BAB IV ANALISIS DATA
B. Upaya-upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam
1. Kompetensi Kepribadian
Dalam mengembangkan kompetensi kepribadian guru, kepala sekolah berperan sebagai inovator, beliau berpesan untuk memaksimalkan kinerja guru, memberi teladan kepada seluruh tenaga kependidikan.
Keterangan ini sesuai dengan peran kepala sekolah sebagai inovator yang diungkapkan oleh Mulyasa (2007:118 ) dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai innovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada seluruh tenaga
kependidikan disekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif.
Dalam hal kedisiplinan penulis menemukan cara yang diterapkan oleh kepala sekolah MTs Assalafi Susukan untuk mengatasi keterlambatan kehadiran guru beliau menggunakan cara memberikan sanksi kepada guru yang kurang disiplin, sanksi yang diterapkan berupa pemotongan gaji. Tetapi sangat jarang ada guru yang terlambat karena absensinya sudah menggunakan finger print sehingga guru rata-rata jam 07.40 guru sudah dilokasi sekolahan.
Langkah kepala sekolah tersebut sesuai dengan peran kepala sekolah sebagai administrasi personalia atau kepegawaian, seperti pendapat yang disampaikan Danim dan Khairil, (2013:81) mereka menyebutkan bahwa administrasi personalia bertujuan untuk mendayagunakan tenaga guru secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal.
Untuk menumbuhkan semangat kerja yang dilakukan kepala sekolah yaitu memberikan motivasi dan menasehati secara harus sehinnga mudah diterima oleh guru yang dinasehati. Kepala sekolah juga bersedia membantu guru yang mengalami masalah dalam kegiatan KBM maupun pribadi. Seperti yang diungkapkan Bafadal
(dalam Murti’ah, 2007: 95) beliau menyatakan bahwa kepala sekolah
harus bisa membina sikap personal profesional guru yaitu dengan membantu dalam memecahkan keluh kesah guru. Keluh kesah guru
adalah suatu yang dialami dalam situasi kerja dimana seorang guru merasa tidak nyaman. Seorang guru yang mengalami banyak masalah akan berpengaruh terhadap semangat sebagai seorang pendidik.
2. Kompetensi Pedagogik
Dalam mengembangkan kompetensi pedagogik guru di MTs Assalafi Susukan upaya yang dilakukan kepala sekolah adalah berperan sebagai informan yang memberikan informasi terbaru kepada guru untuk senantiasa mengembangkan diri membaca buku atau membaca dari sumber yang lain, kepala sekolah juga melakukan pengawasan terhadap kinerja guru. Kepala sekolah melakukan kunjungan kelas, memberikan saran untuk mengikuti organisasi keguruan dan memberi waktu kepada guru untuk mengikuti kegiatan MGMP, pelatihan, seminar dan sebagainya.
Upaya kepala sekolah untuk mengembangkan kompetensi pedagogik sudah tepat. Cara ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Asmani (2012: 37) beliau menyampaikan bahwa dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Kepala sekolah perlu meiliki strategi yang tepat untuk pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan melaui persaingan dalm kebersamaan, memberi kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, mendorong keterlibatan seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik yang dilaksanakan di sekolah seperti MGMP tingkat sekolah. Kegiatan
yang berada diluar sekolah misalnya dengan memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pihak lain.
Upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam membantu guru yang mengalami masalah yaitu beliau siap membantu untuk mencari solusi yang terbaik. Kepala sekolah tidak keberatan sama sekali ketika ada guru yang minta bantuannya.
Upaya tersebut merupakan salah satu fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang dijelaskan (dalam rohani dan ahmadi, 1991: 89-100) dalam buku tersebut dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berfungsi untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah, baik secara personal maupun kelompok dengan memberikan saran dalam mengatasinya.
Salah satu cara yang dilakukan dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru di MTs Assalafi Susukan yaitu dengan melakukan monitoring, observasi, kunjungan kelas dan pemeriksaan administrasi.
