HIV/AIDS
3. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
2.1.3.2. Urusan Pemerintahan Wajib yang Tidak Berkaitan dengan Pelayanan Dasar
Rancangan Teknokratik RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2025 | Gambaran Umum Kondisi Daerah
99
Tahun Rumah Tangga Sasaran Anggota Rumah Tangga Sasaran
2019 29.618 112.613
Sumber : Dinas Sosial P2KB Kota Pekalongan, 2020
Dari tabel dapat dilihat bahwa pada tahun 2019 terjadi penurunan Rumah Tangga Sasaran sebanyak 3664 RTS jika dibandingkan dengan tahun 2018 menjadi 29.618 RTS dan penurunan Anggota Rumah Tangga Sasaran dari 131.761 jiwa pada tahun 2018 menjadi 112.613 jiwa pada tahun 2019. Penurunan ini terjadi dikarenakan adanya intervensi penanggulangan kemiskinan yaitu melalui program pengurangan beban pengeluaran, peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat, pengembangan keberlanjutan UMKM dan adanya sinergitas kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan dengan lintas program dan lintas sektor.
2.1.3.2. Urusan Pemerintahan Wajib yang Tidak Berkaitan dengan Pelayanan Dasar
1. Ketenagakerjaan
a. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menunjukkan persentase angkatan kerja usia 15 tahun ke atas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas). Tingkat partisipasi angkatan kerja di Kota Pekalongan pada kurun waktu 2015 s.d. 2019 menunjukkan kecenderungan peningkatan sebagaimana dapat dilihat pada tabel 2.78 berikut.
Tabel 2.78 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kota Pekalongan Tahun 2015 – 2019
No Tahun Jumlah Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 1 2015 149.507 67,47 2 2016 149.507 67,47 3 2017 157.445 69,28 4 2018 161.502 70,21 5 2019 168.339 72,32 Sumber : BPS Kota Pekalongan, 2020
Pada tahun 2015 sampai tahun 2019 tingkat partisipasi angkatan kerja di Kota Pekalongan cenderung meningkat dari 67,47% di tahun 2015 menjadi 72,32% di tahun 2019. Penduduk Usia Kerja (PUK) atau penduduk yang berusia 15 tahun ke atas pada tahun 2019 tercatat sekitar 232.769 orang. Persentase angkatan kerja meningkat dari 70,21% menjadi 72,32% atau naik 2,11 poin pada tahun 2019, hal ini menunjukkan bahwa rasio jumlah angkatan kerja dibandingkan dengan jumlah total penduduk berusia kerja (15 tahun ke atas) meningkat.
Rancangan Teknokratik RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2025 | Gambaran Umum Kondisi Daerah
100 Gambar 2.31 Perkembangan Partisipasi Angkatan Kerja
di Kota Pekalongan Tahun 2015-2019
Sumber : jateng.bps.go.id, 2020
b. Angka Sengketa Pengusaha-Pekerja per Tahun
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, perselisihan hubungan industrial diharapkan dapat diselesaikan melalui perundingan bipartit, dalam hal perundingan bipartit gagal, maka penyelesaian dilakukan melalui mekanisme mediasi atau konsiliasi. Bila mediasi dan konsiliasi gagal, maka perselisihan hubungan industrial dapat dimintakan untuk diselesaikan di Pengadilan Hubungan Industrial.
Sepanjang lima tahun terakhir mulai dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, jumlah sengketa antara pengusaha dan pekerja tergolong tidak banyak, masih di bawah 20 (dua puluh) kasus dari sekitar 300 perusahaan. Meskipun jumlah dan persentase sengketa masih berfluktuasi tetapi pada tahun 2019 menunjukkan jumlah dan persentase sengketa terkecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian persengketaan ini tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.79 berikut.
Tabel 2.79 Angka Sengketa Pengusaha-Pekerja di Kota Pekalongan Tahun 2015 – 2019
Tahun Jumlah Sengketa Jumlah Perusahaan Persentase Sengketa
2015 13 334 3,89
2016 11 368 2,99
2017 13 382 3,40
2018 13 365 3,60
2019 11 369 2,98
Sumber : Dinperinaker Kota Pekalongan, 2020
c. Pencari Kerja yang Ditempatkan (Persentase)
Secara umum, kondisi ketenagakerjaan dapat dilihat melalui tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), dimana pada tahun 2019 sebesar 72,32%. Pencari kerja ada yang ditempatkan melalui Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). Sepanjang lima tahun terakhir jumlah AKL dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif dan berakhir tahun 2019 meningkat dibandingkan tahun 2018, begitu juga dengan AKAD dan
2015 2016 2017 2018 2019 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja/TPAK (%) 67,47 67,47 69,28 70,21 72,32 66 67 68 69 70 71 72 73
Rancangan Teknokratik RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2025 | Gambaran Umum Kondisi Daerah
