LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka
3.9 Teknik Pengujian Instrumen
3.9.1.1 Validasi Perangkat Pembelajaran
Tabel 3.10 Hasil validasi Silabus
No Validator Komponen yang Dinilai Rata-rata
1 2 3 4 5
1 Validator 1 4 4 5 4 5 4,4
2 Validator 2 4 4 4 4 4 4
3 Validator 3 4 4 4 4 4 4
Setiap komponen yang dinilai oleh ahli kemudian hasilnya dirata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolok ukur dilakukannya perbaikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilai yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target nilai rata-rata yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3 maka tidak perlu dilakukan revisi. Ada validasi ini didapat nilai rata-rata yang diberikan validator adalah validator 1 mendapatkan nilai rata-rata 4,4, validator 2 mendapatkan nilai rata-rata 4, validator 3 mendapatkan nilai rata-rata 4. Dilihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak perlu melakukan revisi. Tetapi ada saran dan masukan dari validator pada komponen no.1 dan no.2 yaitu diharapkan mencakup 1 SK dan untuk menggunakan kata kerja yang oprasional.
Tabel 3.11 Hasil validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
No Validator
Komponen yang Dinilai
Rata-rata 1 2 3 4 5 6 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 4 1 Validator 1 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4,5 2 Validator 2 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4,2 3 Validator 3 4 4 4 4 4 2 4 2 2 5 4 5 4 4 4 2 4 5 4 2 3,6
Setiap komponen yang dinilai oleh ahli kemudian hasilnya dirata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolok ukur dilakukannya perbaikan atau tidak. Penilaian uni dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilai yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target nilai rata-rata yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3 maka tidak perlu dilakukan revisi. Ada validasi ini didapat nilai rata-rata yang diberikan validator adalah validator 1 mendapatkan nilai rata-rata 4,5, validator 2 mendapatkan nilai rata-rata 4,2, validator 3 mendapatkan nilai rata-rata 3,6. Dilihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak perlu melakukan revisi. Tetapi ada saran dan masukan dari validator I pada komponen Pemilihan dan Pengorganisasian Materi no.1, no.2 dan no.3 yaitu kompetensi perlu dirinci, disesuaikan dengan kegiatan anak, merinci materi yang dituliskan dalam RPP. Dan saran dan masukan dari Validator 3 pada komponen pemilihan Sumber Belajar/metode pembelajaran pada no.1 yaitu daftar buku yang tercantum kurang sesuai, serta pada komponen Penilaian Hasil belajar
no.3 yaitu beberapa lampiran soal belum dilengkapi rubrik penilaiannya, serta pada komponen penggunaan bahasa tulis no. 4 yaitu untuk memperhatikan penggunaan huruf kapital pada lampiran LKS dan materi.
Tabel 3.12 Hasil validasi Lembar Kerja
No Validator Komponen yang Dinilai
Rata-rata
1 2 3 4 5 6 7
1 Validator 1 4 5 5 5 4 4 5 4,57
2 Validator 2 4 4 4 4 4 4 4 4
3 Validator 3 5 4 4 2 4 4 2 3,58
Setiap komponen yang dinilai oleh ahli kemudian hasilnya dirata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolok ukur dilakukannya perbaikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilai yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target nilai rata-rata yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3 maka tidak perlu dilakukan revisi. Ada validasi ini didapat nilai rata-rata yang diberikan validator adalah validator 1 mendapatkan nilai rata-rata 4,5 , validator 2 mendapatkan nilai rata-rata 4, validator 3 mendapatkan nilai rata-rata 3,5. Dilihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator pada instrumen pembelajaran yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak perlu melakukan revisi. Tetapi ada saran dan masukan dari validator 1 pada komponen no.1, no.5, dan no.6 yaitu perlu dilengkapi unsur LKS, lks diberi petunjuk yang runtut dan diberi hiasan agar menarik.
