• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

2.4. Proses Produks

2.4.2. Uraian Proses

Untuk mendapatkan produk pakan ternak standard PT. Gold Coin Indonesia-Medan bahan baku dan bahan tambahan harus melalui berbagai tahapan, tentunya dengan bantuan bahan penolong. Adapun tahapan di PT. Gold Coin Indonesia-Medan yaitu:

1. Penimbangan (dosing)

Penimbangan merupakan tahapan proses produksi pertama. Semua bahan baku sebelumnya telah menempati bin-bin sesuai dengan yang telah ditentukan. Kemudian akan dilakukan penimbangan (dosing). Timbangan terdapat dua unit yaitu timbangan I (kapasitas 3 ton) dan timbangan II (kapasitas 1,5 ton). Sebelumnya formula telah dimasukkan ke computer batching sesuai komposisi produk yang ingin diproduksi. Tiap bahan akan ditimbang sesuai dengan persentase kebutuhan dari formula yang telah ditetapkan untuk diproses tiapbatchnya dimana 1batch adalah sebanyak 3 ton. Lalu dibawa ke

bin hopperdengan menggunakanchain conveyordanbucket elevator. 2. Penggilingan (Grinding)

Selanjutnya bahan baku yang berada di bin hopper dibawa vibrator shiever

dengan menggunakan slide gate. Proses penggilingan dimulai setelah bahan baku masuk ke dalam vibrator shiever (saringan bergetar) untuk memisahkan

bahan baku dengan ukuran yang kasar, sedang dan halus. vibrator shiever

memiliki saringan dengan ukuran 14 mesh, 16 mesh dan 20 mesh. Bahan baku dengan ukuran kasar dan sedang akan mengalami proses penggilingan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam mesin mixer, sedangkan bahan baku halus dapat langsung menuju mesin mixer. Proses penggilingan dilakukan dengan dua buah mesin hammer mill yang berkapasitas 22 ton/jam dan berputar dengan kecepatan 3000 rpm dengan daya sebesar 132 KW. Bahan baku yang masuk akan mengalami proses pemukulan dengan kecepatan tinggi sehingga bahan baku akan terpukul dan terlempar ke arah saringan/pengayak yang dipasang sepanjang sisi mesin penggiling. Mesin penggiling ini dilengkapi dengandust collector yang berfungsi membuang udara panas hasil sampingan dari proses penggilingan. Udara panas hasil pengilingan dihisap oleh blower

melaluidust filtersehingga udara panas yang bersih di buang ke udara, sedangkan debu bahan baku yang menempel pada dust filter akan tersaring jatuh ke hopper

penampung oleh udara kejut yang disemprotkanjet filter. Pada proses ini,blower

berfungsi untuk mempercepat proses penggilingan sehingga bahan yang halus akan cepat tersaring dan bahan yang kasar akan cepat terpukul oleh pisau-pisau. Setelah itu bahan baku yang telah halus dilanjutkan ke mesinmixer.

3. Pencampuran (mixing)

Hasil penggilingan dari hammer mill akan dicampur hingga rata di mixer. Pada saat proses mixing ini, bahan tambahan cair berupa CPO, rhodimet dan

choline Cl, zat aditif, garam, mineral dan vitamin dicampur dengan bahan baku. CPO,rhodimet, dancholine Cldisemprotkan lewat pipa yang bersumber dari tangki, sedangkan garam, mineral dan vitamin dimasukkan langsung ke

hopper mixer oleh operator Hand and Dumping II. Mesin mixer yang digunakan berkecepatan 22 rpm dan kapasitas 6000 liter dengan daya 30 KW. Mesin ini terdiri dari pisau-pisau pengaduk yang berputar pada sumbunya. Lama pencampuran dapat diatur dengan alat pengontrol dari ruang control dan biasanya pencapuran telah sempurna pada waktu 4 menit. Jika produk yang diinginkan dalam bentuk mash (tepung), hasil pencampuran dari mesin mixer

akan dibawa langsung ke bin finished product. Namun untuk produk berbentuk pellet, bahan hasil campuran akan melalui proses peletizing

sedangkan untuk produk berbentuk crumble akan diteruskan ke proses

peletizingdancrumbling. 4. Pembutiran (Peletizing)

Hasil campuran dari mesin mixer akan dibawa ke mesin pellet mill dan dilakukan pemanasan dengan tujuan untuk memudahkan pembentukan pellet. Bahan terlebih dahulu dipanaskan dengan steam yang berasal dari boiler. Steam yang digunakan bersuhu 70-80oC dan bertekanan 8-9 bar. Pemanasan dilakukan agar proses penekanan atau pelleting menjadi lebih mudah. Proses pemeletan dilakukan dengan mesin press yang terdiri dari 2 buah ring die press yang bekerja berputar dan menekan die ring yang memiliki lubang- lubang dengan ukuran tertentu, dimana die ring berputar dengan kecepatan 1500 rpm dan kapasitas 15 ton/jam dengan daya 200 KW. Dengan demikian bahan campuran yang masuk akan berputar dan ditekan keluar melalui lubang- lubang yang terdapat padaring die press sesuai dengan ukuran cetakan produk yang diinginkan, di luar ring die press terdapat pisau yang akan memotong

hasilpellet, sehingga ukuran sesuai dengan yang diinginkan. Cetakan atau ring die memiliki banyak jenis ukuran, yaitu 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 mm. Setelah itu butiran bentuk pellet dibawa ke mesin cooler untuk didinginkan sampai temperatur udara luar (28oC). Hasil dari mesin cooler ini akan dibawa ke bin finished product jika produk yang diinginkan dalam bentuk pellet. Sisa dari proses pelleting yang tidak sesuai ukuran yang diinginkan akan dibawa kembali ke mesin hammer mill untuk proses penggilingan kembali. Namun jika produk yang diinginkan dalam bentuk crumble, maka hasil dari mesin

coolerini akan diteruskan ke mesincrumble. 5. Proses Pembentukan (Crumble Crumbling)

Untuk mendapatkan bentuk crumble, butiran pellet dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai dengan yang diinginkan dengan menggunakan mesin

crumble yang berputar dengan kecepatan 22 rpm dan daya 1,5 KW. Crumble

yang dihasilkan kemudian akan melewati penyaringan oleh vibrator screen

untuk memperoleh ukuran yang diinginkan. Selanjutnya crumble hasil pengayakan yang diperoleh akan dibawa ke bin finished productuntuk proses

sacking. Sisa dari proses pengayakan akan dibawa kembali ke mesin hammer milluntuk proses penggilingan kembali.

6. Pengepakan (Sacking Off)

Hasil akhir proses produksi dapat berupa mash, pellet, dan crumble akan dibawa ke proses sacking off. Produk jadi akan dicurahkan ke karung plastik melalui slide gate sebanyak 50 kg/karung setelah dilakukan penyetelan pada mesinnya. Selanjutnya dengan belt conveyor karung dibawa ke sewing

machine untuk dijahit dan dengan menambahkan feed ticket pada karung. Karung yang telah dijahit akan disusun pada pallet lalu diangkut ke gudang produk jadi denganforklift.

BAB III

Dokumen terkait