• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV UPAYA PENGEMBANGAN KAWAH PUTIH TINGGI RAJA SEBAGAI

4.2 Upaya Objek Wisata Kawah Putih Tinggi Raja

Dalam dunia pariwisata faktor penunjang untuk menjadikan suatu objek menjadi suatu kawasan wisata adalah sarana dan prasarana yang ada di sekitar objek tersebut. Sarana dan prasarana dalam suatu objek wisata sangat mendukung untuk menjadikan kawasan itu menjadi objek yang diminati para wisatawan. Sarana dan prasarana merupakan salah satu fasilitas pendukung agar sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang dalam rangka memberikan pelayanan kepada wisatawan guna memenuhi kebutuhan mereka yang beraneka ragam. Dengan adanya sarana dan prasarana yang mendukung akan menambah nilai kunjungan wisatawan.

Sarana dan prasarana menujuh kawasan wisata kawah putih Tinggi Raja masih perlunya perbaikkan yang layak. Sarana dan prasarana di kawah putih Tinggi Raja baru 2 (dua) tahun belakangan ini berkembang karena karya bakti Tentara dan masyarakat yang bergotong-royong membangun kawasan wisata alam ini.

Sarana yang ada di sekitar objek hanya lah pondok-pondok sederhana serta Prasarana, seperti infrastruktur atau akses jalan menujuh kawah putih Tinggi Raja masih dikategorikan masih terjal. Apabila terjadi hujan akan terjadinya longsor karena didaerah tersebut masih alami dan masih banyak pepohonan serta kondisi tanah yang rawan akan longsor.

Bahkan bahaya untuk dilewati kendaraan roda empat. Sarana dan prasaran yang ada disekitar kawah putih masih seadanya. Karena kawah putih Tinggi Raja belum menjadi kawasan wisata dan belum bisa dikelolah. Karena kawah putih Tinggi Raja masih menjadi kawasan yang dilindungi keberadaannya. Sarana dan prasarana yang ada di Kawah Putih Tinggi Raja seperti: tempat parkir, kamar ganti, kamar mandi, pemandu wisata, tempat berjualan, serta pondok-pondok disekitar kawah putih hanya inisiatif masyarakat setempat untuk membuat sarana tersebut.

Biaya dari semua fasilitas cukup murah. Pengunjung akan dikenakan biaya kontribusi, biaya nya Rp.1000 perorangan, tempat parkir Rp.5000, kamar ganti dan kamar mandi Rp.2000, pondok keluarga Rp.10.000 sampai Rp.20.000, dan pondok untuk berfoto serta akses jembatan hanya membayar Rp.1000 perorang. Karena masih didalam kawasan yang masih dilindungi, masyarakat tidak bisa melakukan hal lebih.

Apabila sewaktu-waktu warung masyarakat diangkut, pihak masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, dan sudah dilarang Dinas Pariwisata dan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA).

4.3 Upaya Kawah Putih Tinggi Raja Menjadi Tujuan Wisata

Upaya perkembangan yang terjadi 2 (dua) tahun belakangan ini, pihak bupati, kecamatan Silou Kahean, kepala desa, maupun masyarakat setempat telah membuktikan bahwasannya kawah putih Tinggi Raja mampu menjadi salah satu tujuan wisata yang diminati para wisatawan local maupun macanegara. Kawah putih Tinggi Raja mempunyai keunikan, sejarah, serta suasana yang masih asri yang membuat kawasan ini menjadi tujuan wisata. Dan telah dibuktikan bahwa kawah putih Tinggi Raja layak menjadi kawasan pariwisata. Karena mampu menarik perhatian para wisatawan untuk mengunjunginya. Bukan hanya melihat kawah putih, kawah biru saja, melainkan dapat menikmati dinginnya air dari sungai Bak Balakbak yang mengalir, sambil melihat pemandangan Stalaktit (endapan kapur yang menggantung), dan sepanjang jalan sungai Bak Balakbak ada terdapat Gua Kalelawar.

Sejalan dengan ini, sudah banyak yang telah dilakukan terhadap upaya pengembangan kawah putih Tinggi Raja ini, mulai dari permohonan pembebasan lahan, karya bakti para Militer, serta antusias masyarakat setempat untuk membangun sarana dan perasarana. Banyak kendala yang dihadapi dalam upaya menjadikan kawah putih ini menjadi tujuan wisata. Kendala-kendala yang terjadi pertama, Infrastruktur atau akses jalan. Akses jalan dari Sergai Bedagai sampai markas pusat masih sangat butuh adanya perbaikkan. Tetapi dibandingkan kondisi jaman dahulu dengan sekarang sangat banyak perkembangan. Dikarenakan adanya karja bakti yang dilakukan pihak Oknum TNI yang bekerja sama untuk memperbaiki jalan yang rusak. Sehingga wisatawan mulai banyak mengunjungi kawah putih Tinggi Raja. Kedua, Tidak bisa dikelolah. Dikarena masih dikuasai di bawah pengawasan Dinas

Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Tetapi pihak kecamatan dan kabupaten sudah meminta untuk pembebasan lahan sebanyak 67 hektar untuk dijadikan kawasan objek wisata.

