Perpustakaan 1. Pengembangan pembinaan perpustakaan budaya baca dan Uraian kegiatan masing-masing program disajikan pada lampiran
2. Rasio Siswa dan Rombongan Belajar
4.1.2.2. Urusan Wajib Kesehatan
Sasaran pembangunan kesehatan di Kabupaten Sumbawa adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses layanan kesehatan yang lebih berkualitas yang dilaksanakan melalui revitalisasi puskesmas/puskesmas pembantu, serta meningkatkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai pusat pelayanan kesehatan rujukan. Upaya yang telah dilakukan guna peningkatan akses dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, ditingkatkan ketersediaan sarana dan prasarana serta layanan Puskesmas/Pustu di kecamatan-kecamatan. Untuk itu Kabupaten Sumbawa pada tahun 2011 mendapatkan penghargaan Swasti Saba Padapa
dibidang kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI.
Pembangunan urusan kesehatan melalui program dan kegiatan Dinas Kesehatan serta instalasi pelayanan kesehatan di Kecamatan dan Desa yang diantaranya dihajatkan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui peningkatan ketersediaan serta kelayakan prasarana kesehatan di puskesmas/pustu dan polindes, sampai tahun 2011 di Kabupaten Sumbawa telah terbangun 25 puskesmas, 93 puskesmas pembantu, 27 polindes, Posyandu 647 dan Poskesdes 29. Dengan semakin bertambahnya jumlah sarana dan prasarana di bidang kesehatan diharapkan akses, pemerataan, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat jadi meningkat, disamping itu juga dilaksanakan program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/pustu dan jaringannya.
Pada tahun 2011 telah dilaksanakan Pengadaan alat-alat kesehatan berupa alat kedokteran dan alat laboratorium, pengadaan obat-obatan, meubelair, perlengkapan rumah tangga rumah sakit, bahan-bahan logistik rumah sakit, pemeliharaan alat-alat kesehatan, sarana dan prasarana penunjang lainnya, Di samping hal-hal yang bersifat fisically, juga dilaksanakan kegiatan-kegiatan untuk peningkatan SDM melalui kegiatan-kegiatan kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis berdasarkan jenjang pendidikan dari Diploma I ke Diploma III yang diikuti oleh 100 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari 60 orang bidang dan 40 orang perawat. Kegiatan ini dimaksudkan agar tersedia tenaga dokter dan paramedis yang berkualitas, bermutu dan professional dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tahun 2010, sampai saat ini telah memasuki tahun akhir pelaksanaannya. Disamping kegiatan diatas juga dilaksanakan kegiatan pelatihan bagi tenaga kesehatan, yaitu PPGDON (Pertolongan Pertama ke Gawat Daruratan Obstetric Neonatal) yang dikuti oleh 30 bidan, kegiatan Asfiksia (perangsangan bayi) diikuti oleh 10 bidan, penanganan berat badan lahir rendah (BBLR) 39 orang bidan, MTBS (38 perawat dan bidan), penanganan kekerasan terhadap anak (9 perawat dan bidan), tenaga kesehatan haji Indonesia ( 3 orang peserta).
Total penyediaan jamkesmas yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan melalui jamkesmas yang dibiayai oleh APBN berjumlah 174.565 orang, APBD I berjumlah 37.020 orang dan APBD II sebanyak 37.020 orang, sehingga total
keseluruhan tercatat 248.605 orang.
Kegiatan pelayanan bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin di Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Sumbawa pada tahun 2011 tercatat, Jamkesmas sebanyak 5.476 orang, Jamkesmas Daerah (Jamkesda) sebanyak 1.089 orang, sedangkan masyarakat yang berobat dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu sebanyak 2.924 orang, sehingga total masyarakat miskin yang dilayani di RSUD Kab. Sumbawa Tahun 2011 sebanyak 9.489 orang. Selain itu pada tahun 2011 juga dilaksanakan pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat miskin yaitu berupa operasi katarak sebanyak 100 orang dan operasi bibir sumbing pada masyarakat miskin sebanyak 22 orang yang terdiri dari pasien anak-anak 16 orang dan pasien dewasa sebanyak 6 orang.
