BUPATI BATANG HARI
PROVINSI JAMBI
PERATURAN DAERAH
NO
MOR 10 TAHUN 2016
1
BUPATI BATANG HARI
PROVINSI JAMBI
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG HARI
NOMOR : TAHUN 2016
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH
KABUPATEN BATANG HARI TAHUN 2016 - 2021
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BATANG HARI,
Menimbang :
a. bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Batang Hari merupakan suatu arahan dan
pedoman bagi penyelenggaraan pembangunan di daerah;
b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 264 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah juncto Pasal 15 ayat (1) Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata
Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, perlu
menetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Batang Hari Tahun 2016-2021;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan
Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021.
1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
2. Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang
Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Dalam Provinsi
Sumatera Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1956 Nomor 25). Sebagaimana telah diubah dengan
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1965 tentang
Pembentukan Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko dan
Daerah Tingkat II Tanjung Jabung (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 50, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2755);
2
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4700);
5. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4725);
6.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana
telah beberapakali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua
atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
7.
Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata
Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan;
8.
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
9.
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 68, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun
2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional Tahun 2015-2019;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8
Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan daerah (Berita Negara Republik indonesia
tahun 2010 Nomor 517)
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BATANG HARI
dan
BUPATI BATANG HARI
MEMUTUSKAN:
3
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kabupaten Batang Hari;
2. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan
urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom;
3. Bupati adalah Bupati Batang Hari
4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disebut DPRD adalah
Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah;
5. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang selanjutnya disebut
Bappeda adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kabupaten Batang Hari;
6. Peraturan Daerah selanjutnya disebut Perda adalah Peraturan
Daerah Kabupaten Batang Hari.
7. Rencana Tata Ruang Wilayah, yang selanjutnya disebut RTRW
Kabupaten adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan
penjabaran strategi dan arahan kebijakan pemanfaatan ruang
wilayah ke dalam struktur dan pola ruang wilayah.
8. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, yang selanjutnya
disebut RPJPD adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 (dua
puluh) tahun.
9. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, yang selanjutnya
disebut RPJMD, adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima)
tahun.
10. Rencana Kerja Pembangunan Daerah adalah dolumen perencanaan
daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana
pembangunan tahunan daerah.
10. Rencana Strategis SKPD, yang selanjutnya disebut Renstra SKPD
adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.
11. Rencana Kerja SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renja SKPD
adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 tahun.
12. Kerangka pendanaan adalah program dan kegiatan yang disusun
untuk mencapai sasaran hasil pembangunan yang pendanaannya
diperoleh dari anggaran pemerintah daerah, sebagai bagian integral
dari upaya pembangunan daerah secara utuh.
13. Isu-isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan
atau dikedepankan dalm perencanaan pembangunan daerah karena
dampaknya yang siginifikan bagi daerah dengan karakteristik bersifat
penting, mendasar, mendesak berjangka panjang dan menentukan
tujuan penyelenggaraan pemerintah daerah dimasa yang akan
datang.
14. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada
akhir periode perencanaan.
4
17. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah
daerah untuk mencapai tujuan.
18. Sasaran adalah target atau hasil yang diharapkan dari suatu program
atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan.
19. Program adalah bentuk instrument kebijakan yang berisi satu atau
lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD atau masyarakat yang
dikoordinasikan oleh pemerintah daerah untuk mencapai sasaran
dan tujuan pembangunan daerah.
20. Indikator kinerja adalah alat ukur spesifik secara kuantitatif dan atau
kualitatif untuk masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat dan atau
dampak yang menggambarkan tingkat capaian kinerja suatu program
atau kegiatan.
Pasal 2
RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala
Daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan,
pembangunan Daerah dan keuangan Daerah serta program Perangkat
Daerah dan lintas Perangkat Daerah yang disertai dengan kerangka
pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang
disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMN.
Pasal 3
RPJMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tercantum dalam lampiran
dengan sistematika terdiri dari :
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
BAB
III
: GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN
KERANGKA PENDANAAN
BAB IV : ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
BAB V : VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
BAB VI : STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB
VII
: KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN
DAERAH
BAB VIII : INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI
KEBUTUHAN PENDANAAN
BAB IX : PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH
BAB X : PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN
BAB XI : PENUTUP
5
Pasal 5
RPJMD Kabupaten Batang Hari menjadi dokumen rujukan bagi
Kabupaten dalam menyusun dokumen-dokumen pembangunan daerah
agar selaras dengan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, strategi dan
program Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Pasal 6
RPJMD diselaraskan dengan arah kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Batang Hari dan Provinsi Jambi dalam Penyusunan
perencanaan pembangunan di daerah.
Pasal 7
RPJMD dijabarkan lebih lanjut oleh Bappeda ke dalam RKPD setiap tahun
sebagai dasar:
a. penyusunan Rencana Kerja SKPD yang ditelah di verifikasi Bappeda
untuk disahkan oleh Bupati; dan
b. penyusunan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran
Sementara oleh Bupati.
Pasal 8
RPJMD ini dapat diubah apabila berdasarkan hasil pengendalian dan
evaluasi tidak sesuai dengan perkembangan keadaan atau penyesuaian
terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
Pasal 9
Bupati melakukan pengendalian dan evaluasi setiap tahun terhadap
pelaksanaan RPJMD.
Pasal 10
RPJMD sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
Pasal 11
Untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mengisi kekosongan
RKPD Tahun 2022 yang diperlukan sebagai pedoman bagi penyusunan
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2022 serta
dengan mengingat waktu yang sangat sempit bagi Bupati terpilih hasil
Pemilihan Umum Tahun 2020 nanti untuk menyusun RPJMD 2021 -2026
serta RKPD Tahun 2022, maka pemerintah daerah menyusun Rancangan
RKPD Tahun 2022 sesuai dengan jadwal dengan agenda menyelesaikan
masalah-masalah pembangunan yang belum seluruhnya tertangani
sampai dengan tahun 2021 dan masalah-masalah pembangunan yang
akan dihadapi dalam tahun 2022.
6
Pasal 12
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah
Kabupaten Batang Hari
Ditetapkan di Muara Bulian
pada tanggal 2016
BUPATI BATANG HARI,
SYAHIRSAH SY
Diundangkan di Muara Bulian
pada tanggal
Plt.SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BATANG HARI
BAKHTIAR
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BATANG HARI
TAHUN 2016 NOMOR :
Ir. H. SYAHIRSAH SY
BUPATI BATANG HARI
HJ. SOFIA JOESOEF, SH, MM
WAKIL BUPATI BATANG HARI
emangat otonomi mengisyaratkan kepada pemerintah daerah untuk memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang dimilikinya secara optimal, arif dan bijaksana. Tujuannya adalah agar kesejahteraan masyarakat sesegera mungkin dapat ditingkatkan. Oleh karena itu diperlukan perencanaan yang mampu mentransformasi potensi sumberdaya alam dan manusia yang dimiliki menjadi potensi yang bermanfaat bagi kemakmuran rakyat.
Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, setiap daerah harus memiliki perencanaan pembangunan yang disusun secara sistematis, terarah, terpadu dan responsif terhadap setiap perubahan. Maksudnya adalah, agar potensi beserta keunggulan yang dimiliki daerah dapat berdampak yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batang Hari ini adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah dan merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan program Kepala Daerah terpilih untuk periode 2016-2021 yang disusun melalui lima pendekatan, yaitu pendekatan teknokratik, partisipatif, politik, atas-bawah (top-down) dan pendekatan bawah-atas (bottom-up). RPJMD ini disusun dengan maksud sebagai panduan, arahan dan pedoman serta landasan bagi setiap penyelenggara pemerintah terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah Kabupaten Batang Hari dalam kurun waktu 2016 – 2021 mendatang.
Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Batang Hari, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan RPJMD ini. Harapan saya agar dokumen perencanaan pembangunan ini betul-betul dapat bermanfaat secara optimal sesuai dengan tujuannya.
Saran dan masukan dari pihak yang berkepentingan tentu senantiasa diaharapkan, sepanjang hal itu berguna serta relevan dengan maksud penyusunannya. Terakhir, semoga dokumen RPJMD ini bermanfaat bagi percepatan kemakmuran rakyat Bumi Serentak Bak Regam, Amin Ya Rabbal Alamin.
BUPATI BATANG HARI,
Ir. H. SYAHIRSAH SY
S
Halaman
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR GRAFIK ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. LATAR BELAKANG ... 1
1.2. DASAR HUKUM PENYUSUNAN ... 3
1.3. HUBUNGAN RPJMD DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA ... 6
1.4. SISTEMATIKA PENULISAAN ... 17
1.5. MAKSUD DAN TUJUAN ... 19
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH ... 20
2.1. ASPEK GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI ... 20
2.1.1 Aspek Geografi dan Administrasi Wilayah ... 20
2.1.2 Potensi Pengembangan Wilayah ... 27
2.1.3 Wilayah Rawan Bencana ... 32
2.1.4 Demografi ... 33
2.2. ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ... 37
2.2.1 Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi ... 37
2.2.2 Fokus Kesejahteraan Sosial ... 53
2.2.3 Fokus Seni Budaya dan Olahraga ... 58
2.3. ASPEK PELAYANAN UMUM ... 61
2.3.1 Fokus Pelayanan Urusan Wajib ... 61
2.3.2 Fokus Pelayanan Urusan Pilihan ... 89
2.4. ASPEK DAYA SAING DAERAH ... 113
2.4.1 Kemampuan Ekonomi Daerah ... 113
2.4.2 Fasilitasi Wilayah/Infrastruktur ... 119
2.4.3 Fasilitas Iklim Berinvestasi ... 121
2.4.4 Sumber Daya Manusia ... 125
DAFTAR ISI
Halaman
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN
KERANGKA PENDANAAN ... 130
3.1. KINERJA KEUANGAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011-2015 131
3.1.1 Kinerja Pelaksanaan APBD ... 131
3.1.2 Neraca Daerah ... 142
3.2. KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011-2015 145
3.2.1 Proporsi Pengguna Anggaran ... 145
3.2.2 Analisis Pembiayaan ... 151
3.3. KERANGKA PENDANAAN 152 3.3.1 Proyeksi dan Arah Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Daerah ………... 152
3.3.2 Proyeksi dan Arah Pengelolaan Belanja Daerah …. 159 3.3.3 Proyeksi dan Arah Pengelolaan Pembiayaan Daerah 163 3.3.4 Kebijakan Umum Anggaran ……….. 165
BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS ... 170
4.1. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN ... 171
4.1.1 Permasalahan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik ... 171
4.1.2 Permasalahan Sosial dan Budaya ... 173
4.1.3 Permasalahan Ekonomi dan Pengelolaan Sumber Daya Alam ... 176
4.1.4 Prasarana Wilayah ………. 179
4.2. ISU STRATEGIS ... 180
4.2.1 Daya Dukung Lingkungan dan Sumber Daya Alam ... 180
4.2.2 Dinamika Demografi dan Sosial Budaya ... 181
4.2.3 Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik ... 183
4.2.4 Tata Ruang dan Infrastruktur Daerah ... 185
4.2.5 Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat ... 186
4.2.6 Analisis Lingkungan Strategis ... 188
BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN ... 190
5.1. VISI ... 190
5.2. MISI ... 195
5.3. TUJUAN DAN SASARAN ... 197 5.4. KONSISTENSI HUBUNGAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 203
Halaman
BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ………... 206
6.1. STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH ... 206
6.2. ARAH KEBIJAKAN ... 208
BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH ... 223
7.1. PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH ... 223
7.2. PROGRAM NON URUSAN/RUTIN ... 233
7.3. PROGRAM KEWILAYAHAN ... 233
BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN ... 262
BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH ... 293
BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN ... 305
10.1. PEDOMAN TRANSISI ... 305
10.2. KAIDAH PELAKSANAAN ... 306
BAB XI P E N U T U P ... 309
Halaman
Tabel 2.1 Luas Wilayah, Banyaknya Desa/Kelurahan dan Nama Ibukota
Tiap Kecamatan di Kabupaten Batang Hari 21 Tabel 2.2 Posisi dan Ketinggian Daerah Kabupaten Batang Hari dari
Permukaan Air Laut Dirinci Menurut Kecamatan 22 Tabel 2.3 Kondisi Geologi Menurut Jenis per Kecamatan di Kabupaten
Batang Hari 23
Tabel 2.4 Potensi Rawan Bencana di Kabupaten Batang Hari 32 Tabel 2.5 Perkembangan Penduduk Kabupaten Batang Hari Tahun
2011-2015 34
Tabel 2.6 Perkembangan Penduduk Kabupaten Batang Hari Per
Kecamatan Tahun 2011-2015 34
Tabel 2.7 Tingkat Kepadatan Penduduk Per Kecamatan dalam Kabupaten
Batang Hari Tahun 2015 35
Tabel 2.8 Proyeksi Perkembangan Penduduk Kabupaten Batang Hari
Tahun 2016-2020 36
Tabel 2.9 Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Batang Hari ADHK 2010
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011─2015 39 Tabel 2.10 PDRB Kabupaten Batang Hari ADHB 2010 Menurut Lapangan
Usaha Tahun 2011─2015 (Milyar) 41 Tabel 2.11 PDRB Kabupaten Batang Hari ADHK 2010 Menurut Lapangan
Usaha Tahun 2011─2015 (Juta) 43
Tabel 2.12 PDRB Kabupaten Batang Hari Per Kapita Menurut Lapangan
Usaha (Juta Rp), 2010─2015 44
