RASIO GURU/MURID
G. Urusan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Capaian kinerja urusan pemberdayaan masyarakat dan desa selama kurun waktu tahun 2014-2018 di Kabupaten Rote Ndao disajikan sebagai berikut.
RPJMD Kab. Rote Ndao Tahun 2019-2024 II - 58
Tabel 2.31
Capaian Kinerja Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014-2018
Sumber : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Rote Ndao, 2019 H. Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Salah satu indikator kinerja urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana adalah laju pertumbuhan penduduk, perkembangan angka kelahiran total, perkembangan rasio akseptor KB, dan angka pemakaian kontrasepsi di Kabupaten Rote Ndao. Oleh sebab itu dalam rangka menekan jumlah penduduk, perlu dilakukan pengendalian penduduk melalui Keluarga Berencana (KB) yang didukung dengan regulasi dan fasilitasi dari pemerintah daerah baik pada tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten.
Capaian masing-masing indikator kinerja pada urusan ini menunjukkan trend meningkat namun lambat. Hal tersebut terlihat dari Laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2014 sebesar 3,59% berfluktuasi dan pada tahun 2018 sebesar 3,88%. Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Rote Ndao tidak hanya dipengaruhi dari tingkat kelahiran saja, namun dipengaruhi juga jumlah migrasi masuk yang cukup tinggi. Hal ini karena sebagai Kabupaten pemekaran banyak pendatang yang menetap karena pekerjaan ataupun melakukan usaha.
Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebagai peserta KB di Kabupaten Rote Ndao sampai Tahun 2017 sebanyak 28.605 orang yang tersebar di 10 Kecamatan dan yang menjadi akseptor KB sebanyak 15.859 orang. Disamping itu angka pemakaian kontrasepsi juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun dimana pada tahun 2013 sebesar 9.835 dan
2014 2015 2016 2017 2018
1
Cakupan sarana prasarana perkantoran pemerintahan desa yang baik (%)
100.00 100.00 100.00 73.00 80.00
2
Rata-rata jumlah kelompok binaan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM)
61
76 143 136 161
3 Rata-rata jumlah kelompok binaan PKK
4 Persentase LPM aktif 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
5 Persentase LPM Berprestasi 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
6 Persentase PKK aktif 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
7 Persentase Posyandu aktif 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
8
Swadaya Masyarakat terhadap Program pemberdayaan
masyarakat (%)
20.00
20.00 20.00 20.00 20.00
9 Pemeliharaan Pasca Program pemberdayaan masyarakat (%)
N0. Indikator Tahun
Tidak ada data
RPJMD Kab. Rote Ndao Tahun 2019-2024 II - 59
pada tahun 2017 meningkat menjadi sebesar 13.609 Secara rinci selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut.Tabel 2.32
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Urusan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014-2018
No. INDIKATOR
Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1 Laju pertumbuhan penduduk (%) 3.59 3.99 4.07 3.79 3.88
2 Angka kelahiran Total (TFR) (%) 4.40 4.20 3.10 3.80 3.60
3 % PD yang menyusun dan memanfaatkan 100 100 100 100 100
4 Jumlah Perda atau Perkada tentang pengendalian penduduk
1 1 1 1 1
5 Rata-rata jumlah anak dalam keluarga 2 2 2 2 2
6 Jumlah akseptor KB 11,491 12,986 14,139 15,895
7 Jumlah PUS 23,791 24,431 27,487 28,605
8 Rasio Akseptor KB 48.30 53.15 51.44 55.57 69.95
9 Jumlah peserta KB aktif 9,304 10,381 11,625 13,609
10 Angka pemakaian kontrasepsi bagi perempuan menikah
39.11 42.49 42.29 47.58 44.63
Sumber : BPS Kabupaten Rote Ndao, Dinas P3AP2KB, 2019
I. Perhubungan
Urusan perhubungan meliputi perhubungan darat, perhubungan laut, dan
perhubungan udara. Pembangunan perhubungan diarahkan untuk mewujudkan
pembangunan transportasi terpadu, meningkatkan keselamatan transpotasi secara terpadu, dan membuka akses dari pulau-pulau yang berpenduduk ke pelabuhan pengumpul. Disamping itu mendorong jasa transportasi yan bersifat komersial dengan melibatkan peran swasta dan masyarakat. Capaian Indikator urusan perhubungan dapat dilihat dari perkembangan sarana dan prasarana perhubungan, yaitu jumlah angkutan serta jumlah orang/barang jasa yang dapat terangkut baik angkutan darat, laut maupun udara.