Tabel 3.13 Hasil validasi Materi ajar
No Validator Komponen yang Dinilai Rata-rata
1 2 3 4 5 6
1 Validator 1 5 4 5 5 4 5 4,6
2 Validator 2 4 4 2 4 4 4 3,6
3 Validator 3 4 4 4 4 4 2 3,6
Setiap komponen yang dinilai oleh ahli kemudian hasilnya dirata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolok ukur dilakukannya perbaikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilai yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target nilai rata-rata yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3 maka tidak perlu dilakukan revisi. Ada validasi ini didapat nilai rata-rata yang diberikan validator adalah validator 1 mendapatkan nilai rata-rata 4,6 , validator 2 mendapatkan nilai rata-rata 3,6 , validator 3 mendapatkan nilai rata-rata 3,6. Dilihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak perlu melakukan revisi. Tetapi ada saran dan masukan dari validator 1 pada komponen no.2 yaitu materi disesuaikan dengan kehidupan anak.
Tabel 3.14 Hasil validasi soal evaluasi
No Validator Komponen yang Dinilai
Rata-rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Validator 1 4 5 5 5 5 4 5 5 4,75 2 Validator 2 4 4 4 4 5 4 4 4 4,1 3 Validator 3 4 4 4 4 4 4 2 2 3,5
Setiap komponen yang dinilai oleh ahli kemudian hasilnya dirata-rata. Kelayakan komponen yang divalidasi dilihat sebagai tolok ukur dilakukannya
perbaikan atau tidak. Penilaian uni dilakukan berdasarkan perhitungan skor penilai yang diberikan oleh masing-masing validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target nlai rata-rata yaitu 3. Jika hasil rata-rata yang diberikan validator mendapatkan kurang dari 3 maka perlu dilakukan revisi, namun jika hasil rata-rata yang diperoleh lebih dari 3 maka tidak perlu dilakukan revisi. Ada validasi ini didapat nilai rata-rata yang diberikan validator adalah validator 1 mendapatkan nilai rata-rata 4,75 , validator 2 mendapatkan nilai rata-rata 4,1 , validator 3 mendapatkan nilai rata-rata 3,5. Dilihat dari hasil yang diberikan oleh masing-masing validator yang sudah melebihi target yang sudah ditentukan maka peneliti tidak perlu melakukan revisi. Tetapi ada saran dan masukan dari validator 1 pada komponen no.1 yaitu perlu ditambah aspek akfektif dan dari validator 3 pada komponen no.7 yaitu ada soal yang kunci jawabannya tidak sesuai.
Berikut adalah tabel hasil dan kriterian dalam validasi perangkat pembelajaran:
Tabel 3.15 Hasil Validasi Dan kriterianya
No Perangkat Pembelajaran Hasil Kriteria
1 Silabus 4,13 Baik
2 RPP 4,01 Baik
3 LKS 4,09 Baik
4 Materi ajar 3,9 Baik
5 Soal evaluasi 4,12 Baik
Rata-rata 4,05 Baik
2) Validitas Terkait Kriteria (Criterion-Related Validity)
Dikatakan validitas terkait kriteria jika skor tes digunakan untuk memprediksi kemampuan anak di masa mendatang dengan membandingkan kemampuan anak saat menggunakan hasil pengukuran dari alat ukur lain.
Validitas terkait konstruk didefinisikan sebagai proses menentukan derajat kemampuan tes diinterpretasikan ke dalam satu atau lebih konstruk. Maksudnya, kemampuan tes untuk mengukur pengertian-pengertian yang terkandung dalam materi yang diukurnya.
Validasi instrument soal dilakukan dengan uji siswa langsung. Pengujian siklus I dilakukan pada siswa kelas III SDN Karangmloko 1 yang berjumlah 30 siswa, sedangkan pada siklus II dilakukan pada kelas III SDN Plaosan I dan SDN plaosan II yang berjumlah 43 siswa. Taraf validitas dinyatakan dalam suatu koefisien validitas yang dihitung dengan teknik korelasi product moment. Menurut Hadi (2004: 288) menuliskan bahwa nilai product moment pada r tabel memiliki taraf signifikan 5%. Jadi r tabel pada penelitian ini yaitu 0,361. Dalam mencari r hitung digunakan SPSS 20 untuk mempermudah penghitungan.