Tabel 2.13 PDRB per Kapita Provinsi Jambi Tahun 2010 dan 2014 45 Tabel 2.14 Kontribusi PDRB ADHB 2010 Terhadap PDRB Provinsi Jambi
dengan Migas 46
Tabel 2.15 PDRB Kabupaten Batang Hari ADHK 2010 Menurut Lapangan
Usaha Tahun 2010-2015 49
Tabel 2.16 Indeks Gini di Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2014 50 Tabel 2.17 Persentase dan Laju Pertumbuhan Penduduk Miskin Kabupaten
Batang Hari Tahun 2010-2014 51
Tabel 2.18 Tingkat Kemiskinan Provinsi Jambi Tahun 2010-2014 52 Tabel 2.19 Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Jambi Tahun 2010-2014 52 Tabel 2.20 IPM dan Laju Pertumbuhan IPM Kabupaten Batang Hari Tahun
2010-2014 53
Halaman
Tabel 2.21 Angka Rata-Rata Lama Sekolah di Kabupaten Batang Hari Tahun
2010-2014 55
Tabel 2.22 Angka Harapan Lama Sekolah di Kabupaten Batang Hari Tahun
2010-2014 56
Tabel 2.23 Jumlah Kelompok Kesenian, Seniman dan Gedung Kesenian
Kabupaten Batang Hari Tahun 2015 59 Tabel 2.24 Pemilikan Fasilitas Menurut Cabang Olahraga di Kabupaten
Batang Hari Tahun 2015 59
Tabel 2.25 Peringkat Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi dalam
PORPROV XX dan XXI 60
Tabel 2.26 OKP Tingkat Kabupaten Batang Hari Aktif Tahun 2015 61 Tabel 2.27 Jumlah Sekolah, Kelas, Murid dan Guru per Jenjang Pendidikan
di Kabupaten Batang Hari Tahun 2013-2014 63 Tabel 2.28 Rasio Murid-Guru Menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2014 64 Tabel 2.29 Rasio Murid-Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan Tahun
2012-2014 65
Tabel 2.30 Angka Partisipasi Sekolah Menurut Kelompok Umurdan Jenis
Kelamin Tahun 2014 68
Tabel 2.31 Angka Partisipasi Kasar (APK) Tahun 2011-2015 69 Tabel 2.32 Angka Partisipasi Murni (APM) Tahun 2011-2015 69 Tabel 2.33 Rasio Tenaga Kesehatan dan Sarana Kesehatan Terhadap
10.000 Penduduk Tahun 2014 70
Tabel 2.34 Persentase Penduduk yang Menderita Sakit Menurut Lamanya
Hari Sakit Berdasarkan Tipe Daerah Tahun 2014 72 Tabel 2.35 Persentase Rumah Tangga ber PHBS dan Laju Pertumbuhan di
Kabupaten Batang Hari Tahun 2010-2014 75 Tabel 2.36 Status Gizi Penduduk di Kabupaten Batang Hari Tahun
2010-2014 76
Tabel 2.37 Panjang Jalan Menurut Status Jalan di Kabupaten Batang Hari
Tahun 2011–2015 77
Tabel 2.38 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan di Kabupaten Batang
HariTahun 2011–2015 77
Tabel 2.39 Jumlah Jembatan Menurut Jenis Konstruksi di Kabupaten
Batang Hari Tahun 2011 – 2015 78
Tabel 2.40 Perkembangan Elektrifikasi Rumah Tangga Kabupaten Batang
Hari Tahun 2011 – 2015 79
Tabel 2.41 Potensi Kemampuan Jaringan Irigasi di Kabupaten Batang
HariTahun 2011–2015 79
Tabel 2.42 Perkembangan Jumlah Bangunan dan Jaringan Irigasi
Halaman
Tabel 2.43 Volume Kegiatan Fisik Sarana Irigasi Teknis dan Non Teknis
Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015 80 Tabel 2.44 Jumlah Pembangunan Perumahan KPR BTN di Kabupaten
Batang Hari Tahun 2011 - 2015 82
Tabel 2.45 Jumlah Penyediaan dan Pelayanan Air Bersih PDAM Tirta Batang
Hari Tahun 2011 – 2015 82
Tabel 2.46 Perkembangan Pelayanan Umum Bidang Penataan Ruang
Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015 83 Tabel 2.47 Perkembangan Pelayanan Umum Perencanaan Pembangunan
Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015 84 Tabel 2.48 Jumlah Bus dan Penumpang yang Melalui Terminal di
Kabupaten Batang Hari Tahun 2011–2015 85 Tabel 2.49 Jenis dan Banyaknya Kegiatan/Usaha yang Berpotensi
Mencemari Lingkungan di Kabupaten Batang Hari Tahun 2015 86 Tabel 2.50 Kualitas Air di Kabupaten Batang Hari Tahun 2015 87 Tabel 2.51 Peralatan dan Produksi Sampah di Kabupaten Batang Hari
Tahun 2011 – 2015 88
Tabel 2.52 Jumlah Perusahaan Berdasarkan Bidang Usaha dan Realisasi Investasi di Kabupaten Batang Hari Tahun 2013 Sampai Dengan Tahun 2014
89
Tabel 2.53 Perkembangan Industri Secara Umum di Kabupaten Batang Hari
Tahun 2011–2015 90
Tabel 2.54 Perkembangan Jumlah Koperasi di Kabupaten Batang Hari
Tahun 2011-2015 91
Tabel 2.55 Perkembangan Jumlah Anggota Koperasi di Kabupaten Batang
Hari Tahun 2011-2015 91
Tabel 2.56 Perkembangan Sumber Modal Internal Koperasi di Kabupaten
Batang Hari Tahun 2011-2015 92
Tabel 2.57 Keragaman KUD dan Pengusaha Kecil di Kabupaten Batang Hari
Tahun 2011-2015 93
Tabel 2.58 Usaha Yang Dikelola Koperasi di Kabupaten Batang Hari Tahun
2011-2015 94
Tabel 2.59 Pencapaian KB Aktif Mandiri dan Tidak Mandiri di Kabupaten
Batang Hari Tahun 2011–2015 95
Tabel 2.60 Perkembangan Pemakaian Alat Kontrasepsi KB di Kabupaten
Batang Hari Tahun 2011-2015 96
Tabel 2.61 Perkembangan Pelayanan Bidang Keluarga Berencana Dan
Keluarga Sejahtera di Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015 96 Tabel 2.62 Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kabupaten Batang Hari
Halaman
Tabel 2.63 Jumlah Perusahaan, Target dan Realisasi Pembinaan pada
Perusahaan di Kabupaten Batang Hari Tahun 2011 – 2015 101 Tabel 2.64 Penyelesaian Kasus PHK pada Perusahaan di Kabupaten Batang
Hari Tahun 2011 - 2015 101
Tabel 2.65 Kawasan Hutan Produksi di Kabupaten Batang Hari 102 Tabel 2.66 Potensi dan Pemanfaatan Lahan sawah di Kabupaten Batang
Hari Tahun 2015 104
Tabel 2.67 Pasar Tradisional yang Dibina di Kabupaten Batang Hari Tahun
2015 105
Tabel 2.68 UTTP Tera Ulang di Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015 107 Tabel 2.69 Kawasan Peruntukan Wisata di Kabupaten Batang Hari 110 Tabel 2.70 Jumlah Pengunjung Perpustakaan Kabupaten Batang Hari Tahun
2011-2015 111
Tabel 2.71 Perpustakaan di Kabupaten Batang Hari yang Aktif Tahun 2015 111 Tabel 2.72 Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Regional dan PDRB
Perkapita Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015 113 Tabel 2.73 Pengeluaran Rata-Rata Per Kapita Setahun Menurut Jenis
Pengeluaran (Rp) Penduduk Kabupaten Batang Hari 2010-2015 115 Tabel 2.74 Nilai Tukar Petani Provinsi Jambi Tahun 2011-2015 117 Tabel 2.75 Nilai Tukar Petani Kabupaten Batang Hari Tahun 2014 118 Tabel 2.76 Panjang Jalan Menurut Kualitas Jalan di Kabupaten Batang Hari
2014 119
Tabel 2.77 Regulasi yang Mendukung Iklim Usaha dan Investasi Daerah di
Kabupaten Batang Hari 2011-2015 122 Tabel 2.78 Pajak dan Restribusi Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun
2011-2015 123
Tabel 2.79 Pertumbuhan Restribusi Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun
2011-2015 124
Tabel 2.80 Situasi Angkatan Kerja di Kabupaten Batang Hari Tahun 2014 125 Tabel 2.81 Penduduk 15 Tahun Ke atas yang Bekerja Menurut Kelompok
Umur, Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin di Kabupaten Batang Hari Tahun 2014
126
Tabel 2.82 Pencari Kerja Menurut Tingkat Lapangan Kerja dan Jenis
Kelamin di Kabupaten Batang Hari Tahun 2014 126 Tabel 2.83 Angka Kriminalitas di Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015 127 Tabel 2.84 Rasio Ketergantungan di Kabupaten Batang Hari Tahun
2011-2015 128
Halaman
Tabel 3.1 Realisasi Pendapatan Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015 132 Tabel 3.2 Proporsi Masing-Masing Komponen Pendapatan Daerah
Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2011-2015 134 Tabel 3.3 Neraca Pemerintah Kabupaten Batang Hari
Per 31 Desember 2011 – 2015 142
Tabel 3.4 Realisasi Belanja Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun
2011-2015 146
Tabel 3.5 Pertumbuhan Pembiayaan dalam APBD Kabupaten Batang Hari
Tahun 2011-2015 151
Tabel 3.6 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun
Anggaran 2016-2021 154
Tabel 3.7 Proyeksi Pendapatan Daerah Per Jenis Penadapatan Kabupaten
Batang Hari Tahun Anggaran 2017-2021 155 Tabel 3.8 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun
Anggaran 2016-2021 160
Tabel 3.9 Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun
2017-2021 160
Tabel 3.10 Proyeksi Belanja Pengeluaran Wajib, Mengikat dan Prioritas
Utama Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021 161 Tabel 3.11 Proyeksi Kapasitas Kemampuan Keuangan Daerah
untuk Mendanai Pembangunan Daerah Kabupaten Batang Hari 164 Tabel 3.12 Alokasi Kapasitas Keuangan Daerah Berdasarkan Jenis Prioritas
Tahun Anggaran 2016-2021 166
Tabel 3.13 Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Keuangan Daerah
Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 167 Tabel 5.1 Perwujudan Visi RPJMD Kabupaten Batang Hari 2016-2021 191 Tabel 5.2 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja Setiap Misi 199 Tabel 5.3 Konsistensi Hubungan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran 203 Tabel 6.1 Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah
Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 211 Tabel 6.2 Skenario Tahunan Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Kabupaten Batang Hari Tahun 2016 - 2021 221 Tabel 7.1 Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Kabupaten Batang
Hari 235
Tabel 8.1 Program Prioritas dan Indikasi Pendanaan Pembangunan
Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021 264 Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Daerah Terhadap Capaian Kinerja
Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Kabupaten Batang Hari
Halaman
Gambar 1.1 Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lain 7 Gambar 1.2 Hubungan dan Keterkaitan RPJMD Kabupaten Batang Hari
Tahun 2016-2021 dengan Jenjang Perencanaan Lainnya 12 Gambar 2.1 Peta Administrasi Kabupaten Batang Hari 21 Gambar 2.2 Peta Morfologi di Kabupaten Batang Hari 23 Gambar 2.3 Peta Geologi Kabupaten Batang Hari 24 Gambar 2.4 Peta Hidrologi Kabupaten Batang Hari 25 Gambar 2.5 Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Batang Hari 27 Gambar 2.6 Peta Rawan Bencana Kabupaten Batang Hari 33 Gambar 2.7 Peta Persebaran Penduduk Menurut KecamatanTahun 2014 34
Halaman
Grafik 2.1 Persentase Luas Wilayah per Kecamatan di Kabupaten Batang
Hari 22
Grafik 2.2 Banyaknya Curah Hujan per Bulan Tahun 2014 (mm) 26 Grafik 2.3 Rata-rata Suhu Udara per Bulan Tahun 2014 (°C) 26 Grafik 2.4 Piramida Penduduk Menurut Kelompok Umurdan Jenis
Kelamin Kabupaten Batang Hari Tahun 2014 35 Grafik 2.5 Angka Beban Tanggungan Anak dan Lanjut Usia Tahun 2013
dan 2014 Kabupaten Batang Hari 36 Grafik 2.6 PDRB Per Kapita Provinsi Jambi Tahun 2014 45 Grafik 2.7 Kontribusi PDRB ADHB Kab. Batang Hari Terhadap PDRB
Provinsi Jambi Tahun 2010-2014 46 Grafik 2.8 Grafik Kontribusi PDRB ADHB Kabupaten Batang Hari dan
Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Jambi dengan Migas pada Tahun 2014
47
Grafik 2.9 Grafik Kontribusi PDRB (ADHB) Kabupaten Batang Hari tanpa
Migas Tahun 2010-2014 47
Grafik 2.10 Grafik Perkembangan Laju Inflasi Kabupaten Batang Hari Tahun
2010-2014 49
Grafik 2.11 Grafik IPM dan Laju Pertumbuhan IPM Kabupaten Batang Harii
Tahun 2010-2014 53
Grafik 2.12 Grafik IPM Kabupaten/ Kota se Provinsi Jambi Tahun 2014 54 Grafik 2.13 Grafik ARLS se Provinsi Jambi Tahun 2014 55 Grafik 2.14 Grafik AHLS Batang Hari Tahun 2010- 2014 56 Grafik 2.15 Grafik AHHSL Batang Hari Tahun 2010- 2014 56 Grafik 2.16 Angka Kematian Bayi di Kabupaten Batang Hari Tahun
2010-2014 57
Grafik 2.17 Jumlah Kematian Ibu Melahirkan di Kabupaten Batang Hari
Tahun 2004-2015 58
Grafik 2.18 Grafik Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas
Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis 62 Grafik 2.19 Persentase Penduduk Usia 10 Tahun Keatas Menurut Tingkat
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Tahun 2014 66 Grafik 2.20 Persentase Penduduk Usia 10 Tahun ke Atas Menurut Status
Pendidikan Tahun 2014 68
Halaman
Grafik 2.21 Persentase Penduduk Menurut Jenis Gangguan/Keluhan
Kesehatan yang Dialami di Kabupaten Batang Hari Tahun 2014 71 Grafik 2.22 Persentase Penduduk Yang Berobat Jalan Menurut
Tempat/Cara Berobat Tahun 2014 72 Grafik 2.23 Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran Pertama dan
Terakhir Tahun 2014 73
Grafik 2.24 Persentase Balita yang Pernah Diberi ASI dan yang Tidak
Pernah Diberi ASI Berdasarkan Tipe Daerah Tahun 2014 74 Grafik 2.25 Persentase Balita Umur 2-4 Tahun yang Pernah Disusui dan
Lamanya Disusui Tahun 2014 75
Grafik 2.26 Proporsi Pengeluaran Rata-Rata Per Kapita Setahun Menurut Jenis Pengeluaran (Rp) Penduduk Kabupaten Batang Hari Tahun 2010-2015
116
Grafik 2.27 Nilai Tukar Petani Kabupaten Batang Hari Tahun 2014 118 Grafik 3.1 Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Batang
