METODE PENELITIAN A. LOKASI DAN SUBJEK PENELITIAN
H. VALIDASI DATA
Untuk penelitian kualitatif, analisis data telah dilaksanakan sejak awal penelitian dimulai dari pembentukan tindakan yang diuji kebenarannya dengan memperoleh informasi melalui observasi dan wawancara (Haryadi, 2010: 69). Adapun analisis dan penafsiran data merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu penelitian. Oleh karena itu, data-data tersebut dianalisis secara deskriptif supaya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai tahapan pelaksanaan penelitian yakni penampilan guru dalam pembelajaran IPS dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.
Suharsaputra (2012: 181) penelitian kualitatif adalah penelitian menjadi tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan
berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.Sedangkan menurut Sugiyono (2012: 9) penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah.
Data yang diperoleh umumnya data kualitatif, sehingga teknik analisis data yang digunakan belum ada polanya yang jelas.Oleh sebab itu, sering mengalami kesulitan dalam melakukan analisis.Analisis data dalam kualitatif, dilaksanakan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawncarai. Bila jawaban belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, diperoleh data yang dianggap benar.Dimulai dari siklus satu dan seterusnya, ketika data yang diinginkan dianggap cukup dan mengalami perubahan dan peningkatan hasil belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti.Selain itu penelitian ini juga menggunakan penelitian kuantitatif, pengumpulan data yang dilakukan pada objek tertentu baik berbentuk populasi maupun sampel.Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji yang diajukan dengan teknik statistic tertentu.
Semua data yang masuk divalidasi dengan teknik seperti yang digunakan dalam analisis kualitatif dalam Wiriaatmadja (2010: 168) yaitu:
a. Dengan melakukan member check, yakni memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi data yang diperoleh selama observasi atau wawancara dari nara sumber, siapa pun juga seperti kepala sekolah. Guru, teman sejawat, siswa, dan lain-lain. Apakah keterangan atau informasi itu tetap sifatnya atau tidak berubah sehingga dapat dipastikan keajegannya, dan data itu terperiksa kebenarannya.Jadi setelah data terkumpul sesuai
66
Dewi Sri Lestari, 2013
dengan yang diinginkan data-data tersebut diperiksa kembali kebenarannya.
b. Melakukan validasi dengan triangulasi, yaitu memeriksa kebenaran hipotesis, konstruk, atau analisis yang ditimbulkan sendiri dengan membandingkan dengan hasil orang lain. Data-data tersebut dibandingkan dengan hasil data yang telah diperoleh dan diteliti oleh orang lain.
c. Expert opinion adalah meminta nasihat kepada pakar. Expert opinion
yang dalam hal ini adalah pembimbing penelitian. Pembimbing akan memeriksa semua tahapan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dan memberikan arahan terhadap masalah-masalah penelitian yang peneliti lakukan. Perbaikan, modifikasi, atau penghalusan berdasarkan arahan atau opini pembimbing akan memvalidasi data penelitian yang dilakukan peneliti dan pada tahap selanjutnya analisis yang dilakukan oleh peneliti, dan dengan demikian akan meningkatkan derajat keterpercayaan penelitian yang dilakukan.
BAB V PENUTUP
Pada BAB ini akan membahas tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan saran dari peneliti untuk dilanjutkan oleh peneliti lainnya.
A. KESIMPULAN
Setelah melakukan seluruh rangkaian tindakan penelitian yang dimulai dari tindakan siklus I sampai dengan tindakan siklus IV di kelas VII K SMP Negeri 12 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya mengenai pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS, hasil penelitian ini mampu memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran dan memberikan kemudahan untuk siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan dan pembahasan dari penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS di kelas VII K SMP Negeri 12 Bandung,
disesuaikan dengan Standar Kompetensi yaitu “Memahami kegiatan
ekonomi masyarakat” dengan menggunakan beberapa Kompetensi
Dasar yang terdapat di dalam Standar Kompetensi tersebut. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar ini dikaitkan dengan materi yang sesuai pada pertemuan saat itu. Dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ini guru merencanakan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan seperti lingkungan yang dekat dengan tempat tinggal siswa, lingkungan sekitar sekolah misalnya kantin atau koperasi sekolah, perpustakaan sekolah, laboratorium, taman dan lain sebagainya. Sumber belajar dengan memanfaatkan lingkungan sebagai
125
Dewi Sri Lestari, 2013
sumber belajar IPS hasilnya adalah baik, karena perencanaan telah sesuai dengan yang disusun.
2. Pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di kelas VII K SMP Negeri 12 Bandung, dilakukan dengan tahapan-tahapan pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan sebelumnya yaitu dimulai dari kegiatan awal, guru memberikan motivasi kepada siswa untuk bersemangat mengikuti pelajaran dengan memberikan contoh dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan inti, guru memberikan pengarahan dan penjelasan kepada siswa tentang materi dan tugas yang harus dikerjakan sesuai dengan petunjuk LKS yang telah diberikan oleh guru. Dan kegiatan penutup, guru menyimpulkan dan memberikan penguatan terhadap materi dan tugas yang telah dikerjakan siswa, serta guru memberikan tes sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan melakukan analisis dan refleksi dari pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil pelaksanaan dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar IPS ini adalah baik, karena terjadi perubahan pada pelaksanaan proses pembelajaran.
3. Hasil belajar setelah pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di kelas VII K SMP Negeri 12 Bandung hasilnya adalah baik, terlihat sangat memberikan kontribusi dan perubahan yang diperoleh oleh siswa. Hasil belajar yang diharapkan oleh peneliti sudah sesuai yaitu mencapai nilai ketuntasan dengan nilai di atas 75. Untuk hasil belajar afektif siswa antusias dalam menanggapi materi yang telah disampaikan guru, siswa memperhatikan dan mau bertanya seputar pelajaran yang belum diketahuinya. Sedangkan hasil belajar dari psikomornya adalah siswa mampu mempresentasikan hasil kerjanya dengan baik dan mau mengemukakan pendapatnya.
4. Banyak hambatan yang terjadi selama pelaksanaan tindakan mulai dari tindakan siklus I sampai dengan siklus IV. Hambatan tersebut seperti sulitnya guru mengkondisikan keadaan kelas setelah siswa mengerjakan tugas yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, sulitnya guru memantau dan membimbing siswa ketika memanfaatkan lingkungan di luar lingkungan sekolah, dan beberapa hambatan lainnya.
5. Dari berbagai hambatan yang terjadi banyak upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut diantaranya lebih memanfaatkan lingkungan sekolah seperti kantin atau koperasi, taman, laboratorium, perpustakaan dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan agar guru lebih mudah untuk membimbing dan memantau kegiatan yang dilakukan siswa selama tindakan siklus berlangsung.
127
Dewi Sri Lestari, 2013
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian di atas pada kegiatan pembelajaran IPS tentang pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Bagi Guru
Setelah memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar ini, guru diharapkan bisa lebih memperhatikan sumber belajar yang akan digunakan, kemudian sesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Guru tidak hanya menggunakan buku teks sebagai sumber belajar utamanya, tetapi ditambah dengan sumber yang lain seperti lingkungan, masyarakat, museum dan lain sebagainya.
2. Bagi Sekolah
Peneliti dan sekolah dapat bekerja sama dalam melakukan penelitian ini, untuk meningkatkan proses pembelajaran dan pelayanan terhadap siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
3. Bagi Program studi (Prodi)
Prodi dan pihak sekolah dapat bekerja sama untuk memberikan penjelasan atau seminar tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan tujuan agar guru-guru dapat mengetahui dan memahami tentang PTK karena tidak setiap guru mengetahui dan memahami tentang PTK.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti sebaiknya mempersiapkan LKS yang petunjuknya mudah dipahami siswa dan memperhatikan tingkat kemampuan siswa. Peneliti dapat pula meneliti dengan judul yang sama namun dengan materi dan kelas yang berbeda, atau dapat pula meneliti tentang pemanfaatan lingkungan yang lebih fokus misalnya lingkungan sosial, lingkungan alam, lingkungan budaya dan lingkungan lainnya.