Tindakan tersebut mencerminkan peran kepala sekolah sebagai administrator dan sesuai dengan pendapat yang dikatakan oleh Danim dan Khairil, (2013:81) administrator adalah orang yang menjalankan kegiatan administrasi. Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan erat dengan berbagai aktifitas administrasi sekolah baik dari pendekatan fungsional maupun pendekatan substansial. Secara fungsional, kepala sekolah harus mampu merencanakan,
mengorganisasikan, menata staf, melaksanakan, mengawasi, mengendalikan, mengevaluasi, dan melakukan tindak lanjut. Secara substansial kepala sekolah harus mampu mengelolakurikulum, ketenagaan, kesiswaan, hubungan kemasyarakatan, layanan khusus, administrasi kearsipan, dan administrasi keuangan.
3. Kompetensi Profesional
Dalam mengembangkan kompetensi profesional guru, upaya yang dilakukan kepala sekolah adalah guru yang belum memiliki kualifikasi S1 dianjurkan untuk menyelesaikan S1 nya dengan jalur beasiswa maupun reguler, mengikut sertakan dalam seminar, kepala sekolah memberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan mengikuti pelatihan-pelatihan yang bermanfaat, kepala sekolah memberi pengarahan agar mengembangkan kemampuan yang dimiliki, banyak menambah sumber pengetahuan salah satunya dengan banyak membaca buku, untuk guru yang sertifikasi diwajibkan mempunyai analisis pembelajaran, buku kepribadian anak.
Upaya kepala sekolah untuk mengembangkan kompetensi pedagogik sudah tepat. Cara ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Asmani (2012: 37) beliau menyampaikan bahwa dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. Kepala sekolah perlu meiliki strategi yang tepat untuk pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan melaui persaingan dalm kebersamaan, memberi kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan
profesinya, mendorong keterlibatan seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik yang dilaksanakan di sekolah seperti MGMP tingkat sekolah. Kegiatan yang berada diluar sekolah misalnya dengan memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pihak lain.
Upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam membagi tugas mengajar yaitu disesuaikan dengan kualifikasi yang dimiliki oleh guru, kualifikasi ini diperkuat oleh penuturan NH dan SH yang mengatakan bahwa pembagian tugas mengajar menyesuaikan dengan kualifikasi tersebut.
Langkah ini sesuai dengan peran kepala sekolah sebagai manajer seperti yang terdapat dalam buku (Danim dan Khairil, 2013: 80) disebutkan bahwa kepala sekolah harus mampumengoptimasi dan mengakses sumberdaya sekolah untuk mewujudkan visi, misi dan mencapai tujuannya.
4. Kompetensi Sosial
Dalam mengembangkan kompetensi sosial guru, yang diupayakan kepala sekolah adalah dengan mengadakan infak seiklasnya untuk subsidi anak-anak tidak mampu, memiliki rasa keterbukaan, menjaga kejujuran dan rasa saling menjaga, kepala sekolah memberi saran agar menjaga sikap, berbicara santun, dan bekerjasama dalam kebaikan, bermusyawarah apabila ada
permasalahan untuk mencari solusinya ini juga akan meletih guru untuk pandai berbicara dihadapan orang banyak dan meltih untuk berani mengutarakan pendapat.
Kepala sekolah juga mencoba untuk melatih kecakapan berbicara guru dengan berdiskusi. Karena kecakapan berbicara sangat penting bagi guru dalam KBM. Dengan kecakapan berbicara dapat memberikan manfaat untuk menyakinkan, mempengaruhi, atau menjadi penguatan suatu materi yang disampaikan kepada peserta didik. Pernyataan tersebut sesuai dengan fungsi kepemimimpinan kepala sekolah sekolah yang dikemukakan oleh Rohani dan Ahmadi, (1991: 89-90) bahwa kepemimpinan kepala sekolah berfungsi untuk mengembangkan dan menyalurkan kebebasan berfikir dan mengeluarkan pendapat, baik secara perseorangan ataupun kelompok dalam menetapkan keputusan yang mampu memenuhi aspirasi di dalam sekolah.
C. Problematika yang dihadapi kepala sekolah dalam mengembangkan