• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPP dan LKS yang telah disetujui oleh dosen pembimbing kemudian divalidasi oleh validator yaitu dosen ahli. Validasi ahli yaitu penilaian RPP dan LKS menggunakan instrumen penilaian RPP dan LKS berupa angket untuk dosen ahli. Dosen ahli adalah seoarang ahli akademik yang berlatar belakang S2. Validasi RPP dan LKS oleh ahli dalam penelitian dilakukan oleh dua orang dosen ahli yaitu Ibu Nila Mareta Murdiyani, S. Pd. M. Sc. dan Ibu Fitriana Yuli Saptanningtyas, M. Si. Penilaian RPP mencakup aspek identitas RPP, ketepatan alokasi waktu, rumusan indikator/tujuan pembelajaran, pemilihan materi, pemilihan pendekatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, pemilihan media/ sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Sedangkan penilaian LKS meliputi aspek kelayakan isi, kesesuaian model pembelajaran, kesesuaian syarat didaktik, kesesuaian syarat konstruksi (kebahasaan), dan kesesuaian syarat teknis (kegrafikaan).

103

Dari hasil validasi didapatkan penilaian produk dan saran atau masukan sebagai acuan untuk merevisi RPP dan LKS yang dikembangkan.

1) Penilaian RPP dan LKS

Hasil penilaian RPP oleh para validator disajikan pada tabel berikut. Tabel 12. Hasil Analisis RPP

No Aspek yang Dinilai Rata- Rata

Penilaian dari Validator Rata – rata tiap Aspek Klasifikasi 1 2

1. Identitas RPP 5 4 4,5 Sangat Baik

2. Ketepatan Alokasi Waktu 3 4 3,5 Baik

3. Perumusan Tujuan/indikator Pembelajaran

4,7 3,667 4,184 Baik

4. Materi ajar 4 4 4 Baik

5. Pemilihan Model Pembelajaran yang digunakan

4 4,333 4,167 Baik

6. Kegiatan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning

3,9 4,167 4,034 Baik

7. Pemilihan Sumber belajar 4 4 4 Baik

8. Penilaian Hasil Belajar 4 5 4,5 Sangat Baik

Rata-rata Keseluruhan 4,11 Baik

Penilaian ahli terhadap RPP yang dikembangkan menunjukkan skor rata-rata 4,11. Berdasarkan pedomanklasifikasi penilaian perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan RPP masuk dalam kategori baik.

104

Tabel 13. Hasil Analisis LKS

No Aspek yang Dinilai Rata- Rata

Penilaian dari Validator Rata – rata tiap Aspek Klasifikasi 1 2

1. Kesesuaian LKS dengan Syarat Konstruktif

4 4 4 Baik

2. Kesesuaian LKS dengan Model Problem based learning

3,8 4 3,9 Baik

3. Kualitas isi materi LKS 3,8 4 3,9 Baik

4. Kesesuaian LKS dengan syarat didaktif 4,17 4 4,085 Baik 5. Kesesuaian LKS dengan syarat teknis 4,33 4 4,165 Baik

Rata-rata Keseluruhan 4,01 Baik

Penilaian ahli terhadap LKS yang dikembangkan menunjukkan skor rata-rata 4,01. Berdasarkan pedoman penskoran klasifikasi peilaian perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan, LKS yang dikembangkan memenuhi kriteria baik.Klasfikasi RPP yang memenuhi kriteria sangat baik dan klasifikasi LKS yang memenuhi kriteria baik menunjukkan bahwa RPP dan LKS memenuhi kualifikasi valid. Dengan demikian RPP dan LKS yang telah dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah.

C. Revisi

Pada tahap ini dilakukan revisi untuk menyempurnakan RPP dan LKS sesuai dengan masukan dan saran dari validator. Revisi dilakukan dengan memperbaiki konten ataupun tampilan dari produk. Berikut ini adalah uraian kegiatan revisi yang dilakukan oleh peneliti.

105 1) Revisi RPP

a) Perbaiki alokasi waktu

Validator menyarankan bahwa penulisan alokasi waktu di bagian identitas RPP tidak sinkron dengan alokasi waktu ketika menjelaskan di bagian tujuan pembelajaran.

Gambar 23. Revisi Alokasi Waktu b) Perbaiki kunci jawaban

Validator menyarankan bahwa kunci jawaban latihan soal pada RPP perlu diperbaiki di bagian kebahasaannya yaitu antara menggunakan kalimat “memilih metode pengumpulan data sesuai dengan keinginan siswa” dengan “memilih metode pengumpulan data yang paling tepat menurut siswa berdasarkan masalah yang diberikan”. Validator mengatakan bahwa menggunakan kalimat memilih metode pengumpulan data yang paling tepat menurut siswa adalah yang lebih valid daripada sebelumnya.

