Perpustakaan 1. Pengembangan pembinaan perpustakaan budaya baca dan Uraian kegiatan masing-masing program disajikan pada lampiran
2. Rasio Siswa dan Rombongan Belajar
4.1.2.15. Urusan Wajib Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Sasaran pembangunan yang ditangani pada urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada tahun 2011 khususnya urusan keluarga berencana, urusan keluarga sejahtera dan urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah terkendalinya laju pertumbuhan penduduk, meningkatnya layanan kependudukan, dan keluarga berencana terhadap masyarakat; meningkatnya peserta keluarga berencana aktif; meningkatnya kesertaan kader secara aktif dalam pelaksanaan program kependudukan dan KB ditingkat desa/kelurahan; meningkatnya kualitas kelompok PIK-R ditingkat Kecamatan; meningkatnya jumlah keluarga yang mempunyai anak balita dan remaja yang berpartisipasi aktif melalui kegiatan BKB dan BKR serta meningkatnya anggota kelompok BKB dan BKR dalam kesertaan ber-KB; meningkatnya jumlah kader /tenaga lapangan kelompok bina keluarga dan UPPKS yang berkualitas; meningkatnya peran serta perempuan dalam berbagai pembangunan, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Dalam rangka mewujudkan Keluarga Berencana diperlukan peran aktif dari masyarakat itu sendiri dalam upaya menurunkan angka kelahiran sehingga pertumbuhan penduduk dapat ditekan. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah untuk menghasilkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, sebagai wujud terciptanya keluarga yang berkualitas.
Pasangan Usia Subur (PUS) berperan cukup besar dalam mensukseskan keluarga berencana, hal ini terlihat berdasarkan hasil pendataan keluarga pada tahun 2011 dari total 87.345 PUS, yang telah menjadi peserta KB sebesar 60.767 (69,57%) terdiri dari 47.563 akseptor KB aktif pemerintah dan 13.204 akseptor KB aktif swasta.
Adapun Pasangan Usia Subur dari keluarga Pra Sejahtera sebesar 16.230 (18,58% dari total PUS) dan yang menjadi peserta KB adalah sebanyak 10.913 akseptor (jalur pemerintah : 10.084 pasangan dan jalur swasta : 829 pasangan), sedangkan untuk Pasangan Usia Subur keluarga Sejahtera I sebesar 20.821 (23,84% dari total PUS) dan yang ber-KB adalah sebanyak 14.031 akseptor (jalur pemerintah : 13.048 pasangan dan jalur swasta sebesar 983 pasangan),
sehingga total PUS keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I berjumlah 37.051 pasangan dan yang ber-KB adalah sebesar 24.944 akseptor (67,32%).
Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah PUS dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, sehingga pelayanan terhadap akseptor KB dapat lebih ditingkatkan baik pendekatan terhadap akseptor baru ataupun pembinaan bagi akseptor KB yang sudah ada untuk dapat di pertahankan, hal ini terbukti dari pembinaan akseptor KB aktif Kabupaten Sumbawa meraih juara I Tingkat
Provinsi untuk kategori lomba keluarga harmonis yang berasal dari
Kecamatan Alas. Disamping itu ketersediaan tenaga pendamping yang terlatih mutlak diperlukan, saat ini jumlah tenaga Penyuluh KB (PKB) masih sangat terbatas bila dibandingkan dengan jumlah desa binaan saat ini 1 orang PKB membina 4 – 5 desa sedangkan untuk menjaga keseimbangan antara jumlah desa / wilayah binaannya dengan jumlah PKB idealnya 1 pkb membinan 1 – 2 desa. Pengadaan sarana kerja dan rehabilitasi / pembangunan gedung / ruang UPTB KB ditingkat kecamatan juga diperlukan untuk menunjang program kerja PKB.
Selain itu dalam upaya peningkatan pengetahuan remaja tentang alat reproduksinya dan menekan jumlah angka usia perkawinan muda, dilakukan melalui kegiatan pendirian Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KRR telah membentuk 34 kelompok yang tersebar di 21 kecamatan dengan kualifikasi tumbuh sebanyak 24 kelompok, tegak sebanyak 7 kelompok dan tegar sebanyak 3 kelompok.
