PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(continued)
Grup memperoleh pinjaman dari Mandiri sebagai berikut: (lanjutan)
The Group obtained loan from Mandiri as follows: (continued)
Perusahaan The Company
Pada bulan Juni 2010, Perusahaan mendapat fasilitas kredit investasi dari Mandiri sebesar Rp170.000.000, digunakan untuk perluasan kebun kelapa sawit yang akan dilunasi dalam jangka waktu maksimal delapan (8) tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman ini dan akan jatuh tempo pada bulan Desember 2017. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2017 sebesar Rp45.750.000 (31 Desember 2016: Rp61.000.000). Pada tahun 2017, Perusahaan telah melakukan pembayaran kepada Mandiri atas fasilitas pinjaman ini sebesar Rp15.250.000 (31 Desember 2016: Rp50.000.000).
In June 2010, the Company obtained investment credit facility from Mandiri amounting to Rp170,000,000, which was used for plantation expansion and is repayable in maximum eight (8) years starting from the loan agreement date. The Company has used all the loan facility amount which will be due in December 2017.
The outstanding loan as of
March 31, 2017 amounted to Rp45,750,000 (December 31, 2016: Rp61,000,000). In 2017, the Company has repaid Mandiri for the credit facility amounting to Rp15,250,000 (December 31, 2016: Rp50,000,000).
Seluruh pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha berikut tanaman, bangunan perumahan, bangunan pabrik, dan mesin milik Perusahaan (Catatan 12 dan 13).
The facility is collateralized by Business Usage Rights, including plantation, buildings, and machineries of the Company (Notes 12 and 13). Pada bulan Juni 2015, Perusahaan mendapat
fasilitas kredit dari Mandiri maksimal Rp250.000.000, digunakan antara lain untuk membiayai pengembangan usaha, yang akan dilunasi dalam jangka waktu maksimal enam (6) tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit dan akan jatuh tempo pada Juni 2021. Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman ini. Pembayaran angsuran fasilitas pinjaman ini kepada Mandiri akan dimulai pada September 2017.
In June 2015, the Company obtained loan facility from Mandiri with maximum credit amount of Rp250,000,000 to be used to expand the plantation activities and capital expenditure and repayable in six (6) years, starting from the loan agreement date and will be due in June 2021. The Company has utilized the entire loan facility amount. Repayment of the loan to Mandiri will start in September 2017.
Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 10,50% per tahun pada tahun 2017 (2016: 10,50%-10,75%).
The above facility bears interest at 10.50% per annum in 2017 (2016: 10.50%-10.75%).
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan berikut tanaman, bangunan perumahan, bangunan pabrik, dan mesin milik Perusahaan dan Sungai Rangit, entitas anak (Catatan 12 dan 13).
The facility is secured by Landrights and Buildings Usage Rights, including plantation, buildings, and machineries of the Company and Sungai Rangit, a subsidiary (Notes 12 and 13).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(continued)
Grup memperoleh pinjaman dari Mandiri sebagai berikut: (lanjutan)
The Group obtained loan from Mandiri as follows: (continued)
Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)
Seluruh pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan antara lain untuk memperoleh pinjaman atau memberikan pinjaman kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim dan Perusahaan dapat memenuhi persyaratan rasio keuangan yang disebutkan dalam perjanjian kredit, melakukan penyertaan baru, bertindak sebagai penjamin, memindahtangankan agunan atau harta yang dapat mempengaruhi pelaksanaan kewajiban Perusahaan kepada bank, melakukan merger, pengambilalihan atau peleburan, mengajukan permohonan pailit dan melakukan pembayaran bunga atas pinjaman atau melunasi pinjaman kepada pemegang saham atau perusahaan afiliasi, kecuali pinjaman dari entitas anak. Pinjaman mengharuskan Perusahaan untuk memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit.
The loan contains certain restrictions on the Company such as, among others, obtain new loan or give borrowing unless in the ordinary course of business of the Company and the Company is able to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreement, participate in new investment, provide guarantee, transfer of collateral or the
Company’s assets which can have adverse effect to the Company’s ability to fulfill its obligation to the bank, conduct merger, acquisition or consolidation, file bankruptcy and pay interest or repay the loan to shareholder or affiliate companies, except loan from subsidiaries. The loan requires the Company to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreement.