101 AKAN memiliki nilai yang berfluktuasi. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.80 berikut.
Tabel 2.80 Persentase Pencari Kerja yang Ditempatkan Tahun 2015 – 2019
Tahun
Pencari Kerja Yang Ditempatkan Antar Kerja Lokal
(AKL)
Antar Kerja Antar Daerah (AKAD)
Antar Kerja Antar Negara (AKAN) 2015 442 0 76 2016 58 3 20 2017 104 33 200 2018 180 21 103 2019 184 4 111
Sumber : Dinperinaker Kota Pekalongan, 2020
d. Tingkat Pengangguran Terbuka
Tingkat pengangguran terbuka menunjukkan angka persentase jumlah penganggur pada usia kerja dibandingkan dengan jumlah penduduk angkatan kerja. Tingkat pengangguran terbuka di Kota Pekalongan tahun 2019 sebesar 5,77% atau menurun 0,36 poin dari tahun 2018, artinya, pada setiap 100 orang yang termasuk angkatan kerja, maka ada 6 orang yang benar-benar menganggur. Nilai TPT mengalami penurunan yang disebabkan meningkatnya jumlah kelulusan anak sekolah yang melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sedangkan faktor yang menyebabkan TPT tidak bisa turun signifikan antara lain beberapa musibah seperti kebakaran pasar Banjarsari dan bencana banjir rob yang menggenangi wilayah industri di Kota Pekalongan yang berdampak pada berkurangnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri.
Gambar 2.32 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Pekalongan dengan Daerah Setara, Provinsi dan Nasional
Tahun 2015-2019
Sumber : www.bps.go.id (diolah), 20120
Dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2016, TPT Kota Pekalongan memiliki nilai dibawah TPT Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Tetapi pada tahun 2017 melonjak melampaui TPT Provinsi Jawa Tengah bahkan pada tahun 2019 melampaui TPT Jawa Tengah dan Nasional. Artinya, jumlah pengangguran di Kota Pekalongan semakin meningkat. Jika dibandingkan dengan Kota Tegal, TPT
2015 2016 2017 2018 2019 Kota Pekalongan (%) 4,10 4,10 5,05 6,13 5,77 Kota Tegal (%) 8,06 8,06 8,19 7,94 8,07 Kota Salatiga (%) 6,43 6,43 3,96 4,28 4,43 Kota Magelang (%) 6,43 6,43 6,68 4,88 4,43 Prov. Jateng (%) 4,99 4,63 4,57 4,23 4,49 Nasional (%) 6,18 5,61 5,50 5,13 5,28 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00
Rancangan Teknokratik RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2025 | Gambaran Umum Kondisi Daerah
102 Kota Pekalongan masih berada di bawahnya, tetapi lebih tinggi dari Kota Salatiga dan Kota Magelang.
e. Keselamatan dan Perlindungan
Sebagai salah satu alat kepentingan pegawai dan perusahaan, penerapan K3 di lingkungan perusahaan menciptakan budaya kerja dan keselamatan bagi tercapainya kenyamanan bekerja. Dalam kurun waktu tahun 2015 sampai 2019 terjadi peningkatan penerapan K3 perusahaan di Kota Pekalongan, mulai dari 300 perusahaan di tahun 2015 hingga meningkat menjadi 410 perusahaan yang menerapkan K3 di tahun 2018, namun sangat menurun di tahun 2019 menjadi 319 perusahaan. Jika dilihat dari sisi persentase akan terlihat fluktuatif dan puncaknya pada tahun 2017 sebesar 96,86%. Fluktuasi ini dikarenakan jumlah perusahaan yang juga fluktuatif. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.81 berikut.
Tabel 2.81 Persentase Perusahaan Menerapkan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kota Pekalongan Tahun 2015 – 2019
Tahun Jumlah Perusahaan
Menerapkan K3
Jumlah Perusahaan di
Wilayah Kab/kota Persentase
2015 300 334 89,82
2016 300 368 81,52
2017 370 382 96,86
2018 410 425 96,47
2019 319 376 84,84
Sumber : Diperinaker Kota Pekalongan, 2020