jika kita ditanya, hal apakah yang dapat mendorong atau menggerakan hati seseorang melakukan suatu perbuatan
dengan penuh senang hati seseorang melakukan suatu perbuatan dengan penuh senang hati dan sukarela?. Salah satu jawabannya ialah karena factor minat. Ya, orang yang di dalam dirinya telah memiliki minat yang tinggi terhadap sesuatu hal, maka dirinya umumnya akan dengan senang dan sukarela mengerjakan hal yang di minatinya tersebut,walaupun
untuk itu dirinya harus melakukan sebuah pengorbanan, baik secara materi ataupun non- materi.
Contoh mengenai hal ini dengan mudah dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya orang yang berminat terhadap permainan golf. Kendati misalnya mereka harus mengeluarkan biaya yang tisak sedikit untuk mereka dapat mengikuti olahraga tersebut serta harus rela berjemur di tengah terik matahari untuk memainkannya mereka akan menghadapinya dengan segala kesungguhan dan penuh kesenangan. Begitu pula halnya dalam konteks membaca ini. Orang yang telah memiliki minat yang baik, bukan hanya dengan senang dan sukarela melakukannya tetapi juga mereka dengan penuh kerelaan melakukan pengorbanan untuk dapat melakukannya.
Jadi sekali lagi peranan minat dalam membaca menduduki posisi yang sangat sentral dan penting,karena ia merupakan salah satu fakror alasan pendorong yang sangat kuat pada diri seseorang untuk berbuat dan meningkatkan keberhasilan aktivitas membaca. Atau dengan perkataan lain peranan minat dalam membaca menduduki tempat yang sangat penting, karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca. Oleh karena itu para guru di sekolah serta para orang tua di rumah seyogyanya lebih memahami benar seputar persoalan minat baca ini, khususnya terhadap aneka upaya untuk menumbuhkannya.
Persoalannya sekarang indicator-indikator apakah yang dapat kita jadikan parameter untuk mengetahui apakah seseoarang telah memiliki minat baca yang tinggi atau masih rendah? Salah seorang pakar mencoba menawarkan beberapa indikatornya, yaitu:
. Frekuensi dan kuantitas Membaca
Maksudnya bagaimana frekuensi (keseringan) dan waktu yang digunakan oleh seseorang untuk membaca. Orang yang telah memiliki minat baca yang tinggi umumnya frekuensi membacanya pun sangat tinggi dan waktu yang di pergunakannya pun akan sangat tinggi pula. Dengan perkataan
lain, seseorang yang mempunyai minat membaca akan banyak melakukan kegiatan membaca, begitu pula sebaliknya.
Berapa lamakah sebaiknya seseorang pembaca melakukan aktivitas membaca dalm setiap harinya? Jawabannya akan sangat bergantung pada tuntutan kebutuhan orang tersebut (profesi yang mereka sandang) serta kecepatan membaca yang dimilikinya. Sebagai gambaran kaum ibu di Amerika sana pada setiap minggunya mereka sedikitnya dituntut melahap 400.000 kata,yang berasal dari sumber-sumber bacaan sepertisurat kabar, majalah wanita dan berbagai novel baru. Kalau kecepatan efektif membaca mereka hanya sekitar 250 kata per menit maka setiap harinya rata-rata waktu yang harus mereka luangkan untuk membaca berkisar antara2-3 jam pada setiap harinya. Bagaimana dengan kelompok mahasiswa seperti halnya Anda? Menurut penelitian kalau Anda ingin selalu luls ujian dengan hasil yang memuaskan,sementara KEM yang Anda miliki hanya berkisar hanya 250 kata/ 8jam/hari karena volumebacaan yang harus Anda lahap pada setiap minggunya harus mencapai 850.000 kata/minggu.Kondisi yang terjadi saat ini menurut penelitian Syahbadyni (Kompas, 5 April1990) umumnya waktu yang digunakan oleh sebagian besar mahasiswa kita untuk membaca rata-rata kurang dari dua jam pada setiap harinya.
