TINJAUAN PUSTAKA
B. USIA IBU
Usia ibu erat kaitannya dengan berat bayi lahir. Kehamilan dibawah umur 20 tahun merupakan kehamilan berisiko tinggi, 2-4 kali lebih tinggi di bandingkan dengan kehamilan pada wanita yang cukup umur. Pada umur yang masih muda, perkembangan organ-organ reproduksi dan fungsi fisiologisnya belum optimal. Selain itu emosi dan kejiwaannya belum cukup matang, sehingga pada saat kehamilan ibu tersebut belum dapat menanggapi kehamilannya secara sempurna dan sering terjadi komplikasi. Selain itu semakin muda usia ibu hamil, maka anak yang dilahirkan akan semakin ringan. Meski kehamilan dibawah umur sangat berisiko tetapi kehamilan diatas usia 35 tahun juga tidak dianjurkan, sangat berbahaya. Mengingat mulai usia ini sering muncul pada penyakit seperti hipertensi, tumor jinak peranakan,
11 atau penyakit degenerative pada persendian tulang belakang dan panggul.
Kesulitan lain kehamilan diatas usia 35 tahun ini yakni bila ibu ternyata mengidap penyakit seperti diatas yang ditakutkan bayi lahir dengan membawa kelainan. Dalam proses persalinan sendiri, kehamilan di usia lebih ini akan menghadapi kesulitan akibat lemahnya kontraksi rahim serta sering timbul kelainan pada tulang panggul tengah. Mengingat bahwa faktor umur memegang peranan penting terhadap derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil serta bayi, maka sebaiknya merencanakan kehamilan pada usia anttara 20-30 tahun.6
Usia ibu kurang dari 20 tahun mempunyai peluang 1,27 kali untuk melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan dengan usia ibu 20-35 tahun dan usia ibu lebih dari 35 tahun mempunyai peluang 2,10 kali untuk melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan dengan usia 20-35 tahun. Meningkatnya kelahiran bayi pada ibu dengan umur muda atau kurang dari 20 tahun berhubungan dengan tingkat pendidikan yang rendah primipara dan perawatan antenatal sedangkan umur tua berhubungan dengan kurangnya potensial tumbuh janin akibat usia jaringan biologis dan adanya penyakit. Sedangkan menurut penelitian Thaib (1992), diketahui bahwa dari beberapa faktor yang mempengaruhi BBLR meliputi faktor usia ibu, jumlah anak, usia kehamilan, jenis kelamin, dan jarak kehamilan. Namun dari hasil kesimpulan peneliti bahwa faktor usia ibu tidak jelas mempengaruhi berat badan bayi baru lahir.
Berat badan bayi kurang 2500 gram sebagian kecil (3%) pada kelompok usia
12 kurang dari 20 tahun, dan (8%) pada usia Ibu lebih dari 30 tahun. Tetapi hampir seluruh (89%) pada kelompok ibu dengan usia ideal 20-30 tahun.11
Berat badan lahir rendah juga berkolerasi dengan usia ibu. Persentase tertinggi bayi dengan berat badan lahir rendah terdapat pada kelompok remaja dan wanita berusia lebih dari 40 tahun. Ibu-ibu yang terlalu muda sering kali seecara emosional dan fisik belum matang, selain pendidikan pada umumnya rendah, ibu yang masih muda juga masih tergantung pada orang lain, kelahiran bayi BBLR lebih tinggi pada ibu-ibu muda berusia kurang dari 20 tahun.
Remaja sering kali melahirkan bayi dengan berat lebih rendah. Hal ini terjadi karena mereka belum matur dan memiliki sistem transfer plasenta seefisien wanita dewasa.
Resiko melahirkan bayi prematur lebih tinggi bagi perempuan di usia 13-20 tahun dibandingkan dengan 21-30 tahun dan itu penting untuk mengendalikan jumlah cepat kehamilan remaja / remaja karena risiko tinggi prematur bayi lahir.
Meski wanita dikatakan mulai masuk masa subur dan siap bereproduksi di usia menarche atau haid pertama, pada kenyataannya, organ-organ reproduksinya belum siap benar untuk menyambut kehadiran janin.
