• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uraian Materi

Dalam dokumen Modul PKB SMP 2017 Seni Musik KK B (Halaman 25-38)

Dalam kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan interaksi antara guru dan murid yang memiliki tujuan. Agar tujuan ini dapat tercapai sesuai dengan target dari guru itu sendiri, maka sangatlah perlu terjadi interaksi positif yang terjadi antara guru dan murid. Sangat perlu bagi guru untuk membuat interaksi yang menyenangkan dan tidak membosankan. Selain supaya target guru dapat tercapai, interaksi yang positif akan menjadikan peserta didik senang dalam

16

Kegiatan Pembelajaran 1

mengikuti kegiatan belajar mengajar, lebih merasa bersahabat dengan guru sehingga peserta didik dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik. Pendidik yang memandang anak didik sebagai pribadi yang berbeda satu dengan lainnya, akan berbeda dengan pendidik yang memandang anak didik sebagai makhluk yang sama dan tidak ada perbedaan dalam segala hal. Maka sangatlah penting untuk meluruskan pandangan yang keliru dalam menilai anak didik. Untuk itu pendidik perlu menyadari dan memaklumi bahwasanya anak didik itu merupakan individu dengan segala perbedaannya sehingga diperlukan beberapa pendekatan dalam proses belajar mengajar.

1. Pengertian Pendekatan dalam Pembelajaran

Proses interaksi pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar pada peserta didik ialah bagaimana cara guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan karakter pembelajaran.

Pendekatan (approach) pembelajaran adalah cara yang ditempuh guru dalam pelaksanaan agar konsep yang disajikan bisa diterima oleh peserta didik. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan juga sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran dibagi ke dalam dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada peserta didik (student centered approach), dimana pada pendekatan ini jenis guru melakukan pendekatan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach), dimana pada pendekatan ini jenis guru menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran.

17

Seni Budaya Seni Musik SMP KK B

2. Fungsi Pendekatan dalam Pembelajaran

Fungsi pendekatan bagi suatu proses atau kegiatan pembelajaran adalah sebagaai berikut: (1) sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran yang akan digunakan, (2) memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran, (3) menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai, (4) mendiagnosis masalah-masalah belajar yang timbul, dan (5) menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan.

3. Jenis-jenis Pendekatan dalam Pembelajaran

a. Pendekatan individual

Pendekatan individual adalah suatu pendekatan yang melayani perbedaan-perbedaan dari setiap peserta didik, sehingga dengan penerapan pendekatan individual memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing peserta didik secara optimal. Dasar pemikiran dari pendekatan individual ini ialah adanya pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing peserta didik. Sebagai individu, peserta didik mempunyai kebutuhan dasar baik fisik maupun kebutuhan rasa aman. Sebagai makhluk sosial, peserta didik mempunyai kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik dengan temannya, dengan guru, atau orang tuanya.

Pembelajaran individual merupakan salah satu cara guru untuk membantu peserta didik melalui perencanaan kegiatan belajar sesuai dengan kemampuan dan daya dukung yang dimiliki. Pendekatan individual akan melibatkan hubungan yang terbuka antara guru dan peserta didik, yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam proses belajar mengajar sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara guru dengan peserta didik dalam proses belajar. Untuk mencapai hal itu, guru harus melakukan beberapa hal berikut: (1) mendengarkan secara simpati dan menanggapi secara positif pikiran peserta didik dan membuat hubungan yang didasari rasa saling peercaya, (2) membantu peserta didik melalui pendekatan verbal dan non-verbal, (3) membantu peserta didik tanpa harus mendominasi atau mengambil alih tugas, (4) menerima kondisi peserta didik sebagaimana adanya tanpa perbedaan dengan penuh perhatian, serta (5) memberikan rasa aman, pengertian, bantuan, dan alternatif pemecahan solusi terhadap peserta didik.

18

Kegiatan Pembelajaran 1

Ciri-ciri pendekatan individual antara lain: (1) guru melakukan pendekatan secara pribadi kepada setiap peserta didik di kelas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik sebagai individu untuk aktif, kreatif, dan mandiri dalam belajar, (2) guru harus peka melihat perbedaan sifat-sifat dari semua peserta didik secara individual, (3) guru lebih berperan sebagai fasilitator dan pembimbing di kelas. Para peserta didik dapat lebih terkontrol mengenai bagaimana dan apa yang mereka pelajari, (4) guru harus mampu menyajikan pelajaran yang menarik di depan kelas. Menarik dalam pengertian mengasyikkan, mudah dipahami serta tidak membosankan. Pengajaran individual dilakukan untuk membantu peserta didik dalam menuntaskan belajar mereka.