106

c) Motivasi dijelaskan dengan rinci sehingga siswa tahu pentingnya belajar materi ini

Validator menyarankan bahwa motivasi yang ditampilkan pada RPP bagian kegiatan pendahuluan perlu dijelaskan secara lebih rinci agar siswa lebih memahami manfaat dan pentingnya belajar statistika. Motivasi tidak ditulis secara umum saja tetapi dikaitkan lebih banyak ke kehidupan sehari-hari dengan hal-hal yang akrab dan dekat dengan siswa serta dengan bahasa yang sederhana agar siswa mudah menerima dan mengaitkannya.

Gambar 25. Revisi Pendahuluan

d) Istilah-istilah baru untuk siswa SMP perlu diberi penjelasan

Validator menyarankan bahwa istilah-istilah baru dalam metode pengumpulan data seperti wawancara, angket dan observasi perlu diberi penjelasan lebih di dalam LKS agar siswa dapat mengaitkan istilah-istilah tersebut dengan konsep statistika yang dipelajari.

107

e) Penggunaan waktu hanya 2x pertemuan terhitung banyak yang dikerjakan siswa

Validator menyarankan bahwa pertemuan yang tertulis 2x di RPP terlalu singkat untuk kompetensi statistika, sehingga dikhawatirkan akan banyak yang siswa kerjakan selama satu kali pertemuan.

Gambar 27. Revisi jam pelajaran 2) Revisi LKS

a) Memperbaiki kesalahan penulisan dalam LKS

108 b) Memperlebar tempat untuk jawaban siswa

Gambar 29. Revisi space jawaban siswa c) Memperbaiki konsep tentang grafik garis

109

d) Memperbaiki istilah “jumlah” dan “banyaknya”

Gambar 31. Revisi istilah “jumlah” dan “banyaknya” e) Memperbaiki instruksi dan petunjuk pengerjaannya

110

f) Tabel Bunga data numerik tidak ada keterangan satuannya

Gambar 33. Revisi data numerik g) Font dan spasi disesuaikan agar mudah dibaca

111

h) Istilah-istilah baru untuk anak SMP seperti angket, observasi perlu diperhatikan

Gambar 35. Revisi istilah baru 3) Revisi Tes hasil belajar

a) Memperbaiki konteks masalah yang digunakan pada soal nomor 1

112

b) Memperbaiki redaksi pertayaan pada soal nomor 1

Gambar 37. Revisi redaksi pertanyaan

c) Menyiapkan beberapa kemungkinan jawaban siswa pada soal nomor 2

113

d) Pada soal nomor 4, ditambahkan satu jenis data lagi dan memperbaiki redaksi pertanyaan

Gambar 39. Revisi redaksi pertanyaan 4) Revisi Angket Respon

Penulisan materi lingkaran seharusnya ditulis materi statistika.

Gambar 40. Revisi penulisan 4. Tahap Implementasi (Implementation)

Implementasi dalam penelitian ini merupakan proses uji coba perangkat pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran matematika dengan kompetensi statistika. Implementasi dilakukan dengan menggunakan objek penelitian yang dikembangkan serta instrumen-instrumen pembantu yang mendukung terlaksananya penelitian, seperti RPP, LKS, dan soal Tes hasil belajar. Implementasi dilakukan dalam uji coba pada siswa SMPN 5 Yogyakarta kelas VII.5 yang berjumlah 32 siswa. Persiapan-persiapan yang dilakukan peneliti di

114

kelas telah peneliti jalani sebelum melaksanakan penelitian, seperti berkonsultasi dengan dosen pembimbing, merevisi perangkat-perangkat penelitian yang telah divalidasi oleh validator, berdiskusi dengan guru mata pelajaran matematika, dan melakukan observasi masuk kelas untuk mengetahui kondisi dan gambaran pembelajaran di kelas VII.5 SMPN 5 Yogyakarta.

