TABEL HALAMAN
Responden 1 Kriteria Optimalisasi Perencanaan
1. Perhitungan Target
6.2. Usulan Perbaikan KPI
Berdasarkan hasil perhitungan OMAX didapat 16 KPI setiap stakeholder yang berada dalam kategori merah sehingga diperlukan perbaikan agar perusahaan memiliki kinerja yang baik kedepannya serta menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja aktual yang belum mencapai target. Berikut ini merupakan rekomendasi perbaikan pada KPI kritis atau dalam kategori merah.
1. Operating Ratio
Menunjukkan efisiensi beban yang digunakan perusahaan, diperoleh dengan cara menghitung biaya operasi dibagi dengan penjualan bersih dalam bentuk
persentase. Semakin kecil nilai operating ratio maka semakin besar kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk menekan biaya operasi yaitu dengan mengefisienkan beban baik beban umum maupun beban administrasi serta beban personalia dan beban lain-lain dengan cara menghemat pengeluaran.
2. Ebitda Margin
Menunjukkan rasio profitabilitas yang mengukur berapa banyak laba yang dihasilkan perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, sebagai persentase dari pendapatan. Sehingga perbaikan yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan keuntungan pada penelitian sebelumnya salah satunya dengan mengelola dan menggunakan keseluruhan aktiva yang secara efisien yang dimiliki perusahaan, sehingga perusahaan kedepannya mampu untuk menghasilkan penjualan dan laba yang tinggi.
3. Jumlah Investasi
Jumlah investasi sangat penting karena melalui investasi contohnya invetasi modal akan menambah sumber daya bagi perusahaan.Usulan perbaikan yaitu dengan adanya komitmen seluruh elemen perusahaan untuk menjalankan program kerja sehingga anggaran dapat terealisasi secara optimum dari pusat.
4. Minimalisasi Biaya Operasional
Minimalisasi biaya operasional didapat dari persentase actual cost dibagi dengan budget cost. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk minimalisasi biaya operasional dengan menghemat dan menekan biaya-biaya
yang dikeluarkan dalam menjalankan operasinya dan mengupayakan lebih dalam meningkatkan pendapatan yang diterima..
5. Collection Period
Menunjukkan berapa lama perusahaan melakukan penagihan piutang yang akan mengubahnya menjadi kas perusahaan. Semakin pendek periodenya semakin baik. Rekomendasi perbaikan dilakukan yaitu dengan adanya menyusun SOP (Standart Operasional Procedure) penagihan yang mengatur setiap detail kegiatan penagihan dari mulai administrasi dan billing hingga penagihan akhir, menambah jumlah petugas penagihan, membuat daftar prioritas penagihan berdasarkan jumlah tagihan.
6. Penyerapan Investasi
Penyerapan investasi didapat dari persentase jumlah penyerapan investasi dibagi jumlah anggaran yang diberikan. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan sebaiknya pihak manajemen perusahaan lebih menyeimbangkan pendanaan dengan peminjaman modal (utang). Sangat penting bagi perusahaan mengontrol kinerja keuangannya sehingga meningkatkan kepercayaan investor dalam menanam modal.
7. Peningkatan Produktivitas LoLo
Peningkatan produktivitas didapat dari persentase in-out container yang dapat dilayani dibagi dengan in-out container yang ada. Rekomendasi yang dapat dilakukan adalah menggunakan konsep just in time yaitu mengurangi pemborosan yaitu aktivitas-aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
8. Realisasi Program Kerja Manajemen
Realisasi program kerja manajemen terdiri dari optimalisasi depo dan pengembangan usaha. Usulan yang dapat dilakukan adalah perusahan memperbaiki strategi pemasaran. Jika strategi pemasaran baik maka perusahaan meningkatkan penjualan dan merebut pangsa pasar. Metode yang dapat dilakukan yaitu Matrick BCG (Boston Consultative Group) untuk mengetahui posisi perusahaan dari pangsa pasar kemudian menentukan strateginya. Metode lainnya yaitu dengan SWOT yang merumuskan strategi pemasaran dengan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
9. Produktivitas Karyawan
Usulan perbaikan dalam meningkatkan produktivitas karyawan adalah dengan perbaikan secara terus menurus terhadap keseluruhan komponen organisasi, peningkatan mutu hasil pekerjaan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
10. Pengelolan Anggaran Pelatihan
Usulan yang dapat dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya yaitu menggunakan konsep Training Need Assasment (TNA). Konsep TNA ini adalah konsep yang memiliki fungsi sebagai mengumpulkan informasi tentang keterampilan dan pengetahuan, mengumpulkan informasi tentang konteks dan konten pekerjaan, mendefinisikan kinerja yang diinginkan dan aktual, melibatkan pemangku kepentingan dan menyediakan data untuk perencanaan.
11. Tingkat Kenaikan Keuntungan Perusahaan
Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan berdasarkan penelitian sebelumnya yaitu solusi yang diberikan dengan melakukan evaluasi pada
strategi pemasaran sehingga dapat meningkatkan penjualan melalui ruang lingkup strategi pemasaran antara lain strategi dalam menghadapi persaingan, strategi harga, strategi produk, strategi pelayanan dan sebagainya. Salah satu perangkat pendukung yang ditawarkan adalah analisis dengan SWOT.
12. Jumlah Costumer Baru
Perbaikan yang dapat dilakukan pihak perusahaan adalah dengan memperbaiki kualitas layanan terhadap pelanggan yang sudah ada sehingga pelanggan puas terhadap layanan perusahaan dan pelanggan lama akan promosi dari pelanggan ke pelanggan sehingga diperoleh pelanggan baru.
13. Tingkat Pertumbuhan Pelanggan
Rekomendasi yang dilakukan dalam pertumbuhan pelanggan adalah dengan cara akuisisi pelanggan (menawarkan jasa kepada pelanggan yang belum pernah menggunakan jasa perusahaan) atau meningkatkan share pembelian produk oleh pelanggan yang telah dimiliki. Cara meningkatkan share pembelian yaitu membangun hubungan erat dengan pelanggan berupa layanan purna jual.
14. Peningkatan Sarana dan Prasarana
Usulan perbaikan pada konsep Total Quality Management (TQM). Dengan adanya konsep TQM ini, pembangunan sarana dan prasarana untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman dapat terwujud.
15. Nilai Pengadaan
Rekomendasi perbaikan yang dilakukan yaitu komitmen seluruh elemen perusahaan untuk menjalankan program kerja sehingga anggaran dapat terealisasi secara optimum dari pusat.
16. Pengawasan Kualitas Barang
Usulan dalam pengawasan kualitas barang adalah meningkatkan pengawasan terhadap barang yang datang dengan pelaksanaan yang sesuai dengan SOP atau prosedur yang baik yang berlaku di perusahaan.
7.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil analisa pengukuran kinerja dengan metode performance prism, maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan PT. Prima Indonesia Logistik telah mencapai performa yang baik dengan total indeks sebesar 6,0144 yang mana menunjukkan perusahaan telah mencapai target realistis dan diharapkan dapat tetap dipertahankan dan memiliki inisiatif untuk meningkatkan kinerjanya.
2. Dari 54 KPI yang dijadikan indikator pengukuran kinerja,ditemukan sebanyak 24 KPI yang masuk dalam kategori hijau, 14 KPI dalam kategori kuning, dan 16 KPI yang termasuk dalam kategori merah. KPI yang termasuk dalam kategori merah antara lain operating ratio, ebitda margin, jumlah investasi, minimalisasi biaya operasional, collection period, penyerapan investasi, peningkatan produktivitas lolo, realisasi program kerja manajemen, produktivitas karyawan, pengelolaan anggaran pelatihan, tingkat kenaikan keuntungan perusahaan, jumlah customer baru, tingkat pertumbuhan pelanggan, peningkatan sarana dan prasarana, nilai pengadaan dan pengawasan kualitas barang.
3. Dalam pengukuran kinerja dengan menggunakan metode performance prism terdapat 4 stakeholder yang terintegrasi yaitu investor, karyawan, pelanggan dan supplier. Dimana dari 16 KPI kategori merah terdapat 8 KPI merah pada stakeholder investor, terdapat 2 KPI merah pada stakeholder karyawan, terdapat 4 KPI pada stakeholder pelanggan dan 2 KPI merah stakeholder supplier. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah melakukan kontribusi yang baik pada stakeholder karyawan dan supplier dan perusahaan lebih meningkatkan kontribusinya pada stakeholder investor dan pelanggan
7.2. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Perusahaan sebaiknya menerapkan pengukuran kinerja dengan menggunakan metode performance prism karena metode ini merupakan metode yang mengukur kinerja secara keseluruhan dan terintegrasi baik aspek keuangan maupun non keuangan.
2. PT. Prima Indonesia Logistik sebaiknya melakukan perbaikan pada stakeholder investor sebagai penyedia dana bagi operasional perusahaan.
Perbaikan pada stakeholder investor dengan menghemat pengeluaran perusahaan, mengelola keseluruhan aktiva perusahaan secara efisien, menjalankan program kerja dengan baik sehingga pihak pusat dapat merealisasikan jumlah yang dianggarkan perusahaan, membuat daftar prioritas penagihan berdasarkan jumlah tagihan, penerapan konsep just in time untuk
menghilangkan kegiatan yang tidak memberi nilai tambah, menentukan strategi perusahaan dengan analisis SWOT dan matrick BCG.
3. Perusahaan sebaiknya melakukan perbaikan pada stakeholder pelanggan sebagai sumber untuk mendapatkan laba perusahaan yaitu dengan analisis SWOT untuk evaluasi strategi pemasaran, membangun hubungan yang erat dan memperbaiki kualitas pelayanan dengan pelanggan lama, dan pendekatan dengan konsep TQM (Total Quality Management) dalam peningkatan sarana dan prasarana perusahaan.
4. Perusahaan sudah melakukan kontribusi yang baik dalam stakeholder karyawan, namun terdapat aspek yang harus diperbaiki perusahaan agar menciptakan kepuasan bagi karyawan yang bekerja, dengan perbaikan pada produktivitas karyawan dan pengelolaan anggaran pelatihan melalui pendekatan konsep TNA (Training Need Analysis) yang mengatur secara keseluruhan pada pelatihan karyawan.
5. Perusahaan sebaiknya memperbaiki aspek nilai pengadaan dan pengawasan kualitas barang pada stakeholder supplier dengan meningkatkan pengawasan barang yang masuk sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan perusahaan, dan melakukan program kerja yang baik pada pusat sehingga pendanaan untuk pembelian pada supplier sesuai dengan jumlah yang diinginkan.
Ebenezer Ankrah And Cristian Collin. 2015. Measuring Performance In Small And Medium Scale Enterprises In The Manufacturing Industry In Ghana.
Central University College
Eka Zusan Arianto dan Sri Gunani Partiwi. 2010. Analisa Pengukuran Kinerja dengan Menggunakan Metode Performance Prism Studi Kasus PT.
Petrokimia Gresik. ITS
Kesuma, Hendra. 2011. Analisa Pengukuran Kinerja Dengan Metode Performance Prism Pada Pt. Perkebunan Nusantara III Pks Aek Nabara Selatan.
Universitas Sumatera Utara. Skripsi
Kristina, Anita. 2009. Model Training Needs Analysis untuk Membentuk Perilaku Inovatif SDM Industri Kecil Sepatu di Jawa Timur. Universitas Trunjoyo Kusumawardhani, Tiara. 2018. Pengukuran Kinerja Penagihan Piutang Pelangan
PT (Persero) Pln Berdasarkan Analisis Rasio Aktivitas. Universitas Dipenogoro
Laricha, dkk. 2012. Perancangan Pengukuran Kinerja pada PT. Jaya Celone Prima dengan Metode Performance Prism dan Scoring OMAX
Marpaung, Dessy M. 2016. Desain Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Metode Performance Prism dan objective Matrix di PT. Wijaya Karya Beton PPB Sumut. Univesritas Sumatera Utara. Skripsi
Michael, Amstrong. 2004. Performance Management. Tugu Publisher
Neely, Andy. 2007. Business Performance Measurement. Cambridge University Press
Nugroho, Edy. 2016. Pelaksanaan Pengawasan Prosedur Purchase Order (Po) Pada PT Showa Indonesia Di Bekasi. Politeknik LP3I Jakarta
Nurhayati, Emmy. 2018. Strategi Peningkatan Produktivitas Untuk Mencapai Target Produktivitas Dan Efisiensi Perusahaan. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Permatasari, Cahyaning. 2020. Penerapan Analitycal Hierarchy Process (Ahp) dalam Menentukan Lokasi Pabrik Tempe. Universitas Naudhatul Ulama.
Surakarta
Rahma, Siti. 2017. Analisis Biaya Operasional Dan Pendapatan dalam Meningkatkan Laba Bersih Pada Pt. Bank Sumut Kantor Cabang Iskandar Muda. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Skripsi
Raisa, Mutia. 2018. Analisis Rasio Profitabilitas Sebagai Alat Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada Pt Jayawi Solusi Abadi Medan. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Skripsi
Rivai, Veithzal. 2005. Performance Appraisal Sistem yang Tepat untuk Menilai Kinerja Karyawan dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan.
Rajagrafindo Persada
Simbolon, Freddy. 2015. Perbandingan Sistem Pengukuran Kinerja. Jakarta Sinulingga, Sukaria. 2018. Metode Penelitian. USU Press
Subing, Achmad. 2014. Analisis Strategi Pemasaran Untuk MeningkatkanPenjualan Motor Merk Mio J Cw Fi pada PT. Bahana Pagar Alam Di Bandar Lampung. Universitas Bandar Lampung
Wahyuningsih, Sri. 2019. Pengaruh Pelatihan Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan. Universitas Dharmawangsa
Wibisono, Dermawan. 2006. Manajemen Kinerja Konsep, Desain, dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. Penerbit Erlangga
Widiyawati, dkk. 2013. Pengukuran Kinerja Pada Perusahaan Furniture Dengan Menggunakan Metode Performance Prism Dan Analytical Hierarchy Process. Universitas Brawijaya
Wijaya, Masri. 2014. Pengaruh Keputusan Investasi dan Keputusan Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia.
Poiteknik Sekayu
LAMPIRAN
Jalan Almamater Kampus USU Medan 20155
Telepon: (061) 8211236, 8213250, 8212090 Fax: (061)8213250 Website: https://ft.usu.ac.id, Email: [email protected]
29 September 2020
Nomor : 551/UN5.2.1.4 /KRK/2020 Lamp . : -
H a l : Riset Tugas Sarjana
Yth. Pimpinan
PT. Prima Indonesia Logistik
Jl. Raya Pelabuhan POS II Road VI Ujung Baru Bagan Deli Belawan
di
Sumatera Utara
Bersama dengan surat ini, kami sampaikan kepada Saudara bahwa salah satu kurikulum pada Departemen Teknik Industri FT USU Medan adalah Tugas Sarjana Mahasiswa.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kiranya bantuan saudara agar dapat menerima mahasiswa kami dari Departemen Teknik Industri FT USU yang tersebut dibawa ini :
NO N A M A N I M TOPIK
1. CLAUDIA INDRIYA NINGRUM