1. Perhubungan Darat
Pelayanan angkutan darat di Kabupaten Rote Ndao mengalami peningkatan selama 5 (lima) tahun terakhir, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah sarana angkutan umum serta jumlah orang/barang yang terangkut kendaraan umum. Indikator ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya kendaraan yang melakukan wajib uji dan banyaknya rasio ijin trayek yang dikeluarkan. Wajib uji dan ijin trayek diwajibkan dalam rangka memudahkan penataan, pengaturan dan pengendalian trayek serta untuk menjamin keselamatan penumpang umum dan menjaga ekosistem lingkungan. Perkembangan capaian indikator tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :
RPJMD Kab. Rote Ndao Tahun 2019-2024 II - 60
Tabel 2.33
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Perhubungan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 – 2018
No. Indikator Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1. Rasio Ijin Trayek 0.00032 0.00024 0.00020 0.00019 0.00019
2. Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan 0.31 0.30 0.29 0.07 0.06 3. Jumlah barang/orang yang terangkut 282,247 307,308 324,045 334,232 348,642 4. Persentase layanan angkutan darat (%) 0.347 0.347 0.347 3.159 3.159
5. Jumlah angkutan umum yg memiliki KIR 150 157 177 181 190
6. Persentase kepemilikan KIR angkuda (%) 1.157 1.558 1.983 2.027 2.128
7. % Pemasangan rambu-rambu 21.28 23.64 25.24 26.44 28.44
Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao, 2018
Terlihat bahwa masing-masing indikator semakin meningkat setiap tahunnya. Rasio panjang jalan terhadap jumlah kendaraan sampai dengan tahun 2018 mencapai 0.06. Infrastruktur jalan yang terbangun mencukupi dan layak untuk dilintasi angkutan darat, namun apabila mencermati rasio layanan angkutan darat baru mencapai 3,159%, maka dapat dikatakan bahwa layanan angkutan darat belum berkembang dengan baik. Layanan angkutan darat yang berkembang adalah sarana angkutan perdesaan dengan mobil bak terbuka, ojek motor, dan mobil carteran.
Sedangkan sarana angkutan bemo perkembangannya lambat dimana trayek yang ditetapkan tidak konsisten ditaati oleh seluruh perusahaan layanan angkutan umum. Angkutan umum tersebut baru didukung dengan 3 (tiga) unit terminal.
Apabila dicermati rasio panjang jalan terhadap jumlah kendaraan semakin menurun dari 0,31 pada tahun 2014 menjadi 0,08 pada tahun 2018. Artinya bahwa panjang jalan yang tersedia tidak bertambah sedangkan kendaraan yang mengakses jalan meningkat, dimana 1 Km jalan di akses sekitar 1-2 kendaraan.
Selain itu, guna mendukung keselamatan berlalu lintas dan meminimalkan angka kecelakaan, maka telah dilakukan pemasangan fasilitas perlengkapan jalan berupa rambu-rambu lalu lintas. Selama lima tahun cenderung meningkat, sampai dengan Tahun 2018 mencapai 28,44% rambu lalu lintas telah terpasang.
2. Perhubungan Laut
Kabupaten Rote Ndao merupakan salah satu Kabupaten Kepulauan di Provinsi NTT di dukung oleh 5 (lima) pelabuhan laut termasuk pelabuhan utama Ba’a yang telah dilengkapi dengan fasilitas Ruang tunggu penumpang, gudang/lapangan penumpuk peti kemas seluas 54,555 m². Kapal yang melayani pelayaran rutin adalah KM. Awu yang melayani Rute Ba’a – Kupang - Alor dan Rote ke Surabaya setiap dua minggu sekali, Kapal Cepat KMP Ekspres Bahari yang melayani rute Kupang-Rote (Ba’a) PP setiap hari, kapal Roro KMP Labalekan dan KMP Lakaan yang melayani rute Pulau Ndao-Pantai Baru-Kupang PP. Disamping untuk
RPJMD Kab. Rote Ndao Tahun 2019-2024 II - 61
kelancaran transportasi antar pulau, telah dibangun 14 unit tambatan perahu dengan rata-rata kedalaman < 7 m yang digunakan untuk nelayan dan pelayaran rakyat dengan rute Papela (Rote Timur)-Namosain (Kupang) dan Ndao-Namosain (Kupang) serta antar pulau dalam kabupaten.3. Perhubungan Udara
Transportasi udara di Kabupaten Rote Ndao didukung oleh tersedianya Bandara DC Saudale. Pesawat terbang yang melayani adalah Wings Air yang melayani Rute Rote-Kupang PP 2 (dua) kali dalam sehari pagi dan sore.