Keuntungan dari model pendekatan pembelajaran individual adalah: (1) memungkinkan peserta didik dapat maju menurut kemampuannya masing-masing secara penuh dan tepat, (2) kemajuan bersifat real melalui kegiatan diskusi, (3) mengarahkan perhatian peserta didik terhadap hasil belajar perorangan, (4) memusatkan pengajaran terhadap mata ajaran dan pertumbuhan yang bersifat mendidik, bukan pada tuntutan-tuntutan guru, (5) memberi peluang peserta didik untuk maju secara optimal dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki, (6) latihan-latihan tidak diperlukan bagi anak yang cerdas, karena dapat menimbulkan kebiasaan dan merasa puas dengan hasil belajar yang ada, (7) menumbuhkan hubungan pribadi yang menyenangkan peserta didik dan guru, (8) memberi kesempatan bagi para peserta didik yang pandai untuk melatih inisiatif berbuat yang lebih baik, serta (9) mengurangi hambatan dan mencegah eliminasi terhadap para peserta didik yang tergolong lamban.

Kelemahan pendekatan model pembelajaran individual secara umum ialah: (1) proses pembelajaran relatif memakan banyak waktu sesuai dengan jumlah materi yang dihadapi dan jumlah peserta didik, (2) motivasi peserta didik mungkin lebih sulit dipertahankan karena perbedaan- perbedaan individual yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dapat membuat beberapa peserta didik rendah diri/ minder dalam pembelajaran, (3) adanya penggunaan pasangan guru dan peserta didik dalam manajemen kelas reguler secara perorangan, sehingga terjadi kemungkinan sebagian peserta didik tidak dapat dikelola dengan baik, (4) guru-guru yang sudah terbiasa dengan cara-cara lama akan mengalami hambatan

19

Seni Budaya Seni Musik SMP KK B

untuk menyelenggarakan pendekatan ini karena menuntut kesabaran dan penguasaan materi secara lebih luas dan menyeluruh.

b. Pendekatan kelompok

Dalam kegiatan belajar mengajar, terkadang guru juga menggunakan pendekatan lain, yakni pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok memang terkadang diperlukan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial peserta didik. Hal ini dilakukan dengan kesadaran bahwa peserta didik adaah bagian dari makhluk sosial. Ketika guru akan menggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus sudah mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan, fasilitas pendukung belajar, penguasaan metode yang akan dipakai, serta pokok bahasan yang akan diberikan. Dalam pengelolaan kelas, terutama yang berhubungan dengan penempatan anak didik, pendekatan kelompok sangat diperlukan. Perbedaan individual anak didik pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis dijadikan sebagai pijakan dalam melakukan pendekatan kelompok.

c. Pendekatan bervariasi

Ketika guru dihadapkan pada peserta didik yang bermasalah, maka guru akan dihadapkan pada permasalahan yang bervariasi. Setiap masalah yang dihadapi peserta didik tidak selalu sama, terkadang ada perbedaan. Karena permasalahan yang dihadapi oleh setiap peserta didik bervariasi, maka pendekatan yang digunakan pun lebih tepat dengan pendekatan yang bervariasi pula. Pendekatan bervariasi bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik bermacam-macam. Permasalahan biasanya muncul dalam pengajaran, sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk permasalahan tersebut.

d. Pendekatan edukatif

Apapun yang guru lakukan dalam pendidikan dan pengajaran harus dilandasi dengan tujuan mendidik, bukan karena motif-motif lain seperti karena dendam, gengsi, dan lain sebagainya. Peserta didik yang telah melakukan kesalahan seperti membuat keributan di dalam kelas ketika guru mengajar, tidak dapat dihukum secara fisik (seperti memukul misalnya), sangsi yang bersifat fisik seperti

20

Kegiatan Pembelajaran 1

ini tidaklah mendidik. Dalam hal ini, guru telah melakukan sanksi hukum yang salah karena menggunakan teori kekuasaan untuk menundukkan peserta didiknya dan hal tersebut bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan kepribadian peserta didik. Pendekatan yang benar bagi guru adalah dengan melakukan pendekatan edukatif, setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan guru harus bernilai mendidik dengan tujuan untuk menjadikan peserta didik untuk menghargai norma hukum, norma susila, norma sosial, serta norma agama.

e. Pendekatan keagamaan

Pendidikan dan pembelajaran di sekolah tidak hanya memberikan satu atau dua macam mata pelajaran, tetapi terdiri dari banyak mata pelajaran. Dalam prateknya tidak hanya menggunakan satu, tetapi bisa juga menggunakan dua atau lebih pendekatan. Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi, guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan dalam semua mata pelajaran. Khususnya untuk mata pelajaran seni budaya sangat penting dengan pendekatan keagamaan, hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ini tidak sekuler tetapi menyatu dengan nilai agama.Tentu saja guru harus dapat menguasai ajaran-ajaran agama yang dapat disesuaikan dengan mata pelajaran yang dipegang. Mata pelajaran biologi, misalnya, bukan terpisah dari masalah agama, tetapi ada hubunganya. Persoalannya sekarang bisa atau tidaknya guru mata pelajaran tersebut mengaitkan antara biologi dan agama.

