RIZKY PUJI LESTARINA
6.3 Utilitas dan Fasilitas Plaza .1 Amphitheatre
Kata Amphitheatre berasal dari bahasa yunani kuno amphi-, yang berarti ‘mengelilingi’ atau ‘pada kedua sisi’, dan théātron, berarti "tempat untuk melihat’. Amphitheater adalah sebuah area terbuka yang biasanya digunakan untuk olahraga, konser, pertunjukan teater, dan sebagainya. Ada dua jenis struktur yang dinamakan sebagain ‘amphitheatre’: Amphitheatre kuno yang dibangun oleh Romawi kuno adalah area pertunjukan terbuka yang dikelilingi oleh tempat duduk bertingkat dan biasanya digunakan untuk penggemar olah raga; jenis ini juga dikenal sebagai stadium terbuka modern. Amphitheatre modern biasanya dimaksudkan untuk panggung pertunjukan dan konser yang biasanya berbentuk setengah lingkaran atau lengkungan.
Pada plaza FSRD ISI Yogyakarta memiliki sebuah amphitheatre yang berada tepat ditengah tapak. Amphitheatre tersebut terdiri dari tangga dan tempat duduk yang mengelilingi panggung. Amphitheatre ini sangat berpotensi untuk digunakan sebagai panggung maupun pusat kegiatan di lingkungan kampus FSRD ISI Yogyakarta.
Gambar 47. Area amphitheatre pada tapak. Area Amphitheatre
6.3.1.1 Tempat Duduk
Tempat duduk yang ada pada tapak berada dalam amphitheatre. Tempat duduk tersebut dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna tapak baik untuk berkelompok maupun individual. Ukuran tempat duduk yang nyaman untuk satu orang adalah dengan tinggi duduk antara 45 – 50 cm, lebar duduk antara 36 – 45 cm dan panjang dudukan 60 cm, ada sandaran belakang dan sandaran tangan (Harrie dan Dines, 1978).
Gambar 48. Konsep seating area yang akan diterapkan pada amphitheatre.
Tempat duduk berupa undakan yang mengelilingi panggung dibagi menjadi 3 bagian utama dengan ukuran yang berbeda-beda, memperkuat kesan irregularity pada tapak, sehingga tidak terasa formal. Undakan-undakan yang digunakan sebagai seating area, terdiri dari rumput dan perkerasaan berupa stone slab, akan menjadi tempat dimana mahasiswa dapat berkumpul dan dapat mengakses wi-fi kampus dengan laptop yang didukung oleh adanya outlet listrik outdoor (point 8.3.3) yang disediakan pada amphitheatre. Seating area juga didesain supaya dapat mengakomodasi banyak orang namun tidak dibuat terlalu nyaman (tanpa sandaran punggung) sehingga menghindari durasi penggunaan seating area yang terlalu lama, dan akan ada turn over yang mendukung penggunaan outlet listrik outdoor secara bergantian.
Gambar 49. Seating area pada amphitheatre.
6.3.1.2 Tangga
Tangga yang ada pada plaza terintegrasi dengan tempat duduk yang ada disekeliling panggung. Ada 4 tangga yang ada pada amphitheatre yang letaknya tidak simetris namun sesuai dengan sirkulasi yang diterapkan pada tapak. Lebar tangga masing-masing sekitar 4 - 4.5 meter supaya dapat menampung volume pejalan kaki yang ada pada tapak. Lebar anak tangga (tread) 35 cm, dengan tinggi anak tangga (riser) 15 cm.
6.3.1.3 Boks Tanaman.
Pada amphitheatre diletakan dua buah box tanaman yang berfungsi sebagai pemanis pada tapak. Boks tanaman terdiri dari 3 bagian berbeda yang terdiri dari boks untuk tanaman penutup tanah (Zephyranthes sp.), rumput gajah (Pennisetum purpureum), dan kerikil putih. Kerikil putih diletakan sebagai pemanis dan dapat dijadikan sebagai area display karya maupun dimanfaatkan menjadi mini zen
garden jepang yang bisa di tata oleh pengguna tapak untuk mengisi waktu
maupun sebagai sarana rekreasi saat berada di amphitheatre, plaza FSRD.
Gambar 51.Zephyranthes sp, Pennisetum purpureum, dan kerikil putih yang akan mengisi planter box.
6.3.1.4 Pemanfaatan Amphitheatre
Amphitheatre FSRD dapat digunakan sebagai meeting point dan
catchment area bagi pengguna tapak untuk melakukan kegiatan seperti berdiskusi, bercengkrama, mengakses internet, bermain, dan sebagainya. Area ini juga dapat dimanfaatkan sebagai outdoor class, dimana kegiatan belajar-mengajar dapat dilakukan pada seating area pada amphitheatre.
