• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Wajib Perumahan

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG (Halaman 70-79)

F. Kondisi Urusan Pemerintahan Daerah 1. Urusan Wajib Pendidikan

4. Urusan Wajib Perumahan

Capaian Kinerja 5 Tahun

2005 2006 2007 2008 2009 2010 Kondisi Bangunan Bendung

dalam kondisi baik (buah)

Daerah Irigasi Teknis 25 30 27 26 31 36 Daerah Irigasi 1/2 Teknis 15 17 14 15 14 24 Daerah Irigasi Sederhana 241 250 260 267 283 472

Jumlah 281 297 301 308 328 532

Sumber : Dinas Bina Marga, SDA dan ESDM Kabupaten Semarang

4. Urusan Wajib Perumahan

Pembangunan perumahan tidak hanya bersifat pembangunan perumahan dalam arti sempit, tapi juga meliputi infrastruktur dasar perumahan permukiman, misal pembangunan sarana air bersih, perbaikan fasilitas umum seperti pasar, dan juga perbaikan lingkungan sehingga dapat tercipta perumahan permukiman yang sehat.

Tolok ukur kinerja pada urusan perumahan selama tahun 2005-2010 dapat dilihat pada Tabel 2.43 berikut :

Tabel 2.43

Capaian Kinerja Perumahan Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

No INFRASTRUKTUR

DASAR Satuan 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Ket 1 Perbaikan Lingkungan Lokasi 21 25 30 35 40 129

2 Perbaikan Fasilitas Umum (Pasar)

Unit 7 8 10 12 14 17 Angka

Komulatif

3 Penyediaan Air Bersih desa 12 14 16 18 20 25

4 Bantuan Rehab Rumah KK - - - - 100 200 Program

BSP2S Kemenpera

Sumber : Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kebersihan Kabupaten Semarang

Selama kurun waktu tahun 2005-2010 perbaikan lingkungan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 58,5%, perbaikan fasilitas umum naik sebanyak 10 pasar, penyediaan air bersih sebesar rata-rata 15,9%. Pada tahun 2009 dan 2010 dilaksanakan program Bantuan Stimulan Pembangunan Perumahan Swadaya (BSP2S) yang bersumber dari Kementerian Perumahan Rakyat.

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 48 5. Urusan Wajib Penataan Ruang

Penataan ruang adalah proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian ruang. Penataan ruang Kabupaten Semarang adalah untuk mewujudkan ruang wilayah yang memenuhi kebutuhan pembangunan dengan senantiasa berwawasan lingkungan, bersinergi dan dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program pembangunan untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat, serta efisien dalam alokasi investasi.

Penataan ruang Kabupaten Semarang disusun sesuai potensi dan permasalahan baik internal maupun eksternal serta memperhatikan perencanaan tata ruang pada tingkat yang lebih tinggi seperti RTRWN, RTRW Provinsi Jawa Tengah, dan RTRW Kawasan Kedungsepur. Salah satu permasalahan dalam penataan ruang adalah adanya alih fungsi lahan terutama lahan pertanian yang terjadi pada setiap tahun. Perubahan fungsi lahan pertanian tersebut antara lain berubah fungsi menjadi industri dan perumahan. Berikut ini tabel penggunaan lahan di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2009 :

Tabel 2.44

Luas Penggunaan Lahan di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2009 (Ha)

PENGGUNAAN LAHAN 2005 2006 2007 2008 2009

Sawah 24.423,98 24.421,07 24.417,94 24.415,01 24.411,46

Pekarangan dan Bangunan 19.703,61 19.572,00 19.578,00 19.700,58 19.851,32

Tegalan dan Kebun 28.337,00 26.617,00 26.616,00 26452,30 25442,59

Tambak/ Kolam 26,00 42,00 41,00 41,10 40,00

Rawa 2.623,00 2.623,00 2.623,00 2.623,00 2.623,00

Perkebunan 5.069,00 5.068,00 5.068,00 5.068,13 5.068,13

Hutan Negara/ Rakyat 11.589,00 13.428,00 13,428,00 14.217,86 14.640,37

Lain-lain Tanah Kering 3.249,09 3.249,00 3.250,00 3.033,79 2.943,81

JUMLAH 95.020,69 95.020,69 95.020,69 95.020,69 95.020,69

Sumber : BPS Kabupaten Semarang

Upaya yang ditempuh dalam pengendalian pemanfaatan ruang antara lain adalah sebagai berikut :