Banyak harapan yang ingin dicapai pihak kabupaten, kecamatan, desa, maupun masyarakat sendiri apabila kawasan kawah putih diberikan kebebasan untuk dijadikan kawasan pariwisata. Akses jalan dan sarana lainnya akan dibangun dengan layak. Dengan dijadikannya kawah putih Tinggi Raja menjadi kawasan pariwisata, kebersihan sekitar kawah harus diperhatikan agar tidak menghilangkan keasrian dari kawah putih Tinggi Raja, serta keamanan. Dengan sarana dan prasarana yang mendukung, dapat dipastikan nilai kunjungan wisatawan meningkat. Serta dengan berkembangnya kawah putih Tinggi Raja ini akan menambah devisa negara dan masyarakat setempat agar lebih sejahtera.

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan

Potensi yang dimiliki Kawah Putih Tinggi Raja layak dijadikan kawasan pariwisata. Dimana kawah putih Tinggi Raja memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari legenda, bunga Tinggi Raja yang langka, air kawah yang berubah-ubah, serta objek yang lainnya. Peran pemerintah, serta masyarakat terus berupaya untuk menjadikan kawah putih Tinggi Raja menjadi kawasan wisata. Salah satu upaya yang telah ditunjukan bahwa Kawah Putih Tinggi Raja mampu menjadi kawasan wisata pertama, akses jalan sudah ada perubahan dibanding pada zaman dahulu, sarana yang dibangun oleh masyarakat, dan permohonan pembebasan lahan sudah dilayangkan. Peran pemerintah mempunyai posisi sebagai pemegang kekuatan dalam menentukan kebijakan-kebijakan apa saja yang akan dilakukan kedepannya. Masyarakat merupakan penunjang utama dan memiliki perasan penting dalam upaya pengembangan Kawah Putih Tinggi Raja menjadi salah satu tujuan wisata. Masyarakat juga dapat bekerjasama dalam menjaga kelestarian kawasan wisata dan menciptakan suasana dan kondisi yang harmonis dalam kegiatan kepariwisataan. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan arti pentingnya dunia pariwisata agar menambah nilah kunjungan wisatawan. Serta mampu memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan.

5.2Saran

1. Pengawasan yang dilakukan masyarakat dalam menjaga kawasan cagar alam sehingga Kawah Putih dapat tertata dengan rapi.

2. Agar masyarakat dan wisatawan peduli terhadap lingkungan Kawah Putih Tinggi Raja untuk menyediakan tempat sampah disekitar Kawah, sehingga Kawah Putih Tinggi Raja terlihat bersih.

3. Pemerintah dan masyarakat diharapkan memberikan peringatan kepada wisatawan, agar dapat menjaga kelestarian sekitar kawah dan supaya tidak terjadi kebakaran akibat wisatawan sembarangan membuang putung rokok.

4. Diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk mengembangkan dan menciptakan kawasan wisata Kawah Putih Tinggi Raja agar lebih baik lagi sesuai dengan apa yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.hukum.unsrat.ac.id

http://repository.usu.ac.id, oleh ZH. Nasution 2012

http://elib.unikom.ac.id http://google.com http://wikipedia,org/wiki/Cagar_Alam http://wikipedia.org/wiki/Sapta_pesona http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Simalungun http://repository.usu.ac.id

Kecamatan Kabupaten Silau Kahean, Data-data kepariwisataan Kabupaten

Silau Kahean. Simalungun

Pangulu Tinggi Raja, Data-data geografis Desa Marawa. Simalungun

R.S Damardjati, 2002 Istilah-istilah Dunia Pariwisata : Jakarta

LAMPIRAN 1. Data Informan

1. Nama : Belman Saragih

Alamat : Negeri Dolok

Umur : 54 tahun

Pekerjaan : PNS

Lama tinggal dilokasi : 30 tahun

2. Nama : Saida Purba

Alamat : Tinggi Raja, Desa Dolok Marawa

Umur : 49 tahun

Pekerjaan : PNS

3. Nama : Prindo Purba

Alamat : Negeri Dolok

Umur : 24 tahun

Pekerjaan : Mahasiswa

Lama tinggal dilokasi : 20 tahun

4. Nama : Binsar Purba

Alamat : Tinggi Raja Desa Dolok Marawa

Umur : 45 tahun

Pekerjaan : Wiraswasta

DOKUMENTASI

Gambar 1

Simpang Pos polisi menujuh Tinggi Raja

Gambar 2

Gambar 3

Objek wisata Kawah Putih Tinggi Raja

Gambar 4

Gambar 5

Kawah Putih, Tinggi Raja

Gambar 6

Gambar 7

Kawah Hijau paska kebakaran.

Gambar 8 Semburan air belerang

Gambar 9

Pemandangan Stalaktit (endapan kapur yang menggantung)

Gambar 10

Gambar 11

Pemandangan stalaktit menggalir di sungai Bah Balakbak.

Gambar 12

Gambar 13 Kondisi Jalan

Gambar 14 Kondisi Jalan

Dokumen terkait