• Tidak ada hasil yang ditemukan

Usulan Sistem Minimarket yang Lebih Menguntungkan

Dalam dokumen HASIL dan PEMBAHASAN (Halaman 78-84)

Dalam memberikan usulan atau rekomendasi bagi investor yang ingin menanamkan modalnya untuk memilih minimarket yang lebih menguntungkan saat ini, penulis menganalisis sistem waralaba dan nonwaralaba mandiri pada bisnis ritel jaringan minimarket dari masing-masing sistem yang ada dan metode analisis Porter dari kedua perusahaan. 4.5.1 Analisis Sistem Waralaba dan NonWaralaba Mandiri

Analisis sistem waralaba dan nonwaralaba mandiri dari masing-masing sistem kedua perusahaan, akan dijelaskan dalam tabel 4.12, sebagai berikut :

Tabel 4.12 Analisis Sistem Waralaba dan NonWaralaba Mandiri

Waralaba NonWaralaba Mandiri

Investasi Awal

Franchise Fee

Investasi awal yang dibayarkan franchisee sebesar

Rp.483.514.950,-. Semua sudah termasuk tanah dan bangunan, biaya waralaba

(franchise fee), sistem perizinan/legal, sistem instalasi dan renovasi bangunan, sistem perlengkapan dan peralatan toko, sistem peralatan komputer dan software, biaya start-up dan promosi, kendaraan operasional

(motor) dan biaya lain-lain yang tidak terduga.

Franchise fee (biaya waralaba) yang dibayarkan sang franchise kepada franchisor sebesar

Investasi awal yang dikeluarkan sebesar Rp.700.805.120. Semua

sudah termasuk tanah dan bangunan, sistem perizinan/legal, sistem instalasi dan renovasi bangunan, sistem perlengkapan dan peralatan toko, sistem peralatn komputer dan sofware, sistem operasional

toko (pengadaan barang dagangan), biaya start-up dan promosi, kendaraan operasional

(mobil).

-

Royalty Fee

Sistem Perizinan/Legal

Rp.56.250.000,-. Biaya ini dibayarkan atas penggunaan merek, logo dan sistem operasi selama perjanjian dalam waktu

5 (lima) tahun. Royalty fee dibayarkan sang franchise setiap bulannya dari laba operasional. Royalty akan

langsung diperhitungkan ataupun dipotong oleh franchisor dari dana hasil penjualan atau sales setiap

tanggal 5 (lima) bulan berikutnya. Sistem perizinan/legalitas kerjasama waralaba Indomaret,

hukumnya legal. Dokumen yang diperlukan, dalam melakukan kerjasama,

seperti : 1.Sertifikat bangunan 2. Izin Mendirikan Bangunan

(IMB)

3. Kartu Tanda Penduduk (KTP),

4. Kartu Keluarga (KK) 5. Surat Izin Tempat Usaha

(SITU)

6.Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU)

-

(tidak diperlukan)

Sistem perizinan/legalitas dari usaha nonwaralaba mandiri ini

berbentuk usaha perorangan. Tidak perlu akta notaris, tetapi

surat perizinan lainnya tetap diperlukan, seperti : 1. Sertifikat bangunan 2. Izin mendirikan bangunan 3. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

4.Kartu Keluarga (KK) 5. NPWP (Nomor Pokok Wajib

Pajak)

6. PKP (Pengusaha Kena Pajak) 7. TDP (Tanda Daftar

Perusahaan) 8. SIUP (Surat Izin

Sistem Instalasi dan Renovasi Bangunan Sistem Perlengkapan dan Peralatan Toko

7. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 8. Tanda Daftar Perusahaan

(TDP)

9. Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) 10.Nomor Pokok Wajib Pajak

(NPWP) dan 11.Pengusaha Kena Pajak

(PKP).