1. Mengoptimalkan peran BKPRD Kabupaten Semarang terutama pokja pengendalian pemanfaatan ruang

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 49 3. Pelaksanaan perizinan pemanfaatan ruang yang didasarkan pada rencana

tata ruang

Berikut ini data status Rencana Tata Ruang hingga Tahun 2010 :

Tabel 2.45

Status Rencana Tata Ruang Hingga Tahun 2010

No JENIS RENCANA TATA

RUANG TAHUN STATUS PERDA Penyesuaian Dengan UU 26/2007 Sudah Raperda Sudah Ditetapkan No. Pengesahan Perda I RTRW Kabupaten Semarang 2011-2031

II Rencana Tata Ruang Kota/Kawasan

1 RDTR Kaw Perkotaan IKK Ambarawa 2007-2027 - No. 7 Th 2008 Telah disesuaikan 2 RDTR Kaw Perkotaan IKK

Bergas 2007-2027 - No. 6 Th 2008

Telah disesuaikan 4 RDTR Kaw Perkotaan IKK Suruh 2008-2028 - No. 4 Th 1995

Direncanakan Revisi Perda Tahun 2013 5 RDTR Kaw Perkotaan IKK Bawen 2008-2028 - No. 10 Th 1997

Direncanakan revisi Perda Tahun 2012 6 RUTRK-RDTRK IKK Tuntang 1997-2007 - 11 Th 1997

Direncanakan revisi Perda Tahun 2012 7 RUTRK-RDTRK IKK Sumowono 1998-2008 - 5 Th 2002

Direncanakan revisi Perda Tahun 2011

8 RUTRK-RDTRK IKK Banyubiru 1998-2008 - - -

Direncanakan Perda Tahun 2013 9 RUTRK-RDTRK IKK Getasan 2000-2010 - 6 Th 2002

Direncanakan revisi Perda Tahun 2011 10 RDTR Kaw Perkotaan Ungaran 1994-2009 - 1 Th. 1995 Direncanakan Revisi Perda Tahun 2011

11 RUTRK-RDTRK IKK Pringapus 2003-2013 - - -

Direncanakan Perda Tahun 2012

12 RUTRK-RDTRK IKK Tengaran 2007-2017 - -

Direncanakan Perda Tahun 2011

13 RUTRK-RDTRK IKK Susukan 2007-2017 - -

Direncanakan Perda Tahun 2011 14 RDTR Kaw Perkotaan Bandungan 2008-2028 - - Direncanakan Perda Tahun 2012 15 RDTR Kaw Perkotaan IKK

Pabelan 2009-2029 - -

Direncakan Perda Tahun 2011

16 RDTR Kaw Perkotaan IKK Bringin - - - -

Direncanakan Perda Tahun 2014

17 RDTR Kaw Perkotaan IKK Kaliwungu - - - -

Direncanakan Perda Tahun 2014

18 RDTR Kaw Perkotaan IKK Bancak - - - -

Direncanakan Perda Tahun 2014 19 RDTR Kaw Perkotaan IKK

Jambu - - - -

Direncanakan Perda Tahun 2013

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 50 6. Urusan Wajib Perencanaan Pembangunan

Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah mengikuti sistem dan mekanisme yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) konstruksi sistem perencanaan pembangunan daerah ini disusun dalam era desentralisasi. Sejalan dengan perubahan paradigma perencanaan pembangunan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah telah mengakomodasi redesign sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan di daerah.

Capaian kinerja urusan perencanaan pembangunan selama kurun waktu 2006-2010 adalah :

1) Perencanaan umum pembangunan daerah dapat dilihat seperti pada tabel berikut :

Tabel 2.46

Perencanaan Umum Pembangunan Daerah

No Perencanaan Umum Pembangunan

Daerah 2006 2007 2008 2009 2010 1 Penyusunan Rancangan RPJPD 1 - 2 Penyusunan Hsl Musrenbang RPJPD 1 - 3 Penyusunan Rancangan RPJMD 1 1 4 Penyusunan Hsl Musrenbang RPJMD 1 1 5 Evaluasi RPJMD 1 1 6 Penyusunan Rancangan RKPD 1 1 1 1 1

