2.3.2.1 Tenaga Kerja
Pada tahun 2020, jumlah angkatan kerja di Provinsi Banten sebanyak 6.213.233 orang, yang terdiri dari 4.007.816 laki-laki dan 2.205.417 perempuan.
Dari seluruh angkatan kerja tersebut, 5.552.172 orang (89,36%) bekerja dan 661.061 orang (10,64%) merupakan pengangguran. Sebagian besar dari penduduk yang bekerja merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas sebanyak 1.930.268 orang (34,76%) dan lulusan Sekolah Dasar sebanyak 1.863.695 orang (33,56%).
Tabel 2.61 Jumlah Angkatan Kerja Menurut Kabupaten/Kota 2020 Kabupaten/Kota Jumlah Angkatan
Kerja Persentase
Angkatan Kerja
Kab Pandeglang 529.562 60,28
Kab Lebak 659.906 69,97
Kab Tangerang 1.836.726 65,43
Kab Serang 699.858 63,46
Kota Tangerang 1.127.599 64,97
Kota Cilegon 204.675 61,83
Kota Serang 322.484 63,79
Kota Tangerang Selatan 832.423 62,49
Provinsi Banten 6.213.233 64,48
Sumber : SIPD Provinsi Banten 2021
Secara historis dari tahun 2018-2019, jumlah penduduk angkatan kerja yang bekerja di Provinsi banten mengalami kenaikan. Akan tetapi pada tahun 2020 terjadi penurunan yang sangat drastis. Begitu pula dengan jumlah pengangguran pada tahun 2020 sebesar 661.061 orang yang mengalami kenaikan dari sebelumnya pada tahun 2019 sebesar 490.808. Hal ini diduga karena pademi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat untuk membatasi aktivitas diluar rumah
Tabel 2.62 Jumlah Angkatan Kerja Menurut Pendidikan 2018-2020
Kabupaten/Kota Bekerja Pengangguran
2018 2019 2020 2018 2019 2020
SD Ke Bawah 1.897.372 1.845.005 1.863.695 97.929 90.784 123.482
SMP 925.425 1.016.856 1.008.633 101.285 80.308 132.762
SMA/SMK 1.735.174 1.916.651 1.930.268 262.328 271.108 348.851
Universitas 774.525 784.334 74.576 35.190 48.608 55.966
Total 5.332.496 5.562.846 4.877.172 496.732 490.808 661.061
Sumber : SIPD Provinsi Banten 2021
Jumlah Pencari Kerja Terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten pada Tahun 2020 96.300. Dari seluruh pencari kerja yang terdaftar 21.341 orang telah ditempatkan bekerja. Berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, jumlah pencari kerja yang terdaftar paling banyak tamatan SMK dengan jumlah 42.195 orang. Akan tetapi, masih terdapat pencari kerja yang belum pernah sekolah sebanyak 716 orang.
Tabel 2.63 Jumlah Pencari Kerja Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Provinsi Banten Tahun 2020
Pendidikan Tertinggi yang di Tamatkan Jenis Kelamin
Laki laki Perempuan Jumlah
Tidak/Belum Pernah Sekolah 246 470 716
Tidak Tamat SD 986 1.411 2.397
Sekolah Dasar 2.464 2.821 5.285
Sekolah Menengah Pertama 3.450 4.702 8.152
Sekolah Mengah Atas 8.872 7.523 16.395
Sekolah Menengah Kejuruan 22.919 19.276 42.195
Diploma I/II/III Akademi 4.435 4.700 9.135
Universitas 5.914 6.112 12.026
Total 49.286 47.015 96.301
Sumber : SIPD Provinsi Banten 2021
II - 97 Tabel 2.64 Informasi Pencari Kerja Dirinci Menurut Kabupaten/Kota di
Provinsi Banten Tahun 2020
Dinas Tenaga Kerja
Provinsi Banten 96.300 39.870 21.341
Sumber: SIPD Provinsi Banten 2021
2.3.2.2 Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak
Peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan dapat digambarkan dalam Indeks Pembangunan Gender Provinsi Banten pada Tahun 2018 adalah 91,3, angka ini meningkat menjadi 91,74 pada tahun 2020. Sementara itu, Indeks Pemberdayaan Gender Provinsi Banten pada Tahun 2018 adalah 72,75 menurun menjadi 68,76 Tahun 2020. Berdasarkan data tersebut, terlihat bahwa upaya pembangunan Gender di Provinsi Banten telah meningkatkan kualitas pembangunan berbasis gender, akan tetapi peningkatan kualitas ini belum diimbangi dengan pemberdayaan peran gender dalam aktivitas ekonomi dan politik.