Dengan adanya penerbangan Wings Air, kesulitan transportasi pada musim-musim angin yang berakibat transportasi laut berhenti, masih dapat diatasi dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat masih dapat terpenuhi.
Perkembangan pelayanan perhubungan di Kabupaten Rote Ndao dapat diketahui dengan jumlah penumpang/barang yang terdata setiap tahunnya sesuai data pada tabel berikut.
Tabel 2.34
Jumlah Orang/Barang melalui Dermaga/Bandara Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014-2018
No. INDIKATOR Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1. Jumlah orang/barang melalui Dermaga/Bandara
43.523 68.584 84.321 95.508 109.919
2. Jumlah Dermaga 6 6 6 6 6
3. Jumlah Bandar Udara 1 1 1 1 1
Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019 J. Urusan Komunikasi dan Informatika
Capaian indikator urusan komunikasi dan informasi dapat dilihat dari meningkatnya jumlah Kampung Informasi Masyarakat (KIM) di tiap kecamatan, cakupan layanan telekomunikasi, serta proporsi/banyaknya penduduk yang menggunakan HP dan internet. Dengan adanya pusat informasi di kecamatan diharapkan informasi dari tingkat kabupaten baik itu informasi pembangunnan maupun informasi lainnya dapat diserap sampai di tingkat bawah, dan sebaliknya komunikasi dan informasi dari tingkat desa bisa diakses langsung pada tingkat kabupaten sehingga lebih cepat ditindaklanjuti apabila ada persoalan-persoalan yang memerlukan penyelesaian.
Disamping itu dengan dalam rangka mendukung program desa berdering maka dibangun banyak BTS yang menjangkau sampai ke pelosok desa. Dengan adanya BTS ini maka komunikasi menjadi lebih mudah dan murah. Sampai dengan saat ini BTS yang ada di Kabupaten Rote Ndao sebanyak 42 BTS yang tersebar di 9 kecamatan kecuali kecamatan Ndao Nuse yang merupakan kecamatan kepulauan dan 29 desa masih merupakan daerah
RPJMD Kab. Rote Ndao Tahun 2019-2024 II - 62
blank spot. Capaian indikator kinerja urusan telekomunkasi dan informasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.Tabel 2.35
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Telekomunikasi dan Informatika Kabupaten Rote Ndao Tahun 2014 – 2018
No. Indikator
Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1. Cakupan KIM di Kecamatan (%) 10 10 10 10 10
2. Cakupan Layanan Telekomunikasi (%) 90,3 90,3 90,3 90,3 90,3 3. Jumlah Penduduk yang menggunakan HP (%) 49,28 65,66 65,28 65,46 65,40
4. Proporsi RT berakses internet (%) 0,49 0,66 0,65 0,65 0,65
5. Proporsi RT yang memiliki Komputer (%) 0,456 0,456 0,456 0,456 0,657 Sumber : Dinas Komunikasi dan informatika Kab. Rote Ndao, 2019
Capaian cakupan layanan telekomunikasi sampai dengan tahun 2018 mencapai 90,3% penduduk telah terlayani telekomunikasi. Dengan semakin banyak BTS yang dibangun, maka akan semakin luas cakupan layanannya. Di era teknologi, komunikasi dipermudah dengan adanya perangkat Hand Phone (HP) dan sampai dengan tahun 2018 sebanyak 65,4% penduduk telah memiliki dan menggunakan alat telekomunikasi HP. Masyarakat menggunakan kemajuan teknologi ini baru untuk melakukan komunikasi, namun untuk melakukan akses terhadap informasi global melalui internet masih rendah, yaitu 0,65%. Masyarakat yang memanfaatkan akses internet terbanyak adalah masyarakat di perkotaan, sedangkan masyarakat di desa belum memanfaatkan akses internet untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka karena kurangnya pengetahuan tentang hal tersebut dan masih rendahnya kepemilikan komputer di masyarakat dimana hanya 7,92% penduduk memiliki komputer.