Adapun kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di Kabupaten Sumbawa cukup berhasil, dan sampai saat ini terdapat 101 kelompok BKB yang tersebar di 24 kecamatan dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 6.661 keluarga, dengan berstatus PUS 6.372 pasang dan berhasil diajak ber-KB sejumlah 5.063 pasang (80%). Pembinaan BKB di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2011 ini berhasil menuai prestasi di tingkat provinsi sebagai juara I lomba KB Lestari Teladan (15 tahun) dari kelompok BKB TIU Penang desa Berora Kecamatan Lape dan Lomba Kader BKB yang juga berhasil meraih juara I tingkat Provinsi yang berasal dari Kecamatan Lape.
Dalam upaya peningkatan kualitas keluarga melalui wadah pembinaan kelompok ketahan keluarga (BKB, BKR, BKL dan BLK) telah melaksanakan
kegiatan dengan hasil:
Kelompok Bina Keluarga Balita ( BKB) = 101 kelompok = 6.661 keluarga Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) = 46 kelompok = 3.607 keluarga Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) = 46 kelompok = 2.294 keluarga Kelompok Bina Lingkungan Keluarga (BLK) = 27 kelompok = 994 keluarga
Yang tak kalah penting dari urusan ini adalah upaya pengendalian kelahiran yang merupakan bagian dari pengendalian pertumbuhan penduduk ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain mengharapkan peran serta masyarakat secara sukarela dalam mensukseskan program keluarga berencana, pemerintah juga memiliki kewajiban dalam membuka kesadaran masyarakat agar mau berpartisipasi aktif dalam mengikuti program keluarga berencana, karena peserta KB tidak hanya ditujukan untuk kaum wanita saja namun kaum pria juga merupakan objek yang perlu mendapat perhatian untuk digarap, peserta KB baru pria sampai dengan akhir tahun 2011 sejumlah 2.687 akseptor atau sekitar 15% dari PPM peserta KB baru (17.756) atau sebesar 9,88 % dari total peserta KB baru yang mencapai 27.198, apabila dibandingkan dengan jumlah pasangan usia subur yang total mencapai 88.000 pasangan, maka peserta KB pria sebesar 3,05%, sedangkan untuk peserta KB aktif pria sampai akhir desember 2011 terlayani 1.750 akseptor atau sebesar 1,90% dengan target indicator kinerja sebesar 1,75%, berarti sudah melebihi target sasaran sebesar 0,15%. Sedangkan untuk peserta KB pria dari keluarga miskin (pra sejahtera dan sejahtera I) terdapat 2.530 akseptor baru atau sebesar 6,51% dari PUS total. Untuk peserta KB aktif pria sampai akhir tahun 2011 berjumlah 877 akseptor atau sebesar 2,25% dari PUS.
Sedangkan program pemberdayaan masyarakat melalui pemberian bantuan modal, maka dari jumlah keluarga miskin yang sebesar 49.349 KK atau 42,59 % dari jumlah keluarga perlu di lakukan pendekatan – pendekatan tertentu untuk menaikkan status ekonomi mereka, maka melalui kelompok UPPKS diharapkan mampu menaikkan taraf ekonominya. Sampai dengan akhir tahun 2011 baru terdapat 104 kelompok UPPKS dengan jumlah anggota 808 keluarga berstatus PUS dan 650 keluarga berstatus PUS ber-KB. Cakupan PUS peserta KB anggota kelompok UPPKS sebesar 80%, berarti melewati target sebesar 79,78%. Adapun besaran modal yang diberikan adalah sebesar Rp.
5.000.000,-perkelompok dengan jumlah kelompok sebanyak 27 kelompok, sehingga diharapkan kelompok tersebut dapat bersaing dengan menampilkan produk-produk unggulan agar stimulan dana yang diberikan tersebut dapat berhasil guna.