Amphitheatre juga dapat digunakan sebagai display area untuk karya mahasiswa terutama mahasiswa departemen seni murni dan kriya, sehingga amphitheatre dapat digubah menjadi semacam area eksibisi berupa outdoor gallery bagi Fakultas Seni Rupa dan Desain dengan instalasi hasil karya mahasiswa. Selain sebagai area eksibisi bagi mahasiswa FSRD, panggung pada amphitheatre juga dapat digunakan oleh mahasiswa ISI Yogyakarta lainnya (misalnya dari jurusan tari maupun musik) sebagai tempat potensial untuk menjadi panggung pertunjukan terbuka yang memberikan setting dramatis.
Gambar 52. Contoh kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di tapak.
6.3.2 Outlet listrik
Sistem utilitas di dalam tapak terdiri dari jaringan listrik, telepon, pemadam kebakaran, serta saluran air bersih dan air kotor. Sistem-sistem tersebut tetap menggunakan sistem pada kondisi awal, yaitu dengan menggunakan saluran-saluran yang tersembunyi di dalam konstruksi bangunan yang ada. Sistem tersebut dipertahankan karena memiliki keuntungan dari segi keamanan dan kenyamanan.
Perlu ada penambahan outlet listrik pada tapak untuk mengakomodasi pengguna laptop yang ingin memanfaatkan teknologi wi-fi kampus. Outlet listrik ini akan tersebar pada amphitheatre, yaitu pada bagian panggung dan seating area. Outlet listrik pada bagian seating area amphitheatre diperuntukan untuk penggunaan laptop. Outlet listrik di bagian panggung disiapkan untuk memfasilitasi pertunjukan/kegiatan yang dapat dilakukan di amphitheatre.
Gambar 54. Rekomendasi feature outlet listrik pada tapak.
6.3.3 Pencahayaan
Untuk penggunaan tapak pada malam hari maka perlu dipersiapkan pencahayaan yang cukup. Jenis pencahayaan yang digunakan berupa streetlight, pathlight dan spotlight. Untuk tapak FSRD, pencahayaan diletakan terutama pada bagian-bagian utama tapak yaitu pada plaza dan entrance area. Street light berasal dari lamp post dengan tinggi 3-5 meter berguna untuk pencahayaan pada jalan dan area utama. Path light juga merupakan lampu yang digunakan untuk pencahayaan pada jalan, namun hanya menyorot permukaan tapak, digunakan pada tangga dan bagian bagian tempat duduk pada amphitheatre, serta pada poin-poin sirkulasi tertentu. Spotlight atau lampu sorot digunakan untuk pencahayaan point of interest dan elemen-elemen utama pada tapak, misalnya gerbang tapak, signage tiap fakultas, dan bagian panggung pada amphitheatre.
Gambar 56. Contoh-contoh lampu yang dapat digunakan untuk pencahayaan pada tapak.
Gambar 57. Titik-titik pencahayaan pada tapak.
6.3.4 Light-box Sculpture dan Sign
Pada tapak FSRD setiap fakultas memiliki signage utntuk masing-masing program studi, namun kurang terlihat karena letaknya yang kurang strategis dan tidak mencolok. Oleh karena itu pada desain tapak ini dibuat dua (2) buah sign untuk setiap program studi, yang berupa light box sculpture dan signage.
Light box sculpture adalah sebuah display yang ada pada tiap program studi dan berbentuk tulisan yang mewakili tiap-tiap program studi, yaitu: ‘fine art’, ‘graphic’ dan ‘crafts’. Masing-masing light box memiliki warna masing-masing yaitu merah, biru dan kuning yang mewakili warna-warna dasar pada spektrum warna. Tulisan yang membentuk huruf-huruf pada light box sculpture ini terbentuk menyerupai garis-garis a la batik kawung.
Gambar 59. Titik-titik posisi light box sculpture.
Gambar 60. Desain light box sculpture tampak atas.
Selain light box sculpture, pada tapak juga akan ditambahkan signage untuk masing-masing program studi yang serasi dengan standar signage ISI, untuk menggantikan signage lama.
. Gambar 61. Contoh signage baru pada ISI Yogyakarta (kiri) dan, signage pada
departemen Kriya saat ini (kanan)
Signage yang dibuat masing-masing memiliki panjang 1200 centimeter dengan tinggi 180 cm. Ukuran yang besar ini menjadi untuk masing-masing program studi yang serasi dengan standar signage ISI,
6.3.5 Dinding Mural
Sebagian dinding bangunan pada tapak menjadi tidak sedap untuk dipandang karena telah menjadi korban vandalisme berupa coret-coretan. Hal ini sangat disayangkan, karena selain tidak terlihat indah, karakter mahasiswa menjadi terkesan negatif. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika pada sebagian dinding, dapat menjadi media coretan dinding yang bersifat artistic (semacam mural) yang dapat dijadikan sebagai wadah kreasi mahasiswa terutama yang berasal dari jurusan seni murni.