2. Kuantitas sumber bacaan
Orang yang mempunyai minat baca yang baik umumnya akan berusaha melahap aneka bacaan atau bacaannya akan sama variatif. Merka bukan hanya akan membaca jenis-jenis bacaan yang memiliki hubungan langsung dengan pekerjaan atau profesi dirinya saja, tetapi juga akan membaca jeniss-jenis bacaan lain.
Sejauh mana aktivitas membaca yang dilakukan oleh bangsa kita dan jenis bacaan apasaja yang umumnya mereka konsumsi? Menurut penelitian Edward Kimman (1984) aktivitas membaca masyarakat Indonesia beserta jenis bacaan yang mereka lahap secara garis besar dapat dipilih dalam empat kategori. Pertama, kelompok orang yang
hanya sekali-kali saja melakukan aktivitas membaca. Artinya kelompok orang tersebut hanya akan melakukan aktivitas membaca kalau ada tuntutan harus membaca, seperti kala menerima surat misalnya. Karena frekuensinya tidak pasti maka menurut Kimman jenis bacaan yang mereka baca pun menjadi sulit diidentisifikasi. Jumlah masyarakat kita yang termasuk kelompok ini diperkirakan meliputi sepertiga dari komunitas bangsa Indonesia.
Kedua, kelompok orang yang melakukan aktivitas membaca hanya sekedar mencari hiburan atau kesenangan. Jenis bacaan kelompok ini antara lain komik, novel-novel pop (picisan), serta majalah-majalah hiburan dan koran-koran kuning seperti Pos Kota misalnya. Jumlah dari kelompok ini juga diperkirakan meliputi sepertiga dari komunitas bangsa kita. Ketiga, kelompok masyarakat yang membaca karena didorong oleh kebutuhan ingin mendapatkan informasi. Jenis bacaan mereka terutama surat kabar, majalah berita,jurnal berkala serta buku-buku ilmu pengetahuan (khususnya buku-buku teks atau buku pelajaran). Jumlah kelompok ini menurut Kimman diperkirakan 15% dari komunitas bangsa kita. Para siswa dan mahasiswa termasuk kedalam kategori ketiga ini. Keempat, kelompok orang yang melakukan aktivitas karena hal itu telah menjadi bagian dari kebutuhan hidupnya. Jenis bacaan kelompokini sangat variatf. Menurut Kimman kelompok inilah yang sesungguhnya merupakan konsumen terbesar dari hasil-hasil penerbitan kita (media cetak dan buku-buku). Hanya sayangnya jumlah kelompok masyarakat kita yang termasuk kedalam kategori ini masih kurang dari 10% dari seluruh komunitas penduduk Indonesia yang jumlahnya saat ini lebih dari 200 juta orang ini.
Upaya apa yang perlu kita lakukan untuk menumbuhkan minat baca, khususnya kepada anak-anak? Ajip Rosidi (1971:1819) menjelaskan bahwa kegemaran membaca bukanlah sesuatu yang tumbuh secara otomatis dengan sendirinya.Minat baca harus ditanam, ditumbuhkan serta dipupuk dan dibina sejak anak-anak masih dini. Oleh karena itu untuk
mengupayakannya diperlukan bantuan serta partisipasi aktif dari komponen masyarakat dari mulai lingkungan sekolah (guru), lingkungan masyarakat, pemerintah, serta yang tidak kalah pentingnya yakni dukungan dari pihak keluarga.
Ihwal pentingnya penciptaan minat sedari kecil dan harus dimulai dari lingkungan rumah atau keluarga ini disokong oleh para pakar psikologi perkembangan. Menurut mereka karakteristik anak-anak, Khususnya pada usia persekolahan (2-6 tahun) tengah mengalami yang pesat pada beberapa aspeknya, antara lain: perkembangan motorik, emosi, perkembangan social, pemahaman terhadap konsep maupun perkembangan bahasanya. Dengan demikian penanaman aneka kebiasaan pada periode ini akan sangat besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya.
