ANALISA ISU DAN GAGASAN PEMECAH ISU A. Identifikasi Isu
B. Isu Utama, Penyebab dan Gagasan Pemecah Isu 1. Penetapan Isu Utama (Core Issue)
Dari beberapa isu strategis yang teridentifikasi diatas kemudian akan ditetapkan isu faktual yang akan menjadi isu utama di Pengadilan Negeri Sanana. Dalam menetapkan isu utama dari beberapa isu yang ada, digunakan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG). Caranya dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1–5.
a. Urgency yaitu seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti.
b. Seriousness yaitu seberapa serius isu itu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.
c. Growth yaitu seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani sebagaimana mestinya.
Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu utama. Tabel berikut menunjukkan proses pembobotan pada isu-isu yang telah ditemukan:
Tabel 3.1. Analisis Isu
No. ISU U S G SKOR RANKING
1. Belum optimalnya penyusunan laporan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
3 5 5 13 III
2. Belum optimalnya persidangan online di Pengadilan Negeri Sanana.
5 5 5 15 I
3. Belum optimalnya backup data aplikasi pada Pengadilan Negeri Sanana.
4 4 4 12 II
Skala Pengukuran:
1 : Sangat TidakUrgent/Serious/Grow 2 : TidakUrgent/Serious/Grow
3 : CukupUrgent/Serious/Grow 4 : Urgent/Serious/Grow
5 : SangatUrgent/Serious/Grow
Setelah dilakukan screening isu strategis menggunakan teknik USG diketahui yang menjadi Isu Utama adalah “Belum Optimalnya Persidangan Online di Pengadilan Negeri Sanana”.
2. Analisis Dampak
Sebagaimana hasil analisis isu menggunakan metode USG di atas, penulis mengangkat isu yaitu belum Optimalnya Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Pengadilan Negeri Sanana. Isu tersebut perlu segera dicarikan solusi agar pelaporan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dapat diproses dengan efisien dan akurat. Apabila isu tersebut diatas tidak segera dicarikan solusi maka akan berdampak pada hal – hal berikut:
a. Beberapa pihak yang bersidang terlambat hadir.
17
b. Informasi persidangan online tidak tersalurkan secara lengkap dan merata.
c. Memerlukan persiapan tambahan sehingga memakan waktu.
d. Kurang optimalnya persidangan secara online/daring.
3. Analisis Penyebab Timbulnya Isu
Untuk mempermudah identifikasi penyebab isu “Belum Optimalnya Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Pengadilan Negeri Sanana”, penulis memetakannya dalam Diagram Fishbone sebagai berikut:
Gambar 3.1. Diagram Fishbone
Cause Effect
Berdasarkan diagram fishbone diatas, penulis mengidentifikasikan penyebab-penyebab Belum Optimalnya Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Pengadilan Negeri Sanana adalah sebagai berikut:
Belum Optimalnya Persidangan Online
di Pengadilan Negeri Sanana
Manpower Materials
Methods
Belum ada SOP persiapan sidang online
Jadwal sidang dibagikan secara manual pada hari itu juga
persiapan sidang online memakan waktu 1 Kabel LAN, 2 Laptop (untuk
saksi dan majelis Hakim)
Memerlukan tambahan waktu untuk memaksimalkan perlengkapan sidang Perangkat sidang terbatas
Hanya 1 staff IT yang mempersiapkan
sidang online Petugas jaga belum
dibekali panduan persiapan
sidang online
Tidak ada yang membackup petugas penyiapan perlengkapan sidang
Machine
Cadangan baterai terbatas Microphone sering mati
ketika baterai habis
Environment
Keadan jaringan untuk membuka aplikasi ringan seperti chat dan social
media lebih mendukung Keadaan jaringan kurang
mendukung untuk membuka website Letak geografis
kantor
fasilitas persidangan dipersiapkan setiap pagi
a. Methods
Setiap persidangan online selesai untuk menghemat daya dan perawatan sarana IT maka laptop untuk akun host dan perangkat elektronik lain dimatikan sementara laptop untuk akun saksi disimpan kembali di lemari PTIP, sehingga ketika persidangan online akan dimulai sarana IT untuk menunjang fasilitas sidang perlu dipersiapkan lagi, sementara informasi sidang pada hari itu kerap kali dibagikan dihari yang sama dan dalam waktu yang tidak tentu sehingga pihak diluar Pengadilan yang ikut bersidang kurang cepat menerima informasi dan menyebabkan terlambat hadir.
Informasi sidang yang dibagikan berupa jadwal sidang dan belum memuat ID serta Password Zoom sehingga pihak Penasihat Hukum dan Jaksa terkadang perlu mempersiapkan ID meeting zoom. Hal tersebut membuat persiapan sidang memerlukan banyak waktu.
b. Machine
Microphone yang ada untuk Majelis Hakim, Penasihat Hukum dan Jaksa menggunakan wireless sehingga memerlukan baterai untuk sumber dayanya, sementara persediaan baterai untuk cadangan terbatas. Ketika microphone mati karena daya habis petugas perlu mencari baterai cadangan yang kadang juga habis, hal ini menyebabkan penggantian baterai memakan waktu dan menunda persidangan.
c. Environment
Pengadilan Negeri Sanana terletak pada pulau Sanana yang mana jauh dari perkotaan dan memiliki akses internet tidak stabil sehingga masyarakat cenderung jarang mengakses website.
d. Materials
Fasilitas utama persidangan online terbatas, untuk melakukan sidang dengan zoom hanya tersedia 2 laptop yakni untuk saksi dan majelis hakim, sementara untuk kabel LAN pendukung jaringan hanya ada 1 jalur untuk akun majelis hakim, sehingga akun untuk
19
saksi terkadang mengalami disconnect karena koneksi yang tidak stabil, penasihat hukum dan jaksa masih menggunakan ponsel pribadi untuk mengikuti persidangan secara online.
e. Manpower
Sidang online hanya dipersiapkan oleh 1 petugas IT sehingga persiapan memakan waktu dan petugas yang berjaga belum memiliki pengetahuan untuk mengcover.
4. Gagasan Pemecah Isu
Berdasarkan core isu yang telah ditetapkan dan setelah dilaksanakan analisis penyebab timbulnya isu dengan menggunakan Diagram fishbone diatas dapat diidentifikasi beberapa gagasan kreatif sebagai alternative pemecahan isuantara lain sebagai berikut:
a. Pengadaan baterai rechargeable beserta charger untuk daya microphone wireless.
b. Pembuatan Sistem Pemberitahuan Informasi dan Jadwal Sidang Otomatis melalui whats’app bot.
c. Membuat SOP Persidangan Online dan menempatkan pada tempat yang mudah ditemukan agar apabila ada kendala pada petugas yang menyiapkan persidangan online maka petugas yang berjaga dapat mengcover.
d. Optimalisasi jaringan perangkat yang belum terhubung menggunakan kabel LAN.
Selanjutnya dari beberapa gagasan kreatif diatas akan ditentukan gagasan utama sebagai alternative solusi dengan menggunakan tapisan Mc. Namara sebagai berikut:
Tabel 3.2. Tapisan MC Namara
No. Alternatif Solusi Jumlah Ranking
Efektif Kemuda han Biaya
1
Pengadaan baterai rechargeable beserta charger untuk daya microphone
4 5 3 12 IV
2
Membuat SOP Persidangan Online dan menempatkan pada tempat yang mudah ditemukan agar apabila ada kendala pada petugas yang menyiapkan persidangan online maka petugas yang berjaga dapat mengcover.
4 4 5 13 III
3
Pembuatan Sistem pemberitahuan Informasi dan Jadwal Sidang otomatis melalui whats’app bot
5 5 5 15 I
4
Optimalisasi jaringan perangkat yang belum terhubung menggunakan kabel LAN
Dari hasil analisis menggunakan tapisan MC. NAMARA terhadap setiap kemungkinan alternatif pemecahan isu diatas berdasarkan efektifitas, kemudahan dan biaya, maka yang menjadi gagasan kreatif pemecahan isu yang akan dilakukan adalah “Pembuatan Sistem
21
Pemberitahuan Informasi dan Jadwal Sidang Otomatis melalui whats’app bot di Pengadilan Negeri Sanana”. Dengan gagasan pemecahan isu yang diajukan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
a. Dengan pemberitahuan Informasi dan Jadwal Sidang otomatis melalui whats’app bot yang terjadwal setiap ada persidangan diharapkan meningkatkan ketepatan waktu pihak yang hadir dalam bersidang sehingga persiapan dapat dilakukan lebih awal.
b. Dengan pemberitahuan Informasi dan Jadwal Sidang otomatis melalui whats’app bot diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pihak yang bersidang dalam mempersiapkan zoom.
c. Dengan pemberitahuan Informasi dan Jadwal Sidang otomatis melalui whats’app bot informasi yang dibagikan lebih lengkap sehingga tata tertib persidangan online turut tersosialisasi secara efektif kepada pihak yang mengikuti sidang.
d. Dengan pemberitahuan Informasi dan Jadwal Sidang otomatis melalui whats’app bot diharapkan dapat mempermudah pekerjaan petugas yang membagikan jadwal sidang setiap hari.
e. Dengan pemberitahuan Informasi dan Jadwal Sidang otomatis melalui whats’app bot diharapkan dapat meningkatkan pelayanan informasi kepada pihak yang bersidang.
f. Fitur dalam whats’app bot dapat dimanfaatkan lebih luas sebagai media pelayanan informasi yang aktual dan dapat menjangkau banyak pengguna.