Peningkatan layanan kesehatan melalui akses, pemerataan, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di Pustu dan perbaikan pola hidup masyarakat sedikit banyak mempengaruhi jumlah kunjungan ke RSUD Kabupaten Sumbawa. Pada tahun 2011, jumlah pengunjung ke RSUD Kabupaten Sumbawa sejumlah 50.416 orang, yang terdiri dari pengunjung rawat jalan dan rawat inap, Jumlah kunjungan pasien rawat jalan tahun 2011 sebanyak 37.524 lebih tinggi dari tahun 2010 sebantak 33.832 orang, sehingga terjadi peningkatan sebanyak 3.692 (9,84%). Hal ini mengindikasikan bahwa perlu segera dilakukan tindakan antisipasi terhadap perubahan global masyarakat terhadap pola pelayanan yang diinginkan masyarakat. Bahkan sangat mungkin telah terjadi pergeseran prilaku berobat masyarakat yang lebih merasa nyaman dengan langsung berobat langsung ke rumah sakit dari pada harus ke Puskesmas terlebih dahulu. Sedangkan jumlah pengunjung rawat inap pada tahun 2011 sebanyak 12.892 orang. Bila dibandingkan dengan tahun 2010 sebanyak 12.749 orang, maka terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien masuk rawat inap sebesar 143 orang. Jika dirasiokan jumlah pengunjung RSUD dengan jumlah penduduk maka jumlah kunjungan ke RSUD Kab. Sumbawa adalah 12,12%, lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2010 yang berjumlah sebesar 18,28%.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan kesehatan di RSUD Sumbawa, pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 tersedia tenaga kesehatan yaitu sebagaimana tabel berikut.
Tabel 4.10
Kualitas Tenaga Kesehatan di RSUD Kab. Sumbawa Tahun 2009 - 2011
No Tenaga Kesehatan Jumlah Rasio per 100.000
2009 2010 2011 2009 2010 2011
1 Dokter 18 22 27 4,32 5,29 6,49
- Dokter Umum 16 19 26 3,84 4,56 6,25 - Dokter gigi 2 3 1 0,48 0,72 0,24
2 Dokter spesialis 6 5 7 1,44 1,20 1,68
- Spesialis penyakit dalam 1 1 1 0,24 0,24 0,24 - Spesialis anak 1 1 1 0,24 0,24 0,24 - Spesialis obsgyn 1 1 2 0,24 0,24 0,24 - Spesialis gigi anak 1 1 1 0,24 0,24 0,24
- Spesialis bedah 1 1 0,24 0,24 - Spesialis THTKL 1 1 1 0,24 0,24 0,24 3 Bidan 19 24 30 4,56 5,77 7,21 4 Perawat 173 155 186 41,60 37,27 44,73 5 Paramedik Lainnya 53 60 12,74 14,43 - Radiologi 2 4 7 0,48 0,96 1,68 - Fisioterapi 5 5 8 1,20 1,20 1,92
Sumber Data : RSUD Kab. Sumbawa
Total tempat tidur di ruang perawatan tanpa kelas yang ada saat ini
sebanyak 11 buah, ruang VIP sebanyak 9 buah, kelas I (4 buah), kelas II (20 buah), kelas III (76 buah), ruang observasi (8 buah), ruang tindakan (7 buah), sehingga secara keseluruhan berjumlah 135 buah. Pada tahun 2009
RSUD Sumbawa memperoleh Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit dengan Status Akreditasi Penuh Tingkat Dasar dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, yang meliputi administrasi manajemen, pelayanan medis, pelayanan gawat darurat, pelayanan keperawatan dan rekam medis. Untuk mempertahankan serta meningkatkan prestasi tersebut RSUD akan menuju akreditasi 12 (dua belas) standar pelayanan yaitu Pelayanan Medis, Keperawatan, Gawat Darurat, Rekam Medis, Administrasi dan Manajemen, Radiologi, Farmasi, Laboratorium, Kamar Operasi, Infeksi Nosokomial, Perinatalogi, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dimana pada tahun ini sedang dalam proses bimbingan-bimbingan yang selanjutnya akan dilakukan penilaian akreditasi terhadap 12 standar pelayanan. Hal ini menunjukkan bahwa RSUD Sumbawa telah memenuhi standar pelayanan rumah sakit dari aspek-aspek tersebut.
Pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin sudah menjangkau keseluruhan masyarakat miskin yang termasuk dalam Askeskin. Sehingga setiap masyarakat yang tergolong dalam pengguna Askeskin, diberikan pelayanan kesehatan. Pada tahun 2011 jumlah kartu Jamkesmas di Kabupaten Sumbawa sebanyak 174.565 buah, sementara jumlah kartu Jamkesmas yang telah digunakan di Puskesmas tahun 2010 sebanyak 37.020 buah (21,21% dari jumlah kartu Jamkesmas). Selanjutnya gambaran pengunjung rawat inap dengan menggunakan Jamkesmas/Jamkesda pada RSUD Sumbawa dalam tahun 2011, sebagai berikut.
Tabel 4.11
Jumlah Pengunjung Rawat Inap Dengan Jamkesmas/Jamkesda menurut Ruang Perawatan di RSUD Sumbawa (2011)
NO PERAWATAN ASKES RUANG JKM JKMD SKTM JUMLAH %
1 Dalam 671 986 263 677 2.597 36,47 2 Anak 385 544 191 654 1.774 24,92 3 Absgyn 239 719 182 140 1.280 17,98 4 Bedah 312 524 113 520 1.469 20,63 Jumlah 1.607 2.773 749 1.991 7.120 % 22,57% 38,95% 10,52% 27,96% 100%
Sumber Data : RSUD Sumbawa
Tabel 4.11, menunjukkan bahwa pengunjung rawat inap pada RSUD Sumbawa dengan Jamkesmas/Jamkesda pada tahun 2011 keseluruhan sebanyak 7.120 pengunjung, yang menggunakan Jamkesmas mencapai 38,95%, sedangkan yang menggunakan Jamkesda (10,52%), selebihnya yaitu sebanyak 27,96% menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu dari yang berwenang, dan 22,57% menggunakan Askes. Secara umum pengunjung rawat inap di RSUD berada pada ruang perawatan dalam, diikuti ruang anak, absgyn dan bedah.
Berbagai upaya bidang kesehatan tersebut telah memberikan dampak positif pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, semakin membaiknya pelayanan kesehatan dan meningkatnya akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan.
a. Angka Kematian Bayi (AKB)
AKB menunjukkan jumlah bayi meninggal dalam usia kurang satu tahun tiap 1.000 kelahiran hidup dalam kurun satu tahun. Angka kematian bayi di Kabupaten Sumbawa tahun 2005 mencapai 59,11/1000 kelahiran hidup, masih lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata angka kematian bayi Propinsi NTB, pada tahun 2008 tercatat total kematian bayi di Kabupaten Sumbawa sebanyak 45 kasus terdiri atas kematian neonatal sebanyak 10 kasus, kematian bayi lahir sebanyak 23 kasus serta kematian balita sebanyak 12 kasus. Kemudian pada tahun 2009 tercatat total kematian bayi sebanyak 35 kasus terdiri atas kematian neonatal sebanyak 12 kasus, kematian bayi lahir sebanyak 21 kasus serta kematian balita 4 kasus. Pada tahun 2010 terjadi peningkatan kasus kematian bayi di Kabupaten Sumbawa. Tercatat 81 kasus kematian neonatal, 21 kasus kematian bayi lahir dan 14 kasus kematian balita. Sampai dengan tahun 2011 angka kematian bayi terus mengalami peningkatan, dimana kasus kematian neonatal sebanyak 98 kasus, kematian bayi lahir sebanyak 26 kasus dan kematian balita sebanyak 18 kasus. Angka Kematian Bayi pada tahun 2009, 2010 dan 2011, baik kematian neonatal, bayi lahir mati, maupun kematian balita disajikan sebagai berikut.
