• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN

URAIAN PENDAPATAN

PROYEKSI 2017 2018 2019 2020 2021 PENDAPATAN DAERAH 1.139.272.225.331 1.254.221.757.555 1.390.363.855.584 1.541.115.627.872 1.697.070.013.058 I. Pendapatan Asli Daerah 74.271.366.803 89.591.342.456 115.035.223.093 140.456.426.122 161.591.382.532 1. Pajak Daerah 21.200.938.059 26.409.114.543 39.368.776.431 48.602.190.819 54.691.880.619 2. Retribusi Daerah 6.653.488.021 7.883.568.876 10.110.931.500 12.530.955.974 13.480.955.974 3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 7.680.000.000 9.446.400.000 11.750.400.000 14.929.920.000 17.915.904.000 4. Lain-lain pendapatan yang sah 38.736.940.723 45.852.259.038 53.805.115.162 64.393.359.329 75.502.641.938

II. Dana Perimbangan 911.238.912.544 1.006.830.371.816 1.114.388.587.044 1.235.472.154.030 1.367.932.230.421

1. Dana Bagi Hasil

Pajak 112.385.089.298 120.084.227.622 129.339.093.511 140.264.446.745 153.810.018.699

2. Dana Bagi Hasil

Bukan Pajak 30.566.078.800 30.843.944.390 31.152.203.260 31.490.725.072 31.859.537.976 3. DAU 610.908.015.000 687.610.231.653 773.942.752.534 871.114.705.142 980.487.028.312 4. DAK 157.379.729.446 168.291.968.151 179.954.537.740 192.602.277.069 201.775.645.434 III. Lain-lain pendapatan yang sah 153.761.945.984 157.800.043.283 160.940.045.447 165.187.047.720 167.546.400.106

1. Dana bagi hasil pajak provinsi (PKB, BBNKB, Pajak bahan bakar)

40.761.945.984 42.800.043.283 44.940.045.447 47.187.047.720 49.546.400.106

2. Dana penyesuaian

a). Pendapatan Asli Daerah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) meliputi pajak daerah, retribusi daerah, Hasil Pengelolaan Keka-yaan Daerah yang Dipisahkan dan lain-lain pendapatan yang sah. Lima tahun ke depan, tahun 2017-2021 PAD Kabupaten Batang Hari diestimasi tumbuh

rata-rata 16,42 persen, sehingga pada tahun 2021 ditargetkan mencapai Rp 161,591 Milyar lebih atau meningkat sekitar 108,73 persen dari PAD Tahun 2016. Kontribusi PAD dalam struktur APBD dalam lima tahun ke depan ditargetkan rata-rata sebesar 8,11 persen.

Pajak daerah diharapkan bisa tumbuh rata-rata 28,55 persen per tahun, restribusi daerah tumbuh 11,92 persen, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan tumbuh rata-rata 18,09 persen dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah ditarget lima tahun ke depan mampu tumbuh rata-rata 11,63 persen per tahun.

b). Dana Perimbangan

Dana Perimbangan meli-puti Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. Dana Perimbangan menempati porsi terbesar dalam struktur APBD Kabupaten Batang Hari, yaitu rata-rat sebesar 80,63 persen.

Dalam tahun 2017-2021 Dana Perimbangan di Kabupaten Batang Hari diestimasi

Grafik 3.28

Estimasi PAD Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021

Grafik 3.29

Estimasi Dana Perimbangan Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021

mencapai Rp 1.367,932 Milyar lebih atau meningkat sekitar 50,86 persen dari Dana Perimbangan Tahun 2016.

Dana Alokasi Umum ditargetkan tumbuh rata-rata 10,04 persen per tahun, Dana Alokasi Khusus 5,04 persen, dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak ditargetkan dapat tumbuh rata-rata 3,36 persen per tahun.

c). Lain-lain Pendapatan Yang Sah

Pada tahun 2017-2021 sumber penerimaan daerah dari Lain-lain pendapatan yang sah diharapkan berkontri-busi rata-rata sebesar 11,26 persen dalam struktur ABPD Kabupa-ten Batang Hari, dengan pertumbuhan rata-rata 10,10 persen

per tahun, sehingga pada tahun 2021 ditargetkan pendapatan daerah dari pos penerimaan ini mencapai Rp 167,546 Milyar lebih atau meningkat 54,51 persen dari kondisi tahun 2016.

Dana Lain-lain Pendapatan yang Sah meliputi Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi dan Dana Penyesuaian Otonomi Khusus. Dana bagi hasil pajak provinsi dalam lima tahun ke depan diharapkan dapat tumbuh rata-rata sebesar 5 persen per tahun dan dana penyesuaian otonomi khusus tumbuh rata-rata 0,87 persen per tahun.

B. Arah Pengelolaan Pendapatan

Kebijakan pengelolaan pendapatan daerah merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Besaran pendapatan daerah sangat menentukan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pembangunan. Artinya volume pembangunan sangat tergantung dari kapasitas pendapatan daerah. Oleh karena itu strategi pengelolaan pendapatan daerah adalah sangat penting dan merupakan bagian yang terpisahkan dari kebijakan pembangunan daerah itu sendiri.

