• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian Dan Persandian

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG (Halaman 112-117)

F. Kondisi Urusan Pemerintahan Daerah 1. Urusan Wajib Pendidikan

20. Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian Dan Persandian

Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian secara umum dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan, Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah, Badan Pengawasan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kepegawaian Daerah, Kecamatan dan Kelurahan. Urusan ini sebelum terbitnya Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 bernama urusan pemerintahan umum.

Dalam urusan politik dalam negeri, hubungan antara Pemerintahan Daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara dan bersifat kemitraan. Kedudukan yang setara bermakna bahwa diantara lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan yang sama dan sejajar, artinya tidak saling membawahi (sesuai UU No.32 Tahun 2004). Hal ini tercermin dalam membuat kebijakan daerah berupa Peraturan Daerah. Hubungan kemitraan bermakna bahwa antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalah sama-sama mitra kerja dalam membuat kebijakan daerah, untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai fungsi masing-masing sehingga antar kedua lembaga itu membangun suatu hubungan kerja yang sifatnya saling mendukung. Partisipasi masyarakat untuk bidang politik diwakili dalam bentuk partai politik di lembaga legislatif Kabupaten Semarang sebagaimana terlihat pada Tabel berikut :

Tabel 2.94

Jumlah Anggota DPRD Kabupaten Semarang Berdasarkan Partai Politik

NO PARTAI TAHUN 2005 2006 2007 2008 2009 2010 L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml 1 PDI-P 12 - 12 12 - 12 12 - 12 12 - 12 7 1 8 7 1 8 2 Partai Golkar 7 1 8 7 1 8 7 1 8 7 1 8 4 1 5 4 1 5 3 PPP 5 - 5 5 - 5 5 - 5 5 - 5 3 2 5 3 2 5 4 PAN 5 - 5 5 - 5 5 - 5 5 - 5 5 - 5 5 - 5 5 PKB 5 - 5 5 - 5 5 - 5 5 - 5 4 1 5 4 1 5

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 90 NO PARTAI TAHUN 2005 2006 2007 2008 2009 2010 L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml 6 Partai Keadilan Sejahtera 4 1 5 4 1 5 4 1 5 4 1 5 3 1 4 3 1 4 7 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 2 - 2 2 - 2 2 - 2 2 - 2 - 1 1 - 1 1 8 Partai Demokrat 3 - 3 3 - 3 3 - 3 2 1 3 3 3 6 3 3 6 9 Partai Gerindra - - - - - - - - - - - - 3 - 3 3 - 3 10 Partai Hanura - - - - - - - - - - - - 3 - 3 3 - 3 JUMLAH 43 2 45 43 2 45 43 2 45 42 3 45 35 10 45 35 10 45 Sumber: Sekretariat DPRD

Dalam pelaksanaan otonomi, daerah dituntut untuk dapat menggali potensi daerah antara lain menjalin kerjasama dengan daerah lain, Pihak Ketiga maupun Luar Negeri; menyederhanakan birokrasi perijinan; menetapkan dan menegaskan batas daerah dalam rangka mengantisipasi konflik dengan daerah perbatasan; meningkatkan kesadaran hukum kepada masyarakat dan aparatur penyelenggara pemerintahan; serta melakukan pengawasan internal dan eksternal, pengawasan masyarakat/sosial, dan pengawasan melekat (built in control)

Capaian Kinerja pembangunan urusan otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian selama tahun 2005-2010 adalah sebagai berikut :

a. Pembangunan Hukum

Bahwa pembangunan bidang hukum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya atau proses penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan baik (good and clean governance). Upaya dilaksanakan secara bertahap dan terus menerus dalam rangka mewujudkan pemahaman dan kesadaran hukum aparatur pemerintah dan masyarakat, tertib hukum serta mewujudkan situasi daerah yang kondusif. Untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah Daerah perlu menata Peraturan Perundang-undangan yang diimplementasikan.

