• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urgensi Metode Dakwah Bil Hal

BAB I PENDAHULUAN

A. Metode Dakwah bil hal

6. Urgensi Metode Dakwah Bil Hal

Islam adalah ajaran Allah yang sempurna dan diturunkan untuk mengatur kehidupan individu dan masyarakat. Kesempurnaan ajaran Islam hanya menjadi sebuah mimpi jika ajaran yang baik tersebut tidak diamalkan dalam kehidupan manusia, oleh karena itu dibutuhkan sebuah aktivitas yang mampu mendorong dan mencapai tujuan yang diinginkan yaitu dengan dakwah Islam.

Dakwah Islam bertujuan memberikan bimbingan dan pembinaan yang bersifat akidah, ibadah, akhlak, dan

mu‟amalah dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan

dan ketakwaan kepada Allah SWT secara vertikal, serta hubungan antar manusia dan alam sekitar secara horisontal. Dakwah juga bertujuan untuk memberikan pembinaan yang bersifat amaliah yang meliputi bidang-bidang ekonomi, pendidikan, rumah tangga, sosial, kesehatan, budaya, dan politik guna memperoleh kemaslahatan dunia yang diridhai Allah SWT, agar tujuan dakwah bisa tercapai diperlukan aktifitas atau proses penyebaran ajaran Islam baik dilakukan secara individu maupun kelompok (Kayo, 2007: 2). Untuk mewujudkan nilai-nilai Islam yang diharapkan maka dibutuhkan dakwah yang tidak hanya bentuk lisan semata, tetapi diperlukan sebuah gerakan nyata atau lebih dikenal dengan dakwah bil hal (Makmun, 2013: 3-4). Konsep dakwah Islam dengan metode bil hal sejatinya lebih diarahkan pada upaya mengatualisasikan nilai-nilai ajaran Islam. Seluruh komponen harus diaktualisasikan dalam kehidupan sosial kemanusiaan, bukan hanya dipahami sebagai cara penyampaian ajaran secara verbal, non verbal, melainkan sebagai wujud penerapan Islam sebagai agama yang rahmatan

lil „alamin (Hasanah, 2015: 33).

Metode dakwah bil hal adalah sarana yang sangat penting dalam menyampaikan pesan dakwah serta mengarahkan manusia pada keislaman dengan memberikan

perilaku baik yang ada pada diri seorang da'i. Perilaku baik tersebut tercermin dari perilakunya yang terpuji, berbudi pekerti luhur, dan akhlaknya yang bersih sehingga da‟i dijadikan sebagai panutan dan teladan yang baik (http://www.ulilalbab.com, html, diakses pada hari Rabu Tanggal 17 Januari 2018).

Muis (2001: 133), mengemukakan bahwa memberi teladan yang baik, saling menolong dan mengayomi merupakan konsep dakwah bil hal yang harus dikedepankan karena aktivitas dakwah saat ini dipahami dengan bentuk lisan semata. Keberadaan aktivitas dakwah dengan tindakan nyata tersebut diharapkan mampu mempengaruhi serta mendorong

mad‟u untuk berubah sehingga akan terbentuk suasana yang

harmonis dengan nilai-nilai keislaman. Dakwah bil hal yang diwujudkan dengan perilaku menolong dalam konsep Islam merupakan bagian dari kewajiban setiap muslim maupun muslimah untuk mengamalkan ajaran yang terkandung dalam Al-qur’an maupun Hadist, oleh karena itu umat Islam mempunyai peran sangat penting dalam menumbuhkan sikap menolong terhadap sesama (Makmun, 2013: 9). Sebagai mana dijelaskan dalam Al-qur’an surat At-Taubah ayat 71 yang berbunyi:

َۡنى ىِم ؤ م نٱَو

ۡ تََٰىِم ؤ م نٱَو

ۡ م ه ض عَب

ۡ ء اَيِن وَأ

ۡ ض عَب

َۡنو ر م أَي

ِۡفو ر عَم نٱِب

َۡن ىَه ىَيَو

ِۡهَع

ِۡرَكى م نٱ

َۡنى ميِق يَو

َۡة َٰىَهَّصنٱ

َۡنى ت ؤ يَو

َۡة َٰىَكَّزنٱ

َۡنى عيِط يَو

ََّۡللّٱ

ۡ ۥ هَنى سَرَو

َۡكِئ ََٰنْو أ

ۡ م ه مَح رَيَس

ۡه َّللّٱ

َّۡنِإ

ََّۡللّٱ

ۡ زيِزَع

ۡ ميِكَح

١٧

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan

perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Departemen Agama RI, 2005: 328).

Ayat di atas menjelaskan bahwa tugas dakwah adalah tanggung jawab bersama baik laki-laki maupun perempuan, oleh karena itu mereka harus saling membantu atau menolong dalam menegakkan dan menyebarkan ajaran Allah serta bekerjasama dalam memberantas kemungkaran. (Aziz, 2004: 39).

Dakwah bil hal dengan menegakkan amar ma‟ruf

nahi mungkar sangatlah penting dan menjadi pilar utama

masyarakat Islam. Penegakan amar ma‟ruf nahi mungkar dengan tindakan nyata (bil hal) yang dilakukan oleh suatu masyarakat hendaknya disesuaikan dengan syarat, etika dan tuntunan Islam sehingga akan mewujudkan suatu kondisi masyarakat yang harmonis, saling menjaga dan melindungi dari segala keburukan. Nabi Muhammad SAW dalam melaksanakan dakwahnya menggunakan dua jalur yaitu bil

hal dan bil lisan. Bil hal adalah dakwah dengan memberikan

contoh keteladanan yang baik. Dakwah dengan metode bil hal dapat dilaksanakan dengan memberikan akhlak yang baik. Sementara bil lisan ialah dakwah menggunakan kata-kata dan kalimat, dakwah jenis ini dilaksanakan melalui ceramah atau menerangkan nilai-nilai kebenaran baik dilakukan secara tatap muka ataupun menggunakan media elektronik (Hanafi, 2013: 54).

Dakwah Islam dengan metode bil hal bertujuan mewujudkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dakwah Islam dalam konsep bil hal juga berorientasi pada terwujudnya kesejahteraan berkeadilan sosial secara merata. Merealisasikan dakwah sebagai kenyataan hidup sosial, berarti proses berjuang, menyeru dan mengajak seluruh komponen umat Islam dalam kebaikan, serta memperkuat akidahnya, dan selanjutnya semangat atau motivasi dan kesadaran (Hasanah, 2015: 5).

Beberapa penjelasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa dakwah merupakan ciri utama bagi seluruh umat Islam. Dakwah menjadi sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia oleh karena itu aktivitas dakwah harus disebarluaskan baik menggunakan cara lisan ataupun memberikan keteladanan. Menegakkan amar ma‟ruf nahi

memberikan teladan yang baik dan disesuaikan tuntunan Islam, karena dengan metode tersebut akan mewujudkan kualitas hidup manusia akan meningkat diberbagai sektor baik dalam bidang ibadah, muamalah, ekonomi dan sosial. Pentingnya dakwah bil hal untuk menciptakan keharmonisan, kesejahteraan dan sikap toleran dalam kehidupan umat sehingga mewujudkan masyarakat yang baik (khairul

ummah).

Peran dakwah dengan metode bil hal sangatlah penting dan menjadi pilar utama masyarakat Islam. Penegakan

amar ma‟rufnahi mungkar dengan aktivitas dakwah bil hal

hendaknya disesuaikan dengan syarat, etika dan tuntunan Islam sehingga akan mengantarkan terwujudnya suatu kondisi manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, saling menjaga serta melindungi dari segala bentuk keburukan, bahkan dapat meningkatkan kualitas hidup di berbagai sector kehidupan manusia diantaranya: ibadah, muamalah, politik, ekonomi budaya sosial dan sector kehidupan lainnya.

Dokumen terkait