dan BMHP untuk memenuhi kebutuhan sub unit pelayanan kesehatan yaitu : Kamar Obat, BP Gigi, Laboratorium, poli KB, Pusling, Pustu Pendistribusian obat sesuai dengan jumlah permintaan pada LPLPO masing-masing sub unit.
d. Pengendalian
Kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan program yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekurangan/kekosongan obat di unit pelayanan.
Pengendalian obat terdiri dari :
1) Pengendalian persediaan, dengan membuat stok minimal gudang farmasi puskesmas
2) Pengendalian penggunaan
3) Penanganan obat hilang, rusak, dan kadaluwarsa 4) Pencatatan, Pelaporan dan pengarsipan.
Kegiatan dalam rangka penatalaksanaan obat dan BMHP secara tertib dalam penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian yang tujuannya sebagai :
1) Bukti bahwa pengelolaan obat dan BMHP telah dilakukan. 2) Sumber data untuk melakukan pengaturan dan
pengendalian
3) Sumber data untuk pembuatan laporan.
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
45
Dilakukan secara periodik dengan tujuan untuk mengendalikan dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pengelolaan obat dan BMHP sehingga dapat menjaga kualitas maupun pemerataan pelayanan, dan memperbaiki secara terus-menerus pengelolaan obat dan BMHP.
6. Pelayanan Farmasi klinik
1) Pengkajian Resep, Penyerahan Obat, dan Pemberian Informasi obat
Mengkaji resep dimulai dari seleksi persyaratan administrasi, persyaratan farmasetik dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap, kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan/meracik obat, memberikan label/etiket dan menyerahkan sediaan farmasi dengan informasi yang memadai disertai pendokumentasian.
Tujuannya adalah pasien memperoleh obat yang sesuai dengan kebutuhan klinis/pengobatan dan pasien paham dan patuh pada instruksi pengobatan.
2) Pelayanan Informasi Obat (PIO)
a. Memberikan dan menyebarkan informasi kepada pasien/masyarakat secara proaktif dan pasif.
b. Menjawab pertanyaan dari pasien maupun tenaga kesehatan melalui telepon, surat atau tatap muka.
c. Membuat leaflet, label obat, poster dll.
d. Melakukan kegiatan penyuluhan bagi pasien rawat jalan.
e. Melakukan pendidikan dan/atau pelatihan bagi tenaga kefarmasian dan tenaga kesehatan lainnya terkait dengan obat dan BMHP.
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
46
7. Pelayanan Laboratorium
a. Kemampuan Pemeriksaan, Metode, dan Reagen
1. Kemampuan pemeriksaan di Puskesmas Tempel II meliputi pemeriksaan-pemeriksaan dasar seperti :
a) Hematologi : hemoglobin, hematokrit, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, jumlah trombosit, hitung jenis leukosit, LED, masa perdarahan dan masa pembekuan.
b) Kimia klinik : glukosa, asam urat, cholesterol, trigliserid.
c) Mikrobiologi dan parasitologi : BTA, preparat Gram, preparat GO, Trichomonas sp, jamur dan spora (pada permukaan dan sekret), malaria.
d) Imunologi : Tes kehamilan, golongan darah, widal, HbsAg, Anti Hbs, Anti HIV, NS1 dengue, IgG IgM dengue, Anti Syphilis. RPR
e) Urinalisa : makroskopis (warna, kejernihan, bau, volume), Ph, berat jenis, protein, glukosa, bilirubin, urobilinogen, keton, nitrit, leukosit, eritrosit, dan mikroskopis (sedimen urin).
f) Feses : feses rutin (makroskopis dan mikroskopis) 2. Metode
Pemeriksaan di laboratorium Puskesmas Tempel II menggunakan metode manual, semi automatik, dan automatik. 3. Reagen
Reagen yang digunakan disesuaikan dengan metode yang digunakan utuk tiap pemeriksaan di Laboratorium Puskesmas Tempel II. Penanganan dan penyimpanan reagen harus sesuai persyaratan.
8. Pelayanan Fisioterapi
Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
47
kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual,peningkatan gerak, peralatan ( fisik elektroepeeutics dan mekanisme ) pelatihan fungsi dan komunikasi.
a. Jenis Pelayanan Fisioterapi antara lain: 1. Tumbuh kembang anak
a) perkembangan dan pertumbuhan bayi b) Bayi dengan cacat bawaan
c) Masa bayi dan balita d) Penyakit infeksi ( ISPA )
2. Fisioterapi kesehatan wanita dan masalah kesehatan reproduksi. 3. Fisioterapi kesehatan dan keselamtan kerja.
4. Fisioterapi usia lanjut / geriatri 5. Fisioterapi olahraga.
6. Fisioterapi pelayanan medik
a) Nyeri punggung atas dan bawah, nyeri lutut, nyeri bahu, dan anggota tubuh lain.
b) Setelah dilakukan pelepasan gips, setelah operasi patah tulang.
c) Pasien dengan tirah baring lama. d) Setelah serangan stroke.
b. Tindakan Fisioterapi antara lain:
1. Infra Merah : berfungsi untuk mengurangi kaku sendi dan melemaskan otot.
2. MWD : Berfungsi untuk memperlancar sirkulasi darah , melemaskan otot dan mengurangi nyeri.
3. Elektrikal Stimulation: berfungsi merangsang saraf dan memlulihkan fungsi otot.
4. Tens : berfungsimengurangi nyeri.
5. Ultra Sonic / Us : berfungsi untuk melemaskan otot dan mengurangi nyeri.
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
48
6. Massage: berfungsi untuk memperlancar sirkulasi darah dan melemaskan otot.
7. Manual Terapi /Exercise
Berfungsi untuk melatih dan mengembalikan gerakan.
8. Massage Baby : berfungsi untuk memperlancar peredaran darah, merileksasi otot, meningkatkan bonding ibu dan anak, menambah nafsu makan.
9. Pelayanan Psikologi
a. Konseling Individu Dalam Gedung
Salah satu jenis pelayanan Psikolog di Puskesmas Tempel II adalah pelayanan konseling individu. Pelayanan ini memberikan fasilitas pelayanan secara individual oleh psikolog yang dapat dilakukan di dalam gedung dan diluar gedung puskesmas. Konseling individu adalah hubungan profesional yang bersifat terapiutik antara konselor dengan klien yang dilakukan secara individual. Tujuan dari pelayanan ini adalah untuk membantu klien menyadari potensi yang dimiliki serta memanfaatkan potensi mentalnya secara optimal demi peningkatan kualitas penyesuaian diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Hasil konseling individu pada tahun 2019 dapat dilihat pada grafik berikut ini:
Profil Puskesmas Tempel II Tahun 2020
49
b. Alasan Ke Poli Psikologi
Alasan kunjungan ke poli psikologi meliputi Kunjungan Atas Rujukan (Internal & Eksternal) dan Atas Permintaan Sendiri (APS).
1) Kunjungan Atas Rujukan (Internal & Eksternal)
Kunjungan atas rujukan merupakan kunjungan pasien di poli psikologi yang dilakukan berdasarkan rujukan dari internal maupun eksternal puskesmas. Rujukan internal pada Puskesmas Tempel II dapat berasal dari BP Umum, BP Gigi, Pelayanan KIA, Pelayanan Gizi, Pelayanan Fisioterapi, Sedangkan rujukan eksternal puskesmas dapat berasal dari dokter/bidan praktek swasta, puskesmas lain, sekolah ataupun rumah sakit.
2) Atas Permintaan Sendiri (APS)
Kunjungan atas permintaan sendiri (APS) merupakan kunjungan pasien di pelayanan psikologi yang dilakukan atas inisiatif pasien sendiri. Masyarakat sudah mulai sadar akan kebutuhan pelayanan Psikologi. Stigma bahwa berkunjung ke poli psikologi mulai pudar, selain itu pelayanan menggunakan BPJS dapat pula dilayani melalui BP Umum terlebih dahulu.
C. Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Pelayanan Kesehatan