Hari (dalam milyar) Tahun 2011 - 2015 133 Grafik 3.2 Proporsi Realisasi Komponen Pendapatan Terhadap
Total Pendapatan Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2015
134
Grafik 3.3 Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Kab. Batang Hari
(dalam Milyar) Tahun 2011-2015 135 Grafik 3.4 Pertumbuhan Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Batang Hari
(dalam Milyar) Tahun 2011-2015 135 Grafik 3.5 Pertumbuhan Realisasi Retribusi Daerah Kabupaten Batang
Hari (dalam Milyar) Tahun 2011-2015 136 Grafik 3.6 Pertumbuhan Realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Yang Dipisahkan Kabupaten Batang Hari (Dalam Milyar) Tahun 2011-2015
136
Grafik 3.7 Pertumbuhan Realisasi Lain-lain PAD Yang Sah Kabupaten
Batang Hari (Milyar) Tahun 2011-2015 137 Grafik 3.8 Pertumbuhan Realisasi Dana Perimbangan Kabuaten Batang
Hari (Dalam Milyar) Tahun 2011-2015 137 Grafik 3.9 Pertumbuhan Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak Kabupaten Batang
Hari (Dalam Milyar) Tahun 2011-2015 138 Grafik 3.10 Pertumbuhan Realisasi Dana Alokasi Umum Kabupatan Batang
Hari (dalam Milyar) Tahun 2011-2015 139 Grafik 3.11 Pertumbuhan Realisasi Dana Alokasi Khusus Kabupaten Batang
Hari (dalam Milyar) Tahun 2011 – 2015 140 Grafik 3.12 Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Kab. Batang Hari
Halaman
Grafik 3.13 Pertumbuhan Realisasi Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
Kabupaten Batang Hari (dalam Milyar) Tahun 2011-2015 141 Grafik 3.14 Pertumbuhan Realisasi Dana Bagi Hasil dari Provinsi Kab.
Batang Hari (dalam Milyar) Tahun 2011-2015 141 Grafik 3.15 Pertumbuhan Realisasi Bantuan Keuangan dari Provinsi atau
Pemerintah Daerah lainnya Kab. Batang Hari (dalam Milyar) Tahun 2011-2015
141
Grafik 3.16 Belanja Daerah Kabupaten Batang Hari (Dalam Milyar) Tahun
2011-2015 146
Grafik 3.17 Persen Proporsi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung terhadap Belanja Daerah Kab. Batang Hari tahun 2011-2015 147 Grafik 3.18 Belanja Tidak Langsung Kabupaten Batang Hari (Dalam Milyar)
Tahun 2011-2016 147
Grafik 3.19 Belanja Pegawai Kabupaten Batang Hari (Dalam Milyar) Tahun
2011-2015 148
Grafik 3.20 Belanja Subsidi kabupaten Batang Hari (dalam Milyar) tahun
2011-2015 148
Grafik 3.21 Belanja Hibah Kabupaten Batang Hari (Dalam Milyar) Tahun
2011-2015 148
Grafik 3.22 Belanja Bantuan Sosial Kabupaten Batang Hari (dalam milyar)
tahun 2011-2015 149
Grafik 3.23 Belanja Bantuan Keuangan Kaupaten Batang Hari (Dalam
Milyar) Tahun 2011-2015 149
Grafik 3.24 Belanja Tidak Terduga Kabupaten Batang Hari (Dalam Milyar)
Tahun 2011-2015 149
Grafik 3.25 Belanja Langsung Kabupaten Batang Hari (Dalam Milyar)
Tahun 2011-2015 150
Grafik 3.26 Komposisi Belanja Langsung Kabupaten Batang Hari (Dalam
Milyar) Tahun 2011-2015 150
Grafik 3.27 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun
2017-2021 (Milyar Rp) 154
Grafik 3.28 Estimasi PAD Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021 156 Grafik 3.29 Estimasi Dana Perimbangan Kabupaten Batang Hari Tahun
2017-2021 156
Grafik 3.30 Estimasi Dana Lain-laian Pendapatan yang Sah Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2021 157 Grafik 3.31 Proyeksi Belanja Pengeluaran wajib, Mengikat
dan Prioritas utama Kabupaten Batang Hari Tahun 2017-2016 162 Grafik 3.32 Kapasitas Kemampuan Keuangan Daerah Kabupaten Batang
Halaman
Lampiran 1. Indikator Kinerja Sasaran RPJMD Kabupaten Batang Hari
Tahun 2017-2021 310
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
ejalan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, yang terakhir dirubah menjadi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, peluang daerah untuk mengelola pembangunan secara mandiri akan semakin terbuka lebar. Undang-Undang ini memberi kewenangan otonom kepada daerah berdasarkan azas desentralisasi mencakup semua bidang pemerintahan, kecuali bidang politik, pertahanan, peradilan, moneter dan agama. Pemberian kewenangan yang luas ini dimaksudkan agar daerah dapat meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat dalam mengembangkan demokrasi, serta meningkatkan pemerataan pembangunan yang didukung dengan penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (good governance). Kewenangan ini juga memilki peran strategis bagi daerah untuk peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah.
Salah satu konsekuensi dari kewenangan secara luas, nyata dan bertanggung jawab tersebut, implementasinya perlu dilakukan dengan terencana dan terarah serta mempertimbangkan berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki daerah. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Agar potensi daerah dan keunggulan yang dimiliki dapat berdampak yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, maka setiap daerah harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu dan responsif terhadap perubahan. Perencanaan pembangunan daerah tersebut meliputi jenjang perencanaan jangka panjang 25 tahun (RPJPD),
jangka menengah lima tahunan (RPJMD) maupun jangka pendek tahunan (RKPD maupun Renstra SKPD). Setiap jenjang perencanaan ini memiliki hubungan saling keterkaitan dan idealnya harus berkesinambungan. Oleh karena itu RPJMD periode saat ini merupakan lanjutan dan bagian yang tidak terpisahkan dari RPJMD periode sebelumnya.
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Batang Hari, Ir. H. Sahirsyah SY dan Hj. Sofia Joesoef, SH, MH pada taggal 17 Februari 2016 telah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Batang Hari untuk periode Tahun 2016 – 2021. Dengan demikian maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2016 telah berakhir. Untuk memberikan arah dan landasan yang berkesinambungan terhadap pembangunan Kabupaten Batang Hari dalam periode ketiga Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Batang Hari Tahun 2006-2025, perlu disusun kembali RPJMD untuk periode 2016-2021. Dokumen RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 ini merupakan penjabaran dari Visi, Misi, dan program Kepala Daerah terpilih. Penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Kabupaten Batang Hari, mengacu kepada RPJMD Provinsi Jambi dan RPJM Nasional.
Mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, maka RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 ini disusun melalui lima pendekatan, yaitu pendekatan teknokratik, partisipatif, politik, atas-bawah (top-down) dan bawah-atas (bottom-up).
Pendekatan teknokratik dilakukan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah, sesuai dengan substansi yang dibutuhkan. Pendekatan partisipatif dilaksanakan dengan mengikutsertakan pemangku kepentingan (stakeholders) dalam forum konsultasi publik dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk mendapatkan aspirasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan mewujudkan rasa memiliki secara bersama. Sedangkan pendekatan politik dilakukan melalui penyusunan Visi, Misi dan program pembangunan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih, serta dengan proses konsultasi dan pembahasan dengan anggota DPRD. Selanjutnya, pendekatan atas-bawah (top-down) dan bawah-atas (bottom-up) bahwa dalam penyusunan RPJMD dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan di Kabupaten Batang
Hari. Hasil dari proses ini selanjutnya diselaraskan dalam Musrenbang yang melibatkan para stakeholder yang ada di Kabupaten Batang Hari.
Secara substansial, RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 ini memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. Rumusan perencanan pembangunan ini, tetap mengedepankan keterpaduan dengan komponen pembangunan lain, baik secara kewilayahan maupun sektoral, juga dikontruksi secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan dan berwawasan lingkungan.
1.2. DASAR HUKUM PENYUSUNAN
Landasan hukum penyusunan dan penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupten Batang Hari 2016 – 2021 adalah :
1. Pasal 18 Ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko dan Daerah Tingkat II Tanjung Jabung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 2755);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4483);
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
10. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
17. Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025;
18. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor); 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Acara Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk hukum Daerah;
22. Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 10 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jambi Tahun 2013-2033 (Lembaran Daerah Provinsi Jambi Tahun 2013 Nomor 10);
23. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 3 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Batang Hari (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2006 Nomor 3);
24. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2006 – 2025 (lembaran Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2006 Nomor 4);
25. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 2 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2013 Nomor 2);
26. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua, Atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Batang Hari (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2013 Nomor 3);
27. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Hari Nomor 16 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2031 (Lembaran Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun 2013 Nomor 16);
1.3 HUBUNGAN RPJMD DENGAN DOKUMEN PERENCANAAN LAINNYA
Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 sebagai dokumen perencanaan pembangunan disusun sebagai satu kesatuan yang utuh dengan perencanaan pembangunan pemerintah Provinsi Jambi dan Nasional, sinkron dan sinergi antar daerah, antarwaktu, antarruang dan antarfungsi pemerintah, serta menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan daerah.
Selain itu, RPJMD ini juga merupakan bagian dari Sistem Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah, sehingga dalam penyusunannya berpedoman pada visi, misi dan arah kebijakan yang termuat dalam RPJPD Kabupaten Batang Hari Tahun 2006-2025 dan memperhatikan RTRW Kabupaten Batang Hari 2011-2031, terutama dari sisi pola dan struktur tata ruang menetapkan lokasi program sesuai pemanfaatan ruang Kabupaten Batang Hari.
Sesuai dengan tujuan penyusunannya, RPJMD ini akan digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) dan RKPD sebagai dokumen perencanaan tahunan pemerintah yang memuat prioritas program dan kegiatan dari Rencana Kerja SKPD.
Berkenaan dengan kosep di atas maka RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016 – 2021 memuat dan menggambarkan keterkaitan, sinkronisasi dan sinergisitas antar bebagai dokumen perencanaan baik berdasarkan level maupun jenis dan fungsi dokumen perencanaan lainnya yang diturunkan menjadi perencanaan yang lebih rinci seperti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Renstra SKPD dan Rencana Kerja (Renja) SKPD, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan pembangunan.
RKA –
SKPD Rincian APBD
Hubungan antar dokumen perencanaan dan substansi materi di dalam RPJMD dapat dilihat pada gambar berikut.
d
Gambar 1.1
Hubungan RPJMD dengan Dokumen Perencanaan Lain A. Hubungan RPJMD Kabupaten Batang Hari dengan RPJM Nasional
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2014-2019 menyebutkan bahwa visi Indonesia Tahun 2014-2019 adalah terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong. Untuk mencapai visi tersebut maka ditetapkan misi sebagai berikut :
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan,
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum,
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim,
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera,
Renja KL Pedoman Pedoman Dijabarkan Pedoman Renstra KL RPJP Nasional RKA KL Rincian KL Pedoman RPJM Nasional RKP Pedoman RAPBN APBN Diacu RPJP Daerah Daerah RPJM Pedoman RKP Daerah
Dijabarkan Pedoman RAPBD APBD
Diacu Diperhatikan Diserasikan
Melalui Musrenbang Renstra SKPD Pedoman Renja SKPD Pedoman Diacu Pedoman Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing,
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional,
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Berdasarkan misi di atas ditetapkan agenda prioritas pembangunan nasional sebagai berikut ;
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara,
2. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya,
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,
4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya,
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia,
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya, 7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis
ekonomi domestik,
8. Melakukan revolusi karakter bangsa,
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Sembilan agenda prioritas pembangunan pemerintahan tersebut, lebih dikenal dengan ‘Nawa Cita.’ Agar RPJM Nasional mampu dioperasionalkan secara optimal dan tercipta harmonisasi irama pembangunan, RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 wajib mengacu pokok-pokok ‘Nawa Cita’ tersebut. Pada konteks inilah pendekatan atas bawah (top down) diimplementasikan dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Batang Hari 2016-2021.
B. Hubungan RPJMD Kabupaten Batang Hari dengan RPJMD Provinsi Jambi
RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2016-2021 ini merupakan tahapan ketiga dari RPJPD Provinsi Jambi. Dengan mengacu pada RPJPD Provinsi Jambi Tahun 2005 – 2025 dan RPJMN Tahun 2015-2019 serta Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran yang telah disampai kanoleh Gubernur dan Wakil Gubernur pada saat kampanye, maka Visi Pembangunan yang ditetapkan untuk tahun 2016 – 2021, yaitu :
Visi Pembangunan Provinsi Jambi yang akan diwujudkan pada periode 2016-2021 adalah “Tertib, Unggul, Nyaman Tangguh, Adil dan Sejahtera” JAMBI TUNTAS 2021. Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 6 (enam) Misi Pembangunan Provinsi Jambi Tahun 2016 – 2021, sebagai berikut:
1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih, transparan, akuntabel dan partisipatif yang berorientasi pada pelayanan publik, yaitu menerapkan prinsip- prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kuantitas aparatur pemerintahan yang profesional, berkinerja tinggi dan berorientasi melayani masyarakat.
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamis dan berkesetaraan gender, yaitu membangun sumber daya manusia yang berdaya saing, ditandai oleh penduduk laki-laki dan perempuan yang memiliki tingkat pendidikan dan derajat masyarakat kesehatan yang lebih baik serta adil dalam kerangka masyarakat yang berbudaya dan agamis.
3. Menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi antar umat beragama dan kesadaran hukum masyarakat, yaitu melakukan langkah-langkah antisipasi dini dan pencegahan terhadap potensi konflik yang muncul dengan menerapkan kepastian hukum sehingga suasana aman, tenteram dan kondusif.
4. Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh penerapan Ilmu Pengetahuan, teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) berwawasan lingkungan, yaitu meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulan daerah dengan memanfaatkan IPTEKIN yang ramah lingkungan.
5. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur umum, pengelolaan energi dan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan, yaitu meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur dasar serta mengoptimalkan potensi sumber
energi terbarukan untuk pemerataan akses energi wilayah sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mobilitas penduduk antar wilayah
6. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, yaitu meningkatkan aksesibilitas masyarakat miskin terhadap kehidupan yang lebih baik.
Substansi RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2016-2021 wajib menjadi acuan dalam penyusunan dan penetapan RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016- 2021 sehingga tercipta sinkronisasi pembangunan.
C. Hubungan RPJMD dengan RTRW Provinsi Jambi
Mengacu pada RTRW Provinsi Jambi, dalam kebijakan rencana pengembangan pusat-pusat kegiatan, kawasan Kota Jambi dan sekitarnya (Kota Jambi, Kab. Muaro Jambi dan Kabupaten Batang Hari) ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Provinsi Jambi Bagian Timur dengan pusat pengembangan di Kota Jambi. Sementara untuk Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Provinsi Jambi Bagian Barat adalah Kabupaten Bungo dan sekitarnya dengan pusat pengembangan di Perkotaan Muara Bulian, bahkan untuk Kawasan Kabupaten Bungo dan sekitarnya lebih dimantapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional Prioritas (PKNP) di Pulau Sumatera.
Berdasarkan arahan RTRW Provinsi Jambi, terdapat beberapa kawasan di Kabupaten Batang Hari yang ditetapkan sebagai kawasan strategis Provinsi Jambi yang dilihat dari sudut kepentingan ekonomi yaitu Kawasan Muara Bulian - Jambi dan Sekitarnya. Kawasan strategis Muara Bulian – Jambi memiliki potensi ekonomi yang tinggi dan strategis, karena kawasan ini merupakan salah satu pusat pertumbuhan penting di Provinsi Jambi yang membentuk sebuah kawasan dengan perkembangan ekonomi cukup pesat.
Penetapan kawasan strategis Muara Bulian - Jambi bertujuan untuk mendorong berkembangnya perkotaan Muara Bulian sebagai pusat kegiatan wilayah dan sekaligus menjadi pendukung pengembangan wilayah Metropolitan Jambi. Sektor unggulan yang terdapat di kawasan strategis Muara Bulian – Jambi adalah perkebunan, perdagangan, pertanian, pertambangan, industri, perikanan dan pariwisata. Secara administratif lokasi kawasan strategis Muara Bulian – Jambi terdapat di Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi. Kawasan strategis Muara Bulian
– Jambi akan berfungsi untuk mendorong upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang ada dan mendukung pengembangan Kota Metropolitan Jambi.
D. Hubungan RPJMD dengan RPJPD Kabupaten Batang Hari
RPJMD Kabupaten Batang Hari 2016-2021 merupakan rencana pembangunan tahap ketiga dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2006-2015. RPJMD Kabupaten Batang Hari merupakan penjabaran dari Visi, Misi dan Program Kepala Daerah, penyusunannya berpedoman pada RPJPD Kabupaten Batang Hari serta memuat arah kebijakan umum dan program satuan kerja perangkat daerah, lintas satuan kerja, kebijakan umum dan program kewilayahan.
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Batang Hari periode 2006-2025 memiliki visi ”BATANG HARI YANG SEJAHTERA, BERKEADILAN, DAN BERAKHLAK MULIA,” juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari visi Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Jambi 2005-2025, dan Visi Pembangunan Nasional sebagai tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Visi dari RPJPD Kabupaten Batang Hari Tahun 2006-2025 ditempuh melalui tiga misi, yaitu ;
(1) Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat yang berkesinambungan, (2) Mewujudkan Pembangunan yang berkeadilan, dan
Hubungan dan keterkaitan antara RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 dengan perencanaan lainnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar 1.2
Hubungan RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 dengan Jenjang Perencanaan Lainnya
E. Hubungan RPJMD dengan RTRW Kabupaten Batang Hari
Penyusunan RPJMD perlu memperhatikan dan mempertimbangkan struktur dan pola penataan ruang yang sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 16 tahun 2013 tentang RTRW Kabupaten Batang Hari Tahun 2011-2031, sebagai dasar untuk menetapkan lokasi program pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang daerah di Kabupaten Batang Hari. Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Batang Hari bertujuan
Mewujudkan Masyarakat yang berakhlak mulia Mewujudkan Pembangunan yang berkeadilan Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat yang berkesinambungan Meningkatkan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Proporsional, Efektif, Efisien, Akuntabel, dan Transparan melalui Penerapan Reformasi
Birokrasi yang Berkeadilan
Memajukan dan mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan serta melestarikan nilai-nilai budaya kearifan lokal, adat dan kesenian daerah dalam rangka memperkuat kebudayaan nasional
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Sehat,
Cerdas dan Berkarakter
Meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui Ekonomi
Kerakyatan
Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur Pelayanan Dasar Bagi
Masyarakat
Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis
agribisnis dan agroindustri
Meningkatkan kualitas dan ketersediaan infrastruktur umum, pengelolaan energi dan sumber daya alam yang
berkeadilan dan
b li k
Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah dan desa
yang bersih, transparan, akuntabel dan partisipatif serta
berorientasi pelayanan publik
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamis
dan berkesetaraan gender
Menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi antar ummat
beragama dan jaminan kepastian hukum
Mengentaskan kemiskinan dan pengangguran dengan penciptaan lapangan kerja dan
penguatan modal
Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi,
maju dan sejahtera
Mewujudkan bangsa yang berdaya saing
Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang
kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai
k l
Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan
negara hukum
Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim,
Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat,
dan berbasiskan k ti i l
Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam
kebudayaan
MISI RPJMD BATANG
untuk mewujudkan Kabupaten Batang Hari sebagai daerah industri berbasis pertanian, pariwisata dan pertambangan yang berwawasan lingkungan. Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Batang Hari, meliputi :
a. Penguatan fungsi lindung kawasan pengembangan sektor pertanian, pariwisata dan pertambangan sebagai sektor potensial secara optimal yang berwawasan lingkungan;
b. Penciptaan peluang investasi pada kegiatan industri;
c. Peningkatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur wilayah pada kawasan pertanian dan pertambangan, pusat kegiatan, pusat pertumbuhan dan pusat pelayanan secara seimbang dan terpadu;
d. Penguatan fungsi kawasan lindung secara berkesinambungan dan terintegrasi. e. Peningkatan fungsi kawasan untuk keamanan dan pertahanan negara.
f. Menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Strategi pengembangan sektor pertanian sebagai sektor potensial secara optimal yang berwawasan lingkungan, meliputi:
a. Meningkatkan produktivitas hasil pertanian melalui intensifikasi dan ekstensifikasi; b. Melakukan penguatan pemasaran hasil pertanian melalui peningkatan sumber daya
manusia dan kelembagaan serta fasilitasi sertifikasi yang dibutuhkan;
c. Meningkatkan kemampuan pelayanan prasarana dan sarana yang mampu mendorong investasi pada kegiatan industri berbasis pertanian;
d. Menjamin kelancaran aksesibillitas dengan penyediaan sistem prasarana dan sarana handal mendukung kegiatan pertanian;
e. Menjamin dan mendorong ketersediaan pangan daerah.