Proses uji coba dilaksanakan secara berkelompok (4 orang) dan individu dengan RPP dan LKS yang telah didesain. Uji coba dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2016 sampai dengan 24 mei 2016 sebanyak 3 kali pertemuan. Jadwal pertemuan uji coba perangkat pembelajaran dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 14. Jadwal Pertemuan Uji Coba Perangkat Pembelajaran

Hari/Tanggal Sub Materi yang Dipelajari Kegiatan Selasa, 3 Mei 2016  Konsep Data  Pengumpulan Data  Pengolahan Data  Diskusi kelompok mengerjakan LKS  Mengerjakan tugas rumah secara individu Selasa, 17 Mei 2016

 Penyajian Data  Mengerjakan LKS

secara berkelompok  Mengerjakan latihan tertulis secara individu Selasa, 24 mei 2016  Pelaksanaan Tes hasil belajar  Menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang disajikan dalam Tes hasil belajar sebanyak 4 soal uraian atau essay secara individu.

115

Peran guru dalam pembelajaran matematika menggunakan perangkat pembelajaran matematika adalah sebagai pendamping dan pembimbing. Setiap akhir pembelajaran siswa bersama guru menyimpulkan konsep Statistika yang telah dipelajari. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memeriksa pemahaman siswa mengenai konsep Statistika yang benar. Guru sebagai fasilitator mendampingi dan membimbing siswa dalam proses pembelajaran untuk menghindari siswa miskonsepsi yang kontinyu. Selain itu, siswa diberikan tugas rumah dan kuis singkat agar guru lebih yakin bahwa siswa telah memahami dengan benar tentang konsep statistika yang telah dipelajari.

Pada pembelajaran matematika menggunakan perangkat pembelajaran matematika yang dikembangkan dijelaskan pada tabel berikut. Persentasi didapatkan menggunakan pedoman penilaian keterlaksanaan pembelajaran.

Tabel 15. Hasil Analisis Data Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran

Tanggal Materi Persentasi Kriteria

3 Mei 2016  Konsep Data  Pengumpulan

Data

 Pengolahan Data

100% Sangat baik

17 mei 2016  Penyajian Data 100% Sangat baik

Rata-rata 100% Sangat baik

Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran selama proses pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran matematika yang telah dikembangkan menunjukkan persentasi keterlaksanaan rata-rata 100%. Berdasarkan pedoman kualifikasi keterlaksanaan pembelajaran yang telah dikembangkan, pelaksanaan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran matematika yang telah dikembangkan memenuhi kriteria sangat baik dan memenuhi syarat kepraktisan.

116

Terdapat beberapa catatan dan saran pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran sebagai berikut.

Pada pertemuan pertama, kegiatan penelitian ini, diawali dengan apersepsi pada kegiatan pedahuluan, kemudian siswa diminta untuk mengelompok sebanyak 4 orang. Siswa dibagikan LKS 1, 2, dan 3. Guru meminta siswa untuk membaca dengan seksama setiap langkah dan instruksi yang disajikan pada LKS. Siswa diperbolehkan bertanya jika mengalami kesulitan. Siswa bisa menggunakan refereni apapun termasuk internet untuk mencari informasi tambahan berkaitan statistika yang dipelajari. Banyak siswa yang antusias dengan pembelajaran matematika menggunakan LKS ini. Ada beberapa siswa yang bertanya dan bingung dengan hubungan antara gambar-gambar yang berkaitan dengan kehidupan sehar-hari dengan matematika, serta ada beberapa siswa yang berkomentar tentang banyaknya bacaan atau teks dalam matematika, sebab mereka terbiasa bertemu dengan angka-angka dan berhitung saja tentang matematika.

Pada pertemuan kedua, kendala yang ditemukan adalah siswa merasa malas untuk membaca, sehingga guru perlu memberikan motivasi lebih untuk menstimulus siswa mengerjakan LKS. Selain itu, banyak siswa yang semakin semangat mengerjakan LKS. Siswa lebih pandai dalam menentukan langkah untuk mengerjakan LKS 4 pada pertemuan kedua ini. Banyak siswa yang bertanya mengarah pada tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Deskripsi keaktifan siswa pada dua pertemuan ini yaitu siswa pada dua pertemuan mengerjakan LKS dan berdiskusi dengan sangat aktif, hal ini dapat

117

dilihat dari semangat dan hasil kerja siswa ketika di kelas dan diberikan tugas rumah. Siswa aktif bertanya dan mencari informasi mengenai konsep-konsep statistika berdasarkan langkah-langkah dan petunjuk yang diberikan pada LKS.

Berikut adalah beberapa gambar kegiatan penelitian yang berlangsung di kelas,

Gambar 41. Kegiatan Pendahuluan

Kegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru berdasarkan

langkah-langkah yang telah dituliskan dalam RPP, guru juga memberitahukan bahwa pada pembelajaran statistika ini akan dibersamai oleh Mbak Wulandari, dari awal hingga ujian kompetensi statistika.

