Dalam memberikan usulan atau rekomendasi bagi investor yang ingin menanamkan modalnya untuk memilih minimarket yang lebih menguntungkan saat ini, penulis menganalisis sistem waralaba dan nonwaralaba mandiri pada bisnis ritel jaringan minimarket dari masing-masing sistem yang ada dan metode analisis Porter dari kedua perusahaan. 4.5.1 Analisis Sistem Waralaba dan NonWaralaba Mandiri
Analisis sistem waralaba dan nonwaralaba mandiri dari masing-masing sistem kedua perusahaan, akan dijelaskan dalam tabel 4.12, sebagai berikut :
Tabel 4.12 Analisis Sistem Waralaba dan NonWaralaba Mandiri
Waralaba NonWaralaba Mandiri
Investasi Awal
Franchise Fee
Investasi awal yang dibayarkan franchisee sebesar
Rp.483.514.950,-. Semua sudah termasuk tanah dan bangunan, biaya waralaba
(franchise fee), sistem perizinan/legal, sistem instalasi dan renovasi bangunan, sistem perlengkapan dan peralatan toko, sistem peralatan komputer dan software, biaya start-up dan promosi, kendaraan operasional
(motor) dan biaya lain-lain yang tidak terduga.
Franchise fee (biaya waralaba) yang dibayarkan sang franchise kepada franchisor sebesar
Investasi awal yang dikeluarkan sebesar Rp.700.805.120. Semua
sudah termasuk tanah dan bangunan, sistem perizinan/legal, sistem instalasi dan renovasi bangunan, sistem perlengkapan dan peralatan toko, sistem peralatn komputer dan sofware, sistem operasional
toko (pengadaan barang dagangan), biaya start-up dan promosi, kendaraan operasional
(mobil).
-
Royalty Fee
Sistem Perizinan/Legal
Rp.56.250.000,-. Biaya ini dibayarkan atas penggunaan merek, logo dan sistem operasi selama perjanjian dalam waktu
5 (lima) tahun. Royalty fee dibayarkan sang franchise setiap bulannya dari laba operasional. Royalty akan
langsung diperhitungkan ataupun dipotong oleh franchisor dari dana hasil penjualan atau sales setiap
tanggal 5 (lima) bulan berikutnya. Sistem perizinan/legalitas kerjasama waralaba Indomaret,
hukumnya legal. Dokumen yang diperlukan, dalam melakukan kerjasama,
seperti : 1.Sertifikat bangunan 2. Izin Mendirikan Bangunan
(IMB)
3. Kartu Tanda Penduduk (KTP),
4. Kartu Keluarga (KK) 5. Surat Izin Tempat Usaha
(SITU)
6.Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU)
-
(tidak diperlukan)
Sistem perizinan/legalitas dari usaha nonwaralaba mandiri ini
berbentuk usaha perorangan. Tidak perlu akta notaris, tetapi
surat perizinan lainnya tetap diperlukan, seperti : 1. Sertifikat bangunan 2. Izin mendirikan bangunan 3. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
4.Kartu Keluarga (KK) 5. NPWP (Nomor Pokok Wajib
Pajak)
6. PKP (Pengusaha Kena Pajak) 7. TDP (Tanda Daftar
Perusahaan) 8. SIUP (Surat Izin
Sistem Instalasi dan Renovasi Bangunan Sistem Perlengkapan dan Peralatan Toko
7. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 8. Tanda Daftar Perusahaan
(TDP)
9. Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba (STPUW) 10.Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP) dan 11.Pengusaha Kena Pajak
(PKP).