7 Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah

daerah 1 1 1 1

1 8 Kordinasi penyusunan Laporan Keterangan

Pertanggung Jawaban (LKPJ) 1 1 1 1 1

9 LAKIP SKPD 1 1 1 1 1

10 AMJ Bupati 1

11 Penyusunan Profil Daerah 1 1 1 1 1

Sumber : Bappeda Kabupaten Semarang

2) Perencanaan Bidang Pengembangan Wilayah dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.47

Perencanaan Bidang Pengembangan Wilayah

NO Jenis Dokumen 2006 2007 2008 2009 2010

1 Kajian prasarana jalan dan transportasi 1 1 1 -

2 Kajian kawasan strategis/prioritas 3 2 3 2

3 Kajian perumahan dan permukiman 1 -

4 Kajian penyehatan lingkungan permukiman 1 -

5 Kajian irigasi 1 -

6 Kajian air bersih 1 -

7 Koordinasi Perencanaan masalah

pembangunan prasarana wilayah dan SDA 1 1 1 1 1

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 51 3) Perencanaan Bidang Ekonomi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.48

Realisasi Perencanaan Bidang Ekonomi

No Dokumen Perencanaan Bidang

Ekonomi 2006 2007 2008 2009 2010

1 Profil Agropolitan 1 1 -

2 Profil PPK 1 1 1 -

3 Profil P2KP 1 1 1 -

4 Kajian Lembaga Ekonomi Desa 1 -

5 Dokumen analisis data informasi perencanaan pembangunan ekonomi 1 -

6 indikator ekonomi daerah 1 1 -

7 indikator dan pemetaan daerah rawan pangan 0 -

8 perencanaan pengembangan ekonomi masyarakat -

9 Dokumen Tabel input output daerah 1 1 1

10 Dokumen masterplan penanggulangan kemiskinan 1 - -

11 Masterplan Pembangunan ekonomi - -

12 Koordinasi bidang ekonomi 1 1 1 1

13 Koordinasi dan fasilitasi Pengembangan Agropolitan 1 1 1 1 14 Koordinasi dan fasilitasi penguatan FEDEP 1 1 1 1 15 Koordinasi dan fasilitasi

pengembangan KLUSTER 1 1 1 1

16 Laporan Monev Lembaga Ekonomi Desa 1 1 1

17 Laporan Monev Bidang Ekonomi 1 1 1 -

Sumber : Bappeda Kabupaten Semarang

4) Perencanaan Bidang Sosial Budaya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.49

Realisasi Perencanaan Bidang Sosial Budaya

NO Dokumen Perencanaan Bidang

Sosial Budaya 2006 2007 2008 2009 2010

1 Profil pengarusutamaan gender - - 1 - -

2 Profil pembangunan pendidikan - - 1 - -

3 Profil pembangunan kesehatan - - - - -

4 Kajian pengarusutamaan gender 1 1 1 1 -

5 Kajian perencanaan bidang

pendidikan 1 1 1 - -

6 Kajian perencanaan bidang kesehatan - 1 2 - -

7

Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat pada pelayanan kesehatan

- 1 1 - -

8 Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia 1 - - - -

9 Masterplan bidang kesehatan - - - 1 -

10 Monitoring Bidang Sosial Budaya - - 1 - 1

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 52 7. Urusan Wajib Perhubungan

Capain kinerja pembangunan urusan perhubungan selama tahun 2005 -2010 adalah:

1) Jumlah Potensi Titik Parkir se-wilayah Kabupaten Semarang sebagaimana tabel berikut :

Tabel 2.50

Jumlah Potensi Titik Parkir

Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SATUAN 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Tempat Parkir Di Tepi Jalan Umum Titik 166 160 160 106 102 31 2 Tempat Parkir Khusus Titik 16 16 16 16 11 71 3 Tempat Pengusahaan Perparkiran Titik 19 26 7 14 8 16 JUMLAH 201 202 183 136 121 118

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Pada tahun 2005, jumlah titik parkir di tepi jalan umum yang dikelola oleh UPTD Perparkiran sebanyak 166 titik. Jumlah ini berkurang drastis menjadi 31 titik pada tahun 2010. Penurunan jumlah titik parkir di tepi jalan disebabkan antara lain perubahan status retribusi menjadi pajak parkir, dan perubahan status dari semula parkir di tepi jalan umum menjadi parkir khusus. Disamping perubahan status tersebut, secara alamiah mengalami perubahan fungsi lahan sehingga tidak memiliki potensi untuk dipungut retribusi perparkiran.

