• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Penanganan Kegawatdaruratan

2.4.4. Upaya Pemerintah Dalam Menurunkan AKI dan AKB

Dalam upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB dilaksanakan dengan jalan :

1. Mendekatkan pelayanan pada masyarakat.

a. Mendekatkan fasilitas kesehatan tingkat puskesmas dan puskesmas pembantu ditengah masyarakat sehingga memudahkan masyarakat memanfaatkannya.

b. Menempatkan bidan, di desa dengan kemampuan fasilitas dan tugas khusus.

2. Meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. 3. Penempatan bidan desa :

- Diharapkan dapat menggantikan dukun.

- Dapat melakukan pertolongan persalinan dengan risiko rendah.

- Melaksanakan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. - Meningkatkan penerimaan gerakan keluarga berencana.

- Pendidikan dan pelatihan terhadap dukun beranak. - Meningkatkan rujukan.

4. Meningkatkan partisipasi masyarakat.

a. Meningkatkan tatap muka melalui posyandu.

b. Meningkatkan penerimaan “Gerakan Sayang Ibu” dengan partisipasi masyarakat (Manuaba, 2001).

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan metode pengumpulan data secara cross sectional yaitu pengumpulan seluruh variabel dilakukan pada waktu yang bersamaan.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, terletak di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 15, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.

3.2.2 Waktu Penelitian

Waktu dalam penelitian dimulai dari Februari sampai dengan Mei 2014.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi adalah seluruh ibu bersalin yang dirujuk di RSUD Gunungsitoli, tahun 2014.

3.3.2 Sampel

Teknik pengambilan sampel secara consecutive artinya pasien yang datang pada saat penelitian dijadikan sebagai sampel. Sampel yaitu seluruh ibu bersalin yang datang dirujuk ke RSUD Gunungsitoli tanggal 20 – 31 Mei 2014, yang berjumlah 19 orang.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder.

3.4.1 Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden atau keluarga melalui teknik wawancara sesuai dengan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya dan observasi menggunakan cheklist.

3.4.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari rekam medik dan catatan medik ruang kamar bersalin RSUD Gunungsitoli.

3.5 Definisi Operasional 3.5.1 Variabel Dependen

Keterlambatan rujukan ibu bersalin adalah terlambatnya proses mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih adekuat bagi ibu dalam proses persalinan. Batasannya dikatakan terlambat yaitu apabila ditemukan salah satu atau lebih indikasi yang memerlukan rujukan segera dalam proses kala persalinan namun penolong persalinan tidak segera merujuk dan melakukan tindakan intervensi lain untuk melanjutkan proses persalinan.

I. Kala I Persalinan

Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) serta terjadi pembukaan serviks sampai pembukaan serviks lengkap (10 cm). Kondisi tidak terlambat jika dalam proses kala I persalinan ditemui indikasi rujukan segera, oleh penolong persalinannya ibu bersalin segera dirujuk ke RSUD Gunungsitoli.

Indikasi untuk melakukan tindakan dan rujukan segera apabila dalam proses persalinan kala I ditemukan salah satu atau lebih penyulit, yaitu :

19. Riwayat bedah saesar.

20. Perdarahan pervaginam, dengan indikasi plasenta previa, plasenta letak rendah, solutio plasenta.

21. Persalinan kurang bulan (usia kehamilan < 37 minggu). 22. Ketuban pecah disertai dengan keluarnya mekonium kental.

23. Ketuban pecah lama (lebih dari 24 jam) atau ketuban pecah pada kehamilan kurang bulan (usia kehamilan < 37 minggu).

24. Tanda atau gejala infeksi : - Temperatur > 38ºC. - Menggigil.

- Cairan vagina dan cairan ketuban berbau busuk. 25. Pre-eklampsia atau hipertensi dalam kehamilan.

26. Tinggi fundus uteri 40 cm atau lebih (makrosomia, polihidramnion, kehamilan ganda).

27. Gawat janin, ditandai dengan djj kurang dari 100 x/menit atau lebih dari 180 x/menit.

28. Primipara dalam fase aktif kala satu persalinan dengan penurunan kepala janin 5/5.

29. Presentasi bukan belakang kepala, seperti presentasi puncak kepala, presentasi dahi, presentasi muka, presentasi letak lintang, presentasi bokong, presentasi kaki.

30. Presentasi ganda (majemuk), misalnya presentasi belakang kepala bersamaan dengan tangan.

31. Tali pusat menumbung (jika tali pusat masih berdenyut). 32. Syok, ditandai dengan :

- Nadi cepat, lemah (110 x/menit atau lebih). - Tekanan darah rendah (sistolik < 90 mmHg). - Berkeringat atau dingin, kulit lembab.

- Nafas cepat (> 30 x/menit).

- Cemas, kesadaran menurun atau tidak sadar. - Produksi urin sedikit (< 30 cc/jam).