Pada pengujian soal siklus I dari 30 soal pilihan ganda yang diujikan yang memenuhi kriteria hanya 17 soal, sedangkan pada uji soal siklus II dari 30 soal yang diujikan yang memenuhi kriteria sebanyak 2 4 soal. Hasil penghitungan menggunakan SPSS 20 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.16 Hasil Perhitungan Validitas Soal Evaluasi Siklus I r-hitung r-tabel Keterangan item1 0.541** 0,361 Valid item2 0.602** 0,361 Valid item3 0.208 0,361 Tidak valid item4 0.664** 0,361 Valid item5 0.474** 0,361 Valid item6 0.680** 0,361 Valid item7 0.469** 0,361 Valid item8 0.102 0,361 Tidak valid item9 0.238 0,361 Tidak valid item10 0.371* 0,361 Valid item11 0.308 0,361 Tidak valid item12 .a 0,361 Tidak valid item13 .a 0,361 Tidak valid item14 0.660** 0,361 Valid item15 0.695** 0,361 Valid item16 0.776** 0,361 Valid item17 -0.101 0,361 Tidak valid item18 0.486** 0,361 Valid item19 0.599** 0,361 Valid item20 0.680** 0,361 Valid item21 0.400* 0,361 Valid item22 0.341 0,361 Valid item23 0.367* 0,361 Valid item24 0.590** 0,361 Valid item25 0.313 0,361 Tidak valid item26 0.404* 0,361 Valid item27 0.284 0,361 Tidak valid item28 0.305 0,361 Tidak valid item29 0.680** 0,361 Valid item30 -0.122 0,361 Tidak valid
Peneliti menggunakan program SPSS 20 untuk menghitungnya. Pada SPSS terdapat tanda yang menandakan soal tersebut valid atau tidak. Tanda tersebut dinamakan aimbol asterik (**). Dengan sibol asterik satu (*) menandakan bahwa soal tersebut valid dilihat pada taraf signifikan 0,05. Sedangkan simbol asterik dua (**) soal tersebut juga valid namun dilihat dengan taraf signifikan 0,01.
Tabel 3.17 Hasil Perhitungan Validitas Soal Evaluasi Siklus II r-hitung r-tabel Keterangan
item1 0,805** 0,361 Valid item2 0,717** 0,361 Valid item3 0,423** 0,361 Valid item4 0,495** 0,361 Valid item5 0,554** 0,361 Valid item6 0,696** 0,361 Valid item7 0,380* 0,361 Valid item8 0,494** 0,361 Valid item9 0,465** 0,361 Valid item10 0,169 0,361 Tidak valid item11 0,534** 0,361 Valid item12 0,301 0,361 Valid item13 0,762** 0,361 Valid iem14 0,775** 0,361 Valid item15 0,821** 0,361 Valid item16 0,714** 0,361 Valid item17 0,705** 0,361 Valid item18 0,441** 0,361 Valid item19 0,311 0,361 Valid item20 0,784** 0,361 Valid item21 0,564** 0,361 Valid item22 0,166 0,361 Tidak valid item23 0,674** 0,361 Valid item24 0,198 0,361 Tidak Valid item25 0,531** 0,361 Valid item26 0,462** 0,361 Valid item27 0,659** 0,361 Valid item28 0,036 0,361 Tidak valid item29 0,457** 0,361 Valid item30 0,457** 0,361 Valid
Peneliti menggunakan program SPSS 20 untuk menghitungnya. Pada SPSS terdapat tanda yang menandakan soal tersebut valid atau tidak. Tanda tersebut dinamakan aimbol asterik (**). Dengan simbol asterik satu (*) menandakan bahwa soal tersebut valid dilihat pada taraf signifikan 0,05. Sedangkan simbol asterik dua (**) soal tersebut juga valid namun dilihat dengan taraf signifikan 0,01.