Sungai Rangit Sungai Rangit
Pada bulan Agustus 2009, Sungai Rangit, entitas anak, mendapat fasilitas kredit dari Mandiri maksimal Rp85.000.000, digunakan untuk membiayai kebun dan pengeluaran modal serta kebutuhan lainnya, yang akan dilunasi dalam delapan (8) tahun enam (6) bulan terhitung sejak tanggal perjanjian kredit. Sungai Rangit telah menggunakan seluruh fasilitas kredit ini dan akan jatuh tempo pada bulan Desember 2017. Sisa saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2017 sebesar Rp18.000.000 (31 Desember 2016: Rp24.000.000). Pada tahun 2017, Sungai Rangit telah melakukan pembayaran kepada Mandiri atas fasilitas pinjaman ini sebesar Rp6.000.000 (31 Desember 2016: Rp21.000.000).
In August 2009, Sungai Rangit, a subsidiary, obtained loan facilities from Mandiri at the maximum credit amount of Rp85,000,000 to expand the plantation activities and for capital expenditure, which is repayable in eight (8) years and six (6) months, starting from the loan agreement date. Sungai Rangit has fully utilized the loan facility which will due in December 2017.
The outstanding loan as of
March 31, 2017 amounted to Rp18,000,000 (December 31, 2016: Rp24,000,000). In 2017, Sungai Rangit has repaid Mandiri for such credit facility amounting to Rp6,000,000 (December 31, 2016: Rp21,000,000).
Pada bulan Mei 2013, Sungai Rangit mendapat fasilitas kredit dari Mandiri maksimal Rp550.000.000, digunakan antara lain untuk membiayai pengembangan usaha, yang akan dilunasi dalam jangka waktu delapan (8) tahun terhitung sejak tanggal perjanjian kredit dan akan jatuh tempo pada Desember 2020. Sungai Rangit telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman ini. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2017
In May 2013, Sungai Rangit obtained loan facility from Mandiri at the maximum credit amount of Rp550,000,000 to be used to expand the plantation activities and capital expenditure and is repayable in eight (8) years, starting from the loan agreement date and will due in December 2020. Sungai Rangit has utilized the loan facility amount. The outstanding loan as of March 31, 2017 amounted to Rp446,250,000 (December 31, 2016:
21. UTANG BANK (lanjutan) 21. BANK LOANS (continued)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”)
(continued)
Grup memperoleh pinjaman dari Mandiri sebagai berikut: (lanjutan)
The Group obtained loan from Mandiri as follows: (continued)
Sungai Rangit (lanjutan) Sungai Rangit (continued)
Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 10,50% per tahun pada tahun 2017 (2016: 10,50%-10,75%).
The above facility bears interest at 10.50% per annum in 2017 (2016: 10.50%-10.75%).
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan berikut tanaman, bangunan perumahan, bangunan pabrik, dan mesin milik Sungai Rangit (Catatan 12 dan 13).
The facility is collateralized by Business Usage Rights and Buildings Usage Rights, including plantation, buildings, and machineries of Sungai Rangit (Notes 12 and 13).
Pinjaman tersebut di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak Sungai Rangit antara lain untuk memperoleh pinjaman atau memberikan pinjaman kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim, melakukan penyertaan baru, bertindak sebagai penjamin, memindahtangankan agunan atau harta, melakukan merger, pengambilalihan atau peleburan, mengubah susunan pengurus atau pemegang saham Sungai Rangit, mengajukan permohonan pailit, dan melakukan pembayaran bunga atas pinjaman kepada pemegang saham atau perusahaan afiliasi. Pinjaman mengharuskan Sungai Rangit untuk memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit.
The loan contains certain restrictions on Sungai Rangit such as, among others, obtain new loan or give borrowing unless in the ordinary course of the business of the company, enter into new investment, act as guarantor, transfer of collateral
or the company’s assets, enter into a merger or
acquisition, change the composition of Sungai
Rangit’s management or shareholders, file bankruptcy, and pay interest of loan to shareholder or affiliate companies. The loan requires Sungai Rangit to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreement.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(“BNI”) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”)
Sawit Selatan (“SS”) dan Selatanjaya Permai
(“SJP”) Sawit Selatan (“SS”) and Selatanjaya Permai (“SJP”)
Pada bulan Agustus 2011, SS dan SJP, entitas anak, menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”).
In August 2011, SS and SJP, subsidiaries, signed Loan Agreements with PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk (“BNI”).
SS dan SJP mendapat fasilitas kredit investasi (Pokok dan Interest During Construction “IDC”) dari BNI masing-masing sejumlah Rp244.123.689 (terbagi dalam 3 tranche) dan Rp282.006.294 (terbagi dalam 3 tranche), digunakan untuk investasi pembangunan kebun kelapa sawit Inti, masing-masing tranche mempunyai tenor sebelas (11) tahun termasuk empat (4) tahun masa tenggang untuk setiap tranche.
SS and SJP obtained investment loan facilities
(Principal and Interest During Construction “IDC”)
from BNI totaling to Rp244,123,689 (consisting of 3 tranches) and Rp282,006,294 (consisting of 3 tranches), respectively, for oil palm plantation expansion, each tranche is repayable in eleven (11) years including four (4) years of grace period.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(“BNI”) (lanjutan) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) (continued)
Sawit Selatan (“SS”) dan Selatanjaya Permai
(“SJP”) (lanjutan) Sawit Selatan (“SS”) and Selatanjaya Permai (“SJP”) (continued)
Tingkat bunga untuk pinjaman sebesar 11,25% per tahun pada tahun 2017 (2016: 11,25%-11,50%).
The above facilities bear interest of 11.25% per annum in 2017 (2016: 11.25%-11.50%).
Pinjaman di atas dijamin dengan Hak Guna Usaha berikut tanaman dan bangunan kantor milik SS dan SJP (Catatan 12 dan 13). Pinjaman di atas juga dijamin dengan jaminan korporasi yang diberikan oleh Perusahaan.
The facilities are collateralized by landrights including plantation and office buildings of SS and SJP (Notes 12 and 13). The facilities are also collateralized by corporate guarantee from the Company.
Pinjaman di atas mencakup persyaratan yang membatasi hak SS dan SJP antara lain untuk mengadakan merger, memindahtangankan dan/atau menyewakan perusahaan, mengubah bentuk dan status hukum perusahaan, membayar utang subordinasi, memberikan pinjaman, melakukan investasi, membagikan laba atau membayar dividen, menerima pinjaman, mengambil finance lease, mengikatkan diri sebagai penjamin, membubarkan perusahaan, dan merubah susunan direksi dan komisaris perusahaan. Pinjaman mengharuskan SS dan SJP untuk memenuhi persyaratan rasio keuangan sebagaimana disebutkan dalam perjanjian kredit.
The loan contains certain restrictions on SS and SJP such as, among others, enter into merger, transfer and/or lease the companies, change legal status of the companies, repay subordinated loan, provide loan, enter into investment, distribute profit or dividend, obtain loan, obtain finance lease, act as guarantor, dissolve the companies, and change
Directors’ and Commissioners’ of the companies.
The loans require SS and SJP to fulfill certain financial ratios as mentioned in the loan agreements.
Saldo pinjaman SS dan SJP pada tanggal 31 Maret 2017 masing-masing sebesar Rp122.436.498 dan Rp209.350.678 (31 Desember 2016: Rp121.760.801 dan Rp205.435.863). Pembayaran angsuran fasilitas kredit investasi kepada BNI akan dimulai setelah empat (4) tahun masa tenggang untuk setiap tranche. Pada tahun 2017, SS dan SJP telah melakukan pembayaran kepada BNI atas fasilitas pinjaman ini masing- masing sebesar Rp621.562 dan Rp468.943 (31 Desember 2016: Rp1.243.125 dan Rp937.885).
As of March 31, 2017, SS and SJP have utilized the loan facility amounting to Rp122,436,498 and Rp209,350,678 (December 31, 2016: Rp121,760,801 and Rp205,435,863), respectively. Repayment of the loan to BNI will start after four (4) years of grace period for each tranche. In 2017, SS and SJP has repaid BNI for such credit facility amounting to Rp621,562 and Rp468,943, respectively (December 31, 2016: Rp1,243,125 and Rp937,885).
Lanang Agro Bersatu (“LAB”) Lanang Agro Bersatu (“LAB”)
Pada bulan Agustus 2012, LAB, entitas anak, mendapat fasilitas kredit investasi (Pokok dan Interest During Construction “IDC”) dari BNI sejumlah Rp323.000.000 (terbagi dalam 3 tranche), digunakan untuk pembangunan kebun kelapa sawit, fasilitas kredit investasi tersebut mempunyai tenor sebelas (11) tahun termasuk empat (4) tahun
In August 2012, LAB, a subsidiary, obtained investment loan facilities (Principal and Interest
During Construction “IDC”) from BNI totaling to
Rp323,000,000 (consisting of 3 tranches), for oil palm plantation expansion, the facilities are repayable in eleven (11) years including four (4) years of grace period for each tranche.
21. UTANG BANK (lanjutan) 21. BANK LOANS (continued)