• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Perumahan Villa Bogor Indah (VBI)

8. Rumah VBI_B_2

5.3 Usulan Penataan Pohon pada Taman Rumah Sampel

Usulan penataan pohon merupakan usulan tentang bagaimana penataan dan pemilihan pohon yang tepat untuk setiap rumah sampel sehingga pohon tersebut dapat memberikan nilai manfaat yang optimal bagi rumah. Prinsip penyusunan usulan penataan yaitu berdasarkan ketiga kriteria dari karakter bangunan dan pohon menurut American Forest (2002) dan dua faktor pendukung yang telah disebutkan pada bahasan sebelumnya. Faktor lain yang turut dipertimbangkan dalam pemilihan tanaman yaitu hasil kuesioner mengenai aktifitas yang sering dilakukan oleh tiap pemilik rumah.

Usulan penataan pohon ditujukan pada rumah sampel dengan kriteria yaitu rumah yang tidak mendapatkan nilai manfaat penghematan berdasarkan analisis CITYgreen 5.4 dan rumah yang mendapatkan nilai manfaat penghematan namun belum optimal sesuai dengan jumlah pohon yang ada. Berdasarkan hal itu, beberapa rumah sampel yang akan diusulkan serta aktivitas pemilik rumah antara lain :

Tabel 41. Aktifitas Pemilik Rumah di Sebelas Contoh Taman Rumah Sampel. Kode Rumah Aktivitas Duduk Menjemur pakaian Berkebun/ Merawat

Bermain Makan Tidak Ada BCC_K_1 BCC_S_1 BCC_S_3 BCC_B_1 BCC_B_2 BCC_B_3 VBI_K_1 VBI_K_2 VBI_K_3 VBI_S_1 VBI_B_1

Penjelasan masing-masing usulan penataan dari sebelas rumah sampel antara lain sebagai berikut :

a. BCC_K_1

Kekurangan pertama yang dimiliki oleh rumah BCC_K_1 yaitu jumlah pohon yang sedikit yaitu hanya satu pohon. Selain itu penanaman pohon cukup jauh dari rumah karena dibatasi oleh jalan umum sehingga pada usulan desain penambahan vegetasi pohon merupakan solusi awal.

Pada usulan desain, taman rumah direkomendasikan dengan fungsi peneduh, estetik dan produksi. Hal ini dikarenakan luas taman sebesar 20 m2 cukup untuk menanam pohon dengan kanopi yang lebar. Pohon yang ditambah yaitu di dalam taman berupa pohon Rambutan (Nephelium lappaceum) dan di luar taman berupa pohon Jakaranda (Jacaranda acutifolia) sebanyak dua pohon. Pohon rambutan selain sebagai peneduh, ketika musim berbuah dapat menghasilkan buah rambutan untuk dinikmati pemilik rumah sedangkan pohon Jakaranda selain menjadi peneduh dapat menjadi pohon estetik karena warna bunga yang menarik.

Vegetasi yang ditanam sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus). Sebagai material pelengkap keindahan taman untuk hardscape terdapat penambahan berupa stepping stone dan lampu taman

sedangkan untuk softscape ditanam semak rendah yaitu iris kuning (Neomarica longifolia) dan Soka (Ixora sp). Kedua semak ini juga menjadi pembatas taman (Gambar 45).

Gambar 45. Usulan jenis pohon dan penataannya pada rumah BCC_K_1

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 32,23,- atau setara dengan Rp 322.300,- untuk tarif listrik dan 397,9 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

b. BCC_S_1

Rumah BCC_S_1 memiliki lahan taman rumah yang cukup luas yaitu sekitar 55 m2. Pada kondisi eksisting taman ini sebagian besar ditanami oleh tanaman estetik seperti kamboja, suplir dan tanaman semak lainnya. Kondisi ini menyebabkan suhu panas ketika siang hari sulit diminimalisir oleh taman rumah. Kekurangan kedua yaitu di depan rumah terdapat cukup banyak vegetasi pohon pembatas yaitu jejeran pinus. Jejeran pinus ini memiliki kanopi yang sangat kecil yaitu di bawah 1 meter dengan kerapatan daun jarang sehingga pohon tidak dapat dimanfaatkan sebagai penyejuk rumah.

Pada usulan desain, taman rumah direkomendasikan dengan fungsi peneduh, produksi dan estetik. Tanaman peneduh yang dipilih di dalam taman rumah juga memiliki fungsi produksi karena dapat menghasilkan buah yaitu pohon mangga (Mangivera indica) dan rambutan (Nephelium lappaceum). Selain pohon peneduh, terdapat pohon dengan fungsi estetis yang diusulkan di dalam taman rumah yaitu Palem merah (Cyrtostachys renda) dan tanaman eksisting berupa Kamboja (Plumeria sp). Usulan lainnya yaitu perubahan jenis pohon pembatas di depan rumah dengan pohon yang memiliki kanopi lebih lebar dan kerapatan daun yang lebih padat. Karakter tersebut dimiliki oleh pohon Jakaranda (Jacaranda acutifolia). Pohon tersebut juga dapat menjadi pohon estetis sehingga cukup mampu menggantikan keberadaan pohon pinus untuk fungsi estetis.

Vegetasi yang ditanam sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus). Sebagai material pelengkap keindahan taman untuk hardscape terdapat penambahan berupa stepping stone, bangku taman, kolam ikan dan lampu taman, sedangkan untuk softscape ditanam semak rendah yaitu krosandra (Crossandra infundibuliformis) dan tanaman eksisting berupa suplir (Adiantum sp).

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 42,95,- atau setara dengan Rp 429.500,- untuk tarif listrik dan 530,2 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

Gambar 46. Usulan jenis pohon dan penataannya pada rumah BCC_S_1

c. BCC_S_3

Rumah BCC_S_3 memiliki lahan taman rumah yang cukup luas. Pada kondisi eksisting taman ini sebenarnya terdapat sembilan pohon. Hasil analisis kondisi eksisting pada rumah sampel ini sudah menunjukkan nilai manfaat pohon yang cukup yaitu $ 25,- untuk penghematan tarif listrik dan 307,12 KWH untuk penghematan daya listrik. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan rumah VBI_S_3 yang memiliki 6 pohon, nilai manfaat pohon rumah BCC_S_3 lebih rendah. Oleh karena itu usulan desain untuk rumah BCC_S_3 bertujuan untuk meningkatkan nilai manfaat dari kanopi pohon.

Pada usulan penataan, tidak terdapat perubahan luas taman. Hal ini disebabkan lahan terbangun pada taman tidak ada yang dapat dirubah untuk menjadi taman rumah. Oleh karena itu perubahan hanya dilakukan pada jenis pohon. Pada Gambar 47 dapat dilihat jenis pohon baru yang direkomendasikan untuk taman ini adalah pohon Jakaranda (Jacaranda acutifolia). Pohon ini menggantikan pohon pembatas yang terdapat di luar pagar rumah yaitu pohon Pala, Cengkeh dan Jambu air. Hal ini disebabkan ketika dianalisis dengan CITYgreen 5.4, manfaat penghematan pohon ini lebih tinggi dibanding kondisi eksisting dengan asumsi kondisi kesehatan dan pertumbuhan yang baik. Vegetasi yang ditanam sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus).

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 75,07,- atau setara dengan Rp 750.700,- untuk tarif listrik dan 926,8 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat meningkatkan nilai manfaat penghematan listrik rumah tangga tersebut.

d. BCC_B_1

Rumah BCC_B_1 memiliki kekurangan yaitu jumlah pohon yang sedikit yaitu hanya 1 pohon yang ditanam di luar rumah.dan luas taman yang sempit dibandingkan luas bangunan rumah.

Pada usulan desain (Gambar 48) taman rumah direkomendasikan dengan fungsi peneduh, estetik, dan produksi. Di dalam taman rumah diusulkan untuk ditanam pohon Mangga (Mangivera indica). Pohon Cerry yang berada di luar rumah diganti dengan dua pohon peneduh yaitu Sawo kecik (Manilkara kauki) dan Jakaranda (Jacaranda acutifolia). Ketiga pohon ini memiliki karakter yang kuat sebagai pohon peneduh seperti hasil analisis CITYgreen 5.4 untuk usulan rumah sebelumnya.

Vegetasi yang ditanam sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus). Sebagai material pelengkap keindahan taman untuk hardscape terdapat penambahan berupa stepping stone, bangku taman dan lampu taman sedangkan untuk softscape ditanam semak rendah yaitu iris kuning (Neomarica longifolia).

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 21,47,- atau setara dengan Rp 214.700,- untuk tarif listrik dan 398 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

Gambar 48. Usulan jenis pohon dan penataannya pada rumah BCC_B_1

e. BCC_B_2

Kekurangan pertama pada taman rumah BCC_B_2 yaitu jumlah pohon yang sedikit dibanding luas lahan bangunan rumah yaitu hanya 3 pohon untuk luas lahan sebesar 300 m2. Selain itu penanaman pohon cukup jauh dari rumah karena ketiga pohon tersebut berada di luar rumah sedangkan pohon di dalam taman rumah hanya pohon estetik yang tidak dapat menjadi peneduh seperti palem merah. Oleh karena itu pada usulan desain penambahan vegetasi pohon merupakan solusi awal.

Pada usulan penataan (Gambar 49) taman rumah diusulkan sebagai fungsi peneduh, estetik dan produksi. Hal ini dikarenakan luas taman cukup untuk menanam pohon dengan kanopi yang lebar. Pohon yang ditambah yaitu di dalam taman berupa pohon Durian (Durio ziberthinus), Rambutan (Nephelium lappaceum), Mangga (Mangivera indica), Nangka (Artocarpus heterophyllus) dan Saraka (Saraca indica). Usulan pohon di luar taman berupa pohon Jakaranda (Jacaranda acutifolia) dan Belimbing Wuluh (Averhhoa blimbi). Pohon eksisting yaitu Tanjung (Mimusoph elengi) pohon rambutan tetap dibiarkan tumbuh karena cukup jauh dari pohon dalam taman rumah. Kelima usulan pohon ini dipilih karena memiliki karakter pohon peneduh yang cukup kuat. Selain itu terdapat fungsi lain dari kelima pohon ini yaitu sebagai peneduh dan estetis. Vegetasi yang ditanam sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus).

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 21,47,- atau setara dengan Rp 214.700,- untuk tarif listrik dan 265,1 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

Gambar 49. Usulan jenis pohon dan penataannya pada rumah BCC_B_2

f. BCC_B_3

Rumah BCC_B_3 memiliki lahan taman rumah yang cukup luas. Pada kondisi eksisting taman ini sebenarnya terdapat sebelas pohon. Hasil analisis kondisi eksisting pada rumah sampel ini sudah menunjukkan nilai manfaat pohon yang cukup yaitu $ 52,- untuk penghematan tarif listrik dan 637,57 KWH untuk penghematan daya listrik. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan rumah VBI_S_3 yang memiliki enam pohon, nilai manfaat pohon rumah BCC_S_3 jauh

lebih rendah. Oleh karena itu usulan desain untuk rumah BCC_S_3 bertujuan untuk meningkatkan nilai manfaat dari kanopi pohon.

Pada usulan desain, tidak terdapat perubahan luas taman. Hal ini disebabkan lahan terbangun pada taman tidak ada yang dapat dirubah untuk menjadi taman rumah. Oleh karena itu perubahan hanya dilakukan pada jenis pohon dan jumlah pohon. Pada Gambar 50dapat dilihat jenis pohon baru yang direkomendasikan untuk taman ini adalah pohon Jakaranda (Jacaranda acutifolia). Pohon ini menggantikan pohon pembatas yang terdapat di luar pagar rumah yaitu pohon Pinus. Hal ini disebabkan pohon pinus kurang memberi fungsi sebgai peneduh dan penyejuk karena luas kanopi yang kecil dan kerapatan daun yang jarang. Pada taman ini terdapat penambahan jenis pohon mangga sebanyak dua pohon untuk mengisi lahan terbuka yang kosong. Ketika dianalisis dengan CITYgreen 5.4, manfaat penghematan pohon ini lebih tinggi dibanding kondisi eksisting dengan asumsi kondisi kesehatan dan pertumbuhan yang baik. Vegetasi yang ditanam sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus).

g. VBI_K_1

Kekurangan pertama yang terdapat di rumah VBI_K_1 yaitu luas ruang terbuka hijau yang sangat minim. Dari Gambar 51 dapat dilihat bahwa lahan taman pada rumah dibuat menjadi perkerasan seluruhnya dan diberi kolam ikan buatan sehingga vegetasi pohon hanya ditanam diluar lahan rumah. Vegetasi yang ditanam di dalam lingkup halaman rumah hanya berupa tanaman pot.

Pada usulan penataan halaman rumah dikembalikan menjadi ruang terbuka hijau. Luas halaman yang akan dijadikan sebagai taman atau ruang terbuka hijau memiliki luas awal yang cukup sempit yaitu sekitar 3 m2 (Gambar 51). Dalam hal ini luas taman akan diperlebar menjadi 6 m2 dengan cara mengurangi perkerasan pada teras. Usulan pohon yang ditanam di dalam taman rumah yaitu Cemara gembel (Casuarina equisetifolia) sebanyak 2 pohon dan pohon Mangga (Mangivera indica) sebanyak satu pohon. Vegetasi yang ditanam sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus).

Gambar 51. Taman rumah eksisting yang dijadikan perkerasan oleh pemilik rumah VBI_K_1.

Kekurangan kedua dari rumah VBI_K_1 yaitu karakter pohon Jambu bol yang ditanam di depan rumah. Pohon Jambu bol di depan rumah belum mampu menjadi penyaring sinar matahari yang masuk ke dalam rumah secara optimal karena ketinggian tajuk pohon tempat tumbuhnya daun melebihi ketinggian atap rumah. Oleh sebab itu, pohon Jambu bol diganti menjadi pohon mangga dan

pohon alpukat (Persea americana) karena kedua pohon ini memiliki karakter pohon peneduh (Gambar 52).

Sebagai material estetik pelengkap pada usulan taman rumah,terdapat tanaman semak rendah yaitu Taiwan Beauty (Cuphea hyssopifolia) ditata sebagai softscape dan kolam buatan diperkecil ukurannya dan dibentuk dengan bentukan lebih organik sebagai hardscape.

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 5,36,- atau setara Rp 53.600,- untuk tarif listrik dan 66,2 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

h. VBI_K_2

Rumah VBI_K_2 memiliki kekurangan yang hampir sama dengan rumah VBI_K_1 yaitu luas ruang terbuka hijau yang sangat minim. Lahan taman pada rumah dibuat menjadi perkerasan seluruhnya sehingga vegetasi pohon hanya ditanam diluar lahan rumah. Vegetasi yang ditanam di dalam lingkup halaman rumah hanya berupa tanaman pot sehingga pada usulan desain, halaman rumah dikembalikan menjadi ruang terbuka hijau. Luas halaman yang akan dijadikan sebagai taman atau ruang terbuka hijau memiliki luas sekitar 15 m2 dengan cara merubah perkerasan di depan pintu masuk rumah menjadi ruang terbuka hijau (Gambar 53).

Gambar 53. Taman rumah eksisting yang seluruhnya dijadikan perkerasan oleh pemilik rumah VBI_K_2.

Usulan pohon yang ditanam di dalam taman rumah yaitu pohon yang hanya memiliki diameter maksimal 3 meter namun kerapatan daun padat. Vegetasi pohon yang memenuhi kriteria tersebut yaitu pohon Saraka (Saraca indica) sebanyak satu pohon sedangkan vegetasi yang ditanami sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus). Usulan pohon di luar taman selain pohon mangga sebagai pohon eksisting, terdapat pohon alpukat (Persea Americana) yang ditanam disamping pohon mangga. Pohon ini berfungsi menambah kesejukan bagi bangunan rumah sehingga daya listrik untuk pemakaian AC dapat berkurang. Sebagai material pelengkap untuk softscape pada

usulan taman ditanam tanaman semak yaitu iris kuning (Neomarica longifolia), dan opipogon putih (Ophiopogon sp). Sebagai material pelengkap untuk hardscape ditambah stepping stone, bangku taman dan lampu taman yang memberi kesan seimbang pada taman.

Pada usulan desain, atap kanopi di taman rumah ditiadakan sehingga atap kanopi yang ada hanya pada bagian garasi saja. Hal ini bertujuan agar vegetasi yang nantinya akan ditanam di taman rumah memperoleh sinar matahari yang cukup. Pohon mangga yang berada di depan lahan rumah tidak diubah namun ditambah di sebelah timur sebanyak satu pohon dengan jenis yang sama. Kedua pohon ini dapat memberikan keteduhan pada siang hari (Gambar 54).

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 16,08,- atau setara dengan Rp 160.800,- untuk tarif listrik dan 198,5KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

i. VBI_K_3

Rumah VBI_K_3 memiliki kekurangan yang hampir sama dengan kedua rumah sebelumnya yaitu ruang terbuka hijau di lahan rumah yang sangat minim. Dari Gambar 54 dapat dilihat bahwa lahan taman rumah dibuat menjadi perkerasan seluruhnya sehingga vegetasi yang terdapat di dalam lingkup halaman rumah hanya berupa tanaman pot. Sementara itu, vegetasi pohon ditanam dengan jarak sekitar 3 meter dari lahan rumah. Pada usulan desain, halaman rumah dikembalikan menjadi ruang terbuka hijau. Luas halaman yang akan dijadikan sebagai taman memiliki luas sekitar 6 m2 dengan cara merubah perkerasan di depan pintu masuk rumah menjadi ruang terbuka hijau.

Pada usulan desain taman rumah direkomendasikan dengan fungsi estetik. Melihat luas lahan taman yang terbatas maka usulan vegetasi yang ditanam di dalam taman rumah berupa semak tinggi yaitu Melati (Jasminum sambac), vegetasi yang ditanami sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus) sedangkan vegetasi pohon peneduh ditanam di depan rumah. Pada usulan desain terdapat penambahan pohon yaitu pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki) yang ditanam di depan pagar rumah. Pohon ini dipilih karena memiliki kanopi lebar, kerapatan dau padat dan ketinggian yang cukup. Sebagai material pelengkap untuk hardscape ditambah stepping stone, bangku taman dan lampu taman yang memberi kesan seimbang pada taman (Gambar 55).

Gambar 55. Usulan jenis pohon dan penataannya pada rumah VBI_K_3

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 5,36,- atau setara dengan Rp 53.600,- untuk tarif listrik dan 66,2 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

j. VBI_S_1

Rumah VBI_S_1 memiliki lahan terbuka hijau yang minim di depan rumah sedangkan bangunan rumah memiliki ketinggian dua lantai sehingga luas taman yang minim menjadi hambatan dalam menanam pohon dengan jumlah yang banyak.

Melihat luas lahan taman yang terbatas maka pada usulan desain taman rumah direkomendasikan dengan fungsi peneduh dan estetik. Pada usulan desain, perubahan desain hanya terletak pada penambahan pohon di depan rumah yaitu pohon Mangga sebanyak 1 pohon (Gambar 56). Usulan pohon tersebut ditanam di samping pohon mangga yang sebelumnya telah ada. Dengan adanya penambahan pohon dengan karakter peneduh di depan rumah, pemakaian AC dapat lebih diminimalisir dan daya listrik dalam penggunaan AC lebih rendah.

Vegetasi yang ditanam sebagai penutup tanah berupa rumput gajah (Axonopus compressus). Sebagai material pelengkap untuk softscape pada usulan taman ditanam tanaman penutup tanah yang memiliki bunga menarik yaitu Begonia (Begonia sp) dan tanaman focal point yaitu Siklok (Agave attenuata).

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 5,36,- atau setara dengan Rp 53.600,- untuk tarif listrik dan 66,2 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

k. VBI_B_1

Taman rumah VBI_B_1 memiliki kekurangan pertama yaitu hanya memiliki satu batang pohon di sebelah barat. Jumlah pohon yang minim menyebabkan pada kondisi angin yang cukup kencang pohon tidak dapat menjadi wind-break (pemecah angin) dan pada posisi matahari tepat di atas, pohon tidak dapat menurunkan iklim mikro rumah.

Pada usulan desain, taman direkomendasikan dengan fungsi peneduh dan estetik. Hal ini disebabkan karena luas taman tergolong kecil dan pada siang hari sinar matahari langsung mengenai taman. Adapun rencana perubahan yang dilakukan pada taman yaitu yang pertama pohon cemara kipas yang berada di sebelah barat diganti dengan pembuatan gundukan menyerupai “pulau” yaitu tanah yang ditinggikan serta ditanam dengan penutup tanah dari kacang-kacangan (Arachis pintoi) dan tanaman cemara udang (Casuarina equisetifolia). Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kesan sempit karena rumah diapit kiri-kanan dan member kesan estetik. Vegetasi pohon diganti menjadi cemara udang dengan karakter pohon sedang agar pohon tersebut tidak membawa uap air ke dalam ruangan namun masih dapat menghalangi silau pada sore hari.

Usulan vegetasi pohon yang menjadi focal point pada taman yaitu pohon Bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea) yang ditanam di tengah taman. Selain itu pohon ini berfungsi sebagai tanaman peneduh karena memiliki tajuk lebar (Lestari, 2008). Kerapatan daun yang tergolong sedang tidak akan menimbulkan kesan “taman gelap” namun dapat menjadi penyaring angin atau “windbreak”. Pada usulan juga terdapat penambahan pohon peneduh yaitu pohon Mangga yang ditanam di depan rumah.. Tambahan hardscape material berupa stepping stone yang diletakkan sesuai sirkulasi taman, lampu taman sesuai dengan kondisi eksisting, dan batu alam pada bagian “pulau” untuk menyeimbangkan dan mengurangi kesan monoton softscape di “pulau”.

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga sebesar $ 5,36,- atau setara dengan Rp 53.600,- untuk tarif listrik dan 66,2 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa jenis dan penataan

pohon yang diusulkan dapat memberikan pengaruh bagi penghematan listrik rumah tangga tersebut.

Gambar 57. Usulan jenis pohon dan penataannya pada rumah VBI_B_1

Apabila usulan jenis pohon dan desain taman ini dianalisis dengan memakai CITYgreen 5.4 maka akan dihasilkan nilai penghematan untuk pemakaian AC rumah tangga yang lebih besar yaitu $ 85,89,- atau setara dengan Rp 858.900,- untuk tarif listrik dan 1060,4 KWH untuk daya listrik. Hal ini menyatakan bahwa

Dokumen terkait