Biaya sistem perizinan/legal sebesar Rp.10.000.000,-. Seluruh biaya instalasi listrik (penambahan daya listrik dari 6300 W ke 7400 W), pekerjaan
bangunan dan AC, dibebankan oleh sang franchise, dengan seluruh konsep dan desainnya
ditentukan oleh franchisor. Besar biaya instalasi dan renovasi bangunan yang dibebankan kepada franchise
sebesar Rp. 76.573.950,-. Seluruh perlengkapan dan peralatan toko tergantung dengan luasan toko, dan menjadi tanggung jawab franchisor dalam memutuskan apa-apa saja yang diperlukan, franchisor memberikan estimasi
Perdagangan) 9. SKDU (Surat Keterangan
Domisili Usaha) 10. SITU (Surat Izin Tempat Usaha) dari Pemda bagi yang
dipersyaratkan atau dasar Undang-Undang Gangguan (HO) Biaya perizinan/legal yang harus
ditanggung sebesar Rp.7.500.000
Seluruh biaya instalasi listrik (penambahan daya listrik dari 6600 W ke 7700 W), pekerjaan bangunan dan AC, dan seluruh konsep beserta desainnya bebas
berinovasi. Besar biaya instalasi dan renovasi bangunan yang
harus dikeluarkan sebesar Rp.58.215.120
Seluruh perlengkapan dan peralatan toko tergantung dengan luasan toko pemilik. Biaya yang dikeluarkan dalam
pembelian perlengkapan dan peralatan toko sebesar
Sistem Peralatan Komputer dan
Software
Sistem Operasional Toko
biaya-biaya perlengkapan dan peralatan. Dan seluruh biayanya
menjadi tanggung jawab franchise dalam membayar
biaya perlengkapan dan peralatan toko. Biaya yang
dibebankan sebesar Rp. 70.446.000,-. Sama halnya dengan sistem
peralatan komputer yang lainnya, IDF Keb-Lama 26 memiliki 2 unit komputer yang
dilengkapi CPU, monitor, keyboard, scanner dan cash
drawer. Software yang digunakan adalah point of sales (POS) dan Win XP Prof. Unit dari
peralatan komputer software tergantung pada luasan toko dan biaya yang dibebankan
franchisee sebesar Rp.37.870.000,-. Desain toko, pengelolaan barang dagangan (pengadaan
barang dagangan, pengelompokan dan pemberian
kode barang, penetapan harga jual barang, stock opname) beserta pengelolaan uang tunai, semua terintegrasi pusat. Untuk
Sistem peralatan komputer dan software yang dugunakan berdasarkan luasan toko yang
ada. Di minimarket Ahadmart memiliki 3 unit komputer yang
dilengkapi CPU, monitor, keyboard dan scanner dan money detector. Software yang digunakan adalah point of sales (POS) dan Win XP. Biaya yang
harus dikeluarkan sebesar Rp.43.150.000,-.
Desain toko, pengelolaan barang dagangan (pengadaan barang dagangan, pengelompokan dan pemberian barang kode barang,
penetapan harga jual barang, stock opname) beserta pengelolaan uang tunai sepenuhnya menjadi hak pemilik
Sistem Manajemen
Prospektus Bisnis
stock opname dilakukan 1 (satu) minggu sekali.
Sistem manajemen Indomaret memiliki sistem dan pola tersendiri. Seluruh perekrutan,
pelatihan, penetapan dan pembayaran gaji, penetapan lokasi kerja, penentuan jabatan, pembagian tugas dan penetapan jam kerja dilakukan oleh pusat
franchisor.
• Payback Period :
4 tahun 1 bulan 13 hari • BEP : Tahun 1 : 1.939.903.846 (48,18%) Tahun 2 : 2.085.000.000 (47.12%) Tahun 3 : 2.162.825.752 (44.58%) Tahun 4 : 2.286.247.306 (43.62%)
toko. Pembelian untuk pengadaan barang dagangan
awal dibutuhkan Rp.225.000.000. Untuk pemeriksaan (stock opname) dilakukan 6 (enam) bulan sekali,
karena kurangnya pelatihan karyawan.
