• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urgensi Sains Terhadap Perkembangan Peradaban Islam

Dalam dokumen BESI DALAM ALQURAN Kajian tentang Proses (Halaman 33-39)

D. Kontribusi Sains Alquran Terhadap Peradaban Islam

2. Urgensi Sains Terhadap Perkembangan Peradaban Islam

Ilmu sains yang merupakan atribut utama dalam mengarungi kerasnya persaingan peradaban harus dimiliki oleh umat Islam, bukan semakin menjauhi bahkan memisahkan antara sains dan Islam. Padahal fakta menjelaskan bahwasanya Islam memiliki kitab yang di dalamnya terdapat isyarat-isyarat sains, yaitu Alquran. Bukan barang langka hasil penelitian sains yang ternyata telah diisyaratkan lebih dulu oleh kitab suci Alquran. Sebagaimana tema yang penulis angkat, mengungkap bagaimana Alquran menjelaskan tentang besi dalam Q.S. al-Hadid ayat 25. Ini adalah satu diantara sekian banyak bukti isyarat Alquran terhadap masalah sains yang harus dikaji lebih mendalam oleh para cendekiawan muslim.

Isi yang sangat kompleks dan komprehensif dalam Alquran membuatnya mengambil peran yang besar dalam perkembangan peradaban Islam pada masa Dinasti Abbasiyah. Hal demikian dikarenakan gairah intelektual umat Islam dalam menggali pengetahuan-pengetahuan dalam Alquran yang sangat tinggi, dan inilah puzzle yang hilang dari umat Islam

33 Pervez Hoodbhoy, Islam dan Sains: Pertarungan Menegakkan Rasionalitas, Terj.

Luqman, Bandung: Pustaka, 1997, hlm. 1.

34 Pervez Hoodbhoy, Islam dan Sains: Pertarungan Menegakkan Rasionalitas, Terj.

Luqman, hlm. 1.

sekarang ini. Melalui tulisan ini penulis menekankan betapa butuhnya peradaban Islam terhadap penelitian dan pengkajian sains Alquran untuk mengantarkan umat Islam, khususnya negara mayoritas muslim ini untuk menjadi Indonesia yang berperadaban tinggi.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam Alquran banyak terdapat ayat yang menyebutkan kata

(ديدح)

. Namun dari sekian banyak ayat yang membahas term besi dalam alquran hanya ada satu ayat yang membahas proses terbentuknya besi secara eksplisit yaitu Q.S. Al-hadid ayat 25. Sementara ayat-ayat yang lain tidak memiliki kesinambungan dalam hal proses terbentuk besi. Adapun terhadap Q.S. Al-hadid ayat 25, ulama salaf cenderung terfokus menafsirkannya hanya pada term ba’sun syadid dari pada term anzalna al hadid.

Ulama salaf hanya menafsirkan ayat ini secara ringkas dan cenderung menafsirkannya khusus pada kata anzalna sebagai khalaqna, tidak diartikan makna aslinya. Sementara menurut ilmu sains modern besi terbentuk dari proses perubahan unsur bintang yang kemudian membuat massa bintang lebih besar sehingga mengalami pemanasan dan terjadilah ledakan yang menyebabkan unsur tersebut menyebar sebagai meteoroid dan terarik oleh gaya gravitasi bumi pada awal pembentukan bumi. Jika penafsiran ulama salaf diintegrasikan dengan sains modern maka menafsirkan secara literal menjadi masuk akal. Ulama salaf menafsirkan demikian karena pada masa itu belum ada ilmu pengetahuan yang dapat membuktikan bahwa besi diturunkan dari langit. Namun dengan danya sains modern yang menemukan teori tersebut maka ini dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk penafsiran modern terhadap ayat Alquran.

Besi memiliki beberapa keistimewaan di antaranya, merupakan unsur kimia terstabil, merupakan inti bumi yang menjadi pusat gaya gravitasi bumi, memiliki peran penting dalam pembentukan medan magnet

bumi, alat transfer oksigen ke seluruh tubuh makhluk hidup(zat besi), berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, dan dapat diolah menjadi perkakas yang mempermudah pekerjaan manusia. Besi merupakan suatu unsur logam yang kuat dan adaptif, sehingga dapat dicampur dengan unsur logam lain seperti yang disebutkan dalam Q.S. Al-kahfi ayat 96 dan Q.S. Saba ayat 10. Semua keistimewaan besi itu sebenarnya telah terwakilkan dengan kalimat singkat Alquran ba’sun syadid wa manafi’u li an nas, sebagai bentuk mukjizat sains Alquran.

Islam adalah agama yang “pernah” menjadi peradaban menjanjikan karena suasana keilmuan yang tajam. bersamaan dengan zaman cerah Islam, bangsa Eropa mengalami zaman kegelapan akibat menjauhi sains, tetapi fakta itu telah sirna di masa sekarang akibat umat Islam kehilangan semangat mengkaji sains Alquran.

B. Saran

Setelah mencoba memberikan metode penafsiran sains Alquran dan menjelaskan bagaimana keadaan umat Islam dari sisi peradabannya, penulis bermaksud untuk menyadarkan pembaca akan puzzle yang hilang dari umat Islam. Penulis hanya berusaha membuka mata umat yang pernah mengecap manisnya peradaban keilmuan ini untuk kembali berusaha meraih masa- masa itu, dengan menggalakkan kajian-kajian atau pun penelitian sains Alquran. Karena, Alquran tidak hanya berisi hukum, syariat, akidah, dan akhlak, Alquran sebagai kitab yang kompleks ini juga berisi isyarat sains, biologi, fisika, kimia, arsitektur, ekonomi, sosial, kedokteran, dan sebagainya. Berharap sentuhan para cendekiawan muslim demi terwujudnya peradaban Islam yang berbasis Alquran.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Al-Karim

Al Baqi, Muhammad Fuad Abdu. 2007. Al Mu’jam Al Mufahras li Alfazhi Al

Qur’an. Al Qahirah: Dar Al Hadist.

Al-Baghawi, Husain Ibn Mas’ud. 2006. Ma’alim At-tanzil. jilid 4. Saudi: Daar Taibah Li An-nasyar wa At-tauzi’.

Al Basiwuni, Hamid Ahmad Ath Thahir. 2005. Qashasu Al Qur’an. Al Qahirah: Dar Al Hadits.

Admiranto, A. Gunawan. 2009. Menjelajahi Bintang, Galaksi, dan Alam Semesta. Yogyakarta: Kanisius.

Al-Farmawi, Abdul Hayyi. 1994. Metode Tafsir Maudhu’iy: Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Al-Hanbali, Ibnu ‘Adil. 1998. Al Lubab fi ‘Ulumi Al Kitab. juz 18. Lebanon: Dar Al Kotob Al Ilmiyah.

Al Mawardi. (tanpa tahun

). An Nukatu wa Al ‘Uyun Tafsir Al Mawardi

. juz 5. Lebanon: Dar Al Kotob Al Ilmiyah.

Ath-Thabari, Imam Ibn Jarir. 2009. Jami’ Al-Bayan fi Ta’wil Al-quran. jilid 11. Lebanon: Dar Al-Kotob Al-ilmiyah.

Al-Qurthubi. 2014. Al Jami’ li Ahkam Al-Qur’an. jilid 9. Lebanon: Dar Al kotob Al Ilmiyah.

As-Samarqandi. 2002. Tafsir As Samarqandi. jilid 3. Lebanon: Dar Al Kotob Al Ilmiyah.

Dewi, Diana Candra. et al. 2006. Besi Material Istimewa dalam Al-qur’an. Malang: UIN-Malang Press.

Effendi, Rustan. et al. 2007. Medan Elektromagnetika Terapan. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

Firdaus, Feris. 2004. Alam Semesta: Sumber Ilmu, Hukum, dan Informasi Ketiga Setelah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Jakarta: Insania Cita Press.

Hoodbhoy, Pervez. 1997. Islam dan Sains: Pertarungan Menegakkan Rasionalitas. Terj. Luqman. Bandung: Pustaka.

Ibnu ‘Ajibah, Abu Al Abbas Ahmad bin Muhammad bin Al Mahdi. 2005. Al

Bahru Al Madid fi Tafsir Al Qur’an Al Majid. jilid 7. Lebanon: Dar Al Kotob Al Ilmiyah.

Juoro, Umar. 2011. Kebenaran Al-Qur'an dalam Sains: Persandingan Wahyu dan Teori Fisika tentang Alam Semesta. Jakarta: Pustaka Cidesindo.

Krane, Kenneth S. 2006. Fisika Modern. Terj. Hans J. Wospakrik. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Muntaha, Thoha. Tanpa tahun. Kamus Alquran Informatif. Yogyakarta: Minhajut Tullab Press.

Mustaqim, Abdul. 2015. Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir. Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta.

Muhammad, Adang dan Osman Sianipar. 2005. “Penentuan Defisiensi Besi

Anemia Penyakit Kronis”. Clinical Pathology and Medical Laboratory. Volume 12 No. 1. November

Saefuddin, AM. 2010. Islamisasi Sains dan Kampus. Jakarta: PT PPA Consultants.

Sugiyarto, Kristian H. dan Retno D. Suyanti. 2010. Kimia Anorganik Logam. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suhendar, Dede. 2017. Ilmu Kimia dalam Kaca Mata Al-qur’an: Menelusuri Mukjizat Al-Qur'an tentang Besi dan Tabel Periodik dalam Sains Kimia.Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Tjasyono, Bayong. 2013. Ilmu Kebumian dan Antariksa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Lampiran

BIODATA TIM

1. Judul : BESI DALAM ALQURAN

Kajian tentang Proses Pembentukan Besi dan Keistimewaannya: Metode Tafsir Tematik-Integrasi Sains

2. Pilihan Sub Tema : Alquran dan Sains

3. Ketua

Nama Lengkap : Nadyya Rahma Azhari

NIM : 17105051004

TTL : Matur, 26 Desember 1998

Jurusan/Fakultas : Jurusan Ilmu Hadis

Perguruan Tinggi : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Alamat : Pesantren An-Najwah perum. Boko

Permata AsriB2 No 11 Jobohan Bokoharjo Prambanan Sleman

No. Telepon : 082329107987

Email : [email protected]

4. Anggota

Nama Lengkap : Ahmad Faruq Khaqiqi

NIM : 17105031002

5. Dosen Pembimbing

Nama Lengkap : KH. Dr. Abdul Mustaqim, M.Ag

NIP : 19721204 199703 1 003

No. Telepon : 08156862548

Email : [email protected]

Alamat : Jl. Imogiri Timur km 8 Banguntapan

Dalam dokumen BESI DALAM ALQURAN Kajian tentang Proses (Halaman 33-39)

Dokumen terkait