Grafik 3.30

Estimasi Dana Lain-laian Pendapatan yang Sah Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021

Sesuai proporsi sumber pendapatan daerah dan ruang lingkup Keuangan Daerah Kabupaten Batang Hari, maka strategi kebijakan pemerintah tetap berorientasi pada mengupayakan sumber pendapatan desentralisasi fiskal dalam bentuk Dana Alokasi Umum yang menempati proporsi paling besar. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekalipun kontribusinya kecil, namun terus ditingkatkan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan warga masyarakat. Demikian juga dengan sumber pendapatan lainnya terus ditingkatkan yaitu Lain-lain Pendapatan yang sah, Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak sehingga dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang, proporsi Dana Alokasi Umum secara bertahap dapat berkurang dan digantikan oleh sumber pendapatan lainnya.

Beberapa strategi yang akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pendapatan dalam kurun waktu lima tahun mendatang, antara lain :

a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur yang membidangi tugas pendapatan daerah.

b. Menggali dan mengoptimalkan sumber pendapatan daerah sesuai kewenangan daerah melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah.

c. Akselerasi pendataan dan akurasi potensi pajak daerah, terutama PBB-P2

d. Peningkatan koordinasi dan pengawasan internal dan eksternal dalam rangka pemungutan pendapatan daerah;

e. Meningkatkan efisiensi dan meminimalisir kebocoran dalam proses perolehan PAD. f. Meningkatkan peran aktif aparatur dalam memperoleh dana perimbangan, dan

sumber-sumber dana lainnya

g. Peningkatan sarana dan prasarana yang mendukung pendapatan daerah;

h. Peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan terhadap masyarakat dalam menghasilkan pendapatan daerah.

i. Optimalisasi jasa elektronik dalam pengelolaan pendapatan daerah. j. Memperkuat peran PAD dalam struktur pendapatan daerah.

k. Optimalisasi aset dan kekayaan daerah sebagai sumber pendapatan daerah; l. Pemantapan kelembagaan dan sistem pemungutan pendapatan daerah;

3.3.2 Proyeksi dan Arah Pengelolaan Belanja Daerah A. Proyeksi Belanja

Besaran belanja daerah sangat tergantung kepada besaran pendapatan daerah. semakin besar pendapatan daerah maka semakin besar pula potensi belanja daerah. Secara makro belanja daerah sebagai komponen keuangan daerah diharapkan mampu memberi dorongan atau stimulan terhadap perkembangan ekonomi daerah melalui multiplier effect yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan rakyat yang lebih merata.

Besaran target capaian indikator sasaran program yang hendak dicapai sangat mempengaruhi proyeksi belanja. Hal ini dilakukan dengan cara memperhatikan perkiraan inflasi, serta trend perkembangan komposisi belanja langsung dan tidak langsung, belanja pegawai, belanja modal, belanja barang dan jasa dan lain-lain. Aspek-aspek di atas menjadi pertimbangan dalam skenario yang dipakai dalam melakukan proyeksi belanja. Kabupaten Batang Hari pada tahun 2017-2021 menggunakan skenario moderat dengan pola anggaran berimbang tanpa difisit. Artinya tidak terlalu optimistik dan tidak juga pesimis dengan besaran belanja daerah sama dengan besaran pendapatan daerah pada tingkat defisit nol persen.

Peningkatan pendapatan asli daerah sebagai sumber belanja akan menghadapi tantangan yang relatif berat, namun perlu menjadi prioritas. Kondisi ketergantungan yang tinggi terhadap Dana Perimbangan merupakan isu penting yang perlu dicermati bagi penyelenggara pemerintahan, karena porsinya sangat tergantung oleh kebijakan pemerintah pusat.

Sesuai dengan besaran pendapatan daerah, maka belanja daerah Kabupaten Batang Hari dalam lima tahun ke depan diharapkan bisa tumbuh rata-rata 8,34 persen per tahun. Total belanja daerah diestimasi naik dari Rp 1.141,642 Milyar di tahun 2016 menjadi Rp 1.697,070 Milyar di tahun 2021 atau naik sekitar 48,65 persen. Belanja Langsung pada akhir periode pemerintahan tahun 2021 diestimasi bisa naik 67,5 persen dibanding tahun 2016 dengan pertumbuhan rata-rata 11,48 persen per tahun. Sedangkan Belanja Tidak Langsung (BTL) diharapkan naik 33,84 persen dibandingkan tahun 2016 dengan pertumbuhan rata-rata 6,02 persen per tahun. Rincian per tahun dan per jenis belanja dapat dilihat pada dua tabel berikut ini.

Tabel 3.8

Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2016-2021

TA BEALANJA TIDAK LANGSUNG LANGSUNG BELANJA BELANJA DAERAH

2016 639.305.726.965 502.336.306.010 1.141.642.032.975 2017 688.769.842.688 450.502.382.642 1.139.272.225.330 2018 736.087.571.340 518.134.186.215 1.254.221.757.555 2019 766.297.747.920 624.066.107.664 1.390.363.855.584 2020 828.448.127.911 712.667.499.961 1.541.115.627.872 2021 855.675.419.406 841.394.593.651 1.697.070.013.057 Peningkatan 2016 ke 2021 33,84 67,50 48,65 GR 6,02 11,48 8,34

Tabel 3.9

Dokumen terkait