Capaian kinerja dalam bidang pembangunan hukum adalah terbitnya produk-produk hukum seperti pada Tabel berikut :

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 91

Tabel 2.95

Capaian Produk Hukum Daerah No Jenis Peraturan Jumlah Produk Hukum

2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 2 3 4 Peraturan Daerah Peraturan Bupati Keputusan Bupati Peraturan Desa 32 33 606 - 27 29 750 - 13 38 705 21 26 72 546 46 7 87 535 213 12 113 629 400

Sumber : Bagian Hukum Setda Kab. Semarang

Produk hukum daerah sampai dengan tahun 2010 sebanyak 117 Peraturan Daerah, 372 Peraturan Bupati, 3.771 Keputusan Bupati dan 680 Peraturan Desa.

b. Pengawasan Daerah

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan efisien, efektif, transparan dan akuntabel, maka dilakukan pengawasan yang obyektif dan profesional sesuai norma dan standar audit pemerintahan. Capaian kinerja dalam bidang pengawasan daerah sebagaimana Tabel berikut :

Tabel 2.96

Capaian Kinerja Pelaksanaan Pengawasan

NO URAIAN CAPAIAN KUMULATIF KINERJA 2005-2010 Nilai (Rp.) Setor (Rp.) Sisa (Rp.) 1. Tindak Lanjut Pemeriksan Reguler

a. Kerugian 79.906.498,00 45.211.698,00 34.694.800,00 b. Kewajiban setor. 847.263.505,00 818.357.523,00 28.905.981,80

Sumber: Inspektorat Kabupaten Semarang

Dalam tindak lanjut pemeriksaan reguler, kerugian yang ditemukan tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 adalah Rp. 79.906.498,-, yang telah disetor sebesar Rp. 45.211.698,- sehingga sisa kerugian yang belum disetorkan adalah Rp. 34.694.800,-.

Sementara untuk kewajiban setor nilainya dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 sebesar Rp. 847.263.505,- yang telah disetor sebesar

Rp. 818.357.523,-, sehingga sisa kewajiban setor adalah Rp. 28.905.981,-. Terhadap sisa yang belum disetor masih dalam proses

penyelesaian. Sedangkan temuan administratif, sampai dengan tahun 2010 sebanyak 806 temuan, telah ditindaklanjuti sebanyak 779 dan belum terselesaikan 27 temuan. Lebih jelasnya sebagaimana Tabel berikut :

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 92

Tabel 2.97

Temuan Administratif Tahun 2005-2010

No. Uraian 2005-2010

Temuan Selesai Belum 1. Tindak Lanjut Pemeriksaan Reguler

a. Pelanggaran thd peraturan perundangan yg

berlaku 51 51 0

b. Pelanggaran thd prosedur dan tata kerja yg

telah ditetapkan. 17 17 0

c. Penyimpangan dari ketentuan pelaksa naan

anggaran. 129 122 7

d. hambatan thd kelancaran proyek 18 18 0 e. hambatan thd kelancaran tugas pokok. 70 70 0 f. kelemahan administrasi. 474 454 20 g. ketidaklancaran pelayanan masyarakat. 13 13 0 h. temuan pemeriksaan lain-lain. 34 34 0

J U M L A H 806 779 27

Sumber: Inspektorat Kab. Semarang

c. Pengelolaan Keuangan Daerah

Opini laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Semarang saat ini “Wajar dengan Pengecualian”. Opini laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Semarang sampai dengan tahun 2009 disajikan secara wajar memadai berdasarkan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, terbukti dengan opininya yaitu “wajar dengan pengecualian” yang terus dipertahankan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009, sedang untuk tahun 2010 sampai bulan Maret masih diaudit oleh BPK sehingga belum ada hasil opini.

