• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) LONG-TERM DEBTS (continued)

Dalam dokumen Sentra Niaga Puri Indah BlokT2Za (Halaman 62-64)

9 ASET LANCAR LAIN-LAIN

17. UTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) LONG-TERM DEBTS (continued)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

SKDA memperoleh fasilitas kredit investasi dari BCA dengan total pagu kredit sebesar Rp95.000.000.000 yang telah diterima SKDA pada tanggal 8 November 2010. Pinjaman dari fasilitas ini akan diangsur secara triwulanan mulai tanggal 8 Februari 2011 sampai dengan 8 November 2014. Pada tanggal 31 Desember 2013, saldo pinjaman ini adalah sebesar Rp6.250.000.000 (2012: Rp43.750.000.000). Pinjaman dari BCA tersebut dijamin dengan piutang usaha senilai Rp50.000.000.000, persediaan senilai Rp20.000.000.000 dan aset tetap milik SKDA senilai Rp130.500.000.000 (Catatan 5, 7 dan 10).

Selama tahun 2014 SKDA telah melakukan pembayaran cicilan pokok sebesar Rp6.250.000.000.

SKDA obtained an investment credit facility from BCA with a maximum amount of Rp95,000,000,000 the proceeds of which were received by SKDA on November 8, 2010. The loan is payable in quarterly installments starting from February 8, 2011 to November 8, 2014. As of December 31, 2013, the outstanding balance of the loan amounted to Rp6,250,000,000 (2012: Rp43,750,000,000). The loan from BCA is collateralized by SKDA’s trade receivables amounting to Rp50,000,000,000, inventories amounting to Rp20,000,000,000 and fixed assets amounting to Rp130,500,000,000 (Notes 5, 7 and 10).

During 2014, SKDA had paid the loan installments totaling Rp6,250,000,000.

Pada tanggal 4 Juli 2012, AAK memperoleh fasilitas kredit investasi dari BCA dengan pagu kredit sebesar Rp130.000.000.000. Jangka waktu pencairan pinjaman ini sampai dengan akhir 15 Oktober 2018. Pinjaman ini terutang dalam 60 cicilan triwulanan yang dimulai sejak, mana yang lebih dahulu, enam bulan dari tanggal pencairan tersebut atau 31 Januari 2014. Pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan, mesin dan peralatan pabrik dan persediaan milik SKDA, dan tanah, bangunan dan mesin dan peralatan pabrik milik AAK (Catatan 7 dan 10).

Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 saldo pinjaman dari fasilitas ini adalah sebesar Rp28.846.153.846 dan Rp30.000.000.000.

On July 4, 2012, AAK obtained an investment credit facility from BCA with a maximum amount of Rp130,000,000,000. This facility is available to be withdrawn at the latest at the end of October 15, 2018. The loan is payable in 60 quarterly installments starting from six months after the loan drawdown or January 31, 2014, whichever date is earlier.

The loan is collateralized by SKDA’s land, building, machineries and inventory, and AAK’s land, building and machineries (Notes 7 and 10).

As of March 31, 2014 and December 31, 2013, the outstanding balance of the loan amounted to Rp28.846.153.846 and Rp30,000,000,000.

Berdasarkan perjanjian kredit dengan BCA, SKDA dan AAK diwajibkan untuk memenuhi beberapa ketentuan dan kewajiban, antara lain menjaga rasio-rasio keuangan tertentu:

(1) Current ratio (CR) minimal 1 kali (2) Debt to Equity Ratio (DER) maksimal

2,00 kali

(3) EBITDA/(bunga+pokok) minimal 1,5 kali.

Under the loan agreement with BCA, SKDA and AAK must comply with several covenants and requirements, such as maintain certain financial ratios:

(1) Current ratio (CR) at the minimum of 1 time (2) Debt to Equity Ratio (DER) at the maximum

of 2.00 times

(3) EBITDA/(interest+principal) at the minimum of 1.5 times.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (lanjutan) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (continued)

Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, SKDA dan AAK telah memenuhi seluruh ketentuan dan kewajiban di atas.

As of March 31, 2014 and December 31, 2013, SKDA and AAK have complied with all of the above convenants and requirements.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)

Pada tahun 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari BNI dengan pagu kredit sebesar Rp13.931.000.000. Pinjaman dari fasilitas kredit ini digunakan untuk membiayai modifikasi mesin produksi dan bangunan serta prasarana lainnya. Pinjaman dari fasilitas ini akan diangsur secara triwulanan sampai dengan tanggal 8 Mei 2014. Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, saldo pinjaman ini sebesar Rp697.892.282 dan Rp1.394.442.282. Selama tahun 2014 Perusahaan telah melakukan pembayaran cicilan pokok sebesar Rp696.550.000.

In 2008, the Company obtained an investment credit facility from BNI with a maximum amount of Rp13,931,000,000. The loan from this facility was used to finance the modification of production machineries, plant building and other infrastructure. The loan is payable in quarterly installments until May 8, 2014. As of March 31, 2014 and December 31, 2013, the outstanding balance of the loan amounted to Rp697,892,282 and Rp1,394,442,282.

During 2014, the Company had paid loan installments totaling Rp696.550.000.

ANK juga memperoleh beberapa fasilitas pinjaman dari BNI:

ANK also obtained the following loan facilities from BNI:

a. Fasilitas kredit investasi dan fasilitas Letter of Credit (L/C) sebesar Rp27.321.155.000 (diperoleh pada tahun 2010). Hasil pencairan pinjaman dari fasilitas kredit investasi digunakan untuk membiayai renovasi bangunan pabrik, sarana dan prasarana serta penambahan mesin-mesin dan peralatan pabrik. Pinjaman ini diangsur secara triwulan sampai dengan tanggal 30 Oktober 2014. Pada tahun 2013 pinjaman telah sepenuhnya dilunasi.

a. Investment credit facility and Letter of Credit (L/C) facility amounting to Rp27,321,155,000 (obtained in 2010). The proceeds of the loan drawn from the investment credit facility were used to finance renovation of plant building and other infrastructure, and acquisition of additional machineries and plant equipment. The loan was set to be paid in quarterly installments until October 30, 2014. In 2013, the loan was fully paid.

b. Fasilitas kredit investasi sebesar Rp164.665.000.000 (diperoleh di tahun 2007). Hasil pencairan pinjaman dari fasilitas tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik keramik ANK. Pinjaman ini diangsur secara triwulan mulai bulan Mei 2007 sampai dengan bulan Februari 2013. Pada tahun 2012 telah sepenuhnya dilunasi.

b. Investment credit facility amounting to Rp164,665,000,000 (obtained in 2007). The proceeds of the loan drawn from the facility were used to finance the construction of ANK’s ceramic tile plant. The loan was originally set to be paid in quarterly installments starting from May 2007 to February 2013 but was fully paid in 2012.

17. UTANG JANGKA PANJANG (lanjutan) 17. LONG-TERM DEBTS (continued)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (lanjutan)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (continued)

Pinjaman dari BNI tersebut dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aset tetap milik ANK (Catatan 5, 7 dan 10), jaminan perusahaan dari Perusahaan dan jaminan pribadi dari Tandean Rustandy, pihak berelasi.

The above loans from BNI are collateralized by ANK’s trade receivables, inventories and fixed assets (Notes 5, 7 and 10), corporate guarantee of the Company, and the personal guarantee of Tandean Rustandy, a related party.

Berdasarkan perjanjian kredit dengan BNI, Perusahaan dan ANK diwajibkan untuk memenuhi beberapa ketentuan dan kewajiban antara lain menjaga rasio-rasio keuangan tertentu:

Under the loan agreements with BNI, the Company and ANK must comply with several covenants and requirements, such as maintain certain financial ratios:

(1) Current ratio (CR) minimal 1 kali

(2) Debt to Equity Ratio (DER) maksimal 2,50 kali

(3) Debt Service Coverage (DSR) minimal 100%.

(1) Current ratio (CR) at the minimum of 1 time (2) Debt to Equity Ratio (DER) at the maximum of

2.50 times

(3) Debt Service Coverage (DSR) at the minimum of 100%.

Pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013, Grup telah memenuhi seluruh ketentuan dan kewajiban di atas.

As of March 31, 2014 and December 31, 2013 and, the Group has complied with all of the above convenants and requirements.

Utang Kepada Pemasok Due to Suppliers

Utang kepada pemasok terutama merupakan utang kepada Sacmi Hong Kong., atas pembelian mesin dan peralatan milik ANK.

The amounts due to suppliers mainly represent the payable to Sacmi Hong Kong., representing the acquisition cost of machinery and equipment of ANK.

Dalam dokumen Sentra Niaga Puri Indah BlokT2Za (Halaman 62-64)