Pendekatan agama dapat membantu guru untuk meningkatkan jiwa agama didalam diri peserta didik, agar nilai-nilai agama tidak dicemoohkan dan dilecehkan, tetapi diyakini, dipahami,dihayati dan diamalkan secara penuh.

f. Pendekatan kebermaknaan

Bahasa adalah alat untuk menyampaikan dan memahami gagasan pikiran, pendapat, dan perasaan, secara lisan atau tulisan.Bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan melalui struktur (tata bahasa dan kosa kata). Dengan demikian struktur berperan sebagai alat pengungkapan makna (gagasan, pikiran, pendapat dan perasaan). Jadi pendekatan kebermaknaan adalah pendekatan yang memasukkan unsur-unsur terpenting yaitu pada bahasa dan makna. Misalnya pendekatan dalam rangka penguasaan bahasa Inggris.

21

Seni Budaya Seni Musik SMP KK B

Bahasa Inggris adalah bahasa asing yang pertama di indonesia yang dianggap penting untuk tujuan penyerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kegagalan penguasaan bahasa inggris oleh peserta didik salah satu penyebab kurang tepatnya pendekatan yang digunakan oleh guru selain faktor lain seperti faktor sejarah, fasilitas, dan lingkungan serta kompetensi guru itu sendiri. Karenanya perlu diberikan alternatif ke arah pemecahan masalah tersebut melalui pendekatan baru, yaitu pendekatan kebermaknaan.

Ada beberapa konsep penting yang menyadari pendekatan ini yaitu: (1) bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna melalui struktur (tata bahasa dan kosakata), (2) makna ditentukan oleh lingkup kebahasaan maupun lingkup situasi yang merupakan konsep dasar dalam pendekatan kebermaknaan pengajaran bahasa yang natural, (3) makna dapat diwujudkan melalui kalimat yang berbeda, baik secara lisan maupun tertulis. Suatu kalimat dapat mempunyai makna yang berbeda tergantung pada situasi saat kalimat itu digunakan, (4) belajar bahasa asing adalah belajar berkomunikasi melalui bahasa tersebut sebagai bahasa sasaran, baik secara lisan maupun tertulis. Belajar berkomunikasi ini perlu didukung oleh pembelajaran unsur-unsur bahasa sasaran, (5) memberi motivasi belajar peserta didik merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajarnya. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran peserta didik yang bersangkutan, (6) bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih penting dan bermakna bagi peserta didik jika berhubungan dengan kebutuhan yang berkaitan dengan pengalaman, minat, tata nilai, dan masa depannya, (7) dalam proses belajar mengajar, peserta didik merupakan subjek utama, tidak hanya sebagai objek belaka. Karena itu, ciri-ciri dan kebutuhan mereka harus dipertimbangkan dalam segala keputusan yang berkaitan dengan pengajaran, dan (8) dalam proses belajar mengajar, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik mengambangkan ketrampilan berbahasanya.

22

Kegiatan Pembelajaran 1

4. Tipe-tipe Pendekatan

a. Pendekatan kontekstual

Pendekatan kontekstual lahir karena kesadaran bahwa kelas-kelas di Indonesia tidak produktif. Sehari-hari di sekolah kelas diisi dengan “pemaksaan” terhadap peserta didik untuk belajar dengan cara menerima dan menghafal. Harus segera ada pilihan strategi pembelajaran yang lebih berpihak dan memberdayakan peserta didik.

Adapun yang melandasi pengembangan pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme, yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Peserta didik harus mengkonstruksikan pengetahuan dalam pikiran mereka sendiri, bahwa pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal abad 20 yang lalu.

Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan dapat belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan sekedar mengetahuinya. Sebab, pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Inilah yang terjadi pada kelas di sekolah Indonesia dewasa ini. Ini terjadi karena masih tertanam pemikiran bahwa pengetahuan dipandang sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihapal, kelas berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, akibatnya metode ceramah merupakan pilihan utama strategi mengajar. Karena itu diperlukan:

1) Sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang lebih memberdayakakan peserta didiknya.

2) Kesadaran bahwa pengetahuan bukanlah fakta atau konsep yang siap diterima, melainkan sesuatu yang harus dikonstruksi terlebih dahulu oleh peserta didik.