12 81 98 21 21 26 4 14 18 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Kematian Neonatal Kematian Bayi lahir Kematian Balita
2009 2010 2011
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa
Gambar 4.3
b. Angka Kematian Ibu (AKI)
AKI merupakan jumlah kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup dalam kurun satu tahun. Jumlah kematian ibu Kabupaten Sumbawa berturut-turut selama 3 tahun terakhir, yakni tahun 2009 AKI sebanyak 12 kasus (155,74 orang), tahun 2010 sebanyak 12 kasus (129,32 orang), dan pada tahun 2011 naik menjadi 22 kasus (249,35 orang). Gambaran angka kematian ibu (AKI) sebagai berikut. 155,74 129,32 249,35 0 50 100 150 200 250 300 2009 2010 2011
Sumber Data : Dinas Kesehatan
Gambar 4.4
Angka Kematian Ibu (AKI) Per 100.000 Kelahiran Hidup Tahun 2009-2011
c. Gizi Buruk
Pada tahun 2009, berdasarkan hasil Pekan Penimbangan Balita terdapat 197 balita berstatus gizi buruk atau 0,37% dari sasaran penimbangan. Pada tahun 2010 terdapat 115 kasus balita berstatus gizi buruk atau 0,59% dari sasaran penimbangan. Sedangkan pada tahun 2011 terdapat 295 kasus balita berstatus gizi buruk atau 0,82% dari sasaran penimbangan. Kondisi tersebut
menggambarkan terjadinya peningkatan kasus gizi buruk pada tahun 2011. Hal ini merupakan tantangan akan mendapat perhatian serius pada tahun
berikutnya. Berikut jumlah penderita gizi buruk Kabupaten Sumbawa tahun 2009-2011.
197 115 259 0 50 100 150 200 250 300 2009 2010 2011
Sumber Data : Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa (beberapa tahun terbitan) Gambar 4.5.
Jumlah Penderita Gizi Buruk Tahun 2009 – 2011
Status gizi balita merupakan salah satu indikator untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat dan juga dapat menunjukkan kualitas fisik penduduk. Terkait dengan upaya perbaikan gizi masyarakat, setiap tahun dilaksanakan kegiatan-kegiatan layanan baik dalam bentuk pemberian makanan tambahan pemulihan dari kondisi gizi buruk ke gizi kurang, dari gizi kurang ke gizi baik, serta penanganan dalam rangka mempertahankan kondisi tetap gizi baik. Pada tahun 2011 dilakukan penanggulangan kurang energi protein (KEP) kepada 427 balita serta penanggulangan Anemia gizi besi berupa distribusi Fe 1 bagi 10.597 ibu hamil dan Fe 3 kepada 9.638 ibu hamil.
Berdasarkan penetapan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa tahun 2011 sebagai bagian dari pelaksanaan urusan kesehatan, tingkat capaiannya secara simultan rata-rata mencapai skala ordinal 80%-100%. Selanjutnya tingkat keterserapan input (dana) yang diukur dari tingkat realisasi anggaran belanja Dinas Kesehatan mencapai 94,72% dari total belanja yang dianggarkan tahun 2011 baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung. Demikian pula pada penetapan kinerja RSUD Kabupaten Sumbawa tahun 2011, tingkat capaiannya secara simultan rata-rata mencapai skala ordinal 80%-100%. Secara rinci realisasi program dan kegiatan pada penyelenggaraan urusan wajib kesehatan di Kabupaten Sumbawa disajikan pada lampiran.