118

Gambar 42. Siswa melakukan Identifying Problems and Learning Issues Kegiatan tersebut berupa siswa secara berkelompok mengidentifikasi masalah yang disajikan pada LKS, mulai dari informasi apa yang diberikan oleh masalah yang disajikan, serta apa yang diinginkan oleh masalah tersebut.

119

Dalam kegiatan ini, siswa menyusun langkah-langkah apa saja yang akan mereka lakukan berdasarkan petunjuk dan instruksi yang diberikan pada LKS untuk menemukan solusi dari permasalahan yang disajikan pada LKS.

Gambar 44. Kegiatan Learning Knowledge

Pada kegiatan ini, siswa mengumpulkan informasi yang didapat dari referensi internet, buku, maupun bertanya, berkaitan hal-hal yang dibutuhkan dalam langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang disajikan.

120

Gambar 45. Kegiatan Applying Knowledge

Pada kegiatan ini, siswa mengaplikasikan langkah-langkah yang telah mereka lakukan pada tahap-tahap sebelumnya. Pada kegiatan ini, siswa sudah menemukan solusi dari permasalahan yang disajikan.

Gambar 46. Kegiatan Assessing and Reflecting

Pada kegiatan ini, siswa melakukan evaluasi dan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan, dengan menyimpulkan konsep yang mereka dapatkan.

121 5. Tahap Evaluasi (Evaluation)

Tahap yang dilakukan selanjutnya adalah tahap evaluasi. Pada tahap ini hal-hal yang dilakukan adalah:

1) Penyebaran lembar Angket Respon Guru dan Siswa

Evaluasi diperoleh dari data yang berupa angket penilaian oleh guru dan respon dari siswa. Tabel berturut-turut di bawah ini merupakan hasil penilaian media ditinjau dari aspek kualitas isi dan tujuan, aspek instruksional, dan teknis oleh guru.

Tabel 16. Hasil Analisis Angket Respon Guru No Aspek Penilaian Rata-rata

Penilaian

Klasifikasi

1 Kemudahan 3,2 Praktis

2 Kemanfaatan 3 Praktis

Rata-rata Keseluruhan 3,1 Praktis

Respon guru terhadap perangkat pembelajaran yang telah digunakan dalam pembelajaran menunjukkan skor rata-rata 3,1. Berdasarkan pedoman klasifikasi penilaian perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan, respon guru terhadap proses pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan memenuhi kriteria baik.

Tabel 17. Hasil Analisis Angket Respon Siswa No Aspek Penilaian

Rata-rata Penilaian

Klasifikasi

1 Kemudahan 3 Praktis

2 Kemanfaatan 3 Praktis

122

Respon siswa terhadap perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dalam pembelajaran menunjukkan skor rata-rata. Berdasarkan pedoman klasifikasi penilaian perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan, respon siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan memenuhi kriteria baik.

Jadi, ditinjau dari aspek kualitas isi dan tujuan, aspek kualitas instruksional, dan aspek kualitas teknis perangkat pembelajaran matematika yang dikembangkan peneliti termasuk dalam kriteria baik dengan total skor rata-rata 3,1. Evaluasi yang diperoleh dapat dilihat melalui hasil angket respon guru di atas.

Evaluasi perangkat pembelajaran yang diperoleh dari tes hasil belajar siswa setelah menggunakan perangkat pembelajaran matematika dengan mengerjakan soal Tes hasil belajar dan hasil angket respon siswa. Nilai akhir siswa diperoleh dari 100% penilaian tes hasil belajar. Ketuntasan berdasarkan KKM mata pelajaran matematika di SMPN 5 Yogyakarta adalah 80. Sehingga dapat disebut tuntas apabila siswa mendapat nilai . Hasil tes belajar siswa disajikan pada tabel berikut. Berdasarkan hasil tabel tersebut dapat diketahui bahwa seluruh siswa tuntas yaitu berjumlah 32 siswa. Selain itu, terdapat 3 siswa yang mendapatkan klasifikasi baik, dan 29 siswa mendapat klasifikasi sangat baik.

Berdasarkan data tes hasil belajar siswa kelas VII.5, rata-rata nilai dari prestasi hasil belajar matematika siswa adalah 93,5 (terletak pada interval X 85) dengan klasifikasi sangat baik dan persentasi ketuntasan siswa sebesar 100% dengan skor minimal 0 dan skor maksimal 100.

123

Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran yang efektif.

B. Pembahasan

Pada penelitian ini dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran matematika pada kompetensi statistika menggunakan pendekatan problem based learningditinjau dari prestasi belajar matematika siswa SMP kelas VII. Pengembangan perangkat pembelajaran statistika menggunakan pendekatan problem based learning ini dikembangkan melalui 5 tahapan pengembangan yaitu analisis (analysis), perencanaan (design), pengembangan (development), pelaksanaan (implementation), dan evaluasi (evaluation). Deskripsi hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya memaparkan langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran dan hasil yang diperoleh. Hasil dari pengembangan berupa produk akhir telah diuji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Beberapa hal yang menjadi temuan dalam penelitian pengembangan perangkat pembelajaran kompetensi statistika menggunakan pendekatan problem based learningditinjau dari prestasi belajar matematika siswa adalah sebagai berikut.

1) Kevalidan Perangkat Pembelajaran

Pada tahap pendefinisian dilakukan analisis karakter dan kebutuhan siswa, analisis kurikulum, analisis teknologi dan situasi sekolah (lingkungan), analisis tugas, analisis konsep, dan perumusan tujuan pembelajaran. Dari tahap ini didapatkan kesimpulan bahwa perlu dikembangkan RPP dan LKS denganpendekatan tertentu sehingga dapat membuat siswa aktif dan mandiri

124

dalam menemukan suatu konsep. Dengan adanya hal tersebut, dipilih pendekatan pembelajaran Problem Based Learning (PBL). PBL akan mengarahkan siswa secara mandiri dan aktif melalui kegiatan diskusi untuk menemukan konsep tertentu.

Dengan berusaha memecahkan permasalahan-permasalahan secara mandiri, diharapkan siswa akan mampu mendapatkan pengetahuannya secara lebih bermakna. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Trianto Ibnu Badar Al-Tabany (2009: 91) yaitu suatu konsekuensi logis, bahwa dengan memecahkan masalah secara mandiri melalui pengalaman-pengalamannya, siswa akan menggunakan pengalaman pemecahan masalah tersebut untuk memecahkan masalah yang serupa, hal ini dikarenakan pengalaman memberikan suatu makna tersendiri bagi seorang siswa. Pada tahap perencanaan dilakukan pengumpulan referensi untuk menyusun RPP dan LKS kompetensi statistika, menyusun rancangan RPP dan LKS, dan menyusun instrumen penilaian produk. Referensi materi dan gambar untuk merancang produk disesuaikan dengan materi statistika SMP kelas VII.

Rancangan RPP memuat kegiatan yang telah disesuaikan dengan pendekatan PBL yaitu: siswa melakukan kegiatan inti yang meliputi Identifying problem; Setting goal and making plan; Identifying learning issues; Learning knowledge; Applying knowledge; Assessing and reflecting;, guru berperan sebagai pendamping dan pembimbing selama proses pembelajaran. Sedangkan rancangan LKS dengan pendekatan PBL memuat beberapa instruksi dan langkah-langkah yang mengarahkan siswa untuk membaca dengan seksama agar memahami

125

masalah, mengidentifikasi dan menganalisa masalah, berdiskusi, menyusun hipotesis, dan melakukan penyelesaian masalah.Instrumen penilaian RPP dan LKS yang digunakan untuk menilai produk divalidasi oleh dosen ahli. Setelah divalidasi, didapatkan instrumen penilaian produk yang valid. Instrumen penilaian produk meliputi lembar penilaian RPP dan LKS oleh dosen ahli, serta lembar penilaian siswa.

Selanjutnya, RPP dan LKS yang telah disusun kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing untuk mendapatkan saran dan masukan untuk perbaikan RPP dan LKS. RPP dan LKS yang dikonsultasikan pada dosen pembimbing diperbaiki sesuai saran yang diberikan, kemudian divalidasi oleh dua dosen ahli. Dari hasil validasi RPP dan LKS didapatkan saran sebagai acuan revisi untuk perbaikan produk. Saran yang diterima peneliti antara lain sebagai berikut. a) Saran untuk Produk RPP

(1) Alokasi waktu yang dituliskan pada bagian identitas RPP dan tujuan pembelajaran harus sama atau sinkron. Alokasi waktu yang direncanakan di RPP dengan hanya dua pertemuan saja sebaiknya dipertimbangkan lagi agar tujuan pembelajaran dan indikator pembelajaran yang ingin dicapai dapat terpenuhi.