Strategi pengembangan sektor pertambangan sebagai sektor potensial secara optimal dan berwawasan lingkungan, meliputi:
a. Menggunakan teknologi ramah lingkungan (eco-mining) dalam eksplorasi dan eksploitasi wilayah pertambangan;
b. Eksploitasi tambang harus mempertimbangkan keseimbangan pemamfaatan ruang lain;
c. Menjamin pelaksanaan reklamasi pasca tambang pada kegiatan pertambangan; d. Meningkatkan kemampuan pelayanan prasarana dan sarana yang mampu
Strategi penciptaan peluang investasi, meliputi:
a. Meningkatkan kemampuan pelayanan prasarana dan sarana yang mampu mendorong investasi pada kegiatan industri;
b. Mendorong pertumbuhan klaster industri yang berbasis pada daya dukung dan daya tampung lingkungan;
c. Menjamin kelancaran aksesibilitas antara kawasan sentra dan pendukungnya dengan penyediaan sistem prasarana yang handal;
d. Menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Strategi peningkatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur wilayah pada kawasan pertanian, pariwisata dan pertambangan, pusat kegiatan, pusat pertumbuhan dan pusat pelayanan secara seimbang dan terpadu, meliputi:
a. Meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur jaringan jalan dan fasilitas penghubung, jaringan air bersih, jaringan energi, telekomunikasi, dan jaringan sumber daya air yang merata;
b. Meningkatkan dan mengembangkan penyediaan sarana prasarana perumahan dan pemukiman yang seimbang;
c. Meningkatkan dan mengembangkan sarana prasarana industri pertanian dan pertambangan; dan
d. Meningkatkan dan mengembangkan sistem distribusi perdagangan dan jasa serta akses pasar yang kondusif.
Strategi penguatan fungsi lindung kawasan lindung secara berkesinambungan dan terintegrasi, meliputi :
a. Mengupayakan tercapainya kelestarian dan keseimbangan lingkungan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pembangunan;
b. Memantapkan kawasan lindung sesuai dengan fungsinya untuk melindungi kawasan di bawahnya, kawasan perlindungan setempat serta melindungi kawasan yang rawan bencana alam;
c. Melindungi daerah resapan air yang berfungsi hidrologis untuk menjamin ketersediaan sumberdaya air;
d. Mengendalikan dan memantau kegiatan budidaya pada kawasan lindung dan kawasan hutan agar tetap terjaga kelestariannya; dan
e. Merehabilitasi kawasan hutan agar dapat berfungsi sebagai mana mestinya dan mengoptimalkan perlindungan pada kawasan bantaran sungai.
Strategi peningkatan dan pengembangan pariwisata, meliputi : a. Mengembangkan kawasan potensi wisata daerah;
b. Meningkatkandan mengembangan penyediaan sarana dan prasarana pariwisata daerah;
c. Meningkatkan promosi pariwisata daerah;
d. Menciptakan iklim usaha pariwisata daerah yang kondusif.
Strategi peningkatan fungsi kawasan untuk keamanan dan pertahanan Negara, meliputi :
a. Mendukung penetapan kawasan pertanahan dan keamanan di wilayah kabupaten; b. Mengembangkan kawasan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar
kawasan pertahanan dan keamanan negara untuk menjaga fungsi pertahanan dan keamanan;
c. Mengembangkan kawasan lindung dan/ atau kawasan budidaya tidak terbangun di sekitar kawasan pertahanan dan keamanan dengan kawasan budidaya terbangun; dan
d. Turut serta menjaga dan memelihara aset-aset pertahanan/TNI.
F. Hubungan RPJMD Kabupaten Batang Hari dengan Renstra SKPD
RPJMD menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Strategi (Renstra) SKPD. Renstra SKPD merupakan penjabaran teknis RPJMD yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan teknis operasional dalam menentukan arah kebijakan serta indikasi program dan kegiatan setiap urusan bidang dan/atau fungsi pemerintahan untuk jangka waktu 5 (lima) tahunan, yang disusun oleh setiap SKPD di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Batang Hari. Dalam konteks ini, adalah sangat penting bagi SKPD untuk mengklarifikasikan secara eksplisit visi dan misi Bupati terpilih dan RPJMD. Penyajian Renstra SKPD dilakukan secara sistematis, dan terpadu ke dalam tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan prioritas SKPD serta dilengkapi dengan indikator atau tolok ukur pencapaiannya.
G. Hubungan RPJMD Kabupaten Batang Hari dengan RKPD
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan pemerintah untuk periode satu tahun dan merupakan penjabaran dari RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 yang memuat :
1. Rancangan kerangka ekonomi daerah; 2. Program prioritas pembangunan Daerah; dan
3. Rencana kerja, pendanaan dan prakiraan maju, yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar penyusunan KUA-PPAS.
Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan dokumen yang dihasilkan dari mekanisme perencanaan. Dengan demikian dalam penyusunan rencana pembangunan yang terkait dengan proses penganggaran pada penyusunan RKPD harus melihat program dan kegiatan serta pendanaan yang telah ditetapkan dalam tahapan-tahapan perencanaan tahunan yang tercantum dalam matrik RPJMD Kabupaten Batang Hari yaitu pagu indikatif atau perkiraan pendanaan dari setiap program kegiatan.
H. Hubungan RPJMD Kabupaten Batang Hari dengan Renja SKPD
Pelaksanaan RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 dijabarkan ke dalam RKPD sebagai suatu dokumen perencanaan tahunan daerah yang memuat prioritas program dan kegiatan dari Rencana Kerja (Renja) SKPD. RKPD menjadi acuan dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten. Selanjutnya SKPD dengan berpedoman pada Renstra SKPD dan RKPD menyusun rencana kerja tahunan berupa Renja SKPD.
I. Hubungan RPJMD Kabupaten Batang Hari dengan Beberapa Dokumen Lainnya
Guna mensinergiskan pembangunan kewilayahan dan sektoral, maka dalam Penyusunan dan penetapan RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2016-2021 juga memperhatikan keberadaan dokumen-dokumen lain diluar komponen perencanan. Pada bagian lain, dokumen berupa perencanaan sektoral dan bersifat mikro juga perlu mengacu pada RPJMD. Dokumen-dokumen lain yang dimaksud antara lain :
1. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI); 2. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia
(MP3KI);
3. Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK); 4. Aksi Road Map Reformasi Birokrasi.