23

Seni Budaya Seni Musik SMP KK B

3) Kesadaran pada diri peserta didik tentang pengertian makna belajar bagi

mereka, apa manfaatnya, serta bagaimana mencapainya, dan apa yang mereka pelajari adalah berguna bagi hidupnya.

4) Peran guru yang lebih fokus pada urusan strategi bagaimana belajar daripada pemberi informasi.

Pendekatan konstektual merupakan pendekatan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan kontekstual sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen-komponen pembelajaran yang efektif yaitu konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, penilaian sebenarnya. Pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting, yaitu:

1) Guru menggunakan strategi ini ketika ia mengaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal peserta didik.

2) “Mengalami” merupakan inti belajar kontekstual. Belajar dapat menjadi lebih cepat ketika peserta didik dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif

3) Guru dapat memotivasi peserta didik dengan memberikan latihan yang nyata dan relevan

4) Bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang kompleks dengan sedikit bantuan. Pengalaman melakukan kerjasama tidak hanya membantu peserta didik mempelajari bahan ajar, tetapi konsisten dengan dunia nyata

5) Peran guru adalah membuat bermacam-macam pengalaman belajar dengan fokus pada pemahaman bukan hapalan

24

Kegiatan Pembelajaran 1

b. Pendekatan konstruktivisme

Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas peserta didik dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri yang didasarkan pada pengetahuan.

Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik berupa keterampilan dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat.

Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu , guru lebih mengutamakan keaktifan peserta didik dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik secara pribadi.

Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang peserta didik dalam memberikan arti, serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial.Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme, namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis, misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains.Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial); sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu).

Ciri-ciri pendekatan konstruktvisme adalah:

1) Pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dapat dilakukan oleh peserta didik itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga peserta didik dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori.

25

Seni Budaya Seni Musik SMP KK B

2) Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus dikaitan dengan

pengalaman yang ada pada diri peserta didik.

3) Setiap peserta didik mempunyai peranan penting dalam menemukan apa yang mereka pelajari. Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada peserta didik untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari.

c. Pendekatan deduktif

Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan.Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan.Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum kesesuatu yang khusus.

Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus, sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus.

d. Pendekatan induktif

Berbeda dengan pendekatan deduktif yang menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat umum, maka pendekatan induktif (inductif approach) menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat khusus. Metode induktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang khusus ke sesuatu yang umum.

Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Pendekatan ini sering disebut sebagai sebuah pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Pendekatan induktif juga merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum.

26

Kegiatan Pembelajaran 1

e. Pendekatan konsep

Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman.

Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh. Ciri-ciri pendekatan konsep adalah:

1) Memiliki gejala-gejala tertentu

2) Diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman langsung 3) Berbeda dalam isi dan luasnya

4) Berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalaman 5) Konsep yang benar akan membentuk pengertian 6) Setiap konsep berbeda dengan melihat ciri-ciri tertentu

Kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah:

1) Menanti kesiapan belajar, kematangan berfikir sesuai dengan unsur lingkungan 2) Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang benar dan mudah

dimengerti

3) Memperkenalkan konsep yang spesifik dari pengalaman yang spesifik pula sampai pada konsep yang kompleks

4) Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak

Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahapan, yaitu: 1) Tahap enaktik. Tahap ini dimulai dari: pengenalan benda konkret,

menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru, pengamatan dan penafsiran tentang benda baru

2) Tahap simbolik. Tahap simbolik diperkenalkan dengan menggunakan simbol, lambang, kode, dan lain sebagainya. Membandingkan antara contoh dan

non-27

Seni Budaya Seni Musik SMP KK B

contoh untuk menangkap apakah peserta didik cukup mengerti akan ciri-cirinya. Memberi nama dan istilah serta definisi.

3) Tahap ikonik. Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak seperti menyebut nama, istilah, definisi, dan lain sebagainya.

f. Pendekatan proses

Pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.

Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses. Melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik. Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan bahkan melakukan percobaan. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah kebenaran cara kerja, ketelitian, keakuratan, keuletan dalam bekerja dan sebagainya.

g. Pendekatan sains, teknologi, dan masyarakat

Pendekatan Science, Technology and Society (STS) atau pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM) merupakan gabungan antara pendekatan konsep, keterampilan proses, Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan lingkungan. Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam bahasa Inggris disebut Sains Technology Society (STS), Science Technology Society and Environtment (STSE) atau Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat. Meskipun istilahnya banyak namun sebenarnya intinya sama yaitu

Environtment, yang dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan. Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan terpadu antara sains, teknologi, dan isu yang ada di masyarakat.Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalah menghasilkan peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan, sehingga

Dalam dokumen Modul PKB SMP 2017 Seni Musik KK B (Halaman 25-38)

Dokumen terkait