(2) Redaksi di kunci jawaban dipilih dengan bahasa yang lebih tepat yaitu di bagian bahasa antara “memilih metode pengumpulan data sesuai dengan keinginanmu” atau “memilih metode pengumpulan data yang paling tepat menurutmu berdasarkan masalah yang diberikan”.

126

(3) Motivasi yang diberikan kepada siswa sebaiknya lebih rinci agar siswa dapat lebih mudah memahami pentingnya belajar statistika.

(4) Istilah-istilah baru pada pengumpulan data seperti metode wawancara, angket dan observasi sebaiknya diberikan penjelasan di LKS, agar siswa dapat memahami kaitan istilah-istilah baru tersebut dengan statistika yang mereka pelajari serta menambah pengetahuan baru bagi siswa.

b) Saran untuk Produk LKS

(1) Memperbaiki penulisan dalam LKS

Beberapa bagian dalam LKS, font dan spasi di bagian yang banyak bacaannya harus lebih dieprhatikan agar siswa lebih mudah membaca. Selain itu penulisan keterangan pada tabel bunga data numerik harus diberikan. Penulisan istilah-istilah baru juga harus ditampilkan agar siswa tidak kesulitan memahami istilah-istilah baru seperti angket dan observasi.

(2) Memperjelas instruksi dan petunjuk pengerjaannya

Redaksi yang digunakan dalam menuliskan instruksi atau petunjuk dalam LKS sebaiknya menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan lebih jelas agar siswa dapat memahami dan mengikuti petunjuk dengan baik.

(3) Memperlebar space untuk jawaban siswa

Space untuk jawaban siswa sebaiknya disediakan lebih lebar agar siswa dapat lebih luas menuangkan ide dan pikirannya dalam LKS.

(4) Memperbaiki konsep tentang grafik garis

127

Selain saran untuk revisi RPP dan LKS, validator juga memberikan penilaian produk RPP dan LKS. Penilaian ini bertujuan untuk menilai kevalidan produk. Dalam penelitian ini, nilai kelayakan produk berdasarkan aspek kevalidan ditentukan dengan minimum berada pada kriteria cukup baik. Produk berupa perangkat pembelajaran matematika yang telah dikembangkan memenuhi kriteria valid berdasarkan hasil penilaian oleh dua dosen ahli. Masing-masing komponen perangkat pembelajaran yaitu RPP dan LKS telah mencapai kriteria baik.

Berdasarkan penilaian pada RPP diperoleh skor rata-rata 4,11 dari skor maksimal 4 dari skor maksimal 5 dengan klasifikasi baik. Hal ini menunjukkan bahwa RPP yang dikembangkan telah sesuai dengan prinsip pengembangan RPP seperti yang tercantum pada Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Sedangkan penilaian pada LKS diperoleh skor rata-rata 4,01 dari skor maksimal 5 dengan klasifikasi baik. Kesimpulan dari validator menyatakan bahwa RPP dan LKS layak diuji coba lapangan dengan revisi sesuai saran.

2) Kepraktisan Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS yang dihasilkan telah memenuhi kriteria praktis berdasarkan respon yang diberikan oleh guru dan siswa serta hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran. Secara umum, tanggapan guru terhadap perangkat pembelajaran yang telah digunakan dalam pembelajaran adalah baik dan tanggapan siswa adalah baik. Berdasarkan respon yang diberikan oleh guru diperoleh skor rata-rata 3,1 dari skor maksimal 4 dengan klasifikasi baik. Sedangkan berdasarkan respon yang diberikan oleh siswa diperoleh rata-rata 3 dari skor maksimal 4 dengan klasifikasi baik. Sementara itu pelaksanaan proses

128

pembelajaran yang diamati juga menunjukkan hasil yang sangat baik. Hal ini berarti bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan praktis.

3) Keefektifan Perangkat Pembelajaran

Berdasarkan hasil uji coba lapangan, perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Problem Based Learning(PBL) yang dihasilkan telah memenuhi kriteria efektif. Secara umum persentasi ketuntasan siswa dalam tes yang dilakukan pada akhir pertemuan adalah 100% dengan kategori sangat baik. Siswa harus belajar matematika dengan pemahaman, secara aktif membangun pengetahuan yang baru dengan pengalaman dan pengetahuan yang sudah dimilikinya (NCTM, 2000: 19). Siswa menemukan konsep yang dipelajarinya dengan melakukan berbagai aktivitas dan secara aktif membangun

Dokumen terkait