Validasi data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Wiraatmadja (2006: 168-171) yaitu:
a. Member Check, yaitu memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi yang diperoleh selama observasi atau wawancara dilakukan dengan cara mengonfirmasikan dengan guru dan siswa melalui diskusi pada setiap kali pertemuan.
b. Triangulasi, adalah memeriksa kebenaran data yang diperoleh peneliti dengan membandingkan terhadap hasil yang diperoleh mitra peneliti (observer/peneliti/penulis, bersama pendapat guru penjas) secara kolaboratif. c. Audit Trail, adalah mengecek kebenaran prosedur dan metode pengumpulan
data dengan cara mendiskusikandengan pembimbing.
d. Expert Opinion, yaitu pengecekan terakhir, dalam hal ini penulis mengkonfirmasikan temuan kepada para pembimbing dan pengawas.
Berdasarkan validasi data yang telah diuraikan di atas, maka validasi data yang akan digunakan oleh peneliti yaitu member check, triangulasi, audit trail, dan expert opinion. Untuk validasi member check dilakukan setelah melaksanakan wawancara dengan guru dan siswa serta observasi terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran atletik lari jarak pendek. Peneliti memeriksa hasil observasi apakah data yang dicatat sesuai dengan indikator yang diharapkan atau belum.
Validasi triangulasi dilaksanakan setelah observasi terhadap kinerja guru, peneliti akan membandingkan serta mendiskusikan data-data hasil observasi tersebut dengan guru penjas dan kawan-kawan sejawat yang telah melakukan observasi pada saat pembelajaran berlangsung.
Validasi audit trail yakni dilakukan setelah penelitian berlangsung diantaranya memeriksa kesalahan-kesalahan dari metode atau prosedur yang digunakan peneliti dalam mengambil kesimpulan dalam proses pembelajaran.
Dalam melakukan validasi expert opinion, setelah melaksanakan kegiatan penelitian kemudian melaksanakan bimbingan kepada dosen pembimbing yakni Dr. Nurlan Kusmaedi, M.Pd. dan Dewi Susilawati, M.Pd. untuk meberikan saran terhadap kekurangan-kekurangan dalam penelitian.
A. Kesimpulan
Penelitian tindakan kelas mengenai meningkatkan kecepatan dalam lari jarak pendek melului permainan hitam hijau di kelas V Sd Negeri 2 Kertasura Kec. Kapetakan Kab. Cirebon yang telah penulis laksanakan, penulis dapat mengambil kesimpulan dari data yang diperoleh sebagai berikut :
1) Perencanaan pembelajaran yang mengacu pada penerapan permainan hitam hijau untuk meningkatkan kecepatan dalam pembelajaran lari jarak pendek. Perencanaan pembelajaran dibuat berdasarkan hasil refleksi pembelajaran sebelumnya, yang kemudian dikembangkan disesuaikan dengan permasalahan yang akan di perbaiki.
2) Pelaksanaan proses pembelajaran dilaksanakan melalui penggunaan model permainan hitam hijau dengan tahapan-tahapan kinerja guru dan aktivitas siswa pada siklus I, II, III, kinerja guru dan aktivitas siswa pada siklus I, II, III dan kinerja guru dan aktivitas siswa pada siklus I, II, III.
3) Hasil tes lari jarak pendek 40 meter selalu mengalami peningkatan dalam setiap siklusnya dari siklus I 14 siswa atau 53%, kemudian siklus II menjadi 19 siswa 73%, dan selanjutnya pada siklus III 24 siswa 92,3%. Jadi bisa dikatakan pembelajaran lari jarak pendek 40 meter melalui permainan hitam hijau ini berhasil.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dan temuan peneliti ini, maka perlu kiranya peneliti mengajukan beberapa saran untuk perbaikan proses pembelajaran atletik di Sekolah Dasar, khususnya dalam pembelajaran lari jarak pendek yaitu sebagai berikut :
1. Bagi Siswa
a. Menyesuaikan rankaian pembelajaran lari jaran pendek dengan permainan hitam hijau. Biasakan banyak bmelakukan blatihan, manfaatkan waktu senggang dengan aktivitas jasmani.
b. Memperhatikan dan mendengarkan guru pada saat menerangkan materi pelajaran.
2. Bagi Guru
a. Diharapkan mampu membangkitkan motivasi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang inivatif sehingga pembelajaran penjas khususnya atletik lebih berkembang dan disenangi siswa.
b. Harus bisa lebih profesional lagi dalam mengajar, serta mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan inivasikurikulum.
c. Guru harus melakukan penelitian disekolahnya masing-masing sehingga pembelajaran lebih efektif dan efisien.
d. Memperhatikan kemajuan yang dicapai dari ketiga siklus, bahwa pembelajaran melalui bentuk permainan memiliki kontribusi positif terhadap aktifitas pembelajaran lari jarak pendek.
3. Bagi Lembaga
Menjadi sumbangan pemikiran bahwa pengadaan media pembelajaran tidak harus dengan media yang mahal, tetapi dengan permainan hitam hijau pun dapat menjadi sisasat pembelajaran dan pembinaan di sekolah sehingga tujuan kurikulum dapat tercapai dengan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, praktis dan efisien.
Memperhatikan sarana pendidikan khususnya alat dan media pembelajaran yang sering dibutuhkan guru pendidikan jasmani.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti yang berikutnya yang relevan dengan skripsi ini, diharapkan dalam penggunaan media tidak hanya melalui permainan hitam hijau saja tetapi mencari media lain yang bisa meningkatkan kecepatan dalam lari jarak pendek.
Cipta Depdikbud, (1986), Kurikulum Sekolah Dasar Kls I s/d VI, Garir-garis Besar Program Pengajaran Olahraga dan Kesehatan. (Jakarta; Dirjen PDM).
Depdikbud, (1986), Kurikulum Sekolah Dasar Kls I s/d VI, Garis-garis Besar Program Pengajaran Olahraga dan Kesehatan. (Jakarta : Dirjen PDM).
Dikdik Zafar Sidik, Komarudin, (2008) Pedoman Mengajar dan Melatih Atletik. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Kasbolah, Kasihani. (1998/1999). Penelitian Tindakan Kelas. Malang: DEPDIKBUD
Nadisah, (1992). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Suherman, Adang, (1999), “ Rekavitalisasi Keterlantaran Pengajaran dalam
Pendidikan jasmani”, Diktat Kuliah Pedagogi Oahraga,
UPI-Press,FPOK-UPI bandung.
..., (1999/2000), Dasar-Dasar Penjaskes, Depdikbud, Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.
..., (2001). “ Evaluasi Pendidikan Jasmani “, Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah Bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Olahraga Jakarta.
Syarifuddin, Aip, (1992), “ Atletik “, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Sugiyono, (2010). Metode Penelitian Pendidikan,Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukintaka, ( 1992).Teori Bermain Untuk D2 PGSD Penjas, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan 1992.
Toho, Cholik M.Rusli, Lutan, (1992). Pendidikan Jasmani dan kesehatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Proyek Pendidikan Tenaga Guru.