33. Tanda dan gejala fase laten berkepanjang :

- Pembukaan serviks kurang dari 4 cm setelah 8 jam. - Kontraksi teratur (lebih dari 2 kali dalam 10 menit). 34. Tanda dan gejala belum inpartu :

- Frekuensi kontraksi kurang dari 2 kali dalam 10 menit dan lamanya kurang dari 10 detik.

- Tidak ada perubahan pada serviks dalam waktu 1 hingga 2 jam. 35. Tanda dan gejala partus lama :

- Pembukaan serviks mengarah ke sebelah kanan garis waspada patograf. - Pembukaan serviks kurang dari 1 cm per jam.

- Frekuensi kontraksi kurang dari 2 kali dalam 10 menit dan lamanya kurang dari 40 detik.

- Ibu sudah dipimpin meneran 2 jam untuk primigravida dan 1 jam untuk multigravida.

36. Gagal induksi dengan tanda : - Fetal distres.

- Prolapus punikuli atau tangan. - Terjadi kelainan letak kepala janin. - Ketuban telah pecah lebih dari 6 jam.

- Cairan induksi telah diberikan 1000 cc cairan dan dengan jumlah tetesan masimum (40 tetes/menit), namun his tidak adekuat.

II. Kala II Persalinan

Kala dua persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Kondisi tidak terlambat, jika ibu bersalin dalam proses kala II persalinan ditemui adanya penyulit yang memerlukan tindakan rujukan, segera dirujuk oleh penolong pertama persalinannya ke RSUD Gunungsitoli. Indikasi untuk melakukan tindakan dan rujukan segera selama kala II persalinan, bila ditemukan :

1. Syok, ditandai dengan :

- Nadi cepat, lemah (110 x/menit atau lebih). - Tekanan darah rendah (sistolik < 90 mmHg). - Berkeringat atau dingin, kulit lembab.

- Nafas cepat (> 30 x/menit).

- Cemas, kesadaran menurun atau tidak sadar. - Produksi urin sedikit (< 30 cc/jam).

2. Tanda dan gejala infeksi :

- Nadi cepat (110 x/menit atau lebih). - Suhu lebih dari 38ºC.

- Menggigil.

- Air ketuban atau cairan vagina yang berbau. 3. Tanda dan gejala preeklampsia berat atau eklampsia :

- Tekanan darah diastolik 110 mmHg atau lebih.

- Tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih dengan kejang. - Nyeri kepala.

- Gangguan penglihatan. - Kejang (eklampsia).

4. Gawat janin, ditandai dengan djj kurang dari 100 x/menit atau lebih dari 180 x/menit.

5. Kepala bayi tidak turun :

- Jika bayi tidak lahir setelah 2 jam meneran pada primigravida atau 1 jam pada multigravida.

6. Tanda-tanda distosia bahu :

- Kepala bayi tidak melakukan putar paksi luar.

- Kepala bayi keluar kemudian ditarik kembali ke dalam vagina (kepala kura-kura).

- Bahu bayi tidak lahir.

7. Cairan ketuban berwarna hijau, dapat diakibatkan karena kehamilan postdate atau persentasi bokong.

8. Tanda tali pusat menumbung :

- Tali pusat teraba atau terlihat pada waktu pemeriksaan dalam. 9. Kehamilan kembar tak terdeteksi.

III. Kala III dan IV Persalinan

Kala III persalinan dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban. Kala IV persalinan dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir setelah 2 jam. Kondisi tidak terlambat, jika dalam proses persalinan pada kala III atau kala IV ditemui indikasi rujukan segera, oleh penolong pertama persalinannya ibu bersalin segera dirujuk ke RSUD Gunungsitoli.

Indikasi untuk melakukan tindakan dan rujukan segera selama kala III dan kala IV persalinan, bila ditemukan :

1. Tanda retensio plasenta yaitu plasenta tidak lahir dalam waktu 30 menit walau manajemen aktif kala tiga telah dilaksanakan.

2. Tanda atau gejala avulsi (putus) tali pusat : - Tali pusat putus.

- Plasenta belum atau tidak lahir.

3. Tanda atau gejala bagian plasenta yang tertahan :

- Bagian permukaan plasenta yang menempel pada ibu hilang. - Bagian selaput ketuban hilang/robek.

- Perdarahan pasca persalinan.

4. Tanda atau gejala atonia uteri, yaitu tidak adanya kontraksi uterus setelah plasenta lahir, ditandai dengan :

- Uterus lembek dan tidak berkontraksi.

5. Tanda atau gejala robekan vagina, perineum atau serviks, terutama pada tingkat III dan tingkat IV.

6. Tanda atau gejala syok :

- Nadi cepat, lemah (110 x/menit atau lebih). - Tekanan darah rendah (siastolik < 90 mmHg). - Berkeringat atau dingin, kulit lembab.