Biaya sistem perizinan/legal sebesar Rp.10.000.000,-. Seluruh biaya instalasi listrik (penambahan daya listrik dari 6300 W ke 7400 W), pekerjaan

bangunan dan AC, dibebankan oleh sang franchise, dengan seluruh konsep dan desainnya

ditentukan oleh franchisor. Besar biaya instalasi dan renovasi bangunan yang dibebankan kepada franchise

sebesar Rp. 76.573.950,-. Seluruh perlengkapan dan peralatan toko tergantung dengan luasan toko, dan menjadi tanggung jawab franchisor dalam memutuskan apa-apa saja yang diperlukan, franchisor memberikan estimasi

Perdagangan) 9. SKDU (Surat Keterangan

Domisili Usaha) 10. SITU (Surat Izin Tempat Usaha) dari Pemda bagi yang

dipersyaratkan atau dasar Undang-Undang Gangguan (HO) Biaya perizinan/legal yang harus

ditanggung sebesar Rp.7.500.000

Seluruh biaya instalasi listrik (penambahan daya listrik dari 6600 W ke 7700 W), pekerjaan bangunan dan AC, dan seluruh konsep beserta desainnya bebas

berinovasi. Besar biaya instalasi dan renovasi bangunan yang

harus dikeluarkan sebesar Rp.58.215.120

Seluruh perlengkapan dan peralatan toko tergantung dengan luasan toko pemilik. Biaya yang dikeluarkan dalam

pembelian perlengkapan dan peralatan toko sebesar

Sistem Peralatan Komputer dan

Software

Sistem Operasional Toko

biaya-biaya perlengkapan dan peralatan. Dan seluruh biayanya

menjadi tanggung jawab franchise dalam membayar

biaya perlengkapan dan peralatan toko. Biaya yang

dibebankan sebesar Rp. 70.446.000,-. Sama halnya dengan sistem

peralatan komputer yang lainnya, IDF Keb-Lama 26 memiliki 2 unit komputer yang

dilengkapi CPU, monitor, keyboard, scanner dan cash

drawer. Software yang digunakan adalah point of sales (POS) dan Win XP Prof. Unit dari

peralatan komputer software tergantung pada luasan toko dan biaya yang dibebankan

franchisee sebesar Rp.37.870.000,-. Desain toko, pengelolaan barang dagangan (pengadaan

barang dagangan, pengelompokan dan pemberian

kode barang, penetapan harga jual barang, stock opname) beserta pengelolaan uang tunai, semua terintegrasi pusat. Untuk

Sistem peralatan komputer dan software yang dugunakan berdasarkan luasan toko yang

ada. Di minimarket Ahadmart memiliki 3 unit komputer yang

dilengkapi CPU, monitor, keyboard dan scanner dan money detector. Software yang digunakan adalah point of sales (POS) dan Win XP. Biaya yang

harus dikeluarkan sebesar Rp.43.150.000,-.

Desain toko, pengelolaan barang dagangan (pengadaan barang dagangan, pengelompokan dan pemberian barang kode barang,

penetapan harga jual barang, stock opname) beserta pengelolaan uang tunai sepenuhnya menjadi hak pemilik

Sistem Manajemen

Prospektus Bisnis

stock opname dilakukan 1 (satu) minggu sekali.

Sistem manajemen Indomaret memiliki sistem dan pola tersendiri. Seluruh perekrutan,

pelatihan, penetapan dan pembayaran gaji, penetapan lokasi kerja, penentuan jabatan, pembagian tugas dan penetapan jam kerja dilakukan oleh pusat

franchisor.

• Payback Period :

4 tahun 1 bulan 13 hari • BEP : Tahun 1 : 1.939.903.846 (48,18%) Tahun 2 : 2.085.000.000 (47.12%) Tahun 3 : 2.162.825.752 (44.58%) Tahun 4 : 2.286.247.306 (43.62%)

toko. Pembelian untuk pengadaan barang dagangan

awal dibutuhkan Rp.225.000.000. Untuk pemeriksaan (stock opname) dilakukan 6 (enam) bulan sekali,

karena kurangnya pelatihan karyawan.

Seperti manajemen yang diberlakukan sangat sederhana dan kekeluargaan. Dalam hal ini

selaku pemilik toko memiliki wewenang penuh dalam,

perekrutan, pelatihan, penetapan dan pembayaran gaji,

penetapan lokasi kerja, penentuan jabatan, pembagian tugas dan penetapan jam kerja.

• Payback Period :

4 tahun 7 bulan 2 hari • BEP : Tahun 1 : 1.365.353.000 (41.32%) Tahun 2 : 1.375.965.000 (45.15%) Tahun 3 : 1.470.094.000 (41.95%) Tahun 4 : 1.272.329.000 (30.22%)

Tahun 5 : 2.174.661.301 (46.37%)

Tahun 5 : 1.510.319.000 (39.89%)

Sumber : Hasil Analisis Data, 2009

4.5.2 Analisis Porter Sistem Waralaba dan NonWaralaba Mandiri

Dari kedua analisis Porter yang sudah dianalisis dari kedua Sistem Waralaba dan NonWaralaba Mandiri, dapat diketahui kondisi bisnis dari masing-masing perusahaan. Dibawah ini adalah hasil dari Analisis Porter dari masing-masing sistem :

4.5.2.1 Analisis Porter Sistem Waralaba Indomaret

Dapat diketahui bahwa Industri bisnis ritel masih terus berkembang dengan pesatnya. Beberapa minimarket yang menjadi pesaing antar perusahaan sejenis Alfamart, Alfamidi, Circle-K, Patra Mart, S’Mart, Madani Mart, Seven Days dan Ahadmart. Kemungkinan masuknya pesaing baru tidak mudah karena membutuhkan modal yang besar, kebutuhan akan diferensiasi produk yang banyak (beraneka ragam), dan memperoleh akses untuk masuk ke dalam saluran distribusi yang luas. Kekuatan tawar menawar pemasok, terintegrasi pusat dan pemasok telah ditentukan sebelumnya. Kekuatan tawar menawar pembeli pun cenderung rendah, karena harga yang ditawarkan tetap (fix) dan ditujukan pada konsumen akhir. Dan untuk produk pengembangan produk substitusi nya terletak pada peritel tradisional karna para peritel tradisional menyediakan hampir semua kebutuhan konsumen sehari-hari dengan kata lain produk-produk yang dijual beragam dan secara tidak langsung produk-produk yang dijual telah saling bersubstitusi.

4.5.2.2 Analisis Porter Sistem NonWaralaba Ahadmart

Sama halnya dengan Analisis Porter Sistem Waralaba Indomaret, kondisi bisnis perusahaan jelas sangat berkembang pesat ditambah dengan hadirnya minimarket nonwaralaba mandiri yang semakin bermunculan. Tetapi untuk masuknya pesaing baru cenderung tinggi dan tidak mudah, karena dibutuhkan modal untuk berinvestasi yang cukup besar, selain itu diferensiasi produk yang beragam, saluran distribusi yang meluas. Pesaing-pesaing antar perusahaan sejenis pada minimarket Ahadmart adalah Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Circle-K, Patra Mart, S’Mart, Madani Mart dan Seven Days. Kekuatan tawar penawar pemasok cenderung tinggi, karna harga yang ditawarkan pemasok mendapatkan potongan harga dari 2.5% sampai dengan 25% dan para supplier bebas menentukan sendiri. Sama halnya dengan Indomaret kekuatan tawar menawar konsumen cenderung rendah, karna harga tetap (fix). Dan untuk produk pengembangan produk substitusi nya terletak pada peritel tradisional karna para peritel tradisional menyediakan hampir semua kebutuhan konsumen sehari-hari karena produk-produk yang dijual sangat beragam dan secara tidak langsung produk-produk-produk-produk tersebut telah bersubstitusi dan tetapi untuk barang yang ditawarkan pada minimarket Ahadmart jauh lebih bervariasi dan lebih menarik bila dibandingkan dengan produk di Indomaret.

Dalam dokumen HASIL dan PEMBAHASAN (Halaman 78-84)

Dokumen terkait