Gambar 63. Lokasi dinding mural yang dapat dikembangkan pada tapak.
7.1.1 Simpulan
Ruang terbuka dalam kampus merupakan perlengkapan dalam kehidupan kampus. Didalamnya tertampung aktivitas belajar, komunikasi sosial dan hubungan timbal balik dari berbagai pihak. Lanskap kampus terbentuk akibat interaksi antar manusia sebagai individu dan makhluk sosial dengan alam ’selain manusia’. Ruang terbuka pada kampus berkontribusi terhadap keseluruhan kampus, menunjang kebutuhan manusia sebagai fasilitas dalam berbagai kegiatan, memperkuat ciri dan karakteristik kampus, dan sekaligus dapat menjadi landmark bagi kampus tersebut.
Fakultas Seni Rupa dan Desain harus turut memperkuat ciri dan karakteristik kampus ISI Yogyakarta sebagai kampus seni yang ada. perencanaan dan perancangan Plaza pada Fakultas Seni Rupa dan Desain digarap dengban konsep yang didasarkan pada budaya sosial pengguna yang ada serta karakter budaya tradisional yang di padukan dengan unsur modern.
Berikut adalah kesimpulan yang dapat diambil dari perancangan plaza Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISI Yogyakarta:
1. Perancangan tapak dapat dikembangkan berdasarkan berberapa pendekatan, namun dalam perancangan plaza Fakultas Seni Rupa dan Desain dikembangkan berdasarkan harapan/keinginan pihak kampus yang juga disesuaikan dengan keadaan tapak dan penggunaan tapak, serta kemampuan pihak kampus untuk memelihara tapak yang menjamin keberlanjutan desain pada tapak.
2. Fakultas Seni Rupa dan Desain dapat memperkuat karakter dan ciri khas kampus ISI yogyakarta sebagai kampus seni. Baik sebagai landmark maupun sebagai refleksi karakter kampus.
3. Memberikan sarana & fasilitas berkarya bagi mahasiswa, yaitu dengan mengembangkan rencana tata ruang yang mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa baik sosial maupun akademis.
4. Manfaatkan kreativitas mahasiswa pada lanskapnya, untuk memperkuat karakter Fakultas Seni Rupa dan Desain
7.2 Saran
Perencanaan dan perancangan plaza Fakultas Seni Rupa dan Desain ini dapat diterapkan dan menjadi sesuatu yang berkelanjutan. Namun tetap sangat diperlukan perhatian dari pihak kampus untuk menjaga fungsi tapak seperti seharusnya dan namun tetap fleksibel sehingga dapat memenuhi kebutuhan yang mungkin timbul di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Aji, Faruq. 2007. Batik dan Maknanya dalam Kehidupan Masyarakat Yogyakarta. Http://jurnalmahasiswa.filsafat.ugm.ac.id/nus-8.htm. (Tanggal akses 20 November 2009).
Carpenter, P. L., T. D. Walker dan F. O. Lanphear. 1975. Plants in the Landscape. W. H. Freeman and Co. San Fransisco.
Chiara, D.J. dan L.E. Koppelman. 1990. Standar Perencanaan Tapak (Terjemahan). Penerbit Erlangga. Jakarta.
Djaluputro, Meuthia. 2008. Panduan Diskusi ‘Traditional Culture’ Pelatihan Kepemimpinan Kapal Pemuda Asean Jepang, SSEAYP International Indonesia – Kemenegpora (Tidak Dipublikasikan). Jakarta.
Dober, Richard P. 2000. Campus Landscape: Functions, Form, Features. John Wiley and Sons. New Jersey.
Eckbo, G. 1964. Urban Landscape Design. Mc. Graw Hill Book Co. New York
Gold, S.M. 1980. Recreation and Planning Design. McGraw-Hill Book Co. New York.
Greenbaum, Sophia. 2009. Whole Building Design Guide: Plaza. Http://www.wbdg.org/design/plaza.php. (Tanggal akses 11 November 2009)
Greenbie, B. B. 1981. Spaces; Dimension of the Human Landscape. New Haven and London Yale University.
Hakim, R. 1991. Unsur Perancangan dalam Arsitektur Lanskap. Bumi Aksara. Jakarta.