Gangguan organ yang dapat terajadi diantaranya:
Dinding rahim atau endometrium belum kuat benar, peluruhan dinding rahim setiap periode menstruasi masih belum sempurna. Ini kurang kondusif bagi proses nidasi atau menempelnya embrio ke dinding rahim. Risiko yang mengintai adalah: janin mudah keguguran,
13 kemungkinannya 3 kali lebih tinggi dibanding mereka yang hamil di usia usia 25 tahun. Risiko berikutnya adalah pertumbuhan janin yang kurang sehat atau Intrauterine Growth Restriction (IUGR).
Sel telur yang dihasilkan indung telur belum sempurna. Indung telur milik perempuan muda juga masih belajar memproduksi sel telur berkualitas. Apabila sel telur hasil "belajar" itu dibuahi, dan menjadi bakal manusia, tidak ada yang bisa menjamin kualitas embrio yang dihasilkan!
Rahim dan organ panggul belum kuat menampung janin.
Organ reproduksi seperti rahim, mulut rahim dan otot-otot ligamen di panggul, belum matang dan belum kuat, sehingga belum siap untuk berfungsi semestinya dalam menunjang
kehamilan dan persalman. Bahaya yang mengintai adalah:
keguguran, perdarahan, persalinan prematur, prolaps organ panggul, bahkan ruptur atau melorotnya organ panggul.
Bunda muda juga terancam luka serius saat melahirkan, 4 kali lebih tinggi.
Risiko tekanan darah tinggi dan pre eklampsia. Penyebabnya, tubuh ibu muda belum kuat menanggung proses kehamilan sehingga metabolisme tubuh mudah terganggu. Gejala tekanan darah tinggi umumnya belum terdeteksi pada awal kehamilan.
Namun, di tengah masa kehamilan, bisa tiba-tiba mengalami
14 kejang, perdarahan, bahkan berkembang menjadi eklampsia yang mengancam jiwa ibu dan janin.
Bahaya anemia. Mengintai dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Penyebabnya adalah metabolisme tubuh ibu yang belum sempurna saat mendapat tambahan volume darah akibat kehamilan, juga akibat pola makan minim zat besi karena wanita muda cenderung sering berdiet. Ini alasan mengapa ibu muda yang hamil wajib menjalani tes darah guna mendeteksi anemia dan thalassemia.
Kehamilan tidak disadari. Pada banyak kasus kehamilan muda, calon * ibu terlambat menyadari kehamilan, lantaran sebelum hamil siklus haidnya memang belum teratur, sehingga diterjemahkan sebagai kondisi biasa. Karena kehamilan tidak disadari, calon ibu muda mungkin saja tetap melakoni gay a hidup kurang sehat seperti: diet ketat, konsumsi alkohol, paparan rokok,yang dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin, sehingga memicu persalinan prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Risiko kanker leher rahim dan penyakit kelamin. Wanita yang melakukan hubungan seksual secara aktif pada usia di bawah 20 tahun, memiliki risiko lebih tinggi untuk terjangkit infeksi virus yang pada organ reproduksi, seperti Human Papilloma Virus penyebab kanker leher rahim, juga serangan penyakit kelamin
15 seksual, di antaranya Chlamydia yang dapat menyebabkan infeksi mata dan pneumonia pada bayi, atau sifilis yang bisa mengakibatkan kebutaan pada bayi, dan kematian ibu serta janin.
Usia kehamilan atau usia gestasi( gestational age ) adalah ukuran lama waktu seorang janin berada dalam rahim. Usia janin dihitung dalam minggu dari hari pertama menstruasi terakhir (HPMT) ibu sampai hari kelahiran. Periode ini 2 minggu lebih lama dari usia pembuahan.14
Penelitian Thaib tahun 1992 yang mengemukakan jarak kehamilan < 2 tahun berpengaruh terhadap berat bayi lahir rendah, karena masa persalinan yang
< 2 tahun mempengaruhi kapasitas tropik uterus yang belum pulih benar.
Kehamilan kedua atau ketiga terlampau dekat jaraknya memiliki resiko bagi ibu dan janin. Bagi ibu sendiri, secara fisik alat-alat reproduksi belum kembali normal sehingga ada kemungkinan pada kehamilan tersebut ibu mengalami gangguan.