Tabel 2.65 Capaian Indeks Pembangunan Gender 2018-2020
Kabupaten/Kota
Indeks Pembangunan Gender (IPG) Menurut Kabupaten/
Kota di Provinsi Banten
2018 2019 2020
Sumber : BPS Provinsi Banten 2021
Tabel 2.66 Capaian Indeks Pemberdayaan Gender 2018-2020
Kabupaten/Kota
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Menurut Kabupaten/
Kota di Provinsi Banten
2018 2019 2020
Sumber : Kementerian PPPA, 2021
Pada tahun 2021, Provinsi Banten mendapatkan penghargahan PROVILA yaitu Pronvinsi pelopor Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hal ini dikarenakan Provinsi Banten seluruh Kabupaten/Kota nya telah memperoleh peringkat dan penghargaan KLA. Indikator KLA dibuat dalam rangka untuk mengukur kabupaten/kota menjadi layak anak yang pengelompokkannya mengacu pada 5 klaster Konvensi Hak Anak. Menurut peringkatnya dari yang tertinggi hingga terendah, KLA dikelompokkan sebagai berikut: 1) Utama; 2) Nindya; 3) Madya; 4) Pratama.
Tabel 2.67 Capaian Pembentukan Kabupaten/Kota Layak Anak 2021
Kabupaten/Kota Tingkatan
Kab. Serang Pramata
Kota Serang Pratama
Kab Pandeglang Madya
Kab Lebak Madya
Kota Cilegon Madya
Kota Tangerang Nindya
Kab Tangerang Madya
Kota Tangerang Selatan Nindya
Sumber : Kementerian PPPA, 2021 2.3.2.3 Pangan
Secara umum, rata-rata konsumsi kalori penduduk Banten pada tahun 2020 sudah mencapai standar kecukupan yaitu sebesar 2.250,36 kkal, demikian pula dengan konsumsi protein sudah mencapai standar kecukupan protein yaitu sebesar 67,39 gram protein. Rata-rata konsumsi kalori penduduk di perdesaan lebih tinggi
II - 99 dibandingkan di perkotaan, namun untuk konsumsi protein terjadi sebaliknya
Tabel 2.68 Capaian Indikator Pangan 2018-2020
Kelompok Makanan
Rata-rata Konsumsi Kalori per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan dan Klasifikasi Daerah di Provinsi
Banten (kkal)
Rata-rata Konsumsi Protein per Kapita Sehari Menurut
Kelompok Makanan dan
Sumber : BPS Provinsi Banten 2021
2.3.2.4 Pertanahan
2.3.2.5 Lingkungan Hidup
Kondisi lingkungan hidup di Provinsi Banten masih terjaga kelestariannya, termasuk di kawasan lindung, seperti kawasan strategis Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Cagar Alam Rawa Danau, Cagar Alam Gunung Tukung Gede, kawasan Gunung AKARSARI (Gunung Aseupan, Gunung Karang, dan Gunung Pulosari). Pencemaran dapat berasal dari limbah yang dibuang oleh berbagai kegiatan (seperti tambak, perhotelan, pemukiman, industri, dan transportasi laut) yang terdapat di dalam wilayah pesisir, dan juga berupa kiriman dari berbagai dampak kegiatan pembangunan di bagian hulu.
Sedimentasi atau pelumpuran yang terjadi di perairan pesisir sebagian besar berasal dari bahan sedimen di bagian hulu (akibat penebangan hutan dan praktik pertanian yang tidak mengindahkan asas konservasi lahan dan lingkungan), yang terangkut aliran air sungai atau air limpasan dan diendapkan di perairan pesisir.
Walaupun sudah dilakukan upaya pengendalian pencemaran lingkungan, namun masih terdapat berbagai aktivitas ekonomi yang belum ramah lingkungan, seperti adanya kawasan pertambangan di areal hutan lindung dan maraknya pertambangan tanpa ijin (PETI) yang sangat merusak lingkungan. Berkembangnya kawasan industri di wilayah utara Provinsi Banten memberikan implikasi langsung terhadap tingginya kerawanan pencemaran lingkungan. Sejumlah kasus pencemaran lingkungan yang terkait dengan keberadaan dan aktivitas industri diantaranya seperti: tumpahan HCL, tumpahan xylene dari tangki terbakar, terbakarnya limbah B3, serta tumpahan kaustik soda, dan lain- lain. Disamping itu, indikasi tingkat pencemaran tinggi pada sungai-sungai sebagai akibat aktivitas industri dan pemukiman, seperti Sungai Cimoyan, Sungai Ciujung, Kaliangke, Cirarap, dan Cibanten juga perlu ditanggulangi.