- Nafas cepat (> 30 x/menit).

- Cemas, kesadaran menurun atau tidak sadar. - Produksi urin sedikit (< 30 cc/jam).

7. Tanda atau gejala dehidrasi :

- Meningkatnya nadi (100 x/menit). - Temperatur tubuh diatas 38°C. - Urine pekat.

- Produksi urin sedikit (< 30 cc/jam). 8. Tanda atau gejala infeksi :

- Nadi cepat (110 x/menit atau lebih). - Temperatur tubuh diatas 38ºC. - Menggigil.

- Cairan vagina yang berbau.

9. Tanda atau gejala preeklampsia berat atau eklampsia : - Tekanan darah diastolik 90-110 mmHg.

3.5.2 Variabel Independen

Defenisi operasional variabel independen adalah sebagai berikut:

1. Keputusan keluarga yaitu yang membuat keputusan untuk tindakan rujukan dalam keluarga (suami, bapak, ibu, mertua dan saudara/i kandung) dan cara pengambilan keputusannya.

2. Faktor dana adalah kesediaan uang dari keluarga dalam menghadapi rujukan ibu ke RSUD Gunungsitoli.

3. Faktor geografis yaitu jarak, waktu, dan akses yang dibutuhkan untuk ke RSUD Gunungsitoli.

- Jarak yaitu angka yang menunjukan seberapa jauh antara tempat persalinan dengan RSUD Gunungsitoli.

- Waktu yaitu lamanya proses rujukan hingga sampai ke RSUD

Gunungsitoli.

- Akses yaitu : ketersediaan transportasi untuk menuju RSUD Gunungsitoli. 4. Penolong persalinan adalah semua orang yang menolong dan menangani

proses persalinan ibu, tempat bersalin dan yang merujuk ibu bersalin sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Gunungsitoli.

3.6 Aspek Pengukuran 3.6.1 Variabel Dependen

Ibu bersalin yang dirujuk ke RSUD Gunungsitoli, dikategorikan :

Tidak terlambat = jika ibu dalam kala persalinan dengan satu atau lebih indikasi rujukan segera, langsung dirujuk oleh penolong persalinan pertama ke RSUD Gunungsitoli; tanpa melakukan intervensi lain

yang berhubungan dengan usaha untuk melanjutkan proses persalinan tersebut.

Terlambat = jika ibu dalam kala persalinan dengan satu atau lebih indikasi rujukan segera, tidak langsung dirujuk ke RSUD Gunungsitoli.

3.6.2 Variabael Independen 1. Keputusan Keluarga

Variabel keputusan keluarga diukur dengan 7 pertanyaan, jika jawaban ya maka diberi skor 1 dan tidak diberi skor 0.

Berdasarkan interpretasi jawaban responden, dibuat gambaran dan kesimpulan yang dikategorikan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu : cepat dalam pengambilan keputusan dan lambat dalam pengambilan keputusan.

2. Faktor Dana

Variabel faktor dana diukur dengan 5 pertanyaan, jika jawaban ya diberi skor 1 dan jika tidak diberi skor 0. Berdasarkan interpretasi jawaban responden, dibuat gambaran dan kemuadian yang dikategorikan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu : ada tersedia dana dan tidak tersedia dana.

3. Faktor Geografis

Variabel faktor geografis diukur dengan 5 pertanyaan, jika jawaban adalah ya maka diberi skor 1 dan jika tidak diberi skor 0. Berdasarkan interpretasi jawaban responden, dibuat gambaran dan kesimpulan yang dikategorikan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu : faktor geografis yang tidak sulit dan faktor geografis sulit.

4. Penolong Persalinan

Variabel penolong persalinan dinilai berdasarkan hasil cheklist instrumen penelitian. Berdasarkan interpretasi jawaban responden, dibuat gambaran dan kesimpulan yang dikategorikan menjadi 2 (dua) kategori : penolong persalinan kompeten dan penolong persalinan tidak kompeten.

3.7 Teknik Pengolahan Data

Data yang sudah terkumpul diolah secara manual dan komputerisasi untuk mengubah data menjadi informasi. Adapun langkah-langkah dalam pengolahan data dimulai dari editing, yaitu memeriksa kebenaran data yang diperlukan. Coding yaitu memberikan kode numerik atau angka kepada masing-masing kategori. Entry data yaitu memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam master tabel atau data base komputer.

3.8 Analisis Data

1. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi yang menggambarkan secara tunggal faktor yang berhubungan dengan keterlambatan rujukan ibu bersalin ke RSUD Gunungsitoli.

Analisis Bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel independen yaitu keputusan keluarga, faktor dana, faktor geografis dan penolong persalinan dengan variabel dependen yaitu keterlambatan rujukan ibu bersalin menggunakan uji Chi Square.

Dokumen terkait