Jumlah titik parkir khusus yang dikelola oleh UPTD Perparkiran mengalami fluktuasi. Tahun 2009 turun 5 titik menjadi 11 titik dibanding tahun 2005 sejumlah 16 titik. Penurunan tersebut disebabkan oleh perubahan status dari semula retribusi parkir menjadi pajak parkir. Sedang pada tahun 2010, meningkat menjadi 71 titik, disebabkan perubahan status dari semula parkir di tepi jalan umum menjadi parkir khusus.

2) Jumlah terminal dan sub terminal angkutan umum Kabupaten Semarang tahun 2005-2010 ditunjukkan tabel sebagai berikut :

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 53 Tabel 2.51

Jumlah Terminal, Sub Terminal dan Emplasemen Angkutan Umum Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010 NO URAIAN Tipe 2005 2006 2007 2008 2009 2010

1 TERMINAL BAWEN B 1 1 1 1 1 1 2 SUB TERMINAL AMBARAWA C 1 1 1 1 1 1 3 SUB TERMINAL UNGARAN C 1 1 1 1 1 1 4 SUB TERMINAL SUMOWONO C 1 1 1 1 1 1 5 SUB TERMINAL SRUWEN C 1 1 1 1 1 1 6 EMPLASEMEN MARGOSARI SUSUKAN - - - 1 1 1 1 7 EMPLASEMEN RPH PASAR PROJO AMBARAWA - - 1 1 1 1 1 JUMLAH 5 6 7 7 7 7

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Idealnya pada setiap kecamatan tersedia fasilitas angkutan umum berupa terminal dan/atau emplasemen, namun sampai dengan tahun 2010, baru tersedia 7 lokasi terminal dan emplasemen. Disamping keterbatasan dana, penyebab dari belum terbangunnya fasilitas terminal pada tiap-tiap kecamatan adalah sebagai berikut :

• Keterbatasan lahan pada kawasan Ibukota Kecamatan Central Business

Distric (CBD). Kasus pada berbagai daerah menunjukkan bahwa

pembangunan terminal yang tidak terencana dengan baik dan tidak terintegrasi dengan fasilitas umum lainnya seperti pasar, akan menyebabkan fungsi dari terminal tidak menjadi optimal;

• Belum tersusunnya Detail Enginering Desain (DED) terminal pada tiap kecamatan;

• Belum seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang terlayani oleh angkutan umum;

• Tidak seluruh kecamatan memerlukan fasilitas terminal karena kecamatan tersebut tidak berada pada titik akhir atau awal perjalanan trayek angkutan umum.

3) Jumlah kendaraan angkutan umum di Kabupaten Semarang tahun 2005-2010 ditunjukkan pada tabel berikut :

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 54 Tabel 2.52

Jumlah Kendaraan Angkutan Umum Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SATUAN 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Mobil Penumpang kend 517 616 660 645 600 535 2 Mobil Bus kend 799 858 858 842 851 872 3 Pick-Up Kend 29 29 29 27 27 85

4 Bestel kend - - - - - -

5 Truck kend 10 10 13 31 86 681 6 Tangki Sumbu III kend - - - - - - 7 Truck Sumbu III kend 5 5 5 5 6 14 8 Sumbu Tangki kend - - - - - - 9 Kendaraan Khusus kend - - - - - - 10 Kereta Gandeng kend 2 2 2 2 2 2 11 Kereta Tempel kend - - - - 2 4

JUMLAH 1.362 1.520 1.567 1.552 1.574 2.229

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Dari tabel di atas diketahui bahwa pada tahun 2005 jumlah kendaraan umum sebanyak 1.362 unit dan pada tahun 2010 menjadi 2.229 unit atau mengalami peningkatan 64%. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi yang signifikan, kebijakan mengenai penurunan pajak kendaraan angkutan umum serta berbagai kemudahan dalam pengurusan administrasi kendaraan umum.