Kegiatan pengolahan pertanian dan kehutanan (up land) yang buruk tidak saja merusak ekosistem sungai (melalui banjir dan erosi), tetapi juga akan menimbulkan dampak negatif pada perairan pesisir dan pantai. Sementara itu, kerusakan lingkungan yang berasal dari wilayah pesisir, pantai, dan laut bisa berupa degradasi fisik habitat pesisir (mangrove, terumbu karang dan padang lamun); abrasi pantai; hilangnya daerah konservasi/kawasan lindung; eksploitasi sumberdaya alam yang berlebih (over exploitation); dan bencana alam. Disamping itu, terjadi peningkatan kualitas air dan udara di Provinsi banten. Hal ini ditunjukkan dengan angka capaian indikator lingkungan dibawah ini:
Tabel 2.71 Capaian Indikator Lingkungan 2016-2020
No Indikator 2016 2017 2018 2019 2020
1
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
49.02 56.86 62.94 62,73 49.02
2 Rasio Cakupan Tutupan Hutan 32.41 39.53 45.46 45,99 32.41 Sumber : DLHK Provinsi Banten
II - 101 2.3.2.6 Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Adapun data kependudukan dan pencatatan sipil provinsi banten sebagai berikut:
Tabel 2.69 Data Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2018-2020
No Indikator 2017 2018 2019 2020
1 Jumlah Penduduk Memiliki E-KTP 5.286.868 7.160.038 7.348.736 7.783.181 2 Jumlah Penduduk
Belum Memiliki E-KTP
2.262.413 688.358 607.983 415.624
3 Jumlah Penduduk Telah Memiliki Akta Kelahiran
3.157.465 3.747.620 4.173.259 4.933.158
4
Jumlah Penduduk Belum Memiliki Akta Kelahiran
7.330.190 6.974.754 6.733.213 6.704.479
5
Jumlah Penduduk Memiliki Kartu Keluarga
10.487.655 10.722.373 10.906.472 11.637.637
6 Jumlah Penduduk Memiliki Akta Nikah 763.304 1.029.567 1.651.665 2.150.813 7 Jumlah Penduduk
Belum Memiliki Akta Nikah
4.482.256 4.399.114 4.011.839 3.594.661
8 Jumlah Penduduk Memiliki Akta
382.377 407.818 435.241 433.295
10
Sumber : SIPD Provinsi Banten 2021
2.3.2.7 Pemberdayaan Masyarakat Desa
Pengembangan wilayah dalam struktur tata ruang Provinsi Banten sampai saat ini masih terjadi ketimpangan. Dalam konteks wilayah utara-tengah-selatan Banten, terjadi pemusatan pertumbuhan perkotaan yang sangat pesat di wilayah utara dan tengah, sementara wilayah perdesaan di selatan Banten yang seharusnya dikembangkan menjadi wilayah pendukung dari aspek lingkungan dan pertanian agro kurang mendapat sentuhan pemerataan pembangunan. Sementara itu di
wilayah perbatasan masih terjadi ketidaksetaraan dalam penyediaan sarana dan prasarana dasar permukiman maupun prasarana jalan.
Tabel 2.73 Capaian Indikator Pemberdayaan Masyarakat Desa
No INDIKATOR 2018 2019 2019 2020
1
Capaian Lembaga Kemasyarakatan Desa, Lembaga Ekonomi Desa dan Pemerintahan Desa/Kelurahan di 48 desa tertinggal dan berkembang yang diberdayakan
-
- - 41.67
Sumber : SIPD Provinsi Banten 2021
2.3.2.8 Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Penduduk Banten berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2017 sebanyak 12,45 juta jiwa yang terdiri atas 6,34 juta jiwa penduduk laki-laki dan 6,1 juta jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 2016, penduduk Banten mengalami pertumbuhan sebesar 2,01 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2017 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 103,94. Kepadatan penduduk di Provinsi Banten tahun 2017 mencapai 1.288 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan Penduduk di 8 kabupaten/ kota cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kota Tangerang dengan kepadatan sebesar 13.902 jiwa/km2 dan terendah di Kabupaten Lebak sebesar 376 jiwa/Km2.
TTabel 2.74 Kinerja Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana