• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

5.3 Usulan dan Rekomendasi Tindakan Perbaikan

Berdasarkan hasil pada tahap analyze dan borda count methods penyebab terjadinya ketiga defect terbesar yang ada pada produk wire rod steel PT. Krakatau Steel dapat disederhanakan menjadi beberapa poin utama akar permasalahan dari penyebab-penyebab tersebut. Poin-poin utama akar permasaahan tersebut adalah:

1. Kerusakan/keausan mesin 2. Ketidaktersediaan sparepart 3. Operator kurang kompeten 4. Kesalahan setting

5. Jalur roll kotor

6. Lingkungan kerja yang bising dan panas

Poin-poin tersebut selanjutnya dapat dijadikan dasar perumusan rekomendasi tindakan perbaikan secara umum untuk mengatasi tingginya NCP wire

rod steel PT. Krakatau Steel. Rekomendasi perbaikan yang diberikan diharapkan

mampu menekan NCP wire rod steel PT. Krakatau Steel terutama pada tiga jenis

defect terbesar yaitu defect laps, kusut dan scrappy.

Rekomendasi tindakan perbaikan dirumuskan dalam perspektif yang menyeluruh mulai dari tingkat manajerial hingga operasional dengan memperhatikan tindakan perbaikan yang sudah ada atau sudah dilakukan saat ini oleh PT. Krakatau Steel khususnya divisi Wire Rod Mill agar dapat lebih mudah diaplikasikan di kemudian hari.

64

Usulan-usulan atau rekomendasi tindakan perbaikan didapatkan berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa pihak diantaranya Chief engineer long

product Divisi WRM, teknisi quality control dan manager maintenance service rolling mill. Adapun rekomendasi tindakan perbaikan yang dapat diberikan pada

PT, Krakatau Steel khususnya Divisi Wire Rod Mill untuk menekan tiga jenis defect terbesar dapat dilihat pada Tabel 5.5

Tabel 5.5 Rekomendasi Perbaikan

Penyebab Penanganan saat ini Rekomendasi

Maintenance harus tetap

dijalankan meskipun sedang tidak produksi. Prosedur pengecekan mesin dan produk disederhanakan dengan menggunakan media komunikasi seluler sehingga penanganan kerusakan bisa segera dilakukan.

Kerusakan/ keausan mesin

Melakukan maintenance sesuai jadwal yang ada pada

Technical Standard For Engineer dan SOP

Melibatkan bagian perawatan dalam

memperbaiki kerusakan. Melakukan pengecekan bersama oleh seluruh bagian termasuk unit penunjang dari Subdit Central Maintenanace & Facilities, jika ditemukan kesalahan langsung dilakukan tindakan perbaikan dan jika tidak bisa, diprogramkan untuk preventive maintenance. Dilakukan secara

terjadwal 1 bulan 1 kali.

Ketidaktersediaan sparepart

Koordinasi rutin dengan bagian logistik

Program direct buying untuk sparepart dibawah harga tertentu melalui Prima Koperasi Krakatau Steel (Primkokas)

65

Tabel 5.5 Rekomendasi Perbaikan (lanjutan)

Penyebab Penanganan saat ini Rekomendasi

Ketidaktersediaan sparepart

Monitoring pengadaan

sparepart kritis

Menambah item

sparepart yang ada

didalam kontrak

perjanjian dengan vendor Mempersiapkan program

penyediaan sparepart kualitas tinggi dengan memperhitungkan waktu penyediaan

Pendidikan dan pelatihan sebelum mulai bekerja

Jumlah pegawai yang direkrut seharusnya proporsional dengan pegawai yang pensiun.

Program Quality Day

Program recruitment sebaiknya dilakukan sebelum karyawan senior pensiun sehingga dapat melakukan transfer knowledge. Operator kurang kompeten Pihak Pusdiklat mengadakan pelatihan kompetensi operasional, maintenance dan

motivasi secara berkala. Berpartisipasi aktif dalam forum Gugus Kendali Mutu pada program quality day yang diadakan.

Mengadakan on the job training setelah

pendidikan dan pelatihan, sehingga tidak langsung bekerja.

Operator Kurang Kompeten

Mengadakan pelatihan informal tentang operasi,

maintenance dan

pengalaman karyawan senior untuk menambah kompetensi karyawan baru. Ada proses pendampingan dan mentoring karyawan baru.

66

Tabel 5.5 Rekomendasi Perbaikan (lanjutan)

Penyebab Penanganan saat ini Rekomendasi

Kesalahan Setting

Pengecekan setting dilakukan sebelum mulai produksi oleh bagian produksi

Melakukan cross check pekerjaan antar shift sebagai bahan evaluasi untuk proses selanjutnya.

Jalur roll kotor

Membersihkan jalur roll dengan mengandalkan

water box.

Melakukan program pembersihan jalur roll dengan cara pengecekan

water box secara rutin

terutama pada bagian nozzle (lubang air) sehingga pembersihan dapat lebih baik. Memasang sensor tekanan air pada water

box sehingga saat

tekanan kurang ada peringatan.

Sosialisasi program 5R dari manajemen lebih digencarkan dengan memasang poster-poster 5R di masing-masing divisi.

Lingkungan kerja yang bising dan

panas

Program 5R (Rawat, Rapi, Resik, Rajin, Ringkas)

Mengadakan perlombaan 5R antar divisi sehingga setiap divisi terpacu untuk melaksanakan 5R. Memberikan piagam penghargaan pada divisi yang melaksanakan program 5R paling baik. Berdasarkan Tabel 5.5 rekomendasi perbaikan dapat diklasifikasikan menjadi rekomendasi perbaikan strategis atau manajerial dengan penjabaran operasional dari rekomendasi perbaikan. Penjelasan mengenai rekomendasi perbaikan adalah sebagai berikut:

1. Kerusakan mesin

a. Rekomendasi Manajerial

• Maintenance dilakukan sesuai dengan Technical Standard for Engineer dan SOP.

67

Penanggung jawab: Sub Direktorat Central Maintenance & Facilities. b. Rekomendasi Operasional

• Maintenance harus tetap dijalankan meskipun sedang tidak produksi. Penanggung jawab: Bagian Perawatan Divisi WRM.

• Prosedur pengecekan mesin dan produk disederhanakan dengan menggunakan media komunikasi seluler sehingga penanganan kerusakan bisa segera dilakukan.

Penanggung jawab: Bagian Quality Control, Produksi dan Perawatan Divisi WRM.

• Melibatkan bagian perawatan dalam memperbaiki kerusakan. Penanggung jawab: Bagian Perawatan Divisi WRM.

• Melakukan pengecekan bersama oleh seluruh bagian termasuk unit penunjang sub direktorat Central Maintenance & Facilities, jika ditemukan kesalahan setting maka langsung dilakukan tindakan dan jika tidak bisa dilakukan, maka diprogramkan sebagai preventive

maintenance pada pengecekan berikutnya. Program ini dilakukan secara

terjadwal dengan waktu pelaksanaan yaitu 1 bulan 1 kali. Penanggung Jawab: Supervisor Divisi WRM

2. Ketidaktersediaan sparepart a. Rekomendasi Manajerial:

• Program direct buying untuk sparepart kritis dibawah harga tertentu melalui Prima Koperasi Krakatau Steel (Primkokas).

Penanggung jawab: Divisi Logistik PT. Krakatau Steel

• Menambah item sparepart yang ada didalam kontrak perjanjian dengan vendor untuk penyediaan sparepart rutin yang digunakan.

Penanggung Jawab: Divisi Logistik PT. Krakatau Steel

b. Rekomendasi Operasional

• Monitoring pengadaan sparepart kritis agar tidak terjadi kekurangan

68

Penanggung Jawab: Bagian Produksi dan Perawatan Divisi WRM • Mempersiapkan program penyediaan sparepart kualitas tinggi dengan

memperhitungkan waktu penyediaan.

Penanggung Jawab: Bagian Produksi Divisi WRM • Koordinasi rutin dengan Divisi Logistik

Penanggung Jawab: Bagian Produksi Divisi WRM

3. Kompetensi Operator a. Rekomendasi Manajerial:

• Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan mengenai operasi dan

maintenance sebelum dan setelah mulai bekerja.

Penanggung Jawab: Human Capital and Learning Centre PT. Krakatau Steel.

• Program Quality day.

Penanggung jawab: Sub Direktorat Central Maintenance & Facilities. • Memperbaiki program recruitment agar regenerasi karyawan berjalan

baik.

Penanggung Jawab: Human Capital and Learning Centre PT. Krakatau Steel.

b. Rekomendasi Operasional:

• Pihak Pusdiklat mengadakan pelatihan kompetensi operasional,

maintenance dan motivasi secara berkala.

Penanggung jawab: Human Capital and Learning Centre PT. Krakatau Steel.

• Mengadakan pelatihan informal tentang operasi, maintenance dan pengalaman karyawan senior untuk menambah kompetensi karyawan baru.

Penanggung Jawab: Superintendent Divisi WRM.

• Ada proses pendampingan dan mentoring karyawan baru. Penanggung Jawab: Supervisor Divisi WRM.

69

• Berpartisipasi aktif dalam forum Gugus Kendali Mutu (GKM) pada program quality day yang diadakan dengan mengirimkan jumlah GKM sesuai dengan standar yang ditentukan oleh PT. Krakatau Steel yaitu 5% dari Jumlah personel Divisi

Penanggung Jawab: Kepala Divisi WRM.

• Mengadakan on the job training setelah pendidikan dan pelatihan, sehingga tidak langsung bekerja.

Penanggung Jawab: Kepala Divisi WRM.

• Recruitment sebaiknya dilakukan sebelum karyawan senior pensiun sehingga dapat melakukan transfer knowledge.

Penanggung jawab: Human Capital and Learning Centre PT. Krakatau Steel.

• Jumlah pegawai yang direkrut seharusnya proporsional dengan pegawai yang pensiun.

Penanggung jawab: Human Capital and Learning Centre PT. Krakatau Steel.

4. Kesalahan Setting

a. Rekomendasi Manajerial:

• Memastikan pengecekan setting sudah benar dan dilakukan sebelum mulai produksi dan likakukan langsung oleh bagian produksi.

Penanggung jawab: Superintendent Produksi dan Chief Engineer Divisi WRM

b. Rekomendasi Operasional:

• Melakukan cross check pekerjaan antar shift sebagai bahan evaluasi untuk proses selanjutnya.

Penanggung jawab: Team/shift leader

5. Jalur roll kotor

a. Rekomendasi Manajerial:

70

Penanggung jawab: Bagian Perawatan Divisi WRM

b. Rekomendasi Operasional:

• Melakukan program pembersihan jalur roll dengan cara pengecekan

water box secara rutin terutama pada bagian nozzle sehingga

pembentukan scale dapat dikurangi dengan lebih baik

Penanggung jawab: Bagian Produksi dan Perawatan Divisi WRM • Memberikan sensor tekanan air pada water box sehingga saat tekanan

kurang ada peringatan

Penanggung jawab: Bagian Produksi dan Perawatan Divisi WRM

6. Lingkungan Kerja yang Bising dan Panas a. Rekomendasi Manajerial:

• Menggencarkan sosialisasi program 5R

Penanggung jawab: Sub Direktorat Central Maintenance & Facilities • Mengadakan perlombaan 5R antar divisi agar setiap divisi terpacu untuk

melaksanakan 5R

Penanggung jawab: Sub Direktorat Central Maintenance & Facilities

b. Rekomendasi Operasional:

• Memasang poster-poster mengenai 5R di setiap divisi Penanggung jawab: Semua Kepala Divisi

• Memberikan piagam penghargaan pada divisi yang melaksanakan program 5R paling baik

Penanggung jawab: Sub Direktorat Central Maintenance & Facilities.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa rekomendasi-rekomendasi tindakan perbaikan yang diberikan dapat dijadikan sebagai sebuah hubungan sinergis antara manajemen dan operasional, sehingga penerapan six

sigma di PT. Krakatau Steel dapat berjalan secara menyeluruh dan efisiensi proses

71

Dokumen terkait