4) Jumlah trayek angkutan umum di Kabupaten Semarang tahun 2005-2010 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :

Tabel 2.53

Jumlah Jalur Trayek Angkutan Umum Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SATUAN 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Angkutan Pedesaan Dalam Kota Jurusan 27 33 33 33 33 33 2 Angkutan Pedesaan Antar Kota Jurusan 26 24 24 24 24 30

JUMLAH 53 57 57 57 57 66

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Dari tabel di atas diketahui bahwa pada tahun 2005 jumlah trayek sebanyak 53 jurusan dan pada tahun 2010 menjadi 66 jurusan atau mengalami peningkatan 25%. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya kawasan perkotaan dan meningkatnya bangkitan perjalanan sehingga perlu untuk dilakukan pemenuhan kebutuhan jalur angkutan sesuai

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 55 Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 551.2/0396 Tahun 2007 tentang Penetapan Kebutuhan Pelayanan Angkutan Penumpang Umum.

5) Jumlah kendaraan bermotor dan jenisnya yang diuji di Kabupaten Semarang tahun 2005-2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.54

Jumlah Kendaraan Bermotor dan Jenisnya Yang Diuji Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010 NO URAIAN SAT 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum 1 MOBIL BUS kend 2245 119 2270 130 2043 128 1677 177 1765 156 1689 194 2 MOBIL PENUMPANG kend 533 69 576 19 785 19 1106 8 1106 13 1094 6 3 TRUCK kend 104 8890 33 2876 35 2839 227 2816 274 3.017 413 3336 4 PICK UP kend - - 62 5817 62 6020 18 6402 18 6.457 54 7074 5 KERETA TEMPEL kend - 14 - 15 - 15 2 23 10 19 33 8 6 KERETA

GANDENG kend - 39 - 32 - 34 2 26 4 32 17 9 7 TANKI kend 4 - 7 78 6 88 - 66 - 72 41 54 JUMLAH kend 2886 9131 2948 8967 2931 9143 3032 9518 3177 9766 3341 10681 JUMLAH TOTAL 12.017 11.915 12.074 12.550 12.943 14.022

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Tabel diatas merupakan data jumlah kendaraan bermotor yang diuji di Kabupaten Semarang. Tahun 2005 diuji 12.017 kendaraan dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 14.022 kendaraan diuji atau mengalami peningkatan 17%. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi yang signifikan, mengungkit daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan sehingga pertumbuhan rata–rata kendaraan yang diuji per tahun sebesar 3,5%. Hal lain yang mempengaruhi adalah kemudahan dalam pelayanan perijinan numpang uji, baik masuk maupun keluar.

6) Jumlah fasilitas lalu lintas di Kabupaten Semarang untuk tahun 2005-2010 ditunjukkan dengan tabel sebagai berikut:

Tabel 2.55

Jumlah Fasilitas Lalu Lintas

Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SAT 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Rambu Lalu Lintas Buah 1.150 1.433 1.416 1.458 1.630 1.765 2 Rppj Buah 22 30 34 42 32 36 3 Apill (Traffict Light) Buah 9 9 9 9 9 9

4 Flashing Amber Buah 27 31 33 35 35 37 5 Guardrill Meter 300 300 300 600 1.108 1.181

6 Halte Buah - 12 12 12 12 12

7 Marka Jalan m2 - - 325 1.392 3.252 4.424 8 Median Fortable Buah - 49 49 93 73 96

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 56 NO URAIAN SAT 2005 2006 2007 2008 2009 2010

9 Zebra Cross m2 - - - - 81 81

10 Meterisasi Listrik Titik - - 34 41 41 41 11 Rambu Tiang F Buah - - - 4 4 4 12 Led Lamp Buah - 34 110 113 113 13 Rambu Fortabel Buah - - - 27 27 27 14 Rambu Papan

Himbauan

Buah - - - 2 7 7

15 Traffic Cone Buah - 45 20 45 77 77

16 Cound Down Buah - - - 8 8 8

17 Pita Penggaduh Meter - - - - 300 550 18 Paku Jalan Buah - - - - 340 340

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Pada tahun 2005 fasilitas lalu lintas berjumlah 1.508 meningkat menjadi 8.808 tahun 2010, atau mengalami kenaikan sebesar 484%. Hal ini dikarenakan tingginya atensi pemerintah daerah dalam mengalokasikan dana pembangunan fasilitas lalu lintas, dengan harapan dapat meningkatkan faktor keselamatan pengguna lalu lintas di jalan.

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG (Halaman 70-79)