4. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
2.3.2 Urusan Pemerintahan Wajib yang Tidak Berkaitan dengan Pelayanan
Rancangan Awal RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah
103
Berikut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Pekalongan selama Tahun 2019-2020.
Tabel 2.79 Jumlah Rumah Tangga Berdasarkan DTKS di Kota Pekalongan Tahun 2019-2020
Tahun Rumah Tangga Sasaran Anggota Rumah Tangga Sasaran
2019 29.618 112.613
2020 29.282 108.436
Sumber : Dinas Sosial P2KB Kota Pekalongan, 2021
Dari tabel dapat dilihat bahwa pada tahun 2020 terjadi penurunan Rumah Tangga Sasaran sebanyak 336 RTS jika dibandingkan dengan tahun 2019 menjadi 29.282 RTS dan penurunan Anggota Rumah Tangga Sasaran dari 112.613 jiwa pada tahun 2019 menjadi 108.436 jiwa pada tahun 2020. Penurunan ini terjadi dikarenakan adanya intervensi penanggulangan kemiskinan yaitu melalui program pengurangan beban pengeluaran, peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat, pengembangan keberlanjutan UMKM dan adanya sinergitas kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan dengan lintas program dan lintas sektor.
Menurut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generations (SIKS-NG), jumlah rumah tangga miskin di Kota Pekalongan tahun 2019 sebanyak 33.282 rumah tangga, terdiri dari desil 1 sebanyak 20.807 rumah tangga, desil 2 sebanyak 6.246 rumah tangga, desil 3 sebanyak 1.583 rumah tangga, desil 4 sebanyak 1.299 rumah tangga, desil 4+ sebanyak 1.335 rumah tangga, dan tanpa desil sebanyak 2.012 rumah tangga.
2.3.2
Urusan
Pemerintahan Wajib yang Tidak Berkaitan dengan PelayananDasar
1. Ketenagakerjaan
a. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menunjukkan persentase angkatan kerja usia 15 tahun ke atas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas). Tingkat partisipasi angkatan kerja di Kota Pekalongan pada kurun waktu 2016 s.d. 2019 menunjukkan kecenderungan peningkatan, namun pada tahun 2020 menurun menjadi 157.260 sebagaimana dapat dilihat pada tabel 2.80 berikut.
Tabel 2.80 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2020
No Tahun Jumlah Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 1 2016 149.507 67,47 2 2017 157.445 69,28 3 2018 161.502 70,21 4 2019 168.339 72,32 5 2020 157.260 66,45 Sumber : Kota Pekalongan dalam Angka 2021, 2021
Rancangan Awal RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah
104
Pada tahun 2016 sampai tahun 2019 tingkat partisipasi angkatan kerja di Kota Pekalongan cenderung meningkat dari 67,47% di tahun 2016 menjadi 72,32% di tahun 2019, namun pada tahun 2020 mengalami penurunnan menjadi 66,45%. Penduduk Usia Kerja (PUK) atau penduduk yang berusia 15 tahun ke atas pada tahun 2019 tercatat sekitar 236.675 orang. Persentase angkatan kerja menurun dari 72,32% menjadi 66,45% atau turun 5,87 poin pada tahun 2020, hal ini menunjukkan bahwa rasio jumlah angkatan kerja dibandingkan dengan jumlah total penduduk berusia kerja (15 tahun ke atas) menurun.
Gambar 2.31 Perkembangan Partisipasi Angkatan Kerja di Kota Pekalongan Tahun 2016-2020
Sumber : jateng.bps.go.id, 2021
b. Angka Sengketa Pengusaha-Pekerja per Tahun
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, perselisihan hubungan industrial diharapkan dapat diselesaikan melalui perundingan bipartit, dalam hal perundingan bipartit gagal, maka penyelesaian dilakukan melalui mekanisme mediasi atau konsiliasi. Bila mediasi dan konsiliasi gagal, maka perselisihan hubungan industrial dapat dimintakan untuk diselesaikan di Pengadilan Hubungan Industrial.
Sepanjang lima tahun terakhir mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020, jumlah sengketa antara pengusaha dan pekerja tergolong tidak banyak, masih di bawah 30 (tiga puluh) kasus dari sekitar 300 perusahaan. Meskipun jumlah dan persentase sengketa masih berfluktuasi untuk itu persengketaan ini harus tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.81 berikut.
Tabel 2.81 Angka Sengketa Pengusaha-Pekerja di Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2020
Tahun Jumlah Sengketa Jumlah Perusahaan Persentase Sengketa
2016 11 368 2,99
2017 13 382 3,40
2018 13 365 3,60
2019 11 369 2,98
2020 28 484 5,79
Sumber : Dinperinaker Kota Pekalongan, 2021
2016 2017 2018 2019 2020 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (%) 67,47 69,28 70,21 72,32 66,45 65,00 66,00 67,00 68,00 69,00 70,00 71,00 72,00 73,00
Rancangan Awal RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah
105
c. Pencari Kerja yang Ditempatkan (Persentase)
Secara umum, kondisi ketenagakerjaan dapat dilihat melalui tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), dimana pada tahun 2020 sebesar 66,45%. Pencari kerja ada yang ditempatkan melalui Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). Sepanjang lima tahun terakhir jumlah AKL dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif dan berakhir tahun 2020 menurun dibandingkan tahun 2019, begitu juga dengan AKAD dan AKAN memiliki nilai yang berfluktuasi. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.82 berikut.
Tabel 2.82 Persentase Pencari Kerja yang Ditempatkan Tahun 2016 – 2020
Tahun
Pencari Kerja Yang Ditempatkan Antar Kerja Lokal
(AKL)
Antar Kerja Antar Daerah (AKAD)
Antar Kerja Antar Negara (AKAN) 2016 58 3 20 2017 104 33 200 2018 180 21 103 2019 184 4 111 2020 3 0 24
Sumber : Dinperinaker Kota Pekalongan, 2021
d. Tingkat Pengangguran Terbuka
Tingkat pengangguran terbuka menunjukkan angka persentase jumlah penganggur pada usia kerja dibandingkan dengan jumlah penduduk angkatan kerja. Tingkat pengangguran terbuka di Kota Pekalongan tahun 2020 sebesar 7,02% atau meningkat 1,25 poin dari tahun 2019, artinya, pada setiap 100 orang yang termasuk angkatan kerja, maka ada 7 orang yang benar-benar menganggur. Nilai TPT mengalami kenaikan yang disebabkan terjadinya pandemi covid-19 menyebabkan banyak tempat usaha gulung tikar. Sedangkan faktor yang menyebabkan TPT tidak bisa turun signifikan antara lain beberapa musibah seperti kebakaran pasar Banjarsari dan bencana banjir rob yang menggenangi wilayah industri di Kota Pekalongan yang berdampak pada berkurangnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri.
Rancangan Awal RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah
106
Gambar 2.32 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Pekalongan dengan Daerah Setara, Provinsi dan Nasional
Tahun 2016-2020
Sumber : www.bps.go.id (diolah), 2021
Pada tahun 2016, TPT Kota Pekalongan memiliki nilai dibawah TPT Provinsi Jawa Tengah dan Nasional. Tetapi pada tahun 2017 melonjak melampaui TPT Provinsi Jawa Tengah bahkan pada tahun 2020 melampaui TPT Jawa Tengah dan Nasional. Artinya, jumlah pengangguran di Kota Pekalongan semakin meningkat. Jika dibandingkan dengan Kota Tegal, TPT Kota Pekalongan masih berada di bawahnya, tetapi lebih tinggi dari Kota Salatiga dan Kota Magelang.
e. Keselamatan dan Perlindungan
Sebagai salah satu alat kepentingan pegawai dan perusahaan, penerapan K3 di lingkungan perusahaan menciptakan budaya kerja dan keselamatan bagi tercapainya kenyamanan bekerja. Dalam kurun waktu tahun 2016 sampai 2020 terjadi peningkatan penerapan K3 perusahaan di Kota Pekalongan, mulai dari 300 perusahaan di tahun 2016 hingga meningkat menjadi 410 perusahaan yang menerapkan K3 di tahun 2018, namun sangat menurun di tahun 2019 menjadi 319 perusahaan dan 360 perusahaan di tahun 2020. Jika dilihat dari sisi persentase akan terlihat fluktuatif dan puncaknya pada tahun 2017 sebesar 96,86%. Fluktuasi ini dikarenakan jumlah perusahaan yang juga fluktuatif. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.83 berikut.
Tabel 2.83 Persentase Perusahaan Menerapkan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kota Pekalongan Tahun 2016 – 2020
Tahun Jumlah Perusahaan Menerapkan K3
Jumlah Perusahaan di
Wilayah Kab/kota Persentase
2016 300 368 81,52
2017 370 382 96,86
2018 410 425 96,47
2019 319 376 84,84
2019 360 416 86,54
Sumber : Diperinaker Kota Pekalongan, 2021
2016 2017 2018 2019 2020 Kota Pekalongan (%) 4,10 5,05 6,13 5,77 7,02 Kota Tegal (%) 8,06 8,19 7,94 8,07 8,40 Kota Salatiga (%) 6,43 3,96 4,28 4,43 7,44 Kota Magelang (%) 6,43 6,68 4,88 4,43 8,59 Prov. Jawa Tengah (%) 4,63 4,57 4,51 4,49 6,48 Nasional (%) 5,61 5,50 5,30 5,23 7,07 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00
Rancangan Awal RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2021-2026 | BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah
107