Harris, C.W. and N.T. Dines. 1988. Time Saver Standards for Landscape Architecture. McGraw-Hill Book Co. New York.
Laurie, M. 1986. Pengantar Kepada Arsitektur Pertamanan (Terjemahan). Intermatra, Bandung.
Lynch, K. 1981. Site Planning. Press Cambridge. London.
Neuman, David J. 2003. Building Type Basics for College and University Facilities. John Wiley and Sons Inc. Canada.
Nugroho, Cahyo. 2001. Studi Perancangan Lanskap Kampus Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor Darmaga Bogor (Tidak Dipublikasikan). Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Nurisjah, S. Dan Qodarian Pramukanto. 1995. Penuntun Praktikum Perencanaan Lanskap. Program Studi Arsitektur Pertamanan, Jurusan Budi Daya Pertanian IPB. Bogor.
Rahman, Z. 1984. Proses Berpikir Lengkap Merencana dan Melaksana dalam Arsitektur Lanskap. Makalah Diskusi Festa VI Himagron (Tidak Dipublikasikan). Bogor.
Setyorini, Diah. 1999. Perencanaan Lanskap Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom) Bandung (Tidak Dipublikasikan) Institut Pertanian Bogor. Bogor
Simha, O. Robert. 2003. MIT Campus Planning, 1960-2000: An Annotated Chronology. MIT Press. Massachusetts.
Simonds, J. O. 1983. Landscape Architecture. Mc Graw - Hill Co., New York.
Wiryawan, Mendiola B. 2009. Investasi Menuju “The Brand Called INDONESIA”. dalam Versus 05/2009. Jakarta.
WS., Don, Threes Emir dan Cherry Hadibroto. 2000. Rahasia Kebun Asri. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Lampiran. Kusioner Preferensi Pengguna
Kuisioner Preferensi Pengguna
1. Apakah menurut anda lingkungan FSRD sudah nyaman?
a. Ya (lanjutkan ke pertanyaan no.3)
b. Tidak (lanjutkan ke pertanyaan no.2)
2. Apa penyebab ketidaknyamanan tersebut? a. Iklim panas
b. Bising/berisik c. Bau
d. Lainnya………..
3. Apakah anda pernah melakukan kegiatan dalam kelompok kecil (2-5 orang) pada plaza FSRD?
a. Ya (lanjutkan ke pertanyaan no.5)
b. Tidak (lanjutkan ke pertanyaan no.4)
4. Apakah alasan anda untuk tidak pernah melakukan kegiatan kelompok kecil pada plaza FSRD?
a. Tidak ada tempat berkumpul
b. Lebih suka berkumpul di tempat lain
c. Lainnya………..
5. Apakah anda pernah melakukan kegiatan dalam kelompok besar (6 orang atau lebih) pada plaza FSRD?
a. Ya (lanjutkan ke pertanyaan no.7)
b. Tidak (lanjutkan ke pertanyaan no.6)
6. Apakah alasan anda untuk tidak pernah melakukan kegiatan kelompok besar pada plaza FSRD?
a. Tidak ada tempat berkumpul
b. Lebih suka berkumpul di tempat lain
c. Lainnya………..
7. Jika anda pernah melakukan kegiatan berkelompok pada plaza FSRD, biasanya kapan anda melakukannya?
a. Pada pagi-siang hari b. Pada sore-malam hari
8. Apakah anda akan lebih sering berada pada plaza FSRD jika suasannya lebih nyaman?
a. Ya b. Tidak
9. Jenis kegiatan apakah yang anda akan lakukan pada plaza FSRD jika suasananya lebih nyaman?
a. Kegiatan berkelompok (diskusi, mengobrol, dsb)
b. Kegiatan individual (mengerjakan tugas, akses internet, dsb)
c. Lainnya………..
10. Apakah perlu dilakukan penambahan tanaman pada plaza FSRD?
a. Ya b. Tidak
11. Jenis taman seperti apa yang anda inginkan pada plaza FSRD? a. Taman natural/organic b.Taman geometric
12. Fungsi tanaman seperti apakah yang anda inginkan? a. Tanaman peneduh
b. Tanaman pengarah c. Tanaman estetik
13. Jenis tanaman seperti apakah yang anda inginkan? a. Tanaman berdaun lebat
b. Tanaman berbunga c. Tanaman berbuah
14. Perlukah dibuat area khusus untuk Seating Area?
a. Ya, (seperti apa seating area yang anda inginkan………) b. Tidak
15. Apakah anda ingin menjadikan Plaza FSRD sebagai point of interest dari FSRD?
a. Ya b. Tidak
16. Apakah anda ingin menjadikan Plaza FSRD sebagai sarana akademis bagi FSRD?