Hal senada juga dinyatakan oleh Thorndike (1986).Berdasarkan hasilpenelitian yang ia lakukan di lima belas Negara termasuk di dalamnya negara-negara berkembang,di antara berbagai factor eksternal membaca (dia menyebutnya faktor sosiologi) dia menyebutkan konon pengaruh keluargalah yang sangat tinggi konstribusinya dalam mempengaruhi terbentuknya minat serta kemahiran membaca pada anak-anak. Bahakn Thorndike menyatakan bahwa tidak terdapat indikasi bahwa anak-anak yang memiliki minat serta kemahiran membaca unggul sebagai akibat langsung (pengaruh) dari pengajaran membaca yang diselenggarakan di sekolah-sekolah. Sebaliknya berkat pengaruh serta dukungan keluargalah minat serta keterampilan mmbaca mereka terbentuk.
Pendapat senada dengan Thorndike juga direkomendasikan dalam laporan penelitian slah satu badan Unesco, IAEA (International Achievment Education Asociation) (1988). Menurut mereka, analisis lebih jauh di negara-negara yang anak-anaknya memiliki minat serta keterampilan membaca yang unggul, seperti Finlandia, AS atau negara-negara Eropa (pada penelitian ini anak-anak Indonesia menduduki
peringkat ke 29 dari 30 negara yang menjadi sample penelitian mereka) pada umumnya memiliki akses kemudahan dalam mendapatkan berbagai bahan bacaan yang berkualitas, baik di perpustakaan sekolah, dan terutama di rumah-rumahnya. Sehubungan dengan kenyataan tersebut IAEA merekomendasikan bahwa faktor dukungan keluarga merupakan salah satu kunci utama dalam pembentukan minat serta ketermpilan membaca pada anak-anak. Wujud dukungan keluarga tersebut antara lain penciptaan tradisi membaca di dalam lingkungan keluarga (ayah, ibu dan saudara-saudara), serta penyediaan bahan-bahan bacaan yang sesuai dengan anak-anak.
Upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak tersebut? Inilah beberapa upaya yang dapat kita lakukan.
. Kenalkan anak-anak dengan kegiatan membaca sejak dini
Anak usia prasekolah umumnya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan para anggota keluarganya, seperti dengan ayah-ibunya maupun saudara-saudara lainnya. Untuk itu biasanya anak akan mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya itu. Oleh karenanya libatkanlah mereka ketika orang tua atau anggota keluarga lainnya tengah melakukan kegiatan membaca. Janganlah anak-anak terlalu banyak dilarang apalagi dihardik saat mereka ikut mengganggu orang tua atau anggota keluarganya tengah melakukan aktivitas membaca. Sebab bila hal itu kerap dilakukan maka boleh jadi mereka akan memiliki persepsi yang salah terhadp membaca : seolah-olah membaca itu merupakan kegiatan yang serius dan penuh dengan kerut kening dan bukan kegiatan yang bukan membahagiakan.
b. Bacakan aneka cerita-cerita yang menarik kepada mereka
Anak-anak prasekolah umumnya mempunyairasa ingin tau yang sangat besar. Oleh karena itu seyogyanyalah orang tua mampu memberikan dan mengarahkan rasa ingin tau mereka dengan benar untuk membina minat anak alangkah yang dapat dilakukan oleh para orang tua adalah dengan
sering membacakan cerita-cerita menarik atau lucu kepada mereka sesuai dengan usia dengan perkemabangan kejiwaan mereka. Dengan cara semacam itu lambat laun anak-anak akan tertarik untuk memperhatikan dan mulai membuka-buka buku bacaan tersebut.
c. Sediakan bahan bacaan yang cocok untuk mereka
Menurut Donna Norton (1989), seorang pakar membaca dari Universitas Texas mengatakan sesungguhnya mereka sebuah presepsi yang salah jika banyak orang tua yang mengatakan bahwa anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku. Menurut hasil-hasil penelitian yang ia lakukan, dia berkesimpulan bahwa pada dasarnya semua anak senang melakukannya. Hanya saja syaratnya pihak orang tua harus mau menyediakan buku-buku bacaan yang memang cocok dengan kondisi mereka, baik dari segi isi maupun bahasanya. Oleh karena itu menurutnya untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak salah satu caranya sediakan saja bacaan yang mereka sukai, pasti anak-anak dengan penuh suka cita akan melakukannya.
Mengupayakan agar anak-anak gemar dan mahir membaca, memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan murah. Penyebabnya selain karena factor-faktor yang turut mempengaruhi minat serta kemahiran membaca pada diri seseorang itu tidaklah tunggal, jika tidak mau dikatakan cukup kompleks, juga karena kemampuan membaca bukanlah kemampuan bawaan (innate) tetapi kemampuan yang kehadirannya harus diupayakan. Dan dalam mengupayakannya sebagaimana dikemukakan oleh Ajip Rosidi diperlukan adanya sokongan dan bantuan serta kerjasama antara berbagai pihak,seperti pihak sekolah, keluarga, lingkungan masyarakat dan juga pemerintah.
Untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang materi yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran kegiatan ini kerjakan secara perpasangan latihan berikut ini!
1. Mengapa minat menduduki tempat yang sangat penting dalam kegiatan membaca?
2. Mengapa mengupayakan penumbuhan minat baca pada anak-anak dinilai bukan
Perkara yang mudah dan murah? Petunjuk jawaban latihan
Jika Anda telah selesai, periksalah latiha Anda dengan memperhatikan rambu-rambu berikut ini!
1. Peranan minat dalam membaca menduduki posisi yang sangat sentral dan penting, karena ia merupakan salah satu faktor alasan pendorong yang sangat kuat pada dri seseorang untuk berbuat dan meningkatkan keberhasilan aktivitas membaca. Atau dengan perkataan lain peranan minat dalam membaca menduduki tempat yang sangat penting, karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca.
2. Mengupayakan agar anak-anak gemar dan mahir membaca, memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan murah. Penyebabnya selain karena factor-faktor yang turut mempengaruhi minat serta kemahiran membaca pada diri seseorang itu tidaklah tunggal, jika tidak mau dikatakan cukup kompleks, juga karena kemampuan membaca bukanlah kemampuan bawaan (innate) tetapi kemampuan yang kehadirannya yang harus diupayakan.
Peranan minat membaca menduduki tempat yang sangat penting, karena ia merupakan sumber pemicu utama seseorang dalam melakukan aktivitas membaca. Beberapa indikator yang dapat kita jadikan parameter untuk mengetahui minat baca antara lain frekuensi dan kuantitas membaca yang digunakan seseorang untuk membaca dan kuantitas sumber bacaan yang dibaca. Dan menurut hasil penelitian Edward Kimman jika dilihat dari kedua indicator tersebut minat baca masyarakat Indonesia masih sangat memprihatinkan.
Karena kegemaran membaca bukanlah merupakan sesuatu yang tumbuh secara otomatis dengan sendirinya, maka ia harus ditanam,
ditumbuhkan serta dipupuk dan dibina sejak masa anak-anak. Selain itu untuk mengupayakannya diperlukan bantuan, dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat dari mulai lingkungan sekolah (guru), lingkungan masyarakat, pemerintah, serta yang tidak kalah pentingnya yakni dukungan dari pihak keluarga. Upaya-upaya yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menanamkan kebiasaan membaca pada anak-anak antara lain mengenalkan anak-anak dengan kegiatan membaca sejak dini, membacakan kepada anak-anak aneka cerita-cerita yang menarik, serta bahan-bahan bacaan yang cocok untuk mereka.
Petunjuk: Untuk soal-soal no.1-3 pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat A, B, C, atau D!
1) Ukuran lamanya seseorang pembaca melakukan aktivitas membaca dalam setiap harinya antara lain akan sangat bergantung pada……
A. Tuntutan kebutuhan yang disandang oleh seseorang B. Kedudukan yang disandang oleh seseorang
C. Status social yang disandang oleh seseorang D. Jabatan yang disandang oleh seseorang
2) Menurut penelitian berapa banyak volume bacaan yang harus dilahap oleh seorang mahasiswa pada setiap minggunya ialah….
A. harus mencapai 750.000 kata B. harus mencapai 850.000 kata C. harus mencapai 950.000 kata D. semuanya betul
3) Menurut penelitian Edward Kimman kelompok orang yang hanya sekali-kali saja melakukan aktivitas membaca, jenis bacaan mereka antara lain….
A. Koran-koran kuning B. Novel picisan
D. Tidak ada yang benar Petunjuk: Untuk soal no. 4-6, pilihlah:
A. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat.
B. Jika pernyataan benar, alasan benar, tetapi antara keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat. C. Jika pernyataan benar, alasan salah atau jika pernyataan
salah alasan benar.
D. Jika pernyataan dan alasan salah.
4) Menurut para pakar psikologi perkembangan penciptaan minat baca harus diupayakan sejak kecil dan harus dimulai dari lingkungan rumah atau keluarga.
Sebab
Para pakar psikologi perkembangan menyatakan bahwa penanaman aneka kebiasaan pada masa anak-anak akan sangat besar pengaruhnya pada masa-masa selanjutnya.
5) Donna, Norton mengatakan bahwa adalah sebuah persepsi yang salh jika banyak orang tua yang menganggap seolah-olah anak-anak itu tidak memiliki kesenangan membaca buku.
Sebab
Membaca harus dapat menyenangkan dan menggembirakan anak-anak
6) Mendongeng sangat baik sebagai alat untuk menumbuhkan minat baca anak-anak.
Sebab
Dongeng merupakan cerita untuk mengembangkan daya imajinasi anak-anak.
Petunjuk: Untuk saol no.7-10 pilihlah: A. Jika (1) dan (2) benar. B. Jika (1) dan (3) benar. C. Jika (2) dan (3) benar.
D. Jika (1), (2), dan (3) benar.
7) Salah satu bentuk pelibatan anak-anakdengan kegiatan membaca di lingkungan rumah antara lain:
(1) menyuruh mereka membaca secara mandiri
(2) mengajak mereka saat anggota keluarga lainnya tengah melakukan kegiatan membaca
(3) janganlah mereka dihardik saat mereka ikut serta membaca bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya.
8) Bentuk-bentuk dukungan pemerintah dalam mengupayakan penumbuhan minat baca masyarakat antara lain:
(1) memberantas pembajakan buku
(2) mendirikan perpustakaan di daerah-daerah terpencil (3) pencanangan program KMD (Koran masuk desa).
9) Mereka yang digolongkan sebagai kelompok masyarakat yang membaca karena didorong oleh kebutuhan ingin mendapatkan informasi antara lain:
(1) guru
(2) mahasiswa (3) pelajar SLTA
10) Faktor-faktor yang turut mempengaruhi minat baca seseorang antara lain:
(1) kebutuhan terhadap informasi (2) kesenangan atau hobi
(3) pengaruh budaya keluarga
Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat pada bagian akhir modul ini! Hitung jumlah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari!
Jumlah jawaban Anda yang benar
Tingkat penguasaan = × 100%
10 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai
90% - 100% = Amat baik 80% - 89% = Baik
70% - 79% = cukup < 70% = kurang
Jika Anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda berhasil dapat melanjutkan dengan modul selanjutnya. Bagus! Akan tetapi jika tingkat penguasaan kurang dari 80% Anda harus kembali mempelajari materi yang terdapat dalam kegiatan belajar ini, terutama bagian-bagian yang belum Anda ketahui.