Seperti adanya komplikasi diabetes gestasional (gula darah yang muncul saat kehamilan), pre eklamsia (keracunan karena protein yang meningkat), atau anemia.11
Pengukuran usia kehamilan klasik secara klinis adalah menghitung waktu dimulai dari periode menstruasi terakhir. Tanggal perkiraan persalinan dapat di hitung dengan rumus Naegele dengan menambahkan sembilan bulan dan tujuh hari kepada hari pertama menstruasi terakhir. Perhitungan ini menganggap bahwa ovulasi terjadi 14 hari setelah periode menstruasi akhir dan lamanya gestasi normal adalah 266 hari sejak ovulasi dan fertilisasi sampai mencapai aterm. Cara ini akurat hanya pada wanita yang mempunyai siklus menstruasi teratur dengan
16 interval tiap 28 hari. Tetapi di antara wanita tersebut, perhitungan hanya dapat dipercaya dalam dua minggu.15
Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 pekan (minggu) atau 10 bulan (lunar months). Kehamilan dibagi atas 3 triwulan (trimester).
- Kehamilan triwulan I antara 0-12 minggu - Kehamilan triwulan II antara 12-28 minggu - Kehamilan triwulan III antara 28 - 40 minggu Tanda dan gejala kehamilan
- Tanda-tanda presumptif:
1) Amenore (tidak dapat haid)
a) Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT) supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP), yang dihitung dengan menggunakan dari rumus Naegele:
b) TTP = (hari pertama HT + 7) dan (bulan HT + 3) 2) Mual dan muntah (nausea and vomiting)
3) Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Karena sering terjadi pada pagi hari, disebut morning sickness (sakit pagi). Bila mual dan muntah terlalu sering disebut Hiperemesis.
4) Mengidam (ingin makanan khusus)
5) Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada bulan-bulan triwulan pertama.
6) Tidak tahan suatu bau-bauan 7) Pingsan (pangsan)
17 8) Bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat bisa
pingsan.
9) Tidak ada selera makan (anoreksia).
10) Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamialn, kemudian nafsu makan timbul kembali.
11) Lelah (fatigue).
12) Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh estrogen dan pregesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara.
Kelenjar Montgomery terlihat lebih besar.
13) Miksi sering, karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala ini kembali, karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.
14) Konstipasi / obstipasi karena tonus otot-otot uterus menurun oleh pengaruh hormon steroid.
15) Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, dijumpai dimuka (chloasma gravidarum), areola payudara, leher, dan dinding-dinding perut (lineanigra = grisea).16
Tanda-tanda kemungkinan hamil:
1) Perut membesar
2) Uterus membesar: terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan konsistensi dari rahim
18 3) TandaHegar
4) Tanda Chadwick 5) Tanda Piscaseck
6) Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang = Braxton-Hicks.
7) Teraba Ballotement.
8) Reaksi kehamilan positif Tanda pasti (tanda positif):
1) Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian-bagian janin
2) Denyutjantung janin:
a) Didengar dengan stetoskop-monoral Laennec b) Dicatat dan didengar dengan alat Doppler c) Dicatat dengan feto-elektro kardiogram d) Dilihat pada ultrasonografi
3) Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen.
C. PARITAS 1. Paritas
Paritas secara luas mencakup gravida/jumlah kehamilan, paritas/jumlah kelahiran, dan abortus / jumlah keguguran. Sedangkan dalam arti khusus yaitu jumlah atau banyaknya anak yang dilahirkan.
Paritas dikatakan tinggi bila seorang ibu/wanita melahirkan anak keempat atau lebih. Seorang wanita yang sudah mempunyai tiga anak dan terjadi
19 kehamilan lagi, keadaan kesehatannya akan menurun, sering mengalami anemia, terjadi perdarahan lewat jalan lahir dan letak bayi sungsang.18
Klasifikasi Paritas 1) Primipara
Primipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak, yang cukup besar untuk hidup di dunia.
2) Multipara
Multipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak lebih dari satu kali.
3) Multigravida
Multigravida adalah wanita yang sudah hamil, dua kali atau lebih 4) Grandemultipara
Grandemultipara adalah wanita yang telah melahirkan 5 orang anak atau lebih dan biasanya mengalami penyulit dalam kehamilan dan persalinan.