• Tidak ada hasil yang ditemukan

URUSAN KETAHANAN PANGAN

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

A. Urusan Wajib Yang Dilaksanakan 1) URUSAN PENDIDIKAN 1) URUSAN PENDIDIKAN

13) URUSAN KETAHANAN PANGAN

KANTOR KETAHANAN PANGAN & PENYULUHAN a. Program dan Kegiatan

1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Alokasi anggaran untuk program ini sebesar Rp. 336.750.00,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 249.353.459,- atau 74,05%

yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut : a) Penyediaan jasa surat menyurat

b) Penyediaan jasa Komunikasi, sumber daya air, dan listrik

c) Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

d) Penyediaan jasa administrasi keuangan e) Penyediaan jasa kebersihan kantor

f) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor

g) Penyediaan bahan bacaan dan peralihan perundang-undangan h) Penyediaan bahan logistik kantor

i) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Alokasi anggaran untuk program ini sebesar Rp. 415.800.079,-, dengan realisasi anggaran sebesar Rp 46.972.500.- atau sebesar 11,30% yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Parepare 2012 BAB IV - 138

a) Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

b) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional c) Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor d) Pembengunan selasar/gapura kantor

3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Alokasi anggaran untuk program ini sebesar Rp 10.000.000,-, dengan realisasikan anggaran sebesar 4.150.000,- atau sebesar 41,50% yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Pendidikan dan pelatihan formal.

4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Alokasi anggaran untuk program ini sebesar Rp. 17.500.000,-, dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 6.854.200,- atau 39,17% yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut :

a) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD

b) Penyusunan pelaporan keuangan semesteran c) Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun d) Penyusunan anggaran SKPD

b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Dari empat program dan delapan belas kegiatan yang telah dilaksanakan Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Parepare sejak Januari hingga Desember 2012 dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

780.050.079 -, kegiatan ketahanan pangan telah terselenggara dengan baik kepada masyarakat pangan, petani dan kelompok-kelompok tani binaan Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan.

Terselenggaranya kegiatan ketahanan pangan dengan baik dengan memaksimalkan sumber daya yang ada baik sumber daya manusia maupun sumber daya sarana penunjang dan pelayanan administrasi perkantoran yang sudah tersedia sejak tahun anggaran 2008.

Dengan lancarnya kegiatan administrasi perkantoran, maka telah tersusun laporan capaian kinerja dan realisasi, laporan keuangan, dan anggaran SKPD.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Parepare 2012 BAB IV - 139

c. Permasalahan dan Solusi 1) Permasalahan

a) Pelaksanaan fungsi pemerintahan dalam bidang ketahanan pangan belum maksimal karena terbatasnya kegiatan dan dana yang dialokasikan.

b) Standar Pelayanan Minimal (SPM) Ketahanan pangan belum mencapai angka standar yang dianjurkan oleh pemerintah.

c) Masih kurangnya kegiatan pendukung yang bisa memaksimalkan pencapaian dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) ketahanan pangan.

d) Penerapan metodologi kegiatan pengembangan masyarakat yang bersifat analisis masih dalam system dan ruang yang terbatas.

e) Kegiatan yang bersifat koordinatif perlu diapresiasikan lebih lanjut.

2) Solusi

a) Pengembangan kegiatan yang merupakan penjabaran tugas dan fungsi yang mendukung tugas pokok ketahanan pangan melalui tiga pilarnya yakni ketersediaan pangan, distribusi pangan dan konsumsi /keamanan pangan.

b) Standar Pelayanan Minimal (SPM) ketahanan pangan harus menjadi acuan dasar dalam pada penyusunan program dan kegiatan ketahanan pangan.

c) Kegiatan yang mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Ketahanan Pangan harus lebih kompleks.

d) Hasil musrembang baik ditingkat kelurahan maupun kecamatan yang memuat kebutuhan masyarakat harus memiliki dokumen pengusulan dan perencanaan. Sehingga menjadi kegiatan tepat sasaran pada pelaksanaanya.

e) Penyusunan kerangka acuan kerja untuk seluruh kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat. Pelaksana dan masyarakat mengetahui sasaran dan manfaat dari kegiatan tersebut.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Parepare 2012 BAB IV - 140

14) URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN & PERLINDUNGAN ANAK BADAN KELUARGA BERENCANA & PEMBERDAYAAN PEREMPUAN a. Program dan Kegiatan

1) Program Penguatan Kelembagaan Pengarustamaan Gender dan anak dialokasikan Rp. 55.000.000, dengan realisasi anggaran Rp. 46.199.700,- atau 84% yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan fasilitasi pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan.

2) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan

dialokasikan Rp. 92.019.000,- dengan realisasi anggaran Rp. 84.339.000,- atau

74,67% yang dilaksanakan dalam kegiatan:

a. Fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan

b. Sosialisasi tentang KDRT, trafficking, dan eksploitasi anak.

3) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesehatan Gender dalam Pembangunan dengan alokasi anggaran Rp. 712.000.000,- dengan realisasi anggaran Rp. 12.000.000,- atau 1,68% yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan :

a. Pembinaan Organisasi Perempuan

b. Penyuluhan Bagi Ibu Rumah tangga Dalam Membangun Keluarga Sejahtera

c. Pembangunan gedung wanita / balai kesejahteraan perempuan b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

1) Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan anak dilaksanakan dalam kegiatan :

a) Fasilitasi Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2A).

(1) Pengembangan Jejaring Forum Anak.

Dengan mengikuti kongres anak se Sulawesi Selatan di Makassar yang diikuti oleh utusan forum anak kota Parepare (fakta Pare) yang mana anak tersebut merupakan perwakilan dari masing-masing sekolah tingkat SLTP dan SLTA yang berprestasi di Kota Parepare. Mengikuti forum anak nasional (FAN) di Lembang Jawa Barat pesertanya yaitu

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Parepare 2012 BAB IV - 141

anak yang terpilih pada kongres anak se Sulawesi Selatan di Makassar. (untuk kota Parepare 1 orang perempuan masuk 10 besar), sebagai salah satu perwakilan dari Sulawesi Selatan dan mengikuti kongres Anak Indonesia (KAI) di Batam Kepulauan Riau. Peserta yaitu anak yang terpilih pada kongres anak se Sulawesi Selatan (untuk kota Parepare 2 orang, yaitu 1 laki-laki dan 1 perempuan sekaligus sebagai fasilitator kongres anak Indonesia di Batam) dan termasuk 10 besar sebagai perwakilan dari Sulawesi Selatan.

(2) Melaksanakan sosialisasi pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak yang mana program tersebut merupakan program nasional melalui kementerian Negara pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sejak tahun 2005 yang telah didukun dengan berbagai regulasi nasional dan lokal, untuk kota Parepare sendiri telah hadir regulasi lokal melalui peraturan walikota nomor 19 tahun 2012 tentang pembentukan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) dan SK walikota nomor 362 tahun 2012. P2TP2A merupakan pusat layanan terpadu yang memiliki peran dan fungsi yang strategis sebagai wahana pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak, khususnya dalam penyediaan data dan informasi, pusat rujukan meliputi pengaduan, pendampingan, rujukan kasus-kasus yang memerlukan penanganan medis, konseling, fisiologis, bantuan hukum pemulangan dan reintegrasi. Pesertanya diikuti oleh berbagai unsur lintas SKPD akademisi pusat studi gender (PSG), Stain dan Umpar, kepolisian, Kejaksaan, Praktisi Hukum, LSM, Jurnalis, dan Pemerhatin Perempuan dan anak.

2) Program Peningkatan Kualitas Hidup Dan Perlindungan Perempuan dilaksanakan dalam kegiatan :

a) Fasilitasi Upaya Perlindungan Perempuan Terhadap Tindak Kekerasan.

Pelatihan paralegal 30 orang (kelompok dampingan), bertugas untuk mendampingi para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak dimasyarakat dalam hal pengaduan, rujukan kasus-kasus yang memerlukan penanganan medis,

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Parepare 2012 BAB IV - 142

konseling, fisiologis, bantuan hukum pemulangan dan reintegrasi serta berusaha memberi rasa aman dan nyaman. Pesertanya yaitu pengurus P2TP2A, lembaga pemerhati perempuan dan anak dan LSM.

b) Sosialisasi Tentang KDRT, Trafficking dan Eksploitasi anak.

KDRT adalah tindakan kekerasan dalam rumah tangga.

Trafficking (perdagangan orang) adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penculikan, pemalsuaan, penipuan dan lain-lain yang sifatnya menimbulkan orang tereksploitasi. Eksploitasi Anak : tindakan dengan/atau tanpa persetujan korban tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan, seksual atau secara melawan hukum. Peserta para camat, lurah dan masyarakat kota Parepare.

3) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan dilaksanakan dalam kegiatan :

a) Pembinaan organisasi perempuan dengan melaksanakan Peringatan hari ibu yang ke 84 tahun 2012 dan Pengembangan kepribadian yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh organisasi perempuan kota Parepare.

b) Penyuluhan bagi ibu rumah tangga, dalam membangun keluarga sejahtera. Kegiatan ini tidak terlaksana.

c. Permasalahan dan Solusi 1) Permasalahan

a) Kondisi ruangan belum memadai untuk memaksimalkan pekerjaan.

b) Masih kurangnya tenaga, khususnya di Bidang Pemberdayaan Perempuaan, dimana ada satu sub bidang tidak terisi dan kurang tenaga staf.

c) Masih kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki,sehingga diperlukan peningkatan SDM khususnya pendataan data terpilah, data Gender dan anak.

d) Masih kurangnya Anggaran untuk peningkatan SDM sehingga kegiatan-kegiatan belum berjalan dengan maksimal.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Parepare 2012 BAB IV - 143

e) Masih kurangnya media informasi tentang Pemberdayaan Perempuaan dan anak.

2) Solusi

a) Perlunya penambahan fasilitas ruangan (AC/kipas angin).

b) Perlunya penambahan pegawai/tenaga staf agar pekerjaan berjalan secara maksimal.

c) Perlunya pengembangan SDM, khususnya data terpilah, data gender, dan anak.

d) Perlunya penambahan anggaran untuk peningkatan SDM.

e) Perlunya penambahan anggaran untuk media informasi tentang pemberdayaan perempuan dan anak.

15) URUSAN KELUARGA BERENCANA & KELUARGA SEJAHTERA