Tabel 2.98

Capaian Kinerja Penyusunan Laporan Keuangan Daerah No Uraian Capaian Kinerja 5 Tahun

2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Ketepatan

Penyusunan APBD

belum belum belum sudah belum sudah 2 Opini Laporan

Keuangan WDP

WDP WDP WDP WDP -

Sumber: DPPKD Kab. Semarang

d. Kepegawaian

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Semarang sampai dengan tahun 2010 sejumlah 11.105 orang, dengan komposisi pendidikan SD, SMP, SMA, D1, D2, D3, D4, S1 dan S2 berturut-turut adalah 2,8%; 4,2%; 24,2%; 0,7%; 23,0%; 8,18%; 0,24%; 33,72% dan 2,9%.

Berbagai pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan SDM telah dilakukan antara lain pendidikan penjenjangan struktural prajabatan bagi CPNS, diklat teknis tugas dan fungsi dan diklat teknis fungsional.

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 93 Tabel 2.99

Capaian Kinerja Kepegawaian

No Uraian Capaian Kinerja 5 Tahun

2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Pendidikan penjenjangan

struktural

a. Diklat PIM II (orang) 2 4 4 2 5 0

b. Diklat PIM III (orang) - 15 12 18 15 0

c. Diklat PIM IV (orang) - 40 40 40 40 40

2 Peningkatan ketrampilan dan profesionalisme

a. Ujian dinas 63 50 81 40 47 15 b. Ujian kenaikan pangkat

penyesuaian ijazah

39 50 32 20 76 60

3 Pendidikan pelatihan prajabatan bagi calon PNS daerah

a. Prajabatan golongan III 122 - 246 95 77 188 b. Prajabatan golongan II 151 - 308 352 312 259 c. Prajabatan golongan I - - 7 132 69 - 4 Pendidikan dan pelatihan

teknis tugas dan fungsi bagi PNS daerah

177 170 84 120 155 62

5 Pendidikan dan pelatihan fungsional bagi PNS daerah

a. Diklat guru SD 40 80 - - - - b. Diklat guru SLTP - - 80 80 - - c. Diklat guru SLTA - - - - 80 - 6 Penyusunan rencana

pembinaan karir PNS a. Bintek penilaian angka

kredit jab.fungsional (orang)

120 85 70 180 60 40 b. Pelantikan jabatan struktura (kali)l 4 3 5 3 2 2 c. Pengangkatan jabatan fungsional 170 116 253 162 327 296 7 Seleksi penerimaan calon

PNS 277 574 579 453 1.055 198 8 Penataan sistem administrasi kenaikan pangkat otomatis PNS a. SK kenaikan pangkat 2.473 1.976 2.136 1.843 1.850 2.057 b. SPTKG PNS Gol. IV 1.307 1.151 1.200 1.494 1.397 2.218 9 Pemberian penghargaan

bagi PNS yang berprestasi

200 100 100 100 98 100 10 Proses penangganan

kasus-kasus pelanggaran disiplin PNS

a. Terselesaikannya kasus (buah)

23 28 24 25 24 24

11 Pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas

13 11 14 3 40 5

12 Penyelenggaraan sumpah janji PNS

- 299 179 250 653 394

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 94

e. Pemeliharaan dan pengamanan asset.

Dalam rangka pengamanan asset tanah, telah dilakukan pembuatan sertifikat atas tanah Pemda mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2010, dimana total tanah yang telah disertifikatkan sebanyak 81 sertifikat tanah dan plang tanah. Asset daerah yang diasuransikan yaitu gedung dan kendaraan daerah sebanyak 1.912 unit gedung dan 2.858 unit kendaraan sampai dengan tahun 2010. Selain itu juga dilakukan pemutakhiran asset daerah pada 164 SKPD/UPTD.

Tabel 2.100

Pengamanan dan Pemeliharaan Asset Daerah Tahun 2005-2010

NO URAIAN Satuan 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Pengamanan

Tanah Pemda Sertifikat/ plang -/25 -/25 16/25 9/25 37/25 19/25

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG (Halaman 112-117)