Seperti manajemen yang diberlakukan sangat sederhana dan kekeluargaan. Dalam hal ini
selaku pemilik toko memiliki wewenang penuh dalam,
perekrutan, pelatihan, penetapan dan pembayaran gaji,
penetapan lokasi kerja, penentuan jabatan, pembagian tugas dan penetapan jam kerja.
• Payback Period :
4 tahun 7 bulan 2 hari • BEP : Tahun 1 : 1.365.353.000 (41.32%) Tahun 2 : 1.375.965.000 (45.15%) Tahun 3 : 1.470.094.000 (41.95%) Tahun 4 : 1.272.329.000 (30.22%)
Tahun 5 : 2.174.661.301 (46.37%)
Tahun 5 : 1.510.319.000 (39.89%)
Sumber : Hasil Analisis Data, 2009
4.5.2 Analisis Porter Sistem Waralaba dan NonWaralaba Mandiri
Dari kedua analisis Porter yang sudah dianalisis dari kedua Sistem Waralaba dan NonWaralaba Mandiri, dapat diketahui kondisi bisnis dari masing-masing perusahaan. Dibawah ini adalah hasil dari Analisis Porter dari masing-masing sistem :
4.5.2.1 Analisis Porter Sistem Waralaba Indomaret
Dapat diketahui bahwa Industri bisnis ritel masih terus berkembang dengan pesatnya. Beberapa minimarket yang menjadi pesaing antar perusahaan sejenis Alfamart, Alfamidi, Circle-K, Patra Mart, S’Mart, Madani Mart, Seven Days dan Ahadmart. Kemungkinan masuknya pesaing baru tidak mudah karena membutuhkan modal yang besar, kebutuhan akan diferensiasi produk yang banyak (beraneka ragam), dan memperoleh akses untuk masuk ke dalam saluran distribusi yang luas. Kekuatan tawar menawar pemasok, terintegrasi pusat dan pemasok telah ditentukan sebelumnya. Kekuatan tawar menawar pembeli pun cenderung rendah, karena harga yang ditawarkan tetap (fix) dan ditujukan pada konsumen akhir. Dan untuk produk pengembangan produk substitusi nya terletak pada peritel tradisional karna para peritel tradisional menyediakan hampir semua kebutuhan konsumen sehari-hari dengan kata lain produk-produk yang dijual beragam dan secara tidak langsung produk-produk yang dijual telah saling bersubstitusi.
4.5.2.2 Analisis Porter Sistem NonWaralaba Ahadmart
Sama halnya dengan Analisis Porter Sistem Waralaba Indomaret, kondisi bisnis perusahaan jelas sangat berkembang pesat ditambah dengan hadirnya minimarket nonwaralaba mandiri yang semakin bermunculan. Tetapi untuk masuknya pesaing baru cenderung tinggi dan tidak mudah, karena dibutuhkan modal untuk berinvestasi yang cukup besar, selain itu diferensiasi produk yang beragam, saluran distribusi yang meluas. Pesaing-pesaing antar perusahaan sejenis pada minimarket Ahadmart adalah Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Circle-K, Patra Mart, S’Mart, Madani Mart dan Seven Days. Kekuatan tawar penawar pemasok cenderung tinggi, karna harga yang ditawarkan pemasok mendapatkan potongan harga dari 2.5% sampai dengan 25% dan para supplier bebas menentukan sendiri. Sama halnya dengan Indomaret kekuatan tawar menawar konsumen cenderung rendah, karna harga tetap (fix). Dan untuk produk pengembangan produk substitusi nya terletak pada peritel tradisional karna para peritel tradisional menyediakan hampir semua kebutuhan konsumen sehari-hari karena produk-produk yang dijual sangat beragam dan secara tidak langsung produk-produk-produk-produk tersebut telah bersubstitusi dan tetapi untuk barang yang ditawarkan pada minimarket Ahadmart jauh lebih bervariasi dan lebih